. Soal Pendamping Wali Kota Pematangsiantar Dr Susanti Dewayani, 14 Elemen Simalungun Bersatu | BeritaSimalungun
Home » , , , , , » Soal Pendamping Wali Kota Pematangsiantar Dr Susanti Dewayani, 14 Elemen Simalungun Bersatu

Soal Pendamping Wali Kota Pematangsiantar Dr Susanti Dewayani, 14 Elemen Simalungun Bersatu

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 20 January 2021 | 17:14

Kompetensi dan Kearifan Lokal Hendaknya Jadi Acuan Utama
Kantor Balaikota Pematangsiantar. (Istimewa)

Pematangsiantar, BS-Soal siapa pendamping Dr.Susanti Dewayani jika dilantik jadi Wali Kota Pematangsiantar, Kompetensi dan Kearifan Lokal hendaknya menjadi acuan utama bagi koalisi Partai Politik (Parpol) pengusung Ir Asner Silalahi (Alm)- dr Susanti Dewayani pada Pilkada Kota Pematangsiantar Rabu 9 Desember 2020 lalu.

Seperti diketahui Paslon Asner-Susanti diusung seluruh Parpol yang memiliki kursi di DPRD Pematangsiantar sebanyak 30 kursi. Koalisi Parpol itu yakni PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN, Demokrat, Hanura, NasDem dan PKPI.

Menyikapi soal calon wakil wali kota itu, 14 elemen Etnis Simalungun bersatu dalam ““marbualbuali” di Kafe Hordja di Jalan Sudirman Pematangsiantar, Senin (18/1/2021). Dalam pertemuan itu mencuat kerinduan dari 14 elemen etnis Simalungun kalau calon wakil wali kota dari etnis Simalungun yang memiliki kompetensi dan paham soal kearifan lokal.


Ketua DPP Usaha Penyelamatan Aset Simalungun (UPAS), Januarison Saragih SH MH, seperti dilansir www.alolingsimalungun.com, Rabu (20/1/2021) mengatakan, sebanyak 14 elemen Simalungun yang hadir “marbualbuali” bermusyawarah bersepakat untuk mengajukan permintaan kepada Parpol Pengusung agar pengganti Wakil Wali Kota Pematangsiantar masa bakti 2021-2024 adalah figur yang memiliki kompetensi serta  berasal dari etnis Simalungun.

Dikatakan Januarison Saragih, dalam musyawarah tersebut disepakati meskipun dari etnis Simalungun namun harus memiliki kompetensi memenuhi kriteria yakni, ahli dalam pemerintahan, mengenal dan dikenal serta memahami kondisi Kota Pematangsiantar.

“14 elemen etnis Simalungun akan membicarakan masalah ini lebih serius, terkait mencari figur yang tepat yang akan diajukan untuk menduduki posisi Wakil Wali Kota Pematangsiantar periode 2021-2024,” tegas Januarison Saragih.

Januarison Saragih mengatakan, adapun 14 elemen etnis Simalungun yang mengajukan permintaan tersebut, adalah Partuha Maujana Simalungun (PMS), Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (HIMAPSI), GEMAPSI, Usaha Penyelamatan Aset Simalungun (UPAS).

Kemudian Ikatan Keluarga Besar Purba Dasuha (IKBPD), Ihutan Bolon Damanik, (Ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS), Gerakan Mahasiswa Islam (GeMAISI), Persatuan Datu Simalungun (Padasi), Himpunan Masyarakat Simalungun Indonesia (HMSI).

Selanjutnya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPSI), Yayasan Raja Siantar Sangnaualuh Damanik (Yarasisada), Harungguan Sinaga Boru Panogolan (HSBP) dan Partuppuan Sinaga Pakon  Boru Muslim (Parsidomu).

Pasca meninggalnya Wali Kota Pemetangsiantar terpilih Ir Asner Silalahi karena sakit, Rabu 13 Januari 2021 di Rumah Sakit Colombia Medan, kini banyak opini masyarakat bertanya siapa yang akan jadi wakil. Pasalnya dr Susanti Dewayani akan jadi pengganti menjadi Wali Kota Pematangsiantar.

Pemakaman Jenazah Asner Silalahi di Huta Bah Turunan, Nagori Bah Sampuran, Kecamatan Jorlan Hataran Balata, Kabupaten Simalungun, Jumat (15/1/2021).

Seperti diketahui, hasil pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pematangsiantar menyatakan pasangan Ir Asner Silalahi MT-Susanti Dewayani menang sebagai calon tunggal dengan memperoleh 87.733 suara pada Pilkada Kota Pematangsiantar Rabu 9 Desember 2020 lalu. (Asenk Lee Saragih)
Share this article :

Post a Comment

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis