R.I.P St Ir Agus Juvenly Purba Pakpak MBA, "Kau Menangis, Kami pun Menangis", Detik-detik Terakhir yang Menggetarkan dan Memilukan


Oleh: Rikanson Jutamardi Purba

Berulang kali kuperhatikan wajahmu, seolah ada bekas airmata yg mengalir di pipimu, lantas jatuh ke bawah. Minggu sore (10/05/2026), di tempat kami, Nagatongah, turun hujan agak deras. Saya dan nyonya baru saja bersih-bersih gudang untuk 'partonggoan' Selasa (12/05/2026). Dan tiba-tiba dapat telepon.

Katanya, Minggu sore sekitar 19.30 WIB, pascalatihan koor, tiba-tiba kau mengeluh rusukmu sakit. Sebagai pelatih, mungkin kau terlalu bersemangat seperti biasa. Kau pingsan, lantas dilarikan ke RS PON. Tekanan darah drop, dikasih bantuan pernapasan, cek EKG, dan dikasih obat pengencer darah. 


Diagnosis sementaranya: penyumbatan pembuluh darah di jantung 💓 Konon hampir 100%. Fatal..! 😓
Lantas kita semua video call (VC)-an. Berdoa bersama secara conference. Di satu momen, sebelum kita tutup VC-an. Kita dadah2... Kau dadah2 sambil mukamu pucat.

Bagiku, seolah ada yg aneh dari dadah2mu itu. Sambil saya & nyonya masak lele goreng, tempe goreng, sambal, & daun kemangi yg kami bejek utk lauk makan malamku, aku cerita soal mimpi ke nyonya: Jumat malam (08/05/2026) tiba2 ada tronton hitam memasuki pekarangan gudang kami yg arealnya seluas 650 m2 itu.

Tronton (mungkin nama popularnya 'lobe') menggendong alat berat. Besar & berat sekali. Ketika tronton masuk ke pekarangan gudang, tiba2 alat berat itu jatuh merosot bersama tronton yg miring karena menikung ke kiri.
                                     * * *
Cek EKG ke-2 dilakukan lagi sembari menunggu rujukan ke RS spesialistik jantung & pembuluh koroner. Tekanan darahmu drop. Mungkin 75/45. Dilakukan pacu jantung. Dari video nasi-Anggi Mama Yonggi, dadamu tampak di-tekan2.

Tapi tanpa respons..! Kami menyaksikannya melalui VC sambil menaikkan doa2 kpd Tuhan. Perasaan sdh spt memaksa Tuhan biar kamu dipulihkan. Terdengar suara nasi-Anggi menyanyikan "Bagi  Tuhan, Tak Ada yg Mustahil". Lirih...Dadamu kembali di-tekan2. 

Kami menanti jawaban. Tiba2, VC dng nasi-Anggi  terputus, kami menunggu...Connect lagi, namun nasi-Anggi bilang, "... belum tahu di mana rumah dukanya (yg tersedia)..."Tangis kami pecah, tapi kau pun tampaknya menangis juga meninggalkan kami.

Meninggalkan dunia yg bikin kau bergumul keras dlm karir, hidup, & pelayanan musik gereja. Kemarin2 kita bahagia krn kau naik pangkat/golongan ke IVB. Sebelumnya, kita tahu bhw Yonggi Fayden Cordias Purba, Tobias, & si cilik Boru Saragih akan berangkat ke Kansas, USA, utk final kompetisi piano internasional. Entah bagaimanalah nasib keberangkatan mereka ini. Kau memilih pergi dng bekas linangan air mata di pipi. Selamat jalan, Pak Yonggi.(***)

   



0 Komentar

 





 


 



https://linktr.ee/asenkleesaragih