}); October 2012 | BeritaSimalungun

Berita Terkini

INDEKS BERITA

Jalan Sibunga-bunga Masih Rusak Parah

Written By GKPS JAMBI on Sunday, 21 October 2012 | 14:33

Tak Kunjung Diperbaiki, Ancam Blokir Jalan

JORLANG HATARAN - Sejumlah warga Nagori Sibunga-bunga Kecamatan Jorlang Hataran, Simalungun, mendesak Pemkab Simalungun segera memperbaiki jalan umum di nagorinya yang rusak dan berlubang.

Bahkan sejumlah warga mengaku akan memblokir jalan umum dan melarang truk angkut kelapa sawit milik PTPN IV Kebun Bahbirong Ulu melintas. Pasalnya, kerusakan jalan di lokasi selama ini disinyalir mereka akibat banyaknya truk angkut kelapa sawit yang bebas melintas.

Hal itu dikatakan warga E Manik (43), Rison Sinaga (41), dan beberapa rekan mereka ketika ditemui METRO. Dikatakannya, kerusakan badan jalan itu sudah berlangsung belasan tahun. Tetapi tidak pernah mendapatkan perhatian serius dari Pemkab Simalungun. ”Sudah belasan tahun jalan di nagori kami ini tidak diperbaiki Dinas PU Pemkab Simalungun. Padahal ada ribuan warga yang menggunakan jalan ini setiap harinya,” kata E Manik.

Bahkan ditambahkannya, selama itupula masyarakat sudah berulangkali melayangkan surat keluhan kepada Pemkab Simalungun dan meminta agar dilakukan perbaikan. “Jika dalam tahun ini jalan tidak segera diperbaiki, kami tidak main-main dan akan memblokir jalan. Itu akan kami lakukan agar pemerintah tahu bahwa kami juga harus diperhatikan. Lagian kondisi jalan saat ini sangat tidak layak dilintasi,” ungkapnya yang diamini Rison Sinaga dan beberapa warga lain di lokasi.

Ditambahkan Rison, selama ini sepengetahuan mereka, kerusakan jalan umum Sibunga-bunga disebabkan banyaknya truk over tonase pengangkut kelapa sawit yang melintas di jalan tersebut. Sementara ketika hujan deras, jalan akan dipenuhi genangan air. Akibatnya banyak pengendara yang terjatuh setelah menabrak lubang di sepanjang jalan ini.

”Lubangnya saja sedalam empat puluh centimeter, lalu saat hujan deras, lubang itu akan berair. Sehingga sulit terlihat jelas oleh pengendara yang melintasi. Makanya sudah banyak sekali yang terjatuh ketika melintasi jalan umum ini,” katanya.

Rencananya, warga akan memalangkan kayu kelapa sawit yang sudah tumbang ke badan jalan umum ini. Kemudian warga akan menyisakan sedikit ruang untuk pengendara sepedamotor. Bahkan aksi ini tidak akan berhenti sebelum Pemkab Simalungun memberikan kepastian soal waktu pengaspalan jalan umum di nagori mereka.

”Aksi itu tidak akan kami hentikan sebelum Bupati memberikan jawaban kapan jalan ini diaspal. Soalnya kami sudah lelah melaporkan keluhan namun tidak pernah ditanggapi,” tukasnya miris. (MSC)

Rusak Lingkungan, Warga Tolak Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Sei Karai 9 di Simanabun


Ratusan Warga Gelar Unjuk Rasa


(FOTO: Hardono Purba)
Suasana unjuk rasa warga menuntu pembangunan PLTMH Sei Karai 9 dihentikan, Jumat (19/10).

SILOU KAHEAN -  Sekitar dua ratusan warga yang tergabung dalam Forum Pemerhati Nagori Simanabun-Dolok Saribu Bangun, menggelar aksi unjuk rasa di lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Sei Karai 9 di Simanabun, Jumat (19/10).  Pengunjuk rasa meminta pembangunan PLTMH bekapasitas 9 KHw dihentikan karena dinilai telah merusak lingkungan. Pengunjuk rasa juga menilai PT Global Karai Energi sebagai pelaksana proyek melakukan pembodohan dan pembohongan juga tidak mampu beradaptasi dengan budaya local.

Pantauan METRO, sekitar pukul 10.00 WIB warga yang sebagian besar mengenakan porsa (ikat kepala warna putih) dengan mengendarai puluhan sepeda motor dan 4 buah mobil melakukan konvoi dari titik kumpul di Nagori Simanabun. Sesampainya didepan pos security PT Global, warga membentangkan spanduk dan poster yang bertuliskan “PT Global Sudah Mengabaikan Hak-Hak Masyarakat, PT Global Merusak Budaya Lokal, Rugi Sudah Pasti Bah Karei Rusak Ikan Jurungpun Punah, PT Global  Karai Energi Pembawa Masalah, Buat Apa Anda Ada, Usir Investor Nakal”.

Beberapa warga kemudian berorasi yang intinya meminta agar pembangunan PLTMH dihentikan. Suasana sempat memanas saat warga  yang dihadang puluhan personil Polres Simalungun saat memaksa masuk ke lokasi pembangunan. Namun berkat pendekatan yang dilakukan Kapolsek Silou Kahean AKP Lamin, situasi berangsur kondusif. Warga juga sempat membakar ban bekas di depan pos security.

Setelah makan siang sekitar pukul 11.30 WIB, warga kemudian melanjutkan unjuk rasa. Kali ini warga bergerak ke lokasi pembangunan PLTMH. Di tempat ini ratusan pekerja terpaksa harus menghentikan aktifitasnya dan hanya duduk duduk mendengar warga berorasi. Sesekali pekerja itu terlihat bertepuk tangan pertanda setuju dengan yang disampaikan orator. Sekitar pukul 14.00 WIB aksi unjuk rasa berakhir dengan damai. Warga tidak memberi kesempatan kepada manajemen perusahaan untuk menampung tuntutan warga dengan alasan yang hadir saat aksi bukan pimpinan perusahaan.

Koordinator aksi Parlin Dony Sipayung mengatakan, kehadiran PT Global sebagai pelaksana pembangunan PLTMH  telah merusak lingkungan dan ekosistem Bah Karei. “Saat ini kondisi air di Bah Karei berlumpur dan keruh akibat tanah dari galian dibuang ke sungai. Akibatnya banyak ikan langka seperti ikan jurung yang populasinya sudah punah. Padahal banyak warga yang menggantungkan hidupnya dari kekayaan hayati di dalam sungai. Belum lagi banyaknya lubang bekas galian yang dikhawatirkan bisa mengakibatkan longsor,” tegasnya.

Dikatakan berdasarkan penelusuran yang dilakukan pihaknya, PT Global juga telah melakukan pembohongan dengan mengatakan telah menantongi izin dari Menteri Kehutanan. “Izin yang diberikan Menteri Kehutanan bukan untuk PT Global, tetapi untuk PT Simalungun Bersaudara. Demikian juga dengan izin kelistrikan sudah berakhir pada tanggal 24 Mei 2012. Belum lagi izin tentang dampak lingkungan belum pernah ditunjukkan secara tertulis kepada warga hanya diberitahu secara lisan. PT Global telah membohongi warga Silou Kahean,” ujar praktisi hukum bisnis ini.

Senada Jhon Surya Damanik mengatakan, PT Global juga dinilai melecehkan budaya lokal masyarakat. “Gapura selamat datang di Nagori Simanabun yang berornamen Simalungun roboh ditabrak truk pengangkut material pembangunan PLTMH tetapi tidak ada niat mereka untuk memperbaikinya. Warga merasa tersinggung dengan tindakan mereka. Belum lagi banyaknya warga ilegal yang merupakan warga pendatang dan bekerja di PLTMH membuat tatanan sosial masyarakat lenyap.

Warga lain Andar Saragih juga mengatakan, PT Global menjadikan warga sekitar sebagai penonton dan kuli di daerahnya sendiri. “Hanya 8 orang warga Silou Kahean yang bekerja di PT Global, itupun hanya sebagai security. Padahal tanah yang mereka gunakan adalah tanah leluhur kami. Perusahaan hanya berjanji dan berjanji tetapi tidak pernah ditepati. Sikap beberapa karyawan juga arogan. Ada laporan dari warga yang mengatakan jika humas perusahaan sering bertindak arogan dengan menunjukkan pistol dengan  maksud untuk menakut-nakuti warga agar jangan protes,” tukasnya.

Saat unjuk rasa berlangsung, Ketua Komisi III Johalim Purba didampingi Camat Silou Kahean Belman Saragih menemui warga. “Saya mendukung tuntutan warga, hanya dalam menyampaikan aspirasi warga harus menjunjung etika dan tidak boleh bertindak anarkis. Kepada PT Global ditegaskan agar berdaptasi dengan budaya sekitar. Sekecil apapun masalah yang timbul, perusahaan harus menanggapinya dengan bijak karena meskipun awalnya kecil tetapi bisa menimbulkan persoalan besar,” imbuhnya.

