SEHARI DUA MALAM, Jiarah Ke Makam St Novita Metty Purba


Kamis malam kemarin itu Oni dan kak Irbawati Siregar Saragih tiba di Stasiun Kereta Api Siantar jam 23.25wib. Ngapainlah kedua janda ini tengah malam keluyuran 😅 Ceritanya kami sudah janjian dengan Kak Maya Purba untuk temu kangen sekalian jiarah ke makam Kakakku tersayang Oty ( Novita Metty Purba).

Karena kesibukan Oni cuma  hari Jumat yang bisa meluangkan waktu makanya naik Kereta Api malam pun jadilah. Kami menginap di rumah Botou Paul Purba tepat di sebelah SPBU depan RS Murni Teguh.
Saat grab kami nyampe dirumah beliau jam 24.00 seluruh penghuni rumah sudah tidur .

Untung ada bapak penjaga rumah yang membukakan pintu, dan kami langsung menuju kamar yang sudah disiapkan. Sangking ngantuknya Oni langsung tertidur gak sempat ganti baju hanya sempat lepas sepatu.

Esok paginya barulah kami bertemu dengan seluruh penghuni rumah. Ada Botou Paul dan istrinya dr Nora dan anaknya Dio. Ada Kaha Wagner Damanik dan Kak Maya , ada Mbak Anik asisten rumah tangga.

Kami ngobrol nyantai di meja makan. Saatnya mereka semua sarapan pagi. Tapi Oni hanya minum air putih saja karena Intermittent Fasting jendela makanku belum waktunya dibuka 😀

Biar merek semua membujuk, menggoda, meledek Oni tapi aku cuek aja , tidak mergeming 😀Nah…inilah maksud Oni kalau memang sudah niat untuk IF tidak usah ragu atau sungkan untuk menolak suguhan tuan rumah untuk makan.

Kita cukup jelaskan saja sebaik-baiknya alasan kita kenapa tidak makan. Makanya selalu Oni tekankan jangan ikut-ikutan IF kalau belum paham betul apa itu IF. Obrolan kami lanjutkan ke Mawar jalan Cipto.
Gak sah rasanya kalau ke Siantar gak menikmati kuliner setidaknya ngopi.

Sekalianlah kami menunggu Eda Mama Rama untuk sama-sama jiarah. Di Mawar seperti biasa ramai sekali, disinilah kami jadi terkenang Oty yang selalu bawa Oni sarapan disini.

Disini juga banyak ketemu dengan teman-teman Oni. Disempatkan juga bertemu dengan adekku Ned Dina Purba Barus biarpun sekejap tapi lumayanlah buat ngakak-ngakak menertawakan hidup ini 😀

Menjelang siang kami lanjutkan perjalanan ke Panombeian , pertama jiarah ke makam orang tua Oty dan makam Botou Jojo (Pa Rama). Setelah itu lanjut ke makamnya Oty.

Tidak bisa tidak, mau tak mau air mata Oni datang sendiri saat melihat makam Oty. Beliau sangat-sangat teramat baik padaku. Dan Kak Irba sendiri bersaksi didepan keluarga Oty bagaimana memang luar biasa sayangnya Oty pada Oni 😭😭.

Aku benar-benar kehilangan. Tapi begitulah…sesedih-sedihnya kami yang terkenang Oty, perut terasa lapar juga karena sudah jam 1 lewat. Mobil meluncur dari Panombean balik ke Siantar di RM Silindung.
Kami makan tepat jam 14.30 wib .

Semua memesan makanan sesuai seleranya . Ada yang pesan ikan arsik, ikan bakar, ikan mas goreng, bebong panggang/goreng, ayam gota dll. Dan Oni makan semuanya itu 😀😀😀
Kapan lagi ya kaan…Mumpung jendela makan terbuka.

Selesai menikmati makan enak dan perut kenyang apakah kami langsung pulang?  Tentu tidak , lanjut lagi ke Alvina Hotel & Cafe . Disana ada yang mau dirembukkan para bapak-bapak.

Sementara kami mamak-mamak lanjut lagi order makanan. Oni pesan ice cream with alvocado segelas besar 😍Lalu menikmati mini cake sekalian pura-pura merayakan ulang tahun Oni wkwkwk😍😍🙏

Pokoknya ada aja yang bikin aku happy aku makan karena masih terbuka jendela makan. Tak terasa malam semakin larut. Kami harus membubarkan diri. Eda Mama Rama Eslida Saragih dan Rama kembali ke rumahnya di Medan.

Sementara kami kembali ke kediaman Botou Paul. Semua penghuni rumah duduk mengelilingi meja makan. Di meja makan sudah tersedia hidangan untuk makan malam , ada tahu goreng ada rujak somboy, ada buah, ada ayam goreng ada capcay dll.

Kembali lagi seisi rumah membujuk Oni untuk makan sedikiiit pun jadi. Kalau gak mau sayur buah aja pun jadi atau rujak.

Oni hanya senyum-senyum manis aja dan tetap menolak karena jendela makan sudah Oni tutup sejak jam 18.00 wib. Tapi aku terap duduk bersama menemani mereka menikmati makan malam dengan respect.

Apakah keluarga tersinggung karena sudah 2 kali Oni menolak hidangan yang mereka sajikan? Kayaknya nggak tuh. Buktinya mereka malah bilang terimakasih karena Oni dan Kak Irba sudah mau datang.

Malah keluarga memberi oleh-oleh buat kami bawa pulang, eh…malah Oni dikasi amplop juga 😊🙏🙏
Rezeki janda soleha emang aja aja. Setelah itu kami masuk kamar untuk istirahat tidur. Oni tidur dengan nyenyak karena seharian full dari pagi sampai malam diluar. Pagi-pagi bangun tidur langsung mandi dan siap-siap ke Stasiun Kereta Api.

Ternyata Kaha Wagner dan Nyonya sudah siap mengantar kami ke Stasiun. Oni berterimakasih dengan kebaikan keluarga Oty. Meskipun beliau sudah tiada tapi  kerinduan Oni terobati karena keluarga masih mengingat kami.

Kepedulian mereka mengingatkan aku pada kebaikan Oty, dan sebaliknya kehadiran Oni dan Kak Irba sebagai sabahat baik Oty juga mengobati rindu mereka kepada Kakaknya itu.

Kisahku selama Sehari Dua Malam di Siantar  mengangingatkan Oni bahwa Betapa Indahnya persaudaraan yang tulus di dalam Tuhan.  Persahabatan bukan karena ajas manfaat.

Berani menolak , berani bilang tidak, jika kita menjelaskan dengan baik maka orang akan mengerti. Jangan karena alasan sungkan atau segan maka kita melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan.

Be your Self Jadilah Dirimu Sendiri jalani hidup sesuai dengan nilai-nilai, kepribadian, menghargai diri tanpa berusaha menjadi orang lain. Oni emang kek gitu orangnya. (FB: Anita Martha Hutagalung) 

















0 Komentar

 





 


 



https://linktr.ee/asenkleesaragih