}); December 2018 | BeritaSimalungun

BERITA TERBARU

MENU BERITA

MATRA-Media Lintas Sumatera (BETA)

MATRA-Media Lintas Sumatera (BETA)
KLIK Benner Untuk Penampakannya
INDEKS BERITA

JK Yakin Sosok TGB Naikkan Perolehan Suara Partai Golkar

Written By Beritasimalungun on Friday, 21 December 2018 | 05:37

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai tercecernya ribuan e-ktp membahayakan demokrasi dan ekonomi Indonesia.
Jakarta, BS- Wakil Presiden Jusuf Kalla angkat bicara soal bergabungnya Tuan Guru Bajang Zainul Majdi (TGB) ke Partai Golkar. JK mengapresiasi sikap TGB.

Menurut JK pengaruh TGB mampu meningkatkan perolehan suara partai. Termasuk perolehan suara Jokowi di Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya.

“Artinya suara Golkar di NTB dan di sekitarnya pasti naik,” ucap JK di Jakarta, Kamis (30/12/2018).

Melalui rapat pleno yang berlangsung pada Rabu malam, 19 Desember lalu, TGB telah disepakati menjadi kader Golkar secara aklamasi. TGB menjadi Korbid Bidang Keumatan sekaligus menjabat Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu.(*)

Hadiri Pagelaran Seni Budaya Simalungun di Hapoltakan

Written By Beritasimalungun on Thursday, 20 December 2018 | 11:44

Pematangraya, BS-Pagelaran Seni Budaya Simalungun akan dilaksanakan di Hapoltakan Pematangraya, 30 Desember 2018. Ada Dolly Meiro Sumbayak di #PAGESBUD #GKPS #Hapoltakan. Roh ma hita nasihol mambogei landurni sorani artis na ganteng on.😍

#Simalungun
#PGKPS
#HIMAPSI
#LAITUCREATIVE
Spectra Media

Tiket Bus RAPI Tujuan Jambi-Medan Penuh

Pantauan di Loket Bus PT Rapi di Jalan kapten Pattimura Kota Jambi No 49 (Telepon 0741 580563, Kamis (20/12/2018) pagi, antrian calon penumpang sudah sejak pagi untuk mendapatkan mudik natal dan Tahun Baru ke Sumatera Utara. Foto Asenk Lee Saragih
Jambi, BS-Tiket Bus PT Raja Perdana Inti (RAPI) tujuan Jambi-Medan hingga 25 Desember 2018 terjual habis. Lima armada yang diberangkatkan setiap harinya sejak 15 Desember 2018 selalu penuh. Baik Bus kelas Ekonomi, VIP Eksekutif AC Toilet, VIP Royal Eksekutif AC Toilet.

Pantauan di Loket Bus PT Rapi di Jalan kapten Pattimura Kota Jambi No 49 (Telepon 0741 580563, Kamis (20/12/2018) pagi, antrian calon penumpang sudah sejak pagi untuk mendapatkan mudik natal dan Tahun Baru ke Sumatera Utara. 

Jalur Mudik Bus PT Rapi dari Jambi menuju Rengat-Pekanbaru-Duri-Kota Pinang-Rantau Prapat-Aek Kanopan-Pematangsiantar-Medan. Sementara untuk harga Tiket AC Toilet Rp 375.000/ Orang.
Keluarga Radesman Saragih/ Sahna Br Damanik bersama dua anak mereka (Sandra dan Oliver), Kamis (20/12/2018) pagi ini akan mudik ke Pematangsiantar untuk merayakan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 bersama orangtuanya (St Berlin Manihuruk/ Anta Br Damanik) di Desa Hutaimbaru, Simalungun dan mertuanya (Damanik/ Br Saragih) di Sungaibuaya, Serdang Bedagai.  

Radesman Saragih juga berharap jalur mudik Lintas Sumatera lancer dan tidak terganggu oleh dampak banjir. 

Derlina Br Sinaga, warga RT 15, Kelurahan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung Kota Jambi calon pemudik ke Pematangsiantar terpaksa harus dapat tiket pada tanggal 21 Desember 2018, itupun dibangku belakang. Padahal dirinya membuking tiket Senin (17/12/2018) lalu. (Lee) 
Pantauan di Loket Bus PT Rapi di Jalan kapten Pattimura Kota Jambi No 49 (Telepon 0741 580563, Kamis (20/12/2018) pagi, antrian calon penumpang sudah sejak pagi untuk mendapatkan mudik natal dan Tahun Baru ke Sumatera Utara. Foto Asenk Lee Saragih

Pantauan di Loket Bus PT Rapi di Jalan kapten Pattimura Kota Jambi No 49 (Telepon 0741 580563, Kamis (20/12/2018) pagi, antrian calon penumpang sudah sejak pagi untuk mendapatkan mudik natal dan Tahun Baru ke Sumatera Utara. Foto Asenk Lee Saragih

Uniknya Perayaan Natal Jasa Transportasi Becak Motor Se-Kota Balige

Yesus Lahir di Persekutuan Parbecak
Gallery Foto Perayaan Natal Persektuan Jasa Transportasi Becak Motor se-Kota Balige di Gedung Gereja HKBP Ressort Balige, Sumatera Utara, Selasa (18/12/2018). Foto-Foto Jhonni LeoPoldus Sirait
Balige, BS-Ratusan becak motor mengikuti pawai dalam rangkat menyambut perayaan Natal Persektuan Jasa Transportasi Becak Motor se-Kota Balige. Pawai becak motor ini dimulai dari lokasi gedung Gereja HKBP Ressort Balige, Sumatera Utara, Selasa (18/12/2018). Perayaan Natal ini tergolong unik dan menjadi daya tarik Seni-Budaya di Kota Balige, Sumbut. 

