Jakarta, BS-Semangat kebersamaan dan pelestarian budaya lokal Simalungun kembali digaungkan melalui gelaran Pesta OLOB-OLOB Resort Cikoko (123 Tahun Injil di Simalungun) yang tahun ini hadir dengan konsep berbeda. Tidak sekadar modifikasi acara, panitia menyiapkan sebuah momentum besar: upaya pemecahan rekor nasional melalui pertunjukan tari massal yang melibatkan 1.000 penari dalam satu panggung bertajuk Symphony Of The Sea.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 12 September 2026 tersebut akan menampilkan tarian khas Simalungun “Haroan Bolon”, sebuah ekspresi budaya yang sarat makna kebersamaan, gotong royong, dan identitas kolektif masyarakat. Tarian ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai simbol kuat yang merepresentasikan nilai persatuan dalam keberagaman.
Demikian diungkapkan Pdt Renny Damanik dan menyebutkan bahwa perubahan konsep acara tahun ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan inovasi sekaligus memperkuat daya tarik kegiatan.
“Kami tidak hanya melakukan modifikasi, tetapi juga ingin menghadirkan sesuatu yang bersejarah. Target kami adalah mencatatkan rekor di tingkat nasional melalui Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI),” ujarnya.
Pertunjukan “Symphony of the Sea” sendiri dirancang sebagai panggung kolaboratif yang memadukan seni tari, musik, dan tata visual yang spektakuler. Dengan melibatkan hingga 1.000 peserta, acara ini diharapkan menjadi salah satu pertunjukan budaya terbesar di wilayah tersebut.
![]() |
Selain menjadi ajang pemecahan rekor, kegiatan ini juga memiliki tujuan strategis dalam mempromosikan budaya lokal kepada khalayak yang lebih luas, termasuk generasi muda. Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang edukasi sekaligus hiburan yang membangkitkan kebanggaan terhadap warisan budaya.
Antusiasme masyarakat pun mulai terlihat sejak pengumuman rencana acara ini. Banyak pihak, baik komunitas seni, pelajar, hingga masyarakat umum, menyatakan minat untuk turut ambil bagian dalam momen bersejarah tersebut.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, OLOB-OLOB Resort Cikoko optimistis kegiatan ini tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan, baik dalam pelestarian budaya maupun penguatan identitas daerah.
Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi, panitia membuka kesempatan seluas-luasnya untuk bergabung dan menjadi bagian dari sejarah. Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga tonggak penting dalam perjalanan budaya lokal menuju panggung nasional.(BS-AsenkLeeSaragih)
.jpg)
.jpg)


0 Komentar