Pdt Renni Damanik: Eta Hu Juma Hobaskon Hita Parhobas GKPS


Bandung, BS-Edisi Pembinaan Parjumatanganan di GKPS RESORT BANDUNG pada Sabtu 11 April 2026 pembinaan majelis se Resort Bandung untuk memperlengkapi parjumatanganan. Saya hadir sebagai nara sumber pertama dan yg kedua pdt Tomos sihombing dan yg ke tiga pdt Jhon Hendrikson.

Dalam pembinaan ini mereka sangat antusias mulai Pukul 10.00 WIB sampai Pukul 18.00 WIB. Semua tertib dan serius. Saya memulai pembinaan ini dengan pertanyaan : Sirsir do hita segera mandalankin PJT ini ?
 
Karena tidak ada gunanya pembinaan jika kita tidak mau dan serius mengesekusinya. Jawab mereka, "Sirsir dan siap tempur". Dalam pembinaan PJT ini banyak pertanyaan untuk melengkapi dan makin jelas apa yang kita lakukan, tidak sebatas menambah sub tambahan partonggoan yang begitu begitu saja.

Maka perlu untuk arah dan tujuan yang jelas. Dalam materi yang saya sampaikan adalah:
- Apa masalah GKPS saat ini yaitu Krisis persekutuan ( hanya 50 %yang ibadah dan untuk partonggoan dibawah itu) ini berkaitan dengan persoalan RT. 
-Dimana ibadah pertama di lakukan
-Apa arti parjumatanganan
-Apa mamfaatnya
-Apa kegunaannta bagi yang dijumatangani
-Bagaimana memulainya
-Bagaimana memulai perkunjungan
-Bagaimana kelanjutan perkunjungan
- Sejauh mana bisa mencampuri privasi mereka
-Bagaimana dengan yg tidak cocok antara PJT dan yg dijumatangani
-Mengevaluasi parjumatanganan
-Memperlengkapi para sintua untuk pelayanan PJT
-Bagaimana mengwujudkan atau mencapai Tema GKPS na sari , martangkupas dan siboan pasu pasu lewat parjumatanganan
- Mengerjakan yg diaturkan GKPS . 
-Dst. 

Semua peserta aktif dan sungguh banyak pertanyaan yg mendukung terlaksana PJT ini dan membuka pikiran dan hati  juga kesiapan melakukannya. 

PJT ini jangan anggap bahwa hubungan ini antara atasan dan bawahan , hadir  langsung menyelesaikan masalah, hadir sebagai serba bisa, mengurui, menganggab kita parhorja sebagai seorang serba bisa, serba mampu, serba penyelesai masalah. 

Terkadang yang melayani  bisa lebih besar masalahnya dari yang di jumatangani, lebih berkecukupan dari yg melayani, lebih pintar dari yang melayani, lebih rohani dari yang manjumatangani. 

Kadang lebih muda yang dilayani dari yang dilayani bahkan lebih pintar dari yang dilayani. Jangan anggap yang dijumatangani karena jemaat punya masalah dan bermasalah, parjumatanganan bukan pukul rata karena adanya masalah maka kita kunjungi dan layani. 

Baik yang baik baik saja perlu juga di jumatangani. Dalam hal ini kita perlu memahami bahwa hubungan kita jangan bersikap  atasan ke bawahan. Tapi kita bisa bangun hubungan PJT dari hubungan Relasi.

Kalau berurusan dengan adat atau tutur, bisa juga mereka sebagai motivator (mendorong), saat lebih pintar dari yang melayani, bisa edukator, bisa jadi mentor, bisa juga  jadi inisiator, jadi fasilitator, bisa jadi banyak hal. 

Maka kelompok parjumatangan berjalan baik dan kita yang PJT tidak kaku tetapi memakai kelompok itu lebih berguna dan bermampaat dan terjalin hubungan yang saling menguatkan.  

Jika ada persoalan yang sulit dipecahkan maka kita sebatas mendengar dan mendoakan dan tidak memasuki area terlarang untuk kita masuki. Karena itu dalam parjumatanganan kita bisa membentuk  suasana yg lebih akrab, ibadah yg dimodifikasi juga pertemuan yg membangun relasi yang baik dan saling menguatkan. 

Terimakasih buat GKPS Resort Bandung yang telah mengundang saya untuk marhobas gabe parhobas na marhorja ijuma janah ringgas. Semoga parjumatanganan ini menjadi Kelompok Tumbuh bersama antara yg dilayani dan yg melayani. Dengan demikuan GKPS bertumbuh secarabkualitas dan kuantitas. Semoga. (Pdt Renni Damanik) 







0 Komentar

 





 


 



https://linktr.ee/asenkleesaragih