}); August 2019 | BeritaSimalungun

BERITA TERBARU

MENU BERITA

MATRA-Media Lintas Sumatera (BETA)

MATRA-Media Lintas Sumatera (BETA)
KLIK Benner Untuk Penampakannya
INDEKS BERITA

Diferensiasi Antara Wagner dan Radiapo

Written By Beritasimalungun on Saturday, 31 August 2019 | 10:23

St Irjen Pol Drs. Maruli Wagner Damanik, MAP saat blusukan di Kabupaten Simalungun baru-baru ini. Foro Robby Saragih
Beritasimalungun-Saya tak perlu lagi menceritakan siapa itu St Irjen Pol Drs. Maruli Wagner Damanik, MAP. Beliau sudah lebih duluan wara-wiri di medsos ini. Yang justru menarik adalah munculnya pendatang baru yang cepat “booming”: Radiapo Hasiholan Sinaga, SH.

Yang namanya Gidion Purba, Waston Purba dan Amran Sinaga, ibarat judul tembang lawas “Layu sebelum Berkembang”.

Jika Wagner (kita sebut saja MWD) fokus ke dunia pendidikan (YPPM = Yayasan Peduli Pendidikan Marsiurupan), maka Radiapo (kita sebut saja RHS = Radiapo Hasiholan Sinaga) fokus ke pengembangan ekonomi.


“Sandok” (singkat kata), MWD hidup di lingkungan serba komando, sedangkan RHS hidup di lingkungan risiko yang butuh dikelola dengan baik.


Status-status ku selama ini sudah menunjukkan bagaimana kondisi Simalungun. Butuh yang pertama atau yang kedua?


Soal integritas, dua-duanya tak perlu diragukan. MWD hidupnya “cukup-cukup saja” jika dibandingkan dengan pangkatnya yang menjulang sampai bintang 2.

Tapi, tentunya RHS juga sangat berintegritas. Bagaimana mungkin bisnisnya (finansial dan real estate) bisa berkembang ke mana-mana kalau dia tak punya integritas?

Bisa sih berkembang pesat kayak balon yang menggelembung (“balloon business”, “balloon economy”), tapi tiba-tiba. Dia tidak. Bisnisnya mekar terus.

Politik itu cair. Dinamis. Makanya kita harus lihat perkembangan dari menit ke menit. Tahapan pun baru mulai September 2019 ini kok.

Tapi, dengan masing-masing pembeda (diferensiator), kedua calon tersebut di atas, sangat layak dukung. Satu lagi yang membedakan RHS dari MWD adalah soal logistik.

“Maksud Mimin (pembuat status) soal logistik ini, jelasnya bagaimana kira-kira?” Tunggu, masih RHS.  (NB: Ibaen na bamu do da Gawei ase hupatugah on. Ha … 6x).(Sumber: FB Rikanson Jutamardi Purba)
 

Masih Ada Indonesia di Masjid Cempaka Putih

Keluarga Kristen melakukan upacara doa untuk saudara yang meninggal, di halaman masjid di Cempaka Putih, Jakarta. (Foto: Facebook/Jeferson Goeltom)
Oleh: Denny Siregar
 
Beritasimalungun-Hari ini hati saya meleleh. Sebuah foto indah tiba-tiba tersaji di depan mata. Umat Kristen melakukan ibadah di sebuah masjid di Jakarta.

Wow, di masjid?

Ceritanya ternyata begini. Ada seorang warga beragama Kristen meninggal dunia. Tapi jenazahnya yang sudah ada di dalam peti mati tidak bisa dibawa ke rumahnya, karena gang yang sangat sempit.

Akhirnya warga di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, mempersilakan keluarga dan umat Kristen yang hendak melakukan ibadah bagi orang yang meninggal untuk memakai halaman masjid. Dan begitulah, foto itu viral di mana-dimana sampai mampir ke tempat saya.