Ibu Kadep dan Bapak, Ibu Praese, Kepala Biro Ibadah Musik, HKBP seluruh panitia dan seluruh keluarga besar persekutuan becak se-kota Balige mengikuti pawai yang melintasi jalan gereja, jalan GHM Siahaan, masuk ke jalan lintas Sumatera, kemudian masuk ke jalan D.I. Panjaitan, melintasi jalan Siliwangi, jalan Dr. T.D. Pardede, dan masuk ke jalan Raja Paindoan lalu kembali ke Jalan Gereja. 

Sebelum berangkat panitia membagikan kopon yang disampaikan oleh Pdt. Sarlen Lumbantobing kepada seluruh jemaat yang membawa becak, jumlahnya becak yang mengikuti pawai bersama ada 146 keluarga parbecak. 

Dalam pawai becak tersebut rombongan ibu Kadep Pdt. Dr. Anna Pangaribuan dan keluarga berada diposisi depan dan diikuti oleh ibu praeses HKBP Distrik XI Toba Hasundutan Pdt. Donda Simanjuntak serta diikuti oleh peserta pawai dengan becak masing-masing.

Ibadah perayaan natal dimulai pada pukul 16.00 Wib setalah pawai selesai, Pelayan ibadah perayaan natal ini adalah Pdt. Donda Simanjutak melayani Liturgis, Pdt. Sarlen Lumbantobing melayani doa syafaat, dan Pdt. Dr. Ann Ch. Vera Pangaribuan menyampiakan firman Allah. 

Di dalam ibadah perayaan ini, ada beberapa persembahan lagu yang disampaiakan dari persekutuan parbecak-Balige ini, diantaranya: oleh Friga Listra Tampubolon mempersembahkan lagu “Give Thanks”, Roy Raja Gukguk mempersembahan lagu pujian, persembahan dari persekutan parbecak dengan lagu “Bege Ende Suruan”, persembahan lagu pujian dari staff pegawai Departemen Marturia dan mahasiswi Sekolah Tinggi Diakones HKBP. 

Ibadah diiringi dengan musik tiup dan keyboard, tim music tiup ini adalah tim music tiup dari HKBP Ressort Tampubolon. Di dalam khotbah ibu kadep menjelaskan tema Natal dari Lukas 4:19, bagaimana jemaat atau persekutuan parbecak ini mampu melakukan pelayanan berdiakonia, sebab ditahun depan kita akan berorientasi pelayanan kepada pelayanan bediakoni kepada sesama.

Setelah ibadah, acara dilanjutkan dengan kata sambutan dan ucapan selamat natal dari Ketua Panitia Natal: Pdt. David Silaban, dari kordinator parbecak bapak St. Raju Tampubolon, dari unsur pemerintahan yang disampaikan oleh bapak Tommi Simanjutak, SE, dari Kepala Biro Zending HKBP, dari Praeses, dan arahan bimbingan dari Ibu kadep. 

Secara isi dan pesan natal, semua berpendapat malam ini adalah malam yang penuh sukacita karena Yesus lahir di tengah-tengah komunitas kita (parbecak). Melihat dari tampilan para jemaat yang merayakan natal malam ini tidak ada lagi yang cocok berprofesi tukang becak sebab semua ganteng dan cantik-cantik begitu juga anak-anak kita. 

Melalui pesan ini, semua yang berprofesi parbecak agar kita tingktakan lagi persektuan kita ini melalui pertemuan sekali sebulan dikordinasikan oleh kepala bidang Marturia Distrik yaitu Pdt. Sarlen Lumbantobing. Pesan natal dari ibu kadep: menyampaikan bahwa kita semua harus berjuang dan jangan putus asa untuk memperoleh sukacita dari Allah. 

Mari kita memulai kegiatan kita atas penyertaan Tuhan saja, bukan dari kekauatan kita dan kemampuan kita. Kiranya persekutuan ini dapat kita tingkatkan lagi, seperti yang dikatakan oleh teman-teman tadi, bagaimana kita selalu rindu bersekutu dengan teman-teman kita untuk memuji dan memuliakan Allah.

Setelah acara sambutan, acara makan bersama dilanjutkan dan para pelayan makanan memberikan makanan kepada seluruh jemaat yang hadir pada malam itu. Mulai dari anak-anak sampai orang tua dan bahkan panitia makan bersama dengan bersukacita. 

Sehabis makan bersama, tibalah saatnya membagi bingkisan natal kepada seluruh keluarga pesekutuan parbecak. Sekiranya bingkisan natal ini menambah sukacita disetiap keluarga parbecak yang ada di kota Balige. 

Semoga ditahun depan dan berikutnya perayaan di persekutuan parbecak ini tetap berjalan dengan baik dan ditingkatkan lagi, baik di Balige maupun ditempat lain. Kiranya Tuhan Yesus memberkati pelayanan kita dan menambahkan sukacita bagi kita semua. Selamat Natal bagi persekutuan parbecak se-Kota Balige, Tuhan Yesus memberkati kita. HKBP Berkat Bagi dunia, Horas,Horas,Horas. (Penulis-Jhonni LeoPoldus Sirait)

Gallery Foto Perayaan Natal Persektuan Jasa Transportasi Becak Motor se-Kota Balige di Gedung Gereja HKBP Ressort Balige, Sumatera Utara, Selasa (18/12/2018). Foto-Foto Jhonni LeoPoldus Sirait






















Gallery Foto Perayaan Natal Persektuan Jasa Transportasi Becak Motor se-Kota Balige di Gedung Gereja HKBP Ressort Balige, Sumatera Utara, Selasa (18/12/2018). Foto-Foto Jhonni LeoPoldus Sirait


Material Longsor Disingkirkan, Jalan Nasional Siantar-Parapat Sudah Normal

Verawaty Damanik :Puji Tuhan dah bisa lewat Parapat... tapi harus hati hati. Rabu 19 Desember 2018. Jalan nasional Pematang Siantar-Parapat sudah kembali normal setelah dibersihkannya material longsor dari badan jalan. (FB-Verawaty Damanik)

Simalungun, BS-Sekitar 13 jam lumpuh, arus lalulintas jalan nasional Pematang Siantar-Parapat di Desa Sibaganding, kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, kembali normal, Rabu (19/12/2018) dini hari.

