}); January 2013 | BeritaSimalungun

Berita Terkini

INDEKS BERITA

Misteri Menularnya Penyakit Babi dan Obat Pakan Terlarang yang Dipakai PT Allegrindo Nusantara

Written By GKPS JAMBI on Wednesday, 30 January 2013 | 19:41




Simalungun

Belum lagi hilang ingatan kita tentang setiap hari Selama 16 Tahun 1200 ton kotoran ternak dibuang  ke Danau Toba melalui Sungai Silali, Kabupaten Simalungun. Anggota DPRD Sumut Sopar Siburian SH MKn kaget, bukan PT Aquafarm ternak ikan keramba apung saja yang mencemari air Danau Toba, ternyata PT Allegrindo Nusantara lebih dahsyat lagi.

Kalau Aquafarm perusahaan asing asal Swiss ini membuang 100 ton pelet setiap hari, PT Allegrindo Nusantara membuang kotoran ternak babi dalam bentuk limbah cair 1200 ton setiap hari.

Hasil penelusuran kami di desa Urung Pane dan Desa Togu Domu Nauli Salbe di Kabupaten Simalungun didapati informasi sangat mengejutkan : bahwa bukan pencemaran lingkungan saja yang menghantui kedua desa tersebut. Namun kenyataannya dari obat pakan yang dipergunakan PT Allegrindo Nusantara diyakini sangat mempengaruhi kesehatan dan dampak dari pemakaiaan obat pakan tersebut sangat berbahaya.

Hasil observasi kami selama 2 bulan di desa dimaksud dan keterangan dari pekerja PT AN yang tidak mau disebut namanya kepada penulis mengatakan bahwa sudah selama 17 tahun PT AN mencampur bahan pakan ternak tersebut dengan Obat pakan yang sudah dilarang dipakai di Amerika Serikat bahkan negara tetangga kita Singapore dan Malaysia
sudah puluhan tahun melarang pemakaian obat tersebut.

Nama obat tersebut dikalangan peternak Babi di Sumut lazim disebut " BETTA ARGONISE " dan perkermbangan sekarang dikemas dalam bentuk pail dipulau jawa dikenal dengan nama “GROWBAC ATAU GROWMAX”.

Cara pakai obat tersebut yang berbentuk bubuk yang dijual dipasar gelap seharga Rp 2.500.000 perkg sangatlah mudah. Untuk babi potong yang akan dijual dipasaran 2 minggu sebelum dijual dipakan ternak tersebut dicampur obat tersebut (dengan rasio 2 gram bubuk "BETTA ARGONISE" dicampur 1000 kg pakan ).

Efek ekonomis yang didapat PT AN atas pemakaian obat tersebut adalah dimana pada masa pertumbuhan atau Grower ditubuh babi banyak terdapat lapisan lemak dengan adanya obat dimaksud dalam waktu 15 hari dapat mengurai lemak menjadi daging merah yang tentunya lebih mahal dibandingkan lemak babi.

Perlu kita ketahui bahwa setiap ekor babi yang dijual dipasaran yang rata2 beratnya 100 kg dikategorikan kwalitet super atau paling bagus jika setelah pemotongan setiap ekor babi dapat menghasilkan daging merah segar seberat 40 kg.

Kwalitet yang paling jelek hanya dapat menghasilkan 20 kg daging merah segar. HaL inilah yang merangsang PT AN untuk menggunakan obat dimaksud bayangkan Harga Daging merah dipasaran sekarang Rp 50.000/kg sedangkan daging lemak hanya Rp 20.000 /kg atau selisih Rp 30.000 perkg.

Dapat kita bayangkan untuk seekor babi dapat dihemat Rp 30.000 x 20 kg = Rp 600.000,- dikalikan setiap bulan PT AN menghasilkan 6.000 ekor babi. Wowww cukup mengiurkan dengan memakai obat dimaksud dapat menghemat 6.000 ekor x Rp 600.000 = Rp 3.600.000.000/ bulan.

Tapi pernahkah kita menghitung atau meneliti akibat dari pemakaian obat "BETTA ARGONISE" yang sudah dilarang oleh negara maju, berbagai penyakit Jantung, kanker dan kerusakan otak dan paru2 akibat mengkonsumsi daging babi yang telah dicampur obat tersebut.

Apalagi kita ketahui mayoritas penduduk di Kabupaten Simalungun adalah nasrani yang rata2 mengkomsumsi daging babi. Sebenarnya dipasar penjualan daging babi kita dapat membedakan mana daging babi yang ada dan tidak memakai obat dimaksud dengan cara sbb biasanya para pedagang daging babi memotong ternaknya di Rumah potong subuh menjelang pagi sehingga pada jam 6 pagi sudah dapat dijual dipasar.

