Kondisi jalan rusak dari Saribudolog menuju Hutatinggir, Kabupaten Simalungun. (Foto By: Togen Moan Naibaho)
Saribudolog, BS-Kerusakan ruas jalan yang menghubungkan Nagori Sibangun Mariah, Kecamatan Silimakuta, dengan Nagori Tano Tinggir, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, kembali menjadi perhatian masyarakat. Kondisi jalan yang dipenuhi lubang, berlumpur saat hujan, dan sulit dilalui kendaraan dinilai telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang memadai.
Sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Sekitar 90 persen warga berprofesi sebagai petani yang setiap hari menggunakan jalan itu untuk mengangkut hasil panen menuju pasar maupun pusat distribusi.
Kerusakan jalan menyebabkan biaya angkut meningkat, waktu tempuh lebih lama, serta menurunkan nilai ekonomi hasil pertanian karena distribusi menjadi terhambat.
Selain berdampak pada aktivitas ekonomi, kondisi jalan yang rusak juga mengganggu mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk akses menuju sekolah, pelayanan kesehatan, rumah ibadah, dan berbagai kegiatan sosial lainnya.
Pada musim hujan, jalan menjadi licin dan berlumpur sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengendara roda dua maupun roda empat.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Nagori Sibangun Mariah bersama masyarakat kembali mengambil langkah swadaya dengan membuka gerakan donasi dan gotong royong untuk melakukan perbaikan sementara pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan paling parah.
Sebagai bentuk kepedulian, Pangulu Nagori Sibangun Mariah telah memberikan bantuan berupa satu truk material batu sirtu yang akan digunakan dalam kegiatan gotong royong masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperbaiki sebagian ruas jalan sehingga masih dapat dilalui kendaraan pengangkut hasil pertanian.
Masyarakat menyadari bahwa upaya swadaya tersebut hanya merupakan solusi sementara. Perbaikan dengan material sederhana tidak akan mampu bertahan lama, terlebih jalan tersebut setiap hari dilalui kendaraan yang mengangkut hasil pertanian dengan muatan cukup berat.
Oleh karena itu, warga berharap adanya perhatian yang lebih serius dari Pemerintah Kabupaten Simalungun, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), agar ruas jalan tersebut dapat segera masuk dalam program pembangunan maupun peningkatan infrastruktur jalan daerah.
Perbaikan jalan dinilai menjadi kebutuhan mendesak mengingat infrastruktur yang layak merupakan salah satu penunjang utama pertumbuhan ekonomi pedesaan. Dengan akses jalan yang baik, distribusi hasil pertanian akan menjadi lebih cepat, biaya transportasi dapat ditekan, serta kesejahteraan masyarakat di wilayah Silimakuta dan Purba diharapkan meningkat.
Masyarakat juga berharap para anggota DPRD Kabupaten Simalungun maupun DPRD Provinsi Sumatera Utara yang berasal dari daerah pemilihan setempat dapat memperjuangkan aspirasi tersebut melalui fungsi penganggaran dan pengawasan, sehingga pembangunan jalan tidak lagi sekadar menjadi harapan yang terus berulang setiap tahun.
Gotong royong yang dilakukan warga menjadi bukti nyata tingginya semangat kebersamaan dalam menghadapi keterbatasan. Namun, pembangunan dan peningkatan jalan kabupaten pada hakikatnya merupakan tanggung jawab pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik.
Karena itu, masyarakat berharap langkah swadaya yang dilakukan hari ini dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk segera merealisasikan pembangunan permanen demi kelancaran aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat pedesaan.(BS-AsenkLeeSaragih)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)


0 Komentar