Menurut Sekretaris Camat Girsang Sipanganbolon, Doni Sinaga, timbunan material longsor yang menutupi badan jalan berhasil dibersihkan sekitar pukul 04.30 WIB, sehingga arus lalulintas kembali normal pukul 05.00 WIB.

Doni mengatakan, sedikitnya 2 alat berat dikerahkan untuk membersihkan timbunan longsor meskipun hujan masih tetap turun hingga dini hari.

Pembersihan timbunan longsor yang melibatkan warga,aparat TNI dan Polri dilakukan selama lebih kurang 5 jam, karena antrean kenderaan yang terjebak macet sudah lebih dari 1 kilometer.

"Pembersihan timbunan longsor dilakukan selama 5 jam, karena antrean kendaraan yang terjebak macet sudah hampir 1 kilometer,sehingga meski hujan terus turun pekerjaan pembersihan longsor tetap dilakukan," sebut Doni.

Doni menambahkan, pihaknya bersama aparat kepolisian tetap bersiaga untuk melakukan langkah penanggulangan jika longsor susulan kembali terjadi.

Kapolres Simalungun, AKBP M Liberty Panjaitan mengimbau pengguna jalan yang melintas di jalan nasional Pematang Siantar-Parapat untuk tetap waspada dan hati-hati melintas khususnya saat hujan turun.

"Jalan nasional Pematang Siantar-Parapat merupakan kawasan yang rawan longsor, karena itu diharapkan pengguna jalan tetap waspada dan hati-hati melintas saat hujan turun," ujar Liberty.(*)

Verawaty Damanik :Puji Tuhan dah bisa lewat Parapat... tp harus hati hati. Rabu 19 Desember 2018.(FB-Verawaty Damanik)



Verawaty Damanik :Puji Tuhan dah bisa lewat Parapat... tp harus hati hati. Rabu 19 Desember 2018.(FB-Verawaty Damanik)

Verawaty Damanik :Puji Tuhan dah bisa lewat Parapat... tp harus hati hati. Rabu 19 Desember 2018.(FB-Verawaty Damanik)

Verawaty Damanik :Puji Tuhan dah bisa lewat Parapat... tp harus hati hati. Rabu 19 Desember 2018.(FB-Verawaty Damanik)

Verawaty Damanik :Puji Tuhan dah bisa lewat Parapat... tapi harus hati hati. Rabu 19 Desember 2018.(FB-Verawaty Damanik)

Verawaty Damanik :Puji Tuhan dah bisa lewat Parapat... tp harus hati hati. Rabu 19 Desember 2018.(FB-Verawaty Damanik)

Begini Respon Netizen Mengomentari Tulisan Denny Siregar "Terima Kasih Saudaraku yang Beragama Kristen"

Makam Albertus Slamet Sugiardi yang sebelumnya berbentuk kayu salib seperti pusara makam Katholik pada umumnya, dipotong bagian atas menjadi huruf "T". Kejadian ini di Pemakaman Umum di Jambon RT 53/13 Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta. (Foto: Tagar/Ridwan Anshori)
Denny Siregar menuliskan opini berjudul "Terima Kasih Saudaraku yang Beragama Kristen" terkait dengan peristiwa pemotongan pusara salib di Yogyakarta oleh oknum warga. Tulisan  Denny Siregar itu dimuat di www.tagar.id.

Entah sudah yang ke berapa kali umat Kristen di negeri ini menghadapi ujian yang menyakitkan hati....

Stempel "minoritas" menjadi ujian berat dalam menghadapi tekanan dari kelompok yang mengaku dirinya "mayoritas". Mulai dari kasus Ahok, kasus Meiliana dan toa masjid, pemboman gereja di Surabaya, sampai yang baru saja terjadi di Yogya ketika ada penggergajian simbol mereka di pemakaman umum.

Tidak mudah menjadi umat Kristen pada masa sekarang ini, terutama ketika virus intoleransi berkembang biak dan merasuki sebagian umat Islam, imbas Arab Spring yang menghancurkan beberapa negara di Timur Tengah. Gerakan-gerakan mengatas-namakan agama datang bergelombang, menekan dari segala arah, menunjukkan dominasinya untuk menguasai wilayah.

Tulisan Opini Denny Siregar "Terima Kasih Saudaraku yang Beragama Kristen" dikomentari 208 netizen di www.tagar.id.

Berikut sebagian komentar netizen yang dikutip Beritasimalungun: 

Ray Hans Sihotang Pardabuan: Biar lah Tuhan yang membalaskan semua perbuatannya mereka yang memotong salib. 

Hery Yulianti: Tdk usah bilang begitu.. tetapi biarlah mereka dbukakan hatiny utk bisa bertoleransi

Cristian Hasan Panjaitan: Hery Yulianti Benar kita tidak perlu berdoa spy mereka mendapat balasab, kita berdoa spy mereka justru diberkati Tuhan, dilawat Tuhan, di tolong Tuhan utk dapat mengenal Tuhan Yesus spy memperoleh keselamatan yg telah disediakan-Nya bg org yg mau percaya

Lady Surentu: Cristian Hasan Panjaitan Ya dan Amin..! Sebab Tuhan mengajarkan;tidak pernah ajarkan kejahatan tapi Damai Sejahtera....

Gunardi: Gusti Allah mboten nate sare

David Yoseph Erlambang: Tuhan maha kasih, kalau membalasnyapun pasti dg kasih sayang.

Renhy Reyann: Cristian Hasan Panjaitan aminnnn aminnn..

Lamhot Hutapea: Mari pertahankan KASIH yg diajarkan TUHAN YESUS kepada kita dlm kitab matius.

Youdhie Tancaro: Biarlah Tuhan akan membalas dengan cara Tuhan sendiri... Jalan Tuhan tdk terselami..