Jadi antara jam 6 sd jam 10 pagi keadaan daging masih segar berwarna merah segar, tetapi kalau ternak dimaksud memakai obat " BETTA ARGONISE " diatas jam 11 siang postur daging sudah berubah agak keras dan mulai berubah warna merah kekuning2an,
sedangkan daging yang tidah memakai obat dimaksud dapat bertahan hingga sore hari.

Efek lain yang jelas apabila daging yang memakai obat tersebut digoreng atau dipanggang lebih keras postur dagingnya . Sebenarnya kita yakin Dinas peternakan TK I dan TK II serta BPPH sumut pasti tahu peredaran obat dimaksud namun kenapa mereka enggan turun menindak pemakaian obat dimaksud. Apakah setelah jatuh korban nyawa manusia baru buru buru terjun kelapangan.

Dari ahli peternakan dan peneliti hewan di Simalungun kita dapati informasi bahwa sejumlah ternak di PT AN sudah terserang virus PRRS (Porcine Reproductive & Respiratory Syndrome )dan virus PCV2 (Porcine Circovirus Tipe 2 ) yang dominan menyerang paru paru dan otak ternak babi.

Bukti nyata dilapangan para peternak yang membeli ternak babi PT AN sering mendapati ternak babi sering tiba2 mati sebelum dipotong dengan ciri mulut dan hidung berdarah dan Paru2 babi penuh lubang serta warna menjadi hitam dan lengket ketulang rusuk ternak.

Informasi yang kita dapatkan dari pekerja yang bekerja dikandang ternak PT.Allegrindo Nusantara sering menemukan ternak yang mati dengan gejala dimaksud cuma mereka tutupi atas perintah pemilik peternakan.

Benar atau tidak kaitan dengan penyakit tersebut bisa menyerang kepada manusia nyatanya sejak peternakan ini berdiri sudah ada diatas 10 orang pekerja yang meninggal dengan ciri penyakit radang paru paru dan otak. Umumnya para pekerja yang meninggal
dirumah pribadi setelah berhenti bekerja karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan lagi untuk bekerja.

Informasi ini sudah beredar sampai dengan beberapa LSM dan aktivis mahasisawa disejumlah perguruan tinggi di Sumut. Untuk ini kita minta pihak yang berkompeten segera turun memeriksa kondisi dimaksud sebelum timbul korban lebih banyak.

Demikian email yang diterima penulis dari seseorang yang peduli dengan lingkungan Danau Toba Kabupaten Simalungun yang meminta untuk di naikkan di Blog Berita Simalungun ini. (Asenk Lee Saragih-Rosenman Manihuruk)

Rikanson Jutamardi Purba Angkat Derajat "Bagot" (Tuak) Lewat “Bius Cantik”

Written By GKPS JAMBI on Tuesday, 22 January 2013 | 10:39

Minum Bagot (Tuak) Lebih Elegan Ala Pub




Pelanggan

Pengelola Rikanson Jutamardi Purba

Bius Cantik ala Bagot

Lokasi Simpang 4 P Siantar

Tuak atau bagot adalah jenis minuman yang berasal dari air nira sebagai bahan pokok pembuatannya. Minuman  dulunya adalah minuman yang dihidangkan hanya untuk jamuan-jamuan di acara adat. Minuman hasil fermentasi yang memabukkan ini dihidangkan bagi kaum aristokrat (tokoh) Batak dan tetua adat dalam pertemuan adat serta rapat penting.

Agak unik memang, karena, bagi pemikiran kita, sekalipun minuman memabukkan ini akan membuat seseorang jujur dan lebih terbuka tanpa menutup-nutupi atau sungkan dan segan, bagaimana mungkin minuman ini bisa membantu berjalannya pengambilan keputusan? Bayangkan saja, orang-orang yang sedang berada di bawah pengaruh kemabukan, berkumpul demi pengambilan keputusan.

Batak tempo dulu punya keahlian untuk mengatasi hal ini. Namun, saat ini, tuak tak lebih dari minuman yang berujung pada keonaran. Minuman ini kini telah menjadi minuman wajib di kalangan preman.

Tuak Positif

Kini tuak ternyata positif, semua dikalangan.  Bahkan tuak seringkali menjadi hidangan wajib, bertemankan tambul, dan sudah menjadi minuman rakyat, bukan lagi semata-mata bagi golongan khusus seperti dahulu. Siapa kira, minuman ini ternyata memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan?