Saya terharu sangat. Jakarta sempat dikenal sebagai kota intoleran karena peristiwa saat Pilgub DKI lalu, di mana masjid-masjid dijadikan tempat bersarang kelompok radikal yang bahkan menolak mayat orang meninggal untuk disalatkan, hanya karena berbeda pilihan.
 
Mereka yang bukan saudaramu dalam iman, adalah saudaramu dalam kemanusiaan.

Peristiwa itu masih membekas sampai sekarang dan menjadi alarm bahwa toleransi di sekitar kita ternyata sudah mati, bahkan untuk saudara seiman.

Masih ditambah penolakan pembangunan rumah ibadah di banyak daerah. Yang terakhir pembubaran umat Kristen yang sedang beribadah di Riau.

Kejadian di masjid Cempaka putih itu menjadi petunjuk, bahwa masih banyak umat Islam moderat yang menjunjung tinggi hubungan kemanusiaan meski berbeda agama. Umat Islam moderat ini lebih banyak diam, sehingga narasi di media sosial lebih banyak dikuasai oleh umat Islam radikal.

Saya akhirnya percaya, bagaimana Indonesia adalah negara istimewa yang diberkahi oleh Tuhan. Kita memang punya masalah besar terhadap masalah toleransi disini, tetapi pelan-pelan kita mulai menciptakan serumnya.

Masih ada Indonesia di Cempaka Putih. Semoga Indonesia masih tumbuh di banyak daerah lainnya.

Saya jadi teringat perkataan Ali bin abu Thalib RA, "Mereka yang bukan saudaramu dalam iman, adalah saudaramu dalam kemanusiaan."

Big Hug, saudara-saudaraku dalam iman dan dalam kemanusiaan. Penulis buku Tuhan dalam Secangkir Kopi. (*)

Upaya Memutilasi Indonesia Dari Papua

ILUSTRASI-Presiden Jokowi saat berkunjung ke Kaltim.
Oleh : Varhan Abdul Aziz

Beritasimalungun-Tiga kejadian besar mengenai Papua terjadi dalam waktu yang berdekatan. Peristiwa Asrama Papua di Surabaya,  Kerusuhan Manokwari,  Hingga Insiden Yang Menggugurkan 1 TNI dan 2 Warga Sipil di Deiyai.

Anehnya semua berlangsung cepat. Seperti dikoordinir dengan sistematis. Di Deiyai kemarin 1/2 Jam setelah kejadian, Kantor Berita Reuters yang berpusat di London membuat berita yang menyatakan 6 warga sipil tewas di tangan aparat. 

Padahal Hoax!!!  Yang sebenarnya terjadi 1 TNI gugur dipanah di kepala dengan beberapa tancapan bambu panah.  Melihat fotonya membuat geram,  abdi negara dianiaya, gugur dalam tugas oleh sesama saudara sebangsanya di papua.

Tidak ada yang bersuara,  mana Komnas HAM yang biasa jadi kompor saat ada sipil wafat?  Mana LSM yg biasa semangat koar2 ketika sipil yang jadi korban?

"Tidak ada yang kebetulan dalam politik. Kalau ada yang kebetulan, berarti itu telah direncanakan!"
- Franklin D Roosvelt, Presiden Amerika ke 36-

 Mengetahui pemberitaanya hoax,  Reuters langsung mengubah judul beritanya kemarin malam.  Tapi tetap saja tendensius, sudut pandangnya menyalahkan Aparat. "Shooting at protest in Indonesia's Papua, police say three dead". Judulnya diubah, hoaxnya sudah terlanjur tersebar.  Mereka Minta maaf? Tidak!

Sekarang apa tujuan kantor berita  asing membuat berita dengan nada  Mengadudomba, kalau bukan karena tujuan propaganda?  Media yang  jauh di London, lebih cepat memberitakan daripada Tempo atau Kompas yang ada di Jakarta. Aneh!

Pasti ada Insentif yang didapatkan dari pihak berkepentingan. Tujuannya  Apa?  Disintegrasi Indonesia!!! Indonesia mau dimutilasi dimulai dari Papua!

Benar saja, hasil gorengan di Deiyai ini,  mem-blow up isu Referendum. Bahkan, berdasarkan info Kapendam  Cendrawasih, aksi di kantor bupati Deiyai ini,karena masa minta Bupati menyetujui referendum,  namun Bupati tidak mau,  maka masa lain mulai berdatangan memanah Aparat yang tak bersenjata. Mereka diperintah untuk persuasif, hasilnya, pembantaian  aparat yang menjaga keamanan

Aneh ya kedengaranya?  Tapi nyata,  karena aparatnya berniat baik tidak mau menyakiti rakyatnya,sedang  rakyatnya malah membunuh aparatnya. Serda Rikson Prajurit Kodam II Sriwijaya, jauh ia pergi dari Sumatera menjalankan tugas negara,  gugur mengenaskan dipanah dI Papua. Melihat foto nya  saat terpanah,  sungguh biadab para pelakunya.

Ingat Referendum Timor Timur yang akhirnya lepas dari Indonesia?  Bagaimana Timor Leste hari ini? Silahkan di Cek Sendiri, kepentingan asing sangat terasa pasca memisahkan diri dari Indonesia.

Belajar dari pengalaman Timor Timur,  pemerintah sdh seharusnya takkan pernah menurut pada upaya disintegrasi bangsa. Pada kasus Timor Timur, Mayoritas Rakyat menginginkan tetap bersama NKRI.  Namun fakta di TPS,  Timor Timur Pisah! 

Apapun kecurangan yang mungkin terjadi saat itu, salah satunya, banyaknya warga yg tidak bisa menyuarakan pendapatnya, menjadi pelajaran besar bangsa ini,  untuk tetap menjaga kedaulatannya dengan tidak menuruti isu2 referendum.

"Sejengkal Tanahpun Takkan Kita Serahkan Pada Lawan, Tapi Akan Kita Pertahankan Habis - Habisan!!! "

Quotes Jenderal Sudirman diatas, harusnya menyadarkan seluruh Bangsa Indonesia,  untuk memberikan dukungan kepada Papua. Menyemangati mereka untuk cinta pada Tanah Airnya Indonesia.

Betapa kuatnya persaudaraan kita,  hingga orang sumatra yang lebih mirip orang malaysia,  namun merasa lebih dekat persaudarnya kepada Papua. Meski beda karakter fisik dan budaya,  namun dipersatukan dalam satu kata INDONESIA.

Kita tidak ingin seperti Soviet yang terpecah menjadi 15 negara. atau mengulang sejarah negara2 boneka bentukan Belanda dalam Republik Indonesia Serikat. Indonesia memiliki hak penuh mempertahankan Negaranya.  Tidak ada satupun orang,organisasi atau negara lain yang boleh mendikte apa yang harus Indonesia lakukan untuk menjaga keutuhan negaranya.

Amerika pasti takkan mau kalau Hawai atau San Fransisco menyatakan referendum pemisahan diri bukan?  Atau Inggris takan mau bila Scotlandia pisah dari Great Britain? Begitupun negara Cina sedemikian represifnya mempertahankan mempertahankan Provinsi Xinjiang agar tidak lepas dari kekuasaan mereka.

Papua diselamatkan NKRI dengan harga nyawa yang tidak murah. Operasi Trikora,  Pertempuran Laut Aru Yang Menenggelamkan KRI macan kumbang,  hingga gugurnya komondor Yos Sudarso yang menggelorakan pertempuran habis2an, harusnya menjadi hikmah yang meneguhkan sikap kita.

Ingatlah jasa para veteran Operasi Amfibi terbesar di Indonesia dalam operasi Jaya Wijaya yang melibatkan 1000 wahana tempur dan 16000 Pasukan TNI yang siap membela Papua kedalam pelukan NKRI.  Sedemikian kuatnya naluri perjuangan Indonesia sebagai bangsa Merdeka,  membuat Belanda saat itu akhirnya melepas Papua menjadi Indonesia Seutuhnya.