Alvinda Kurnia Dewi: Cristian Hasan Panjaitan sungguh mulia hati mu kak 

Liza Handoko: Sedih banget bacanya,krn mmg bukan hanya kalian, kami pun yg seiman juga di musuhi..tak ada yg baik di mata mereka

Melianasitompul: Sabar dan tetap berbuat toleransi saudaraku,suatu saat pst mereka malu dg perbuatannya

Proxima Centaury Galacticos: Respect saudaraku

Marlin Moniung Mamuaja: Tetaplah berbuat baik... Pembalasan dan menghakimi bukan hak qta. Tapi yang Maha Kuasa yang berhak atas segalanya. Salam kasih..

Rumian Siregar: Mereka bisa memotong salib,tapi iman percaya kami tak akan pernah bisa terpotong,, kami akan selalu membalas kejahatan dengan kebaikan.... Dan tak sekalipun menaruh dendam,,,kepada yang berbuat jahat,,,

Metania Graciani Imanuela: Kasih itu Lemah Lembut, Panjang Sabar,Murah Hati,Kasih Itu Memaafkan, Kasih itu Kudus Tiada Batas. Itulah Teladan yg di ajarkan Tuhan Yesus Pada UmatNya

Niniek Suharni: Jadilah terang dan garam didunia ini kasihilah musuhmu seperti engkau mengasihi dirimu Gbu

Maria Maranda: Membaca tulisan ini membuat saya terharu sekaligus miris...berharap dan berdoa Tuhan tetap menjaga negara tercinta ini.... kami mmg tdk py kekuatan namun doa dan kasih kami akan tetap mengalir bt mereka yg membenci kami...Tuhan Yesus berkati

Thmega Mega: Terima kasih , dengan peristiwa ini IMAN KAMI semakin bertumbuh .

Iwan Manalu: Ampuni mereka ya Bapa,,,mereka tidak tau apa yg mereka perbuat,,,,

Frans Djatikusuma: Menitikan air mata, membaca tulisan mu sedih ngeliat negara ini semakin bobrok mental dan logikanya

Asiduman Sihotang: "Jikalau km berbuat baik kepada org yg baik kepadamu apalah untungmu, sebab yg jahat jg melakukan demikian"

Henny Irawan: Tq bang Denny GBU

Anugerahman: Sedih bacanya 
Tp itulah hidup yg penuh dgn Kasih.

Armelia Devi: Anggap saja pelaku nya kurang belajar agama. Sy sbg muslim ikut prihatin dan terus mendorong agar saudara2 muslim yg lain tetap menjaga toleransi beragama.

Lucia Pancarini: Terima kasih

Ayu Rice: Amin... semoga akan lbh banyak lgi muslim moderat spt mbak dan bang Deny.

Sri Ulina Purba: Tksh Bang Denny...atas empatinya...Tuhan baik buat bangsa kita ini. DIA memberi kita ujian dengan kasus2 ini agar kita naik kelas jd semakin toleran sebagai bangsa yg besar .Tuhan baik...Tuhan baik...

Kris Fallo: Terimakasih..Inilah makna Natal bagi kami...

Lili Bernhard: Membakar/membom gereja2, menginjak/menyobek kitab suci, mencacimaki/menghina, sekarang memotong tanda salib di makam, kelak apa lagi yg kau lakukan? apakah kami marah/sakit hati? lalu bikin demo2 gak jelas yg membuat pemerintah harus keluarkan dana milyaran utk pengamanan, tidak! kami bkn seperti itu, kami terus tersenyum (bahkan mendoakan kalian) karena kami makin yakin akan iman kami, dan kami juga jadi tau, betapa kerdilnya iman kalian..

Ji Suwarno: Tuhan Maha Kuasa, tidak perlu Ada demo berjilid2 utk membela Agama. Semuanya karena Kasih KaruniaNYA

Feby Febiola: Terima kasih atas tulisannya..semoga cinta kasih tetap ada di negeri ini...

Darling Randy Sinaga: Bg Deny memang suka hidup rukun Gb

Obrien Taarae: Amin

Martin Saikar: Dengan peristiwa ini mudah-mudahan iman kami makin bertumbuh dan bertambah teguh, . . .

Theresia: Ingat, bahwa ketika kita menanam padi, maka rumputpun ikut bertumbuh. Tetapi tdk pernah org menanam rumput lalu padipun tumbuh bersamanya.

Willem Franklin Tampilang: Untuk urusan seperti penghinaan, pengekangan, intimidasi, dsb, mk pembalasan adalah hakNya...

Opa John: Ini Ayat dalam Kitab Kami yg menjadi Pedoman Hidup kami:

Matius 5:44
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Lukas 6:27
"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;

Darling Randy Sinaga: Amin opa Gbu

Andryan Kolawidjaya: Itu khan dipotong dulu, baru dibuat Surat Pernyataan Tidak Keberatan, walaupun coba ditutupin tetapi itu jelas "ada keberatan"

Karolus Wibowo: Tapi mau diapakan lagi.. Apa harus pindah tempat agar tetap demikian. Hanya berkata sabar ya kepada almarhum jika harus "demikian adanya".

Paskalis Lukimon: Sedih, miris tapi inilah fakta yg harus dialami oleh sdra/i sy yg Kristen, kami bersyukur kra memiliki ajaran Iman yaitu Kasih....& Bersyukur bahwa dibumi persada Indonesia yg tercinta ini masih byk sdra/i Muslim yg inginkan kedamaian "kita bersatu n bersama dlm perbedaan, sungguh indah rasanya".