Nah, sekedar informasi,  asal muasal minuman tuak –air nira, sebelum fermentasi- baik untuk kesehatan, dapat mengikis batuan kalsium yang ada di saluran kencing dan ginjal bila dikonsumsi denga teratur, dan dalam porsi tepat selama sebulan.

Tuak, memiliki banyak manfaat. Jadi, berhenti berpikir negatif tentang tuak. Selain sebagai bahan baku pembuatan gula aren, tuak juga merupakan bahan baku pembuatan cuka makanan. Tuak juga bermanfaat melancarkan ASI yang tumpat bila diminum secara teratur sehabis bersalin oleh si ibu yang menyusui.

Bahkan tuak menjadi minuman  tampil di pesta-pesta adat

Saking melekatnya, ada sebutan tuak na tonggi (tuak yang nikmat) dan pasi tuak (uang sekadar pembeli tuak). Atau lihat saja: ketika petang menjelang, sudah banyak orang yang nongkrong di kedai tuak untuk minum tusor (tuak sore).

Banyak yang menjadikan hal-hal yang berkaitan dengan tuak menjadi mata pencaharian. Sebutlah maragat (menyadap nira), manggalas (mengumpulkan tuak untuk dijual kembali), margula (gula   nira), atau membuka kedai tuak.

Tapi bagi orang sekreatif Rikanson Jutamardi Purba, hal biasa seperti ini bisa dijadikan produktif atau lebih ditingkatkan produktivitasnya. Jutamardi membuka kedai tuak yang lain daripada yang lain. Dengan mengambil lokasi di Jalan Gereja no. 21A, Simpang Empat, Pematangsiantar,

Jutamardi menghadirkan kedai tuak yang unik bernama “Bagod & Tambuls”.

Di sana bisa dinikmati tuak higienis yang dituang dari dispenser kaca, ibarat menuang air dari dispenser air mineral galonan. Tersedia pula tambul, penganan kawan minum tuak.

Yang lebih unik lagi, gelasnya bukan terbuat dari kaca, melainkan bambu. Inilah yang disebut garung. Dalam penerapan CRM (customer relationship management) untuk membangun loyalitas pelanggan, pada garung diukir nama pelanggan premium.

Dari Tuak ke “Bius Cantik”

Tapi ketika kata ‘tuak’ atau ‘bagod’ disebut, mungkin yang ada dalam pikiran adalah hal-hal negatif seperti KDRT (kejahatan dalam rumah tangga), perkelahian, kecelakaan lalu-lintas, penyakit, dan pemborosan uang atau waktu.

Padahal, seperti telah disebutkan terdahulu, banyak yang menjadikannya menjadi sumber mata pencaharian. Muncul tantangan: bagaimana mengubah persepsi yang terlanjur negatif tadi menjadi positif, karena ternyata minum tuak adalah menyehatkan.

Penelitian Gunawan Trisandi Pasaribu dalam rangka penyusunan tesis S2-nya di IPB Bogor, mengkonfirmasi secara ilmiah bahwa minum tuak dapat menurunkan kadar gula darah, sehingga baik bagi orang penderita sakit gula (diabetes mellitus). Selama ini, hal tersebut baru sekadar mitos yang ninna tu ninna (konon katanya).

Umum diketahui, tuak baik pula bagi ibu yang baru melahirkan untuk “membersihkan darah kotor” dan meningkatkan produksi ASI. Adalah tugas para peneliti untuk mengkonfirmasi kedua hal terakhir ini secara ilmiah.

Apa pun yang sifatnya berlebihan sebenarnya akan merusak. Obat yang melebihi dosis bukannya menyembuhkan penyakit, melainkan bisa menjadi racun atau berefek samping membahayakan. Semuanya tergantung pengendalian atau pemanfaatan. Ibarat pisau, bisa digunakan untuk membedah guna mengangkat tumor ganas dari tubuh seorang sakit atau sebaliknya menikam/membunuh orang.

Dalam rangka branding (penamaan produk), Jutamardi menghindarkan penggunaan kata ‘tuak’ dan menggantikannya dengan ‘bagod’ atau lebih spesifik lagi: “Bius Cantik”. Bagi para peminum, kata ‘bius’ dipakai untuk menyebut ‘tuak’ dan kata ‘cantik’ dipakai untuk menyatakan bahwa peminumnya telah mulai merasakan efek minuman itu.

