Pada tanggal itu di Singapura, berkat kerjasama Pemeruntah Kerajaan Belanda dan Republik Indonesia, Henry Guntur Tarigan berhasil membuktikan secara ilmiah bahasa Simalungun bukan dialek tetapi bahasa independen dalam ujian akhir Doktor Linguistik Universitas Leiden Belanda dan Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran Bandung Indonesia.
Tanggal ini diusulkannya di Harungguan Bolon PMS tahun 1987 di USI P. Siantar. Ketum DPP PMS saat itu Brigjen TNI Lahiradja Munthe putera asli Sipituhuta Kab. Karo.
Siapa beliau?
RIWAYAT HIDUP PROF DR HENRY GUNTUR TARIGAN "PROKLAMATOR KEMERDEKAAN BAHASA SIMALUNGUN"
Prof. Dr. Henry Guntur Tarigan dilahirkan pada tanggal 23 September 1933 di Lingga Julu, Karo, Sumatera Utara. Beliau merupakan sosok yang sangat mencintai suku Simalungun dan juga Karo, masa hidupnya dihabiskan untuk mengkaji budaya Simalungun dan Karo. Beliau menyelesaikan pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Pajajaran Bandung (1962), menyelesaikan Pasca Sarjana Linguistik di Rijks Universiteit Leiden Nederland (1971-1973).
Beliau meraih gelar doktor dalam bidang linguistik pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia (1975) dengan disertasi berjudul Morfologi Bahasa Simalungun. Pangkat/jabatan terakhir adalah Pembina Utama Muda/Lektor Kepala Golongan IV/C.
Beliau sering mengikuti berbagai seminar dan loka karya di dalam dan luar negeri dalam bidang kebahasaan, antara lain di Hasseit-Belgia (1972), di Paris-Perancis (1973), di Hamburg-Jerman (1981), dan di Tokyo-Jepang (1983).
Jabatan lainnya adalah anggota Tim Evaluator Program Akta Mengajar V (sejak Tahun 1981), anggota Tim Penilai Karya-karya Penelitian bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah yang disponsori oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (sejak tahun 1976).
Beliau pernah mengatakan bahwa bahasa Simalungun merupakan bahasa penghubung antara bahasa Batak utara dan bahasa Batak selatan. Karena bahasa Simalungun berada di pertengahan dan bahasa Simalungun mewakili sejumlah kosa kata yang terdapat pada kedua rumpun tersebut.
Karya-karyanya antara lain:
1. Struktur Sosial & Organisasi Sosial Masyarakat Simalungun.
2. Morfologi Bahasa Simalungun.
3. Umpamani Simalungun (Peribahasa Simalungun).
4. Umpasani Simalungun (Pantun Simalungun).
5. Hutintani Simalungun (Teka-Teki Simalungun).
6. Perbandingan Kata Tugas Bahasa Simalungun dan Bahasa Indonesia.
7. Sumbangan Bahasa Simalungun Terhadap Bahasa Indonesia Khusus Dalam Bidang Morfologi: Thesis Diajukan Untuk Memperlengkapi Tugas-Tugas dan Memenuhi Syarat-Syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana.
8. Morfologi Kata Kerja Dalam bahasa Simalungun.
9. Pengantar Fonologi Bahasa Simalungun.
10. Pengantar Morfologi Bahasa Simalungun.
11. Perbandingan Morfologi Bahasa Ogan Dengan Bahasa Simalungun.
12. Morfologi kata Benda, Kata Keadaan & Kata Bilangan Dalam Bahasa Simalungun.
13. Perbandingan Morfologi Bahasa Karo dan Bahasa Simalungun.
14. Perbandingan Umpasa Simalungun Dengan Pantun Melayu.
15. Sahap Silumat-lumatni Simalungun.
16. Folklore Simalungun: Cerita Si Jonaha.
17. Folklore Simalungun: Cerita Tuan Sormaliat.
18. Cerita Rakyat Simalungun: Cerita Si Marsingkam.
19. Sitalasari: Bunga Rampai Adat dan Budaya Simalungun.
20. Bersama Mistaulung Sipayung menulis cerita lisan Parpandanan Na Bolag.


.jpg)
.jpg)
.jpg)


0 Komentar