Stenny Joacim Rorong: Thank you bang atas tulisannya Gbu

Geni Zebua: Hanya bisa mendoakan semoga mereka d berkati Tuhan Yang Maha Kuasa. Jika kami hanya bisa berbuat baik kepada orang yg berbuat baik kpd kami, maka apa bedanya kami dengan mereka yg bahkan tidak mengenal Allah, sebab mereka juga bisa berbuat baik kpd orang yg berbuat baik kpd mereka. 
TYM

Romaida Panjaitan: Umat, Kristen hampir seluruh indonesia ini,seperti anak tiri,tersiksa membangun gereja,beribadah,dll.aq salutya itulh kasih tdk goyang bgi kita umat kristen.

Firi Wau Jiun: Terharu bacanya ..sehat selalu....Gbu. Simbol orang Kristen adalah memikul salibnya dgn kasih....krn kami percaya iman kami tetap teguh dlm segala hal.

Puspa Tirto: Dihadapan Tuhan yang penting bukan "tanda salibnya" tapi keselamatan jiwa

Fadil Maya: Tangkap pelakux baru kita bisa tahu apa motifx, jgn jgn hanya adu domba aja

Marison Simbolon: Ya begitulah kura kura ketika lebih mudah beragama dari pada bertuhan. Ketika Tuhan diletakkan pada porsi kemanusiaan. Miris!

Jojo Pyola: Trimakasih bung Denny,tlah meyemangati kami,
Moga pengharapan kita agar indonesia yg beragam kepercayaan ini bisa saling merangkul dan bergandeng tangan saling menghargai...amin.

Sriwaty Muladear Manik: Salam Kasih......

Gosseling Meity: Siapa yg menabur,,dia pasti akan mendapat hasil tuaiannya,.

Cristian Hasan Panjaitan: Kita berdoa bg mereka yg masih terganggu karena simbol, mari kita terus berbesar hati kepada saudara kita Muslim khususnya mereka yg masih sempit dalam pemahaman Agama. Tuhan Yesus kiranya memberkati dan menolong mereka yg merasa dirinya benar agar mereka secara pribadi bertemu dgn Tuhan Yesus Sang Juruselamat dan Pencipta semesta alam.

Chris Regina: Mas Ray Hans Sihotang...TUHAN kita tidak PERNAH membalas keJAHATAN. Karna TUHAN YESUS slalu menDatangkan DAMAI SAJAHTERA. Kalo pun kita mengalami suatu problema besar/kecil itu adalah pekerjaan si Iblis dan kadang TUHAN mengIjinkan itu terjadi, kenapa? Karna TUHAN menempah Iman kita menjadi kuat ( tidak gampang mengeluh dll ). Kalopun hanya masalah simbol keluarga alm.pun sudah mengikhlaskan dan mau berdamai sama masyarakat setempat. DAMAI itu INDAH. Tetap jadi anak TUHAN yang slalu menebarkan KASIH💖 & DAMAI💞. GBU.

Daniel Hia: Kita satu dalam : PERIKEMNUSIAAN YG ADIL DAN BERADAB. Bukan satu dlm : keagamaan yg penuh kebencian yg saling membantai

Syamsul Januart: Kasih melebihi segala sesuatu..
#NKRIHARGAMATI

Frans Tatindis Lewi: Semoga kami yang minoritas ini semakin teguh dalam ajaran KASIH..trimakasih buat Bang Denny yg sdh memotivasi kami untuk selalu hidup dalam KASIH...GOD bless Indonesian..

Melianasitompul: Sudah dikatakan di Alkitab,mengikut Yesus mmg harus menyangkal diri,pikul salib dan tinggalkan dunia,berat memang tetapi upahmu besar di surga...maka semakin teguhlah iman kita

Romauli Lubis: Berdoa utk Indonesia semoga Tuhan memberi kedamaian dan pemimpin yg baik dan bertoleransi tinggi yaitu masih jokowi No 1

S E Selan: Kiranya Tuhan mengampuni dosa-dosa mereka.

Lenciany EVa: Ada rasa haru juga tp itulah yg terhadi,di jalani dgn iklas dan tetap berimam saja bahwa semua akan indah pada saatnya

Nikolaus Ngao: Pak Deny perlu tanya dimana pemerintah dan aparat penegak hukum yang berkuasa melindungi dan mengayomi masyarakat khususnya kaum minoritas

Mamahiya Mamahiya: Sy mamahami betapa yg minoritas itu harus mengalah.tp bukan itu persoalan utama nya.karna zaman sekarang banyak manusia yg tdk punya hati.taro lh dia tdk beragama karna sekalipun dia beragama kalau nilai agama itu sendiri sdh tdk ada lagi.sedih nya sy kadang,islam slalu menjadi topeng dan menjadi baju zirah buat hadapi yg non islam.padahal hakekat utama adalah perdamaian.tujuan nya hanya akan mengaduk aduk toleransi yg sdh di bangun ribuan tahun.manusia sdh bukan lagi berhati manusia.tentang kasih semua manusia yg hidup di muka bumi ini memiliki kasih.bukan cuman kami nasrani saja.akan ttpi klau manusia itu hati nya sdh di tutupi dengan amarah iri dengki.kecemburuan hawa napsu.dll maka yg akan timbul adalah manusia yg menyerupai iblis .buat saudara ku muslim kita bersama sama bergandeng tangan.menyatukan tujuan agar mereka yg sdh khilap.supaya menyadari betapa bahagia nya kita kalau dngan perbedaan ini bisa bersama2 berjalan.

Nikolaus Ngao: Jadi tidak ada yang hebat dari pemerintah dan penegak hukum bila yang minoritas masih mendapat perlakuan yang tidak adil

Dina Nempung: Jarena duatas segakanya adakah KASIH,dengan kasih,semua hatu yang sekeras batupun akan luluh

Simon Pranji: Tuhan Allah yg hidup yg akan mrmbela umatNya......

Tiur Oiku: Tuhan sj mngijinkan 'perbedaan',siapalah kita mnusia yg memaksa dan merusak 'perbedaan' itu..dgn 'prbedaan' kita belajar saling mnghargai dan menghormati bukan saling brmusuhan..smoga Tuhan sll melindungi kita dr org2 yg mau merusaknya dan kita tetap bersatu krn kita bersaudara di dlm kasih Tuhan🌷🍃💞

Roy Dertianna Lingga: Terharu 😭 God bless Indonesia..

