. Jejak Kasus Pembunuhan Perempuan Lansia di Siantar, Uang Kos Ditagih, Nyawapun Melayang | BeritaSimalungun
Home » , , , » Jejak Kasus Pembunuhan Perempuan Lansia di Siantar, Uang Kos Ditagih, Nyawapun Melayang

Jejak Kasus Pembunuhan Perempuan Lansia di Siantar, Uang Kos Ditagih, Nyawapun Melayang

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 3 March 2021 | 17:41

Pelaku Rohayani Br Purba alias Gea (33), warga Tanjung Maria, Nagori Sigodang Barat, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun saat diamankan Satreskrim Polres Pematangsiantar,Selasa (2/3/2021) siang. (Istimewa) 

Pematangsiantar, BS
-Sekarang ini perilaku masyarakat cukup memperihatinkan. Hanya karena persoalan sepele, mereka bertindak beringas. Bahkan senjata tajam dan tindak kekerasan dilakukan untuk meluapkan emosi. Seolah tak takut ulah tersebut bakal menyeret mereka ke proses hukum.

Kasus terbaru di Kota Pematangsiantar Sabtu 27 Februari 2021 lalu. Seorang perempuan lansia (72 tahun) bernama Riamsa Nainggolan tewas mengenaskan di gudang lantai bawah rumahnya, Jalan Medan Area, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Siantar.

Pelaku pembunuhan itu adalah Rohayani Br Purba alias Gea (33), warga Tanjung Maria, Nagori Sigodang Barat, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun. Motifnya sepele hanya gara-gara korban menagih uang kos pelaku di depan umum. Sehingga membuat Gea kerap malu dan timbul rasa sakit hati pada Riamsa Nainggolan, yang juga istri mantan Sekda Siantar Tagor Batubara ini.


“Uang kosku diminta di depan orang banyak. Jadi, aku malu. Iya, aku yang bunuh. Sendiri aku membunuh,” kata Gea, sembari tertunduk lesu saat ditanya wartawan di Mapolres Pematangsiantar, Selasa sore.

Rasa sakit hati Rohayani Purba, dilampiaskannya dengan mencabut nyawa orang lain. Terungkapnya motif pembunuhan ini setelah personel Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pematangsiantar dan Polda Sumatera Utara (Sumut) menangkap Gea di  Kota Medan, Selasa (2/3/2021) siang.

Dari Kota Medan, Gea kemudian dibawa ke Mapolres Pematangsiantar. Oleh polisi, Gea kemudian dipertemukan dengan sejumlah wartawan untuk mengungkapkan perbuatan yang dilakukannya itu.

Pengakuan Gea, dia datang ke rumah Riamsa Nainggolan di Jalan Medan Area, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, Siantar yang bersebelahan dengan kos-kosan Riamsa Nainggolan di Jalan Medan Area, tepatnya di belakang Kantor Pos, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Sabtu 27 Februari 2021.

Saat bertemu Riamsa di rumah itu, Gea langsung mendorongnya hingga jatuh ke tangga. Selanjutnya, Gea membekap mulut Riamsa menggunakan bantal hingga tak bernafas. “Terus, dia, (korban) kubawa ke gudang,” kata Gea.

Pelaku Gea pun meninggalkan wanita 72 tahun tersebut dalam kondisi tak bernyawa di gudang tersebut. Hingga akhirnya, pada malam hari Sabtu (27/2/2021), Lamhot Dharma Batubara, anak Riamsa, menemukan sang ibu dalam keadaan tak bernyawa. Kini Rohayani Purba alias Gea sudah ditahan untuk diproses hukum lebih lanjut.

Ungkap Kasus

Berdasarkan olah TKP Polisi di lokasi penemuan jenazah korban Riamsa Nainggolan di gudang lantai bawah rumahnya, Jalan Medan Area, Kecamatan Siantar Barat, Siantar, polisi memiliki jejak pelaku.

Kemudian Polisi bergerak menuju Kota Medan tempat pelarian pelaku. Gea berhasil diamankan dari salah satu warung makan di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Medan Petisah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Selasa (2/3/2021) sekira pukul 12.00 WIB.

Polisi juga menyita barang bukti berupa uang Rp114 ribu dan 2 unit handphone merk Xiqomi dan Evercross. Dari Medan, Gea dan seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Pematangsiantar untuk diproses hukum lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Edi Sukamto kepada wartawan mengatakan, tersangka sudah ditahan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kasus pembunuhan perempuan lansia ini terungkap saat warga yang bermukim di belakang Kantor Pos Kota Pematangsiantar, geger dengan penemuan mayat seorang perempuan lansia, Sabtu (27/2/2021) malam, sekitar Pukul 21.00 WIB. 

Belakangan diketahui, korban bernama Riamsa Nainggolan adalah istri mendiang mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar Tagor Batubara (era Walikota RE Siahaan).

Menurut penuturan keluarga korban bermarga Brian Damanik, saat korban ditemukan posisinya telungkup. Jenazah korban kemudian dibawa ke Instalasi Kedokteran dan Medikolegal RSUD dr Djasamen Saragih.

Saat ditemukan pertama kali, Riamsa mengenakan pakaian baju merah dan celana biru. Kemudian terdapat luka di bagian lengan tangannya. 

Terpisah, Psikolog Ramayanti menilai, ada beberapa faktor yang membuat seseorang berprilaku begitu keji hanya karena urusan kecil. Pertama, kata dia, bisa jadi faktor ekonomi.

"Kebutuhan akan uang. Hal ini sering menjadi alasan orang melakukan kejahatan. Hal kedua, moral dari si pelaku itu sendiri. Ada sebagian orang yang 'merasa' apa yang dilakukannya tidak salah. Mana yang baik dan buruk belum begitu kental," tambahnya.

Latar belakang lainnya seorang berani bertindak kriminal, karena lingkungan sekitarnya. Di lingkungan tersebut bisa jadi berbuat kejahatan hal yang membanggakan.

"Atau yang keempat bisa jadi karena degradasi mental. Untuk hal ini bentuk nya bisa stress, depresi sampai kelainan mental. Hal ini semua bisa menjadi salah satu penyebab seseorang berbuat jahat terhadap sesamanya. Tentunya dengan alasan yang melatarbelakangi, salah satunya ingin melepaskan perasaan tertekan dalam diri,” katanya. (Asenk Lee Saragih)
Share this article :

Post a comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)

Pdt Dr Deddy Fajar Purba dan Pdt Dr Paul Ulrich Munthe (Ephorus dan Sekjen GKPS)
Selamat Natal dan Tahun Baru

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Rental Mobil di Pematangsiantar

Rental Mobil di Pematangsiantar
Ada Executive Tiomaz Trans. KLIK Gambar Info Lengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.