Kebakaran Ruko di Pajak Horas Siantar, Api Mengamuk Berjam-jam, Kerugian Diperkirakan Besar

Foto tangkap layar.
 (Video Kebakaran)

Pamatangsiantar, BS -Aktivitas dini hari di kawasan perdagangan Pajak Horas, Kota Pematangsiantar, berubah menjadi kepanikan setelah kobaran api melahap satu unit rumah toko (ruko) di Jalan Thamrin, Jumat (10/4/2026).

Peristiwa yang terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap itu dengan cepat menarik perhatian warga sekitar. Api yang muncul diduga pertama kali terlihat dari bagian dalam bangunan, sebelum kemudian membesar dan menjalar ke seluruh bagian ruko.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 04.00 WIB. Dalam waktu singkat, api membesar dan menguasai bangunan tiga lantai yang diketahui digunakan sebagai tempat usaha grosir sepatu dan sandal.

Material dagangan yang didominasi bahan karet membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pemadaman awal dengan peralatan seadanya, namun upaya tersebut tidak mampu membendung laju api.

Situasi semakin mencekam ketika asap hitam pekat membumbung tinggi, menutupi sebagian area pasar dan mengganggu jarak pandang.

Pemadaman Berlangsung Dramatis

Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan segera turun ke lokasi dengan mengerahkan sedikitnya 8 unit mobil pemadam. Proses pemadaman berlangsung cukup lama, bahkan hingga sekitar pukul 11.00 WIB api baru dapat dijinakkan sepenuhnya.

Kendala utama dalam pemadaman adalah akses ke dalam bangunan yang terbatas serta kondisi lantai atas yang dipenuhi asap tebal. Petugas terpaksa memecahkan kaca bangunan untuk menyemprotkan air dari luar.

Di tengah upaya tersebut, dua orang petugas dilaporkan mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap, namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Ruko yang terbakar diketahui menyimpan stok besar sepatu dan sandal. Seluruh isi bangunan dilaporkan hangus, menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai angka signifikan.

Selain kerugian material, kejadian ini juga berdampak pada aktivitas perdagangan di kawasan Pajak Horas yang dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi masyarakat Pematangsiantar.

Peristiwa ini kembali mengingatkan kerentanan kawasan pasar terhadap kebakaran, terutama akibat kepadatan bangunan dan dominasi material mudah terbakar.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Namun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, yang kerap menjadi pemicu utama kebakaran di kawasan pertokoan.

Kasus ini menambah daftar panjang kebakaran di wilayah Pematangsiantar, khususnya di kawasan pasar, yang sebelumnya juga pernah terjadi dengan skala besar.

Kebakaran ini sekali lagi menunjukkan bahwa kombinasi antara, instalasi listrik yang tidak optimal, bangunan berdempetan, serta barang mudah terbakar, adalah “formula klasik” terjadinya bencana kebakaran di kawasan urban.

Tanpa sistem mitigasi yang baik, kejadian serupa berpotensi terulang dan biasanya, ya, selalu di waktu paling tidak nyaman: saat orang lagi tidur nyenyak. (BS-Red)

0 Komentar

 





 


 



https://linktr.ee/asenkleesaragih