Humas PT Global Abdi Purba didampingi Penasihat Hukum Edi Suwarno membantah seluruh tuduhan warga. Menurut mereka semua perizinan PT Global sudah dilengkapi. “Kami mengajak warga untuk duduk bersama membahas persoalan yang timbul. Intinya kehadiran PT Global didaerah ini akan meningkatkan taraf perekonomian rakyat. Saat ini meskipun masih dalam tahap pembangunan, mulai Oktober 2012 perusahaan akan mengalokasikan dana CSR sebesar Rp25 juta per bulan. Rencananya dana itu akan digunakan untuk pembangunan kamar mandi warga di sekitar lokasi pembangunan,” ujar keduanya. (MSC)

Puluhan Hektare Sawah Diserang Hama Tikus di Sidamanik

SIDAMANIK – Sejak tiga pekan terakhir, puluhan hektare persawahaan milik petani di Nagori Tiga Bolon, Kecamatan Sidamanik, Simalungun, diserang hama tikus. Akibatnya tanaman padi milik petani banyak yang rusak dan terancam gagal panen.

Riduan Aruan (43), Silas br Parangin-angin (34), dan beberapa warga ketika ditemui METRO, Jumat (19/10) menyebutkan, sebelumnya hama tikus ini mulai menyerang tanaman padi yang masih berusia dua bulan. Kemudian para petani langsung mengatasinya dengan cara menyemprotkan racun pestisida di ujung daun padi ini. ”Padahal begitu tanaman muda, padi kami sudah diserang hama tikus dan langsung kami semprotkan racun pestisida ke ujung daunnya supaya tidak menyerang tanaman yang lain,” katanya.

Namun, setelah disemprot dengan racun pestisida di ujung tanaman padi ini, ancaman hama tikus tidak berkurang sama sekali. Bahkan populasinya terus meningkat setiap hari. Padahal sebagian petani sudah memasang jerat dan menabur racun tikus berbentuk kapsul ke sekitar benteng sawah ini. ”Sudah banyak kami dengar di daerah lain terjadi serangan hama tikus. Tetapi kali ini yang terjadi dikampung kami ini sudah menjadi masalah yang sangat besar,” katanya.

Dia menjelaskan, sejak serangan hama tikus ini berlangsung, para petani khawatir akan berdampak langsung pada menurunnya hasil panen. Sebab sebagian padi milik petani yang  masih terbungkus kulit arinya sudah rusak, sementara di sisi betang tanaman padi warga terlihat banyak lubang tikus  Ketika digali para petani, lubang ini saling berhubungan dengan lubang lainnnya.”Kami sudah takut sekali kalau nantinya hasil panen kami akan turun drastic. Soalnya serangan hama tikus ini sudah memprihatinkan sekali,” katanya.

Saat ini petani sekitar masih menggunakan racun pestisida untuk mengurangi populasi hama tikus. Walau upaya itu tidak berpengaruh pada populasi hama tikus, namun petani tetap melakukannya dengan harapan bisa berkurang sedikit demi sedikit.

Mereka juga meminta agar Pemkab Simalungun melalui Dinas Partanian memberikan solusi dan bantuan kepada para petani untuk menghindari resiko gagal panen.(MSC)

Penanaman Pohon Pengganti Pohon Pinus yg Terbakar di Dolok Simarjarunjung

Penanaman pohon pengganti pohon pinus yg terbakar di Dolok Simarjarunjung Kab. Simalungun bersama IMAS USU, SMPN 1 dan SMAN 1 Dolok Pardamean serta Camat Dolok Pardamean beserta jajarannya.......Sabtu 20-10-2012 ."WARISAN bagi Generasi Penerus". Sumber FB Ehamsi (Rawelson S)

HIMAPSI Demo di PN Siantar

Written By GKPS JAMBI on Wednesday, 17 October 2012 | 08:39


 

 


 Foto-foto : Silver Silalahi

Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (HIMAPSI) kota Pematangsiantar dan masyarakat Simalungun melakukan aksi unjuk rasa di Pengadilan Negeri Siantar,DPRD dan kantor walikota Pematangsiantar (16/10/2012).

