Peserta Pesparawi Sekolah Minggu GKPS Se-Distrik VI Mulai Tiba di Dumai



DUMAI, BS - Suasana Gedung Pertemuan Fresborn Kota Dumai mulai dipenuhi nuansa sukacita dan semangat pelayanan menjelang pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sekolah Minggu GKPS Tingkat Distrik VI yang akan berlangsung pada Minggu, 14 Juni 2026. Sejak Sabtu, peserta, pendamping, guru Sekolah Minggu, serta rombongan jemaat dari berbagai resort dan wilayah pelayanan GKPS di Distrik VI mulai berdatangan ke kota pesisir Provinsi Riau tersebut.

Seperti kontingen dari GKPS Resort Jambi, Batam dan lainnya.

Kedatangan para peserta tidak sekadar menandai dimulainya sebuah perlombaan paduan suara gerejawi. Lebih dari itu, momentum ini menjadi perjumpaan iman, persaudaraan, serta ajang pembinaan karakter generasi muda gereja yang selama berbulan-bulan telah mempersiapkan diri melalui latihan intensif di masing-masing jemaat. 

Di berbagai titik penginapan dan gereja yang menjadi lokasi penampungan peserta, terlihat anak-anak Sekolah Minggu dengan penuh antusias mengenakan atribut kontingen masing-masing. Mereka datang membawa harapan untuk mempersembahkan pujian terbaik bagi Tuhan sekaligus mengharumkan nama resort dan jemaat yang mereka wakili.

Buah Latihan Berbulan-Bulan

Bagi sebagian besar peserta, perjalanan menuju Dumai merupakan puncak dari proses panjang yang tidak mudah. Berbagai tim paduan suara, vokal grup, dan peserta Bible Story Telling telah menjalani seleksi serta latihan rutin selama beberapa bulan terakhir.

Salah satu kontingen yang telah melakukan persiapan intensif adalah Sekolah Minggu GKPS Resort Jambi. Puluhan peserta berusia 8 hingga 15 tahun secara konsisten mengikuti latihan setiap akhir pekan guna mematangkan teknik vokal, harmonisasi suara, penghayatan lagu, hingga penampilan di atas panggung. 

Persiapan tersebut menunjukkan bahwa Pesparawi bukan hanya soal mencari juara. Di balik setiap penampilan terdapat proses pendidikan karakter yang mengajarkan disiplin, kerja sama, tanggung jawab, serta ketekunan kepada anak-anak sejak usia dini.

Pesparawi Lebih Dari Sekadar Perlombaan

Dalam tradisi GKPS, Pesparawi memiliki makna yang jauh lebih luas dibandingkan kompetisi seni musik gerejawi biasa. Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan iman melalui musik dan pelayanan.

Berbagai pelaksanaan Pesparawi di lingkungan GKPS selama ini menunjukkan bahwa tujuan utama kegiatan bukanlah sekadar menentukan pemenang, melainkan membentuk generasi gereja yang memiliki spiritualitas kuat, karakter yang baik, dan kemampuan bekerja sama dalam pelayanan. 

Melalui latihan yang panjang, anak-anak belajar menghargai proses. Mereka belajar mendengarkan satu sama lain, menjaga kekompakan, dan memahami bahwa keberhasilan hanya dapat diraih melalui kerja bersama.

Karena itu, kehadiran ratusan peserta di Dumai menjadi gambaran nyata bagaimana gereja terus berinvestasi pada pembinaan generasi penerus.

Dumai Menjadi Titik Pertemuan

Selain menjadi ajang kompetisi, Pesparawi Distrik VI juga menjadi wadah mempererat hubungan antarjemaat GKPS yang tersebar di berbagai daerah.

Anak-anak yang sebelumnya hanya mengenal sesama peserta melalui cerita dan media sosial kini memiliki kesempatan bertemu langsung, beribadah bersama, serta membangun persahabatan baru. Suasana kebersamaan seperti inilah yang menjadi salah satu nilai penting dari penyelenggaraan Pesparawi.

Di tengah perkembangan teknologi dan tantangan sosial yang semakin kompleks, gereja memandang kegiatan seperti ini sebagai ruang yang efektif untuk memperkuat identitas, nilai-nilai kekristenan, dan rasa memiliki terhadap komunitas gereja. 

Menuju Tingkat Sinode

Pesparawi Sekolah Minggu GKPS Distrik VI di Dumai juga memiliki arti strategis karena menjadi tahapan seleksi menuju Pesparawi Sekolah Minggu Tingkat Sinode GKPS yang dijadwalkan berlangsung di Pematangsiantar pada 4-5 Juli 2026. Kontingen terbaik 1,2 dan 3 nantinya akan mewakili Distrik VI dalam ajang yang lebih besar tersebut. 

Karena itu, setiap peserta datang dengan semangat memberikan penampilan terbaik. Namun di atas semua itu, para pembina dan pelayan gereja berharap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman rohani yang berkesan bagi seluruh anak-anak yang terlibat.

Ketika suara-suara pujian mulai berkumandang di Dumai, yang sedang dipersiapkan sesungguhnya bukan hanya penampilan di atas panggung. Yang sedang dibangun adalah generasi muda GKPS yang kelak akan menjadi pelayan, pemimpin, dan penjaga nilai-nilai iman di masa depan. (BS-Asenk Lee Saragih)


















0 Komentar

 





 


 



https://linktr.ee/asenkleesaragih