Operator Tak Aktif Lolos PPPK Paruh Waktu di SMPN 1 Gunung Maligas


Simalungun, BS - Seorang operator sekolah di SMP Negeri 1 Gunung Maligas berinisial W dinyatakan lulus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Kelulusan tersebut menimbulkan tanda tanya karena yang bersangkutan diketahui sudah lama tidak aktif bekerja.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, W tercatat sebagai operator sekolah sejak tahun 2023. Namun pada Juni 2023, ia mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor.

Sejak kejadian tersebut, W disebut tidak lagi menjalankan aktivitasnya sebagai operator sekolah seperti biasa.

Kepala SMPN 1 Gunung Maligas, Rini Afriaty Malau, S.Pd, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, Minggu (15/3/2026), membenarkan bahwa pihaknya pernah dimintai klarifikasi oleh instansi terkait.

Ia mengatakan telah dipanggil oleh Dinas Pendidikan dan Inspektorat pada November 2025 untuk memberikan keterangan serta membuat surat pernyataan.

“W itu sebenarnya sudah keluar dari Dapodik. Dalam proses perpanjangan pemberkasan dilakukan tanpa sepengetahuan kepala sekolah,” ujarnya.

Rini juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, orang tua W pernah datang ke sekolah untuk meminta tanda tangan berkas. Namun permintaan tersebut tidak dipenuhi.

“Orang tuanya pernah datang meminta saya menandatangani berkas, tapi saya tidak mau menandatangani,” katanya.

Ia mengaku tidak mengetahui proses kelulusan W sebagai PPPK paruh waktu, mengingat dirinya tidak pernah menandatangani dokumen pemberkasan yang bersangkutan.

Kondisi ini menimbulkan perhatian di kalangan tenaga honorer di sekolah tersebut. Pasalnya, masih terdapat pegawai honorer lain yang telah lama mengabdi namun belum lulus dalam seleksi PPPK.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai proses kelulusan W dalam seleksi PPPK paruh waktu tersebut.(BS-Tim)

0 Komentar

 





 


 



https://linktr.ee/asenkleesaragih