. "Apa Lagi Yang Kurang Di Simalungun Ini?" | BeritaSimalungun
Home » , , , , » "Apa Lagi Yang Kurang Di Simalungun Ini?"

"Apa Lagi Yang Kurang Di Simalungun Ini?"

Written By Beritasimalungun on Sunday, 15 March 2020 | 07:21


"Senandung Simalungun di Siantar" yang diselenggarakan di Ballroom Siantar Hotel, Sabtu, 14 Maret 2020, 19.00 WIB.(FB)
Oleh: Rikanson Jutamardi Purba

Beritasimalungun-MARIA Saragih, seorg dari Trio Sitalasari, mengalunkan lagu "Urat-urat" dng "inggou" (cengkok) yang sangat cantik.

Alunan saksofon Doddy Purba Sidagambir mengisi nada2 bernuansa Karo itu. Keyboard dipegang Raden Saragih.

Lantas, Supra Purba Tambak membawakan "Apuy ni par sini-Silou" (lagu kebangsaan Kerajaan Dolog Silou, Purba Tambak) yg bikin kita tak sekadar merinding lagi, melainkan sdh MELELEH.

Yang bikin suasana lebih "cantik" lagi, Lawei Lovely Maruli Damanik sebagai "hasuhuton bolon" (tuan rumah) saya salami di pintu masuk dng sedikit "guilty feeling".

Soalnya, dng bercanda, beliau menyapa saya dng "Horas RHS...!" Gimana nggak lantas muncul rasa bersalah coba?

Perhelatan kali ini adalah ancaknya marga Damanik, Raja Siantar. EO-nya dipimpin Lawei Joan Berlin Damanik Full / Joan Berlin Damanik Part II. WD BISA dong?

Lagian, saya 'kan Purba Pakpak, keturunan Raja Purba?

Tapi, itulah kita Simalungun ini: sangat demokratis. Dan, suasana itu muncul di acara "Senandung Simalungun di Siantar" yg diselenggarakan di ballroom Siantar Hotel, Sabtu, 14 Maret 2020, 19.00 WIB.

Dibilang demokratis, karena tak masalah siapa pun pilihan kita dan dari kerajaan mana pun kita.

Tak masalah, karena marga Sinaga (Kerajaan Tanoh Jawa), Girsang (Kerajaan Silimakuta), Purba Dasuha (Kerajaan Panei), dan Saragih Garingging (Kerajaan Raya), campur-baur di sini.
Agus Erdiaman Purba duet dengan Arlinda Damanik. (Foto Didik J) 
Saat ini, Sanggar Seni Sihoda melantunkan "Taur2". Semua meleleh kayak tumplek blek dalam sebuah "melting pot".

Siantar-Simalungun memang ibarat sebuah "melting pot". Banyak etnis berbaur di sini ibarat Indonesia mini. Toleransi antar-umat beragama pun tinggi (no. 3 di Indonesia).

Raja2 Simalungun dulu pun "welcome" thd pendatang. Kurang demokratis apa coba?


Jadi, nggak ada yang kurang lagi di Simalungun ini. Maka, siapa pun kita, siapa pun pilihan kita, asal Simalungun ini lebih maju, mari kita mainkan.

Dan, Jhon Elyaman Saragih pun mengajak "audience" nyanyi bersama. Begitu masuk lagu ke-2 ("Kabar2 Angin"), seluruh "audience" pun spontas ikut nyanyi dari awal sampai akhir lagu.

Pokoknya, tunggakan ke leasing langsung lupa. Ha... 6x. #SalamBiusCantik. NB: Lihat "bulang" seorg ibu yg di foto itu. Bulang dng hijab pun tetap cantik dilihat.(BS-Penulis Adalah Pemerhati Seni Budaya Simalungun & Pegiat Sosmed)


Share this article :

Post a comment