Stanislaus Didaskus: Semoga satu saat nanti mereka yg melakukanya akan kembali sadar dan memahami arti CINTA KASiH

Wahyuni Maharani: Membiarkan intoleran di negeri ini seperti memelihara anak macan ketika sudah besar mereka akan mencabik cabik bangsa ini yang sudah hidup rukun bersama dalam keberagaman agama dan budaya .. sangat sedih rasanya ketika melihat hati nurani semakin buta dan mati .. seharusnya pemerintah lebih tegas dalam hal ini ..

Alexander Potabuga Mandang: Iman Kristen kita sedang diuji ..
Tuhan yang kita sembah didalam Yesus Kristus adalah Tuhan yang hidup yang mampu melakukan segala perkara ....Dia tidak akan pernah membiarkan kita memikul beban diluar batas kemampuan kita .....

Max Reeves Riwala Banneringgi: Mata rantai intoleransi tdk akan putus selagi pemimpinnya tdk bisa memberikan pemahaman yg baik ke warganya

Je Suis WidyaningUtami: SALIB - I (atas) = T = LOVE = LOVE = LOVE = DOA = LOVE = DOA BAGI MEREKA = KASIH = DOA BAGI BANGSA = GUSTI YESUS

Ita Djengko: Kasih Tuhan indah dalam hidupku.. Apa pun yg terjadi di antara umat beragama menjadi pembelajaran.. Kedepan kita lebih baik lg.. Karena Tuhan berperang melawan penguasa2 yg berasal dari keegoisan, ketidaktaatan, penafsiran yg salah.. Dan lain sebagainya.. Tuhan memberkati..

Adi Purnama: Lebay abis kalo gak boleh pake nissan salib ya sudah itu kan bukan juga suatu keharusan dalam agama kristen, dijakarta gak ada tuh nissan salib di tiap tiap TPU kecuali makam yang baru itupun cuma sebagai penanda..sudah stop berita gak bermutu ini

Dame Manalu: Bukan soal nisan ada atau tidak, jakarta punya aturan tertentu. Di jakarta tidak pake kayu salip, tapi pakai batu nisan tetap ada tanda salibnya sbg kristen. Anda harus paham itu, bukan soal ga mutu, tapi pemerintah daerah setempat harus mampu memutus tali intoleransi itu klu negara ini mau lebih damai.

Lady Surentu: Salib bagi kami adalah simbol penderitaan Kristus... Andaikan bisa, kamipun ingin menghilangkan itu dari kehidupan kami, sebab salib adalah lambang penderitaan, dimana Yesus Kristus menderita mati dikayu salib hanya utk menebus dosa umat manusia, tapi apa daya itu merupakan Nubuat Allah yg tidak bisa kami sangkal. Simbol2 yg dirusak tidak mengecilkan iman kami percaya kami, sebab kisah dibalik salib itu terlalu kental dan sarat dgn makna Cinta,memaafkan dan Damai sejahtera...#thats_it

Miya Aries: Nangis ku baca nya biar lah Tuhan yang tau yg yang maha benar dan tuhan yg membenar kan mereka akan dapat balasan nya dr apa yg mereka lakukan dan mereka jg akan merasakan atas perlakuan mereka ke sesama manusia .. Tym ...

Ferdinando Lase: Mengikuti Krisrus memang bukan hal yang mudah. Kejadian ini kiranya semakin memperkuat iman dan percaya kita kepada-NYA, seraya mendoakan pelaku agar diberikan hikmad oleh DIA yang terlasibkan.

Atty Lainsamputty: Terimakasih bang Denny untuk tulisannya. Pembalasan memamng bukan hak kita...karena hidup kita bukan milik kita tetapi milik Tuhan. Jadi biarlah Tuhan yang Maha Adil membalas semua perbuatan mereka. Tuhan memberkatimu Bang Denny dan keluarga. Teruslah menulis dan teruslah menyuarakan keadilan dan kebenaran. (Asenk Lee)

Terima Kasih Saudaraku yang Beragama Kristen

Makam Albertus Slamet Sugiardi yang sebelumnya berbentuk kayu salib seperti pusara makam Katholik pada umumnya, dipotong bagian atas menjadi huruf "T". Kejadian ini di Pemakaman Umum di Jambon RT 53/13 Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta. (Foto: Tagar/Ridwan Anshori)

Oleh: Denny Siregar*

Entah sudah yang ke berapa kali umat Kristen di negeri ini menghadapi ujian yang menyakitkan hati....

Stempel "minoritas" menjadi ujian berat dalam menghadapi tekanan dari kelompok yang mengaku dirinya "mayoritas". Mulai dari kasus Ahok, kasus Meiliana dan toa masjid, pemboman gereja di Surabaya, sampai yang baru saja terjadi di Yogya ketika ada penggergajian simbol mereka di pemakaman umum.

Tidak mudah menjadi umat Kristen pada masa sekarang ini, terutama ketika virus intoleransi berkembang biak dan merasuki sebagian umat Islam, imbas Arab Spring yang menghancurkan beberapa negara di Timur Tengah. Gerakan-gerakan mengatas-namakan agama datang bergelombang, menekan dari segala arah, menunjukkan dominasinya untuk menguasai wilayah.

Tidak mudah memang membasmi virus Intoleransi yang sudah berakar sejak lama itu. Virus itu menjangkiti banyak elemen mulai pejabat, pengadilan, dokter, bahkan masyarakat biasa. Wabah intoleransi ini adalah akibat dari pembiaran masa lalu, bahkan bagian dari sesuatu yang dipelihara untuk menjadi senjata yang akan digunakan di waktu tertentu.