Oleh karenanya, di “Bagod & Tambuls”, dilakukan pembatasan. Bagi pelanggan, disarankan minum tidak lebih daripada dua garung (sekitar 640 ml). Jika ingin lebih, pelanggan disarankan membawanya pulang ke rumah (take away), agar dalam perjalanan pulang, peminum tidak mabuk yang bisa mengakibatkan kecelakaan lalu-lintas.

Selain itu, di “Bagod & Tambuls”, istilah yang digunakan bukan “minum”, melainkan “menikmati” bagod atau “Bius Cantik”.

Bagod Minta Tambul dan Tambul Minta Bagod
TUAK – Dengan mengukir nama konsumen pada garung (gelas bambu), timbul ikatan emosional untuk datang dan datang lagi.

Sudah menjadi patokan pula bahwa pelanggan yang hendak menikmati bagod disarankan untuk tidak menikmatinya dalam keadaan perut kosong. Kalau belum isi perut, disediakan tambul berupa tahu-tempe goreng, lele goreng sambal tinuktuk atau tuktuk (rempah/jamu Batak), ikan mas arsik goreng, ayam goreng, dan soto. Atau kalau ingin makan berat, ada nasi dengan iga sop tinuktuk. Kesemuanya dengan harga yang pantas dan terjangkau (affordable).

Kalau sudah isi perut, bagod sudah bisa masuk dan ketika sudah menikmati bagod, mulut ini rasanya minta tambul. “Inilah strategi kita mendampingkan bagod dengan tambul, sehingga bisnis kuliner ini mudah-mudahan berkembang pesat, jika ada hal yang penting silakan kontak  0821 6122 7172,” pungkas mantan bankir lulusan Universitas Padjadjaran Bandung ini. (MSC)

PT Allegrindo Tetap Buang Limbah ke Danau Toba

Danau Toba Haranggaol.Foto Asenk Lee Saragih.

SIMALUNGUN- Mahasiswa Siantar-Simalungun yang tergabung dalam Sahabat lingkungan (Saling), segera mengadukan PT Allegrindo ke DPRD Simalungun. Hasil investigasi mereka menemukan, PT Allegrindo masih membuang limbahnya ke Danau Toba.

Kordinator Saling, Johannes Sakti Sembiring mengatakan, hasil investigasi Saling yang melihat langsung PT Allegrindo membuang limbah ke Danau Toba segera dilaporkan ke DPRD Simalugun. Sebagaimana janji tim Panitia kerja (Panja) DPRD Simalungun untuk membentuk pansus pencemaran Danau Toba yang dilakukan PT Allegrindo.  “Hasil temuan kita yang langsung didokumentasikan, segera diberikan kepada DPRD Simalungun. Kita berharap DPRD dapat mengambil sikap tegas,” ujar Johannes, Rabu (5/9).

Masih kata Johannes, PT Allegrindo membuang limbahnya pada tengah malam pukul 24.00 WIB. Limbah tersebut dibuang lewat saluran pipa yang dibuat dari PT Allegrindo mengaliri sungai Salbe dan berakhir di Danau Toba. Setiap kali membuang limbah, warna air Danau Toba yang dialiri sungai Salbe berubah menjadi keruh.  “Limbah perusahaan Allegrindo dibuang lewat sungai Salbe. Meski sudah melewati sungai Salbe, masih saja air limbahnya sangat kotor. Itu artinya memang sudah tidak ada pengolahan limbah pada perusahaan PMA itu,” ungkapnya.

Lebih jauh, kata Johanner, PT Allegrindo juga harus bertanggungjawab dengan kesalahan mereka selama ini yang membuang limbah ke Danau Toba. Mereka harus membayar ganti rugi kepada pemerintah kawasan Danau Toba dan masyarakat sekitar Salbe yang setiap hari merasakan pencemaran tersebut.  “Kita harapkan PT Allegrindo tidak lagi membuang limbahnya ke Sungai. Namun kalau masih membandal, perusahaannya sebaiknya ditutup. Sedangkan pencemaran selama ini harus dibayar ganti ruginya atau denda pencemaran,” tukasnya.

Anggota Panja, Drs Johalim Purba mengatakan pihaknya belum menerima secara resmi laporan pengaduan dari Saling. Dia mengaku, telah menyaksikan langsung PT Allegrindo membuang limbah ke Danau Toba.  “Setelah laporan karyawan dan masyarakat sekitar PT Allegrindo dituntaskan, kita juga akan proses masalah pembuangan limbah itu,” tegas Johalim. 

Buang Limbah ke Danau Toba, PT Allegrindo Dituntut Bayar Ganti Rugi



(Foto: Dok)
LIMBAH: Limbah PT Allