. Penonton Berikan Bintang 5 Untuk Film "Ngeri-Ngeri Sedap" (N2S) | BeritaSimalungun
Home » , , , , » Penonton Berikan Bintang 5 Untuk Film "Ngeri-Ngeri Sedap" (N2S)

Penonton Berikan Bintang 5 Untuk Film "Ngeri-Ngeri Sedap" (N2S)

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 21 June 2022 | 08:26

IST

BS
-Sejak ditayang di bioskop-bioskop di Tanah Air, Film "Ngeri-Ngeri Sedap" (N2S), 2 Juni 2022 lalu, jumlah penonton hingga kini sudah tembus 1,5 Juta. Lalu penonton memberikan penilaian terhadap film ini. Bahkan ada yang memberikan lima bintang untuk film N2S ini. Berikut dibawah ini ulasan dari Haposan Sijabat tentang Film N2S.

Awalnya saya tak berharap banyak saat mau nonton "Ngeri-Ngeri Sedap" (N2S) ini. Pertama karena diajak anak. Kedua karena saya memang blank ini film apa. Clue terdekat hanya, "kayaknya ini film komedi bin humor". Karena ada Tika Panggabean Project Pop, Boris Bokir, dan beberapa nama komika lainnya. Apalagi judul N2S yang mirip-mirip judul film Warkop jadul (Kanan-Kiri Oke, Maju Kena Mundur Kena).

Tapi setelah 2-3 menit pertama berjalan, tampaknya ini bukan film (full) komedi, meski dialog-dialognya cukup humoris, namun terasa sangat terkendali. Tidak dilepas blas.

Singkat cerita, ini kisah tentang keluarga Batak dengan empat anak (3 anak lelaki + 1 anak perempuan) yang sudah melewati masa remaja. Masuk periode early adults. Ketiga anak lelaki merantau di pelbagai kota.

Hanya anak perempuan (anak kedua, seorang PNS) yang tinggal di rumah menemani kedua orang tuanya. (Sang ayah diperankan aktor kawakan Arswendi Nasution, sang ibu oleh Tika Panggabean).

Ternyata keluarga ini memiliki ketegangan internal yang tak terendus dari luar. Anak-anak (terutama yang lelaki) nggak ada yang akur dengan sang ayah. Mereka semua memberontak dengan cara masing-masing terhadap sang ayah yang otoriter dan selalu menjadikan adat Batak sebagai standar hidup.

Masalah muncul karena sang nenek (Oppung) dari pihak ayah, harus membuat satu acara adat yang mandatory harus dia lakukan. Namun bagi sang Opung, sehebat apapun pesta adat yang akan dihelat, nggak akan ada artinya kalau cucu-cucunya nggak bisa hadir di kampung. Percuma.

Terjepit oleh keinginan sang Oppung dan kekeras kepalaan anak-anak yang emoh mudik, sang ayah lalu menyusun muslihat agar anak-anaknya mau pulkam. Sang istri yang awalnya emoh terlibat dalam muslihat itu, akhirnya setuju menjadi "partner in crime" bagi suaminya, agar anak-anak mereka mau datang.

Seperti apa muslihat itu? Nah, ini yang harus ditonton. Karena sepanjang muslihat dijalankan, satu persatu kebenaran yang disembunyikan anggota keluarga itu mulai terkuak. Rahasia demi rahasia, kekesalan demi kekesalan yang tak tersalurkan dan harus selalu disembunyikan sebelumnya.

Untungnya, kisah tak terjebak dalam melankolin picisan ala sinetron yang berjuntai-juntai. Dialog para pemain tetap terjaga (skenarionya bagus), ditunjang akting pemain yang lumayan meyakinkan (mengingat hampir semuanya komedian yang biasanya banyak improv di panggung, kali ini terikat karakter yang mereka perankan).

Bonus film: Panorama Tano Batak (Tao Toba) yang indah-eksotis, namun juga tak terjebak seperti iklan pariwisata yang terlalu manis.

Ada plot twist yang sangat bagus yang "diledakkan" oleh rangkaian dialog dari seorang karakter yang sepanjang film sangat irit dialog (sesuai tuntutan peran), namun kemudian lewat karakter inilah saya duga banyak penonton MENANGIS (termasuk saya, ngaku deh. Meski tak terisak, tapi mata membasah serius semua penonton juga merasakan hal yang sama).

Saya terharu, dan menangis, menonton film Indonesia itu seperti "contradictio in terminis". Tapi dengan N2S ini berbeda. Meski film ini juga masih ada beberapa kelemahan mendasar (antara lain dialog logat Jakarta masih sesekali muncul), tapi secara keseluruhan ini film yang bagus, selain itu juga bisa ditonton keluarga dari semua umur.

Saya rasa N2S ini salah satu film terbaik Indonesia yang mampu menyeimbangkan pesan intrinsik tentang pentingnya sebuah keluarga selalu berterus terang satu sama lain dalam segala hal. Juga secara ekstrinsik dikemas dengan menarik tanpa melupakan sisi entertainment sebuah film dengan takaran yang pas.

Saya memberikan lima bintang untuk N2S. Sesuatu yang amat sangat jarang saya berikan untuk film Indonesia. Kalau saja semakin banyak film bermutu sekaligus menyenangkan seperti N2S ini, bobot perfilman Indonesia akan semakin melejit tanpa harus ditunjang oleh sensasi film horor atau superhero yang hanya adaptasi dari tren di luar.

N2S membawa kita pada jatidiri bangsa sendiri, dengan semua kelebihan dan kekurangan adat, budaya, tradisi. Sekumpulan nilai dan kebiasaan yang memberikan warna dan corak identitas, namun juga bisa menjadi pengekang dan penghalang di sisi lain. Begitu kesan saya setelah menonton film N2S ini, @ Bisokop XXI Jakarta. (BS-Red)
Share this article :

Post a Comment

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Nasib Pilu Parialus Saragih Sidauruk, 7 Terbaring Sakit Tanpa Pengomatan Medis

Nasib Pilu Parialus Saragih Sidauruk, 7 Terbaring Sakit Tanpa Pengomatan Medis
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

BERITA LAIN II