Massa yang bergerak dari lapangan haji adam malik pematangsiantar sekira pukul 09.30,langsung menuju kantor PN siantar.Dalam pernyataan sikap mereka dikatakan,menolak mafia tanah dan mafia peradilan terkait lahan eks PTPN III yang sudah habis HGU nya.Tidak mendapat tanggapan dari PN Siantar,

Massa melakukan ritual MANGURAS dengan tujuan mengusir roh-roh jahat agar PN Siantar terhindar dari pengaruh setan-setan yang ingin merampas hak-hak rakyat simalungun,khususnya keturunan raja siantar dan raja panei.

Aksi ritual tersebut dibawakan oleh para pendekar simalungun dengan melakukan gerakan pencak silat simalungun (DIHAR).Demikian juga hal nya di kantor DPRD Pematangsiantar,massa juga melakukan ritual MANGURAS.Zainal Purba,wakil ketua DPRD dalam menanggapi aksi tersebut mengakui bahwa sejak tahun 2004,lahan PTPN III tersebut sudah habis masa HGU nya.

"Kalaupun ada informasinya berkembang saat ini yang kita terima dari media,bahwasanya itu (lahan eks PTPN III) sudah diserahkan resmi kepada Pemko (Pematangsiantar),secara tegas kami sampaikan,DPRD Pematangsiantar belum memperoleh data maupun informasinya."
 
Setelah dari kantor DPRD Pematangsiantar,massa kemudian bergerak ke kantor walikota Pematangsiantar.Namun,tidak ada seorangpun yang menerima mereka.Dan massa juga tetap melakukan ritual MANGURAS dihalaman kantor walikota.

Dian Purba Tambak,sekretaris HIMAPSI kota Pematangsiantar mengatakan,agar PN Siantar jeli dan jujur."Masyarakat simalungun meminta PN Siantar agar jujur dan jeli untuk menghadapi mafia tanah dan mafia peradilan,terutama yang ada dikota Pematangsiantar ini,karena kita lihat sudah banyak hal-hal fiktif yang sudah dilakukan untuk mengelolah tanah tersebut (lahan eks PTPN III",kata Dian. (Sumber FB Silver Silalahi)

Jejak Gambar Pdt Defri Judika Purba Pakpak STh (GKPS Tambun Raya-Simalungun)

Written By GKPS JAMBI on Thursday, 11 October 2012 | 15:00

 Pdt Defri Judika Purba STh Ditabalkan Jadi Pendeta-GKPS Hinalang 22 Mei 2011



 Pdt Defri Judika Purba STh dilingkungan Pelayanan yang membaur dengan kehidupan Jemaat dalam keseharian dalam berbagai provesi.








 Rumah Dinas GKPS Resort Tambun Raya (Pdt Defri Judika Purba STh)






















  Pdt Defri Judika Purba STh dilingkungan Pelayanan yang membaur dengan kehidupan Jemaat dalam keseharian dalam berbagai provesi.


Pdt Defri Judika Purba STh Rosalin br Saragih. Jejak Gambar Pdt Defri Judika Purba Pakpak STh (GKPS Tambun Raya-Simalungun). Foto-foto dikutip dari Facebook Defri Judika Purba. (Asenk Lee Saragih).

Warga Demo TPL di Aek Nauli Simalungun

Written By GKPS JAMBI on Saturday, 6 October 2012 | 14:47


Sampai saat ini,masyarakat sekitar TPL sektor Aek Nauli Kabupaten Simalungun belum mendapatkan jawaban yg pasti dari pihak perusahaan terkait tuntutan mereka.Dimana,masyarakat menuntut CSR,pekerjakan penduduk setempat dan usir pekerja asing.
Turbin air mereka tidak berfungsi disebabkan debit air yg berkurang karena tanaman TPL.  Jawaban TPL sampai saat ini,mengharapkan agar masyarakat membuat proposal atas tuntutan tersebut.James Siahaan,camat Dolok Panribuan mengatakan,masyarakat sudah muak dengan bahasa-bahasa proposal,karena sudah pengalaman dengan proposal yang dilayangkan ke pihak TPL,namun jawaban nya tidak memuaskan.Pihak Manajemen TPL sektor Aek Nauli,Tagor Manik sampai saat ini belum memberikan jawaban via seluler.Silver Silalahi.

BURSA BALON BUPATI SIMALUNGUN

BURSA BALON BUPATI SIMALUNGUN
SIAPA BUPATI SELANJUTNYA

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun
Buatlah Bangga Orang Tuamu


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Berita Lainnya

.

.
.