Untunglah, Indonesia masih diberkati. Masih lebih banyak umat Islam dan Kristen moderat yang masih kuat menggenggam erat tangan mereka di masa sulit ini. Semakin digoyahkan dengan ujian intoleransi, semakin kuat genggaman dikaitkan. "Jangan terpisah, hancur nanti negara kita."

Kita harus berterima kasih pada umat Kristen di negeri ini yang masih sabar dan berpegang pada ajaran Kasih sebagai benteng kuat mereka. Saya tidak bisa membayangkan, jika nilai itu tidak mereka genggam erat, mungkin akan ada balas dendam di daerah di mana mereka mayoritas.

Mayoritas umat Kristen percaya, bahwa masih sangat banyak umat muslim moderat seperti dari Nahdlatul Ulama yang bisa menjaga persatuan Indonesia. Mereka sudah bisa memilah, mana yang radikal dan mana yang sedang terjangkit penyakit mabuk agama. Tanpa NU, mungkin sudah lepas tangan kita karena ada generalisasi terhadap agama.

Terima kasih saudara-saudaraku umat Kristiani. Terima kasih atas kesabaran tinggi yang kalian miliki.

Percayalah, memberantas sikap dan sifat intoleransi ini bukan hal yang mudah. Butuh waktu dan perjuangan yang lama. Setahap demi setahap, karena jika mereka dilawan dengan pukulan, gelombang panas akan kita rasakan.

Teruslah pegang ajaran Kasih itu. Berilah kami yang muslim ini waktu untuk membereskan barisan kami sendiri. Kami juga berjuang supaya agama ini tidak dikotori oleh perilaku-perilaku yang mengotori ajaran ini. Berat memang, karena kami pun dimusuhi. Tetapi sangat layak diperjuangkan untuk negeri yang indah ini.

Sebentar lagi Natal tiba. Dentang lonceng akan bergema di mana-mana. Mari kita jadikan Natal tahun ini sebagai Natal perjuangan bersama. Sebagai pengingat bahwa semua ujian-ujian yang datang, akan mengangkat derajat kita ke tempat yang lebih tinggi, sehingga kita kelak mampu menjadi seorang Kristen dan Muslim yang sejati.

Salam secangkir kopi....

Dari saudaramu yang bukan seiman, tetapi sama dalam kemanusiaan.

*Denny Siregar penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi.

Pusara Salib Digergaji, Ini Kata Sultan HB X dan Pihak Gereja

Makam Albertus Slamet Sugiardi yang sebelumnya berbentuk kayu salib seperti pusara makam Katholik pada umumnya, dipotong bagian atas menjadi huruf "T". Kejadian ini di Pemakaman Umum di Jambon RT 53/13 Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta. (Foto: Tagar/Ridwan Anshori)

Yogyakarta,BS-Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengatakan tak ada tekanan atau ancaman pada pihak keluarga berkaitan pemotongan tanda salib menjadi huruf T.

"Itu dipotong karena sudah ada kesepakatan (dengan keluarga)," kata Sultan HB X kepada wartawan saat menghadiri Dies Natalies UGM Yogyakarta, Rabu (19/12/2018).

Sebelumnya, pusara salib di nisan Albertus Slamet Sugiardi dipotong ramai-ramai dengan gergaji oleh warga di Kota Yogyakarta. Foto dan cerita pemotongan salib makam ini viral di media sosial.

Sri Sultan HB X juga membantah ada demontrasi dari sejumlah warga sekitar makam. "Tidak ada demonstasi atau semacamnya dari warga. Dan itu sudah diselesaikan oleh Pak Wali Kota (Yogyakarta)," tegasnya.

Pria bernama lahir Herjuno Darpito ini mencoba menjelaskan yang sebenarnya. Di daerah tersebut memang mayoritas warganya muslim, tapi ada warga yang beragama berbeda. "Nah, saat meninggal kan mau dimakamkan di Mrican (lokasinya jauh dari rumah), mereka bersepakat dimakamkan di situ. Terus ada kesepakatan, kan itu saja," jelasnya.

Suami dari Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas ini menyayangkan kejadian tersebut diviralkan tanpa mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya. "Itu diviralkan, disebut ada tekanan, demonstrasi atau apa. Padahal aslinya nggak seperti itu," kata Sultan HB X.

Raja yang naik tahta sejak 1989 ini mengungkapkan, apa yang terjadi di Pemakaman Umum Jambon RT 53/13 Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede ini bukan potret Yogyakarta yang intoleran. "Nggak, Yogyakarta bukan intoleran. Itu konsekuensi karena diviralkan, yang sebenarnya tidak ada masalah," jelasnya.

Pada akhir pernyataannya, Sultan HB X berharap dalam berinteraksi dengan internet lebih bijak menyikapinya. Sebaiknya menjadi orang yang tidak mudah terpancing provokasi atau informasi yang belum tentu benar.

Kejadian pemotongan pusara salib bermula saat Albertus Slamet Sugiardi meninggal Senin (17/12/2018) pagi dan dimakamkan siang harinya. Dia dimakamkan di Pemakaman Umum di Jambon RT 53/13 Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta.

Sempat dikabarkan, pihak keluarga mendapat tekanan, namun diketahui antara pihak keluarga, warga dan pengelola makam ada kesepakatan. Jenazah Albertus Slamet Sugiardi boleh dimakamkan di pemakaman tersebut dengan catatan tidak ada simbol agama. Keluarga juga menyepakati jenazah dimakamkan di bagian pinggir makam.

Kesepakatan tersebut dilakukan secara tertulis ditandatangani istri Albertus Slamet, Maria Sutris Winarni, tokoh masyarakat setempat, Bedjo Mulyono, Ketua RT 53, Soleh Rahmad Hidayat dan Ketua RW 13, Slamet Riyadi.

Menurut Slamet Riyadi, sebelum dimakamkan memang pihak keluarga sudah terlanjur memesan pusara berlambang salib. Namun, pihak keluarga sepakat kayu salib dipotong menjadi huruf T. "Pemotongan salib sudah  merupakan hasil kesepakatan secara tertulis. Keluarga ikhlas menerimanya. Jadi tidak ada pemaksaan," kata dia.

Salib Dipotong
Salib yang sudah dipotong (Foto: Facebook Iwan Kamah)
Pernyataan Pihak Gereja

Sementara itu, Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (KKPKC) Kevikepan DIY menyatakan pihaknya melakukan penyapaan kepada keluarga korban terkait kasus pemotongan salib makam.

KKPKC Kevikepan DIY juga melakukan pengumpulan data, koordinasi dengan tokoh-tokoh umat Gereja Paroki Pringgolayan, pertemuan dengan berbagai pihak yaitu tokoh lintas iman di FPUB, Kapolsek, Danramil, serta pertemuan dengan tim pencari fakta FKUB DIY/tim Kanwil Depag. 

"Sebagai kepanjangan tangan dari gereja, tim KKPKC Kevikepan DIY berusaha merespon krisis seoptimal mungkin dengan pengutamaan keselamatan korban," ujar Ketua KKPKC Kevikepan DIY, Ag Sumaryoto dalam siaran pers diterima Tagar News, Rabu (19/12/2018).

Berikut ini hasil penelusuran KKPKC Kevikepan DIY:

1. Benar bahwa terjadi pemotongan salib makam.

2. Status makam pada saat terjadi pemakaman (sejauh pelacakan tim di lapangan) adalah makam umum.

3. Bahwa peristiwa intoleransi yang dialami almarhum dan keluarga bukan peristiwa tunggal. Tim mencatat ada dua peristiwa kekerasan lain yang terjadi sebelum peristiwa ini terjadi. Peristiwa sebelumnya ini sudah sampai pada bentuk kekerasan fisik.

4. Almarhum dan istri sangat baik dan diterima di masyarakat, almarhum adalah aktivis kampung (pelatih koor di kampung), istri adalah ketua organisasi perempuan di kampung. Ini membuat spontanitas dukungan warga kampung pada saat persiapan dan penyemayaman jenazah berjalan dengan baik.  

5. Interaksi warga dengan keluarga sangat baik, tetapi ada sekelompok orang pendatang dengan dukungan luar yang memberi tekanan fisik dan psikis secara langsung maupun tidak langsung melalui sebagian warga.

6. Surat pernyataan yang beredar awalnya diterima istri almarhum dalam bentuk print jadi, dibawa oleh 7 (tujuh) orang dari pihak kelurahan, polsek, koramil, dan pengurus kampung. Surat ditandatangani istri almarhum. Penjelasan yang diberikan kepada istri almarhum adalah untuk mengatasi isu yang berkembang luas di media sosial.  

KKPKC Kevikepan DIY memberikan beberapa point penegasan untuk diperhatikan pihak aparat keamanan dan pemerintah:

1. Adanya pelanggaran terhadap konstitusi UUD 1945 dan  prinsip dasar hidup berbangsa Pancasila sebagaimana termuat di dalam Pembukaan UUD 1945.

2. Melindungi dan membela Hak-hak Asasi Manusia dan hak-hak dasar warga negara Republik Indonesia.

3. Meminta kepada aparat kepolisian untuk melindungi keluarga korban dari segala bentuk tekanan dan ancaman fisik maupun psikis sehingga tetap dapat hidup berdampingan dengan baik dengan warga yang lain.

4. Aparat keamanan menyikapi secara serius adanya ancaman terhadap ketertiban dan keamanan masyarakat dan memperjuangkan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.  

"Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan Kevikepan DIY berkomitmen penuh untuk mengawal kasus ini sampai tuntas," ujar Ag Sumaryoto di akhir siaran persnya.(*)

Sumber: https://www.tagar.id

Kasus Salib Dipotong, PSI: Jenazah pun Didiskriminasi

Sekjen PSI Raja Juli Antoni. ( Foto: istimewa )
"Ketika orang tidak lagi hidup di dunia ini, perilaku diskriminatif itu masih ada," kata Antoni. Perlawanan terhadap intoleransi dari tingkat kulutral dan melalui civil education mendesak dilakukan.

Jakarta, BS- Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengaku prihatin dan mengecam pemotongan salib di makam seorang Kristiani oleh warga di Purbayan, Kotagede, Yogyakarta. Menurut Antoni, kasus tersebut menunjukkan bahwa intoleransi atau diskriminasi tidak hanya diperlakukan terhadap manusia yang masih hidup tetapi juga terhadap jenazah.

"Hal ini membuktikan bahwa diskriminasi itu tidak hanya terjadi sehari-hari dalam kehidupan kita bahkan terhadap jenazah pun, mayat pun ketika orang tidak lagi hidup di dunia ini, perilaku diskriminatif itu masih ada," kata Antoni di Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Antoni mengatakan bahwa bangsa Indonesia memang sedang mengalami krisis kebangsaan yang luar biasa. Karena itu, kata dia, perlawanan terhadap intoleransi dari tingkat kulutral dan melalui civil education melalui jalur politik yang anti-intoleransi sangat mendesak dilakukan.

"Insha Allah saya yakin Pak Jokowi memiliki komitmen tinggi memberantas diskriminasi. Tetapi terkadang memang lingkungan politik, termasuk lingkungan eksternal yang berupa gelombang fundamentalisme agama membuat proses politik berjalan agak sulit," tutur dia.

PSI, kata Antoni, siap mendamping dan mendukung Jokowi di parlemen untuk bertindak lebih tegas menjalankan tugas-tugas kebangsaan dan meletakkan fondasi bangunan kebangsaan yang bebas dari intoleransi dan diskriminasi.

"Saya punya interaksi personal dengan Pak Jokowi. Berulang kali dia menegaskan komitmennya untuk menjaga kebinekaan Indonesia. Insha Allah periode kedua Pak Jokowi akan tuntaskan komitmennya itu," pungkas dia.(*)



Sumber: BeritaSatu.com

Berita Lainnya

.

.
.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya