. Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pembunuhan Jurnalis Marsal Harahap di Simalungun | BeritaSimalungun
Home » , , » Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pembunuhan Jurnalis Marsal Harahap di Simalungun

Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Pembunuhan Jurnalis Marsal Harahap di Simalungun

Written By Beritasimalungun on Thursday, 24 June 2021 | 19:07

Kapolda Sumatera Utara Irjen Polisi RZ Panca Putra Simanjuntak pada Konferensi Pers yang dilakukan Kapoldasu Irjen Polisi RZ Panca Putra Simanjuntak bersama Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Hasanudin, di Mapoldasu, Kamis (24/6/2021). (Kolase Video FB)

Medan, BS
-Tim Gabungan Direktur Kriminal Umum Polda Sumatera Utaradan Reskrim Polres Simalungun berhasil menangkap pelaku pembunuhan Jurnalis Mara Salem Harahap (42) Warga Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, yang diduga menjadi korban penembakkan yang dilakukan OTK pada Jum'at (18/6/2021) sekira Pukul 23.30 WIB.

Pengungkapan penangkapan pelaku itu disampaikan Kapolda Sumatera Utara Irjen Polisi RZ Panca Putra Simanjuntak pada Konferensi Pers yang dilakukan Kapoldasu Irjen Polisi RZ Panca Putra Simanjuntak bersama Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Hasanudin, di Mapoldasu, Kamis (24/6/2021). 

Marsal Harahap ditemukan dalam keadaan luka tembak di dalam mobilnya. Diperkirakan, dia saat itu hendak pulang menuju rumahnya, pada Jumat (19/6/2021) sekira pukul 23.30 WIB. Korban ditemukan warga di posisi belakang kemudi dan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Polisi juga menemukan banyak bukti dalam penangkapan tersebut. Mulai dari satu unit mobil, parang, kwitansi pembayaran, kemeja, sepatu, satu pucuk Senjata Air Sufgan, 1 Pusik Senjata Api buatan pabrikan, 1 Megazine, peluru 6 butir, 1 unit sepeda motor.

Modus oparandi yang dilakukan pelaku dan motifnya adalah akibat timbulnya rasa sakit hati MS pemilik Bar dan Resto di Kota Pematangsiantar terhadap korban (Marsal Harahap) yang kerap memberitakan peredaran narkoba di bar miliknya dan meminta “jatah” Rp 12 Juta setiap bulan kepada pemilik. Polisi mengamankan 2 tersangka dan juga tengah memeriksa 57 orang sejumlah saksi dalam pengungkapan kasus ini.

Penjelasan Kapolda Sumut

Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak secara jelas memaparkan kronologi kematian Marsal Harahap (42) yang tewas akibat tembakan tersangka A dan YFP. Kedua pelaku melakukan pembunuhan berdasarkan perintah S (57) warga Tionghoa pemilik Cafe dan Resto Ferrari.

Hasil penyelidikan telah memeriksa 57 orang saksi di TKP dari sekitar tempat kerja dan tempat diduga terjadinya tindak pidana, 2 orang saksi di sekitar rumah korban, dari tempat kerja lasser news sebanyak 3 orang, 8 orang dari warung tuak, sekitar Hotel Siantar 15 orang dan dari TKP 23 orang, dari Ferrari bar n resto sebanyak 5 orang.

Pengungkapan penyidikan ditelusuri dari mulai kegiatan korban Marsal Harahap saat terakhir dan hasil alat bukti berupa cctv sehingga berhasil menangkap 2 tersangka sipil dan A seorang oknum TNI.

Tersangka YFP (31) wiraswasta dan humas atau manager di Ferrari Café warga Jalan Melati Tanjung Tongah Siantar Martoba. Tersangka S (57) tahun Tionghoa wiraswasta selaku pemilik Ferari Café beralamat di Jalan Seram Bawah Siantar Barat.

Perannya orang yang melakukan dan menyuruh melakukan dijerat dengan Pasal 340 Sub 338 terkait pembunuhan secara berencana dengan ancaman hukuman seumur hidup, kata Kapolda Sumut.

Barang Bukti 1 unit mobil korban Datsun Go 1921, parang, kwitansi dari Ferrari bar, sepatu, kemeja ikat pinggang, soft gun hitam, 1 senpi jenis pistol buatan pabrik Amerika 6 butir peluru kaliber 9Mm. Honda Vario yang digunakan pelaku untuk menembak korban.

Modus operandi dan motif pelaku, timbulnya rasa sakit hati S selaku pemilik karena korban selalu memberitakan maraknya peredaran narkotika di Ferari Café dan korban meminta jatah Rp 12 Juta/bulan dan 2 butir narkoba/hari dengan harga Rp 200 Ribu/butir.

Akibat pemberitaan korban Marsal Harahap di media miliknya Lasenews.com, S tidak bisa lagi menjalankan usahanya. Karena pemberitaan, S meminta YFP selaku humas agar korban diberi pelajaran dan harus dibedil (ditembak).

"Ini orang harus dikasih pelajaran dibedil katanya kepada YFP," ucap S saat dihadirkan dalam konferensi pers tersebut. Perencanaan dimulai dari pertemuan di rumah S dengan mengatakan kepada Y dan A kalau begini orangnya cocoknya di bedil (ditembak).

Lalu tersangka A humas di Ferari Café menindaklanjuti menyusun strategi melakukan pembelajaran. Y dan A bertemu di salah satu hotel di Kota Pematangsiantar Pukul 14.30 WIB, A menjemput Y di jalan Vihara dengan mobil Innova ke kedai Tuak Rindung memantau korban.

Korban menuju Lapo Tuak milik Ibu Ginting di Jalan Rindung. Kemudian tersangka Y dan A ke Sapadia Hotel meminjam sepeda motor saudara A di Hotel Sapadia. Y membonceng A menuju rumah korban di TKP. Karena korban belum pulang, setelah minum tuak ternyata korban bersama wanita ke hotel Siantar.

Keluar dari kamar hotel bersama wanita, korban juga bertemu temannya (sudah diamankan) dalam pemeriksaan Polda Sumut, narkotika di salah satu kamar hotel yang sama. Melihat korban belum pulang, Y dan A putar arah tapi dijalan berpapasan dengan mobil korban dan Y dan A berbalik arah mengikuti korban dan mendahului sampai di TKP.

Y dari arah depan bersama A lalu melakukan tembakan mengenai kaki korban sebelah kiri bagian atas mengenai tulang kaki dan pembuluh arteri sehingga darah cukup banyak dan kehabisan darah. Meninggal saat dibawa ke rumah sakit.

Lalu Y dan A langsung mengembalikan sepeda motor kepada pemiliknya di Sapadia dan menuju Ferrari minum hingga jam 6 pagi. Senpi yang digunakan disimpan Y dikubur di makam ayahnya bersama 6 butir peluru.

Kasus ini telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan dengan penetapan 2 tersangka dan A (anggota TNI). Sebelum kejadian, S mentransfer uang ke A membeli senpi untuk eksekusi Rp 15 juta. Pada tanggal 19 Juni S transfer lagi Rp 10 Juta ke A dan imbalan Rp 5 Juta ke Y dan tambahan Rp 3 Juta melalui kasir Ferrari ke Y. Dalam pengungkapan kasus, kepolisian bekerjasama dengan Pangdam I BB dan juga LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Konsumen). (Asenk Lee Saragih)

 (Selengkapnya Tonton Video).
Barangbukti yang diamankan Polisi. (Foto Istimewa)

Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.