Jangan sampai tangis air mata veteran operasi seroja Timor Timur, terulang kembali membasahi tanah Indonesia karena lepasnya papua. Jangan sampai anak cucu kita membaca buku sejarah di sekolah,tentang pernah adanya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terpecah menjadi negara2 kecil di masa depan nanti.

Kita tentunya tak mau,  warga Jakarta Pergi Ke Jawa Timur dengan stempel Passport di perbatasan. Atau Orang sunda yang harus mengurus Visa saat masuk ke Kalimantan. Maka bersatulah, berikan dukungan persatuan Indonesia dengan pandangan positif untuk Indonesia dalam menjaga Papua di media sosial.

Kita yang ingin tetap dapat bergerak bebas dari ujung sabang  sampai merauke sebagai seorang Indonesia. Papua Adalah Kunci! (Penulis Adalah
Alumni Magister Prodi Ketahanan Nasional, Universitas Indonesia)

Jeka A Saragih Berbagi Foto Jelang Laga MMA di Filipina

Jeka A Saragih saat latihan jelang laga di Filipina. Foto-Foto Dok Pribadi Jeka saragih yang dibagikan di DWA.



Jeka A Saragih saat ke Samosir.



St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti

Written By Beritasimalungun on Friday, 30 August 2019 | 09:27

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH. Foto FB
Beritasimalungun- St Adriani Heriaty Sinaga SH MH, Srikandi Boru Simalungun yang mengabdi di Satria Biru Damkar Kota Bandung itu telah 31 tahun mengandi sebagai PNS/ASN. Lalu bagaimana pengalaman Adriani Heriaty Sinaga sebagai ASN di Pemerintahan Kota Bandung selama 31 tahun lamanya? Lewat linimasa sosial media (FB) Adriani Heriaty Sinaga mengisahkannya.

Adriani Heriaty Sinaga: Tuhaaaan, malam ini (Kamis 29 Agustus 2019) hati ku sedih, air mata berjatuhan, karena malam ini tinggal menghitung jam untuk meninggalkan tugas saya sebagai pelayan masyarakat pada Dinas Kebakaran Dan PB Kota Bandung yang sudah mengabdi bersama teman-teman kurang lebih 10 tahun.

Pengabdian sebagai PNS/ASN 31 tahun lamanya. Suka duka selama bertugas yang saya alami dengan senyum, jeritan dan air mata. Bahkan gelombang yang dasyat sekalipun harus diterjang untuk mencapai tujuan kesuksesan dalam tugas yang gemilang, untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan bersama teman-teman seperjuangan. 


Disiplin dan cita-cita, keinginan tinggi dapat diraih bersama doa-doa orang tua saya ( Mamak ku Sanni Br Purba) yang begitu setia melipat tangannya menyerahkan saya kedalam tangan Tuhan.

Begitu juga dukungan suami tercinta (St Monang Saragih SH) yang begitu setia mendukung karir saya dengan penuh pengorbanan moril maupun materi. Terlebih mendukung saya dalam doa-doanya.

Doa anak-anak, doa-doa menantu serta doa cucu-cucu yang menyertai tugas-tugas saya. Pada akhirnya mencapai finis terakhir sampai Purna Bakti Jumat 30 Agustus 2019 dalam keadaan sehat dan suka cita.

Akhirnya berakhirlah semua melepaskan status kepegawaian saya sebagai PNS/ ASN KOTA BANDUNG PADA DINAS KEBAKARAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA KOTA BANDUNG PADA HARI JUMAT 30 AGUSTUS 2019.

Patut saya syukuri dan berlutut dihadapan MU Tuhan, serta mengucap syukur atas kebaikan Nya yang begitu setia memberkati saya dalam tugas pelayanan sebagai istri/ibu rumah tangga dan tugas pelayanan dimasyarakat dan melayani Tuhan, walupun sering absen dan bolong-bolong melayani Tuhan.

Terpujiujilah Tuhan, yang akhirnya dengan suka cita dan air mata bahagia, menurut aturan, bahwa umur 58 tahun berhenti, dengan SK PENSIUN ! Terimakasih pak Kadiskar, pak Sekdis, para Kabid-Kabid dan Kasi-kasi serta Kasubag-Kasubag dan seluruh staf.

Juga tak lupa Satria-Satria Biru kuuuu di Diskar PB Kota Bandung. Saya pamit serta mengucapkan, mohon maaf, lahir batin atas kesalahan saya selama saya bertugas di Diskar PB Kota Bandung. Doa saya yang terbaik untuk semuanya dan mohon dukungan doanya juga untuk saya. Tuhan memberkati kita semuanya.

Wanita berdarah Batak Simalungun kelahiran Medan 23 Agustus 1961 ini, dalam menjalankan jabatan di Diskar PB Kota Bandung banyak suka duka yang dihadapi. Mulai dari memperhatikan dan menyaksikan Pasukan Satria Biru (Damkar Kota Bandung) saat bergerak cepat memadamkan kobaran api. Selamat Pensiun Inang Tongah, Kembalilah Jadi Pelayan Tuhan Dalam Sukacita Hingga Akhir Hayat. (Asenk Lee Saragih)


Gallery Foto Kegiatan Adriani Heriaty Sinaga SH MH Saat Menjalankan Tugas. (Foto-Foto FB Adriani Heriaty Sinaga)





























St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti, Jumat 30 Agustus 2019.

HBB Bentangkan Spanduk Tolak Wisata Halal Syariah di Danau Toba

Written By Beritasimalungun on Thursday, 29 August 2019 | 16:53

HBB Bentangkan Spanduk Tolak Wisata Halal Syariah di Danau Toba.(Kolase WA)
Beritasimalungun, Medan-Ketua DPP Organisasi Masyarakat (Ormas) Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul SH MH mengajak masyarakat Batak untuk membentangkan spanduk penolakan Wisata Halal dan Syariah di Kawasan Danau Toba seperti yang diwacanakan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Donasi dari simpatisan HBB untuk membuat spanduk terus mengalir ke Rekening Ormas HBB Pusat yakni Bank Mandiri An. Horas Bangso Batak No 105.001.3772.763. Donasi dari Rp 50 Ribu hingga Rp 200 Ribu juga secara transparan dipublikasikan di Group WA HBB. 

Donasi itu diperuntukkan untuk mencetak dan biaya pemasangan spanduk penolakan Wisata Halal dan Syariah di Kawasan Danau Toba. 

Lamsiang Sitompul SH MH juga telah mengundang semua Anggota Bidang Hukum HBB terkhusus kepada rekan-rekan advokat dalam rapat hari Jumat, 30 Agustus 2019 Pukul 14.00 WIB di Kantor DPP Horas Bangso Batak Jala Setia Budi Pasar I Perumahan Classic II No 77 Pukul 14.00 WIB. Materi rapat 1  Pendirian LBH HBB, 2. Masalah ujaran kebencian, hoaks, intoleransi dan Radikalisme, 3. Kebebasan beragama, 4. Lingkungan Hidup, 5. Advokasi terhadap masyarakat umum dan hal lain yang timbul dalam rapat . 

Sementara Zainal Nainggolan, penggiat Peduli Danau Toba mengatakan, Danau Toba terletak di Sumatera Utara. Daerah ini adalah icon sejarah dan pusat budaya suku Batak. Masuknya agama Kristen menjadikan masyarakat Batak di daerah ini memeluk agama Nasrani kurang lebih 99%.

“Ketika saya membaca berita program Gubernur Sumatera Utara tentang pembangunan Danau Toba, saya banyak merenung dan gelisah. Gelisah karena pernyataan rencana Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ingin menertibkan potong daging babi dan mendirikan beberapa Mesjid,” ujarnya. 

“Mungkin pak Gubernur Edy tidak paham bahwa di kawasan Danau Toba itu, masyarakatnya penganut agama Nasrani kurang lebih 99%. Kedua, pembangunan Danau Toba itu seharusnya bukan bertujuan untuk memiskinkan perekonomian warga disana, tetapi harus meningkatkan pertumbuhan perekonomian rakyat dan pemda. Kalau bapak Edy ingin menertibkan ternak babi, tertibkanlah dan tutup perusahaan ternak yang beroperasi di Kawasan Danau Toba itu. Selama ini, perusaan ternak yang mengotori Danau Toba tetapi ekonomi dan kebutuhan rakyat yang bapak kebiri,” kata Zainal Nainggolan seperti dituliskannya di linimasa sosial miliknya. 

Disebutkan, membangun beberapa Mesjid, Pak Edy juga tidak paham bahwa warga di kawasan Danau Toba itu kurang lebih 99% penganut agama Nasrani. Di kawasan sentral wisata Danau Toba sudah ada mesjid di setiap kabupaten 1 hingga 3 mesjid. 

“Pak Edy juga tidak paham bahwa kawasan wisatawan itu adalah tempat untuk liburan bukan untuk tempat beribadah. Kalau tujuannya untuk beribadah tempatnya bukan di kawasan Danau Toba. Terkusus, Danau Toba adalah tempat wisata adat bahkan pusat icon budaya dan sejarah Batak maupun agama Nasrani,” ujarnya. 

Zainal Nainggolan menambahkan, masyarakat ingin kawasan industri Danau Toba dihiasi tradisi Kekristenan dengan Nuansa Nasrani untuk menarik wisatawan ditingkat Internasional dan Nasional. Sama halnya selama ini, di Bali tidak ada aturan wisatan HALAL Syariah namun Bali begitu populer di luar negari karena keindahan dan keramahan warga Bali selain unik. Unik karena wisatawan budaya Bali. 

“Mari kita lihat berbagai tempat wisatan umum yang bertarap Internasional, seperti Bali dan di benua Eropa sana. Mereka mempercantik alam wisatawan dengan berbagai seni dan budaya bahkan tradisi keaganaan setempat menjadi dayatarik wisatawan Bali. Di Eropa, selain alamnya cukup indah yang diberikan Tuhan, mereka menghiasi berbagai bangunan seni dan tempat hiburan. Tempat hiburan dan tempat bersantai yang sangat unik yang mampu menarik wisatawan. Bahkan sampai di dalam laut mereka mendirikan restoran,” terang Zainal Nainggolan.

“Saat ini, Presiden Jokowi Widodo telah bekerja keras untuk membangun infrastruktur dan itu memang program yang paling penting. Selanjutnya, kita tinggal melanjutkan membangun gaya mempercantik Danau Toba dan tempat hiburan yang tidak berlawanan dengan norma agama,” katanya.

“Empat tahun yang lalu, saya banyak membagikan artikel-artikel tentang pembangunan mempercantik Danau Toba. Saya rasa jika itu deterapkan sungguh luar biasa indahnya Danau Toba selain hemat anggaran,” ujar Zainal Nainggolan. 

Zainal Nainggolan juga menekankan, jangan bawa agenda agama untuk pembangunan Danau Toba,  namun bagaimana kawasan ini mampu menjadi kawasan industri tujuan destinasi wisatawan bertaraf Internasional yang mampu menarik wisatawan dari dunia Internasional. 

“Kedua, bagaimana bapak mampu untuk membangun industri kreatif sebagai soufenir wisatawan  yang berkunjung ke kawasan Danau Toba sehingga meningkatkan pertumbuhan perekonomian rakyat dan menciptakan lapangan kerja. Salam Danau Toba. Ayo siapa lagi yang terbeban silahkan mendaftar. Mari berjuang bersama-sama,” kata Zainal Nainggolan.
Obyek Wisaya Danau Toba.(Istimewa)
Pengembangan Wisata Halal

Mengutip https://www.republika.co.id, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba terus mengoordinasikan proses pelaksanaan wisata halal di kawasan Danau Toba, Provinsi Sumatra Utara.

Usai menyambut wisatawan yang tiba di Pelabuhan Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, April 2019 lalu, Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo mengatakan, wisata halal yang menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan kawasan strategis nasional itu.

Apalagi mayoritas wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Danau Toba berasal dari Malaysia yang mayoritas beragama Islam. "Sekitar 50 persen wisatawan mancanegara di Danau Toba itu berasal dari Malaysia," katanya.

Secara umum, kata Arie Prasetyo, lokasi yang dikunjungi wisatawan ketika berwisata ke Danau Toba adalah Parapat dan Samosir. Untuk kawasan Parapat, fasilitas wisata halal tersebut cukup banyak, termasuk rumah ibadah dan restoran yang menyediakan makanan halal.

Namun pihaknya mengakui fasilitas tersebut masih minim di Samosir, terutama di Tomok yang menjadi salah satu lokasi utama kunjungan wisatawan. Karena itu, BPODT terus berkoordinasi dengan Pemkab Samosir untuk mendukung penyediaan fasilitas halal di berbagai lokasi wisata.

BPODT juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk menyiapkan dan membangun fasilitas ibadah di Samosir.

Dengan keberadaan fasilitas wisata halal dan rumah ibadah tersebut, wisatawan yang beragama Islam dapat beristirahat sejenak ketika memasuki waktu sholat.

Jika tidak ada fasilitas wisata halal dan rumah ibadah tersebut, dikhawatirkan wisatawan yang beragama Islam tidak dapat berlama-lama di Samosir karena harus mencari makanan halal atau tempat beribadah.

“Jadi, rumah ibadah itu bisa menjadi semacam rest area. Kalau tidak ada, kunjungan mereka hanya sebatas makan siang atau sampai masuk saat ibadah," katanya didampingi Humas BPODT Ondo Ria Simatupang.

Menurut dia, berbagai fasilitas wisata halal tersebut sangat mendukung kenyamanan wisatawan yang beragama Islam sehingga long of stay mereka menjadi lebih lama.

Dari koordinasi yang dilakukan selama ini, Pemkab Samosir juga mendukung dan memberikan respons positif mengenai keberadaan fasilitas wisata halal tersebut. Namun ada beberapa masyarakat yang masih belum menerima. "Itu perlu terus disosialisasikan," ujar Arie Prasetyo.(Asenk Lee Saragih)
 

Siapanya Wagner Damanik Itu?

MWD bersama Robby Saragih. FB
Beritasimalungun-Ehemmmm...sori dulu kawan lagi musim batuk ini jadi batuk dulu awai biar gak terganggu awak ngomong.

Akhir ini agak hangat ku tengok udah kayak goreng pisang tentang siapanya yang jadi ke Simalungun 2020 ini. Kedei kopipun sudah makin laku karena makin seru pembicaraan itu. 

Tapi ku tengok udah mulai banyak kotak-kotak yang mulai terbentuk, cam kotak marga atau kotak kampung terakhir yang agak kojam kotak agama. 

Nanti dululah itu, karena bicara bakal calon aku sor kali ngomongi Wagner Damanik. Bukan karena yang lain gak baik atau tak sosok cuman ini pula yang ku kenal dan mantap kali awak rasa. Kalo jadi awak bangga bupatiku seorang jenderal...hehehe

Jadi, siapa si Wagner Damanik ini? Ku kenal dia 2017 karena ada acara apa gitu di Jakarta pas awak kuliah, tapi makin kenal di 2018 lah. 

Saat itu kami kesulitan cari pejabat Simalungun untuk konsultasi acara budaya di Jakarta. Dia udah jenderal masih mau peduli sama kami padahal masih banyak tugas atau urusannya. 

Dan dari situlah kulihat sosoknya yang rendah hati, tulus, berwibawa dan berkompeten. Gak tanda kalilah jenderal yang awak dengar di kuping awak dulu. Ngomong kamipun cair dan gak ada jaim-jaim betullah ini jenderal Simalungun itu.

Ku cek-cek lagi, ternyata bapak itu Sintua di GKPS Cikoko Jakarta, pembimbing pemuda pula, untung kali mereka pemuda sana dibimbing sama jenderal. 

Setelah itu beliau Majelis Gereja di GKPS juga yang diisi tokoh-tokoh Simalungun. Betullah pangkat itu hanya simbolis bagi beliau, dia tetap jaga indentitasnya. 

Di Simalungun pun dia udah ada yang dibuatnya di bidang pendidikan tapi kayaknya gak di umbar-umbarnya. Yayasan Peduli Pendidikan Marsiurupan juga dia yang menjadi dalang utama.

Kami pun alumni SMA Plus PMS/Ikaspra merekomendasi bapa ini jadi dewan pembina mau juga bapak itu padahal masih banyak hal yang dilakukannya di sela-sela kesibukannya. Memang awak gak habis pikir sama ketulusan Beliau. Sorkalilah awak...

Itulah ceritaku makanya aku sor dia ke Simalungun ini. Kalo suaraku bisa bikin menang langsung ku kasih tanpa pikir panjang awak. 

Tapi ya udahlah, keluarga sama kawanku samanyalah. Kalo adapun kawanku yang beda pilihan tetap ngopinya kita. Terus gak aci saling menjelekkan ya...

Okehh ya...itulah tentang Wagner Damanik, kalo tentangku mau kau tanya ndak usah, belum waktunya. #GakAciCeng. (FB-Robby Saragih)
 

Brosur RHS Menuju Bupati Simalungun

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 27 August 2019 | 20:24

Brosur RHS Menuju Bupati Simalungun

"TOMAT JEBLOK" MULANA
 
(Bermula dari "Tomat Jeblok")
 
Oleh: Rikanson Jutamardi Purba

Beritasimalungun-SAMA seperti terhadap MWD, kali ini kita publikasikan apa sebenarnya RHS sukses Radiapo Sinaga itu.

Booklet ini saya peroleh dari Bapak Albert Sinaga ketika peresmian "center" RHS, 24 Agustus 2019, lalu. Setahu saya, beliaulah (ALS) yang mempersiapkan booklet ini.

Pesbukers bisa baca sendiri, bagaimana keberhasilan RHS seperti saat ini dimulai dari kisah "tomat jeblok".

Dia pantang menyerah. Setelah "tomat jeblok", dia pun bangkit lagi dengan beternak ikan emas. Jadi buruh di peternakan ikan orang lain. Sekali lagi, ikan emasnya pada mati akibat virus.

RHS tak "terduduk", dia bangkit lagi. Begitu seterusnya. Jadi-dia baca atau tidak dia baca dia mengikuti nasehat Jack Ma si Alibaba. 100 kali jatuh, tapi 101 kali bangkit.

Maka, dia tetap pada posisi berdiri, karena dari "terduduk", dia bangkit lagi.

Anda bilang dia petarung sejati? Saya pun setuju-setuju saja. Karakter seperti ini perlu dicontoh anak-anak milenial zaman now.

Daripada saya menjurus subjektif menilai siapa RHS itu, sila Anda baca sendiri saja booklet beliau ini: (FB-
Rikanson Jutamardi Purba)
Brosur RHS Menuju Bupati Simalungun

Brosur RHS Menuju Bupati Simalungun

Brosur RHS Menuju Bupati Simalungun

Brosur RHS Menuju Bupati Simalungun

Brosur RHS Menuju Bupati Simalungun
Brosur RHS Menuju Bupati Simalungun

Brosur RHS Menuju Bupati Simalungun

Brosur RHS Menuju Bupati Simalungun

Brosur RHS Menuju Bupati Simalungun

Brosur RHS Menuju Bupati Simalungun

Brosur RHS Menuju Bupati Simalungun

Brosur RHS Menuju Bupati Simalungun

Brosur RHS Menuju Bupati Simalungun

Brosur RHS Menuju Bupati Simalungun

Brosur RHS Menuju Bupati Simalungun

Berita Lainnya

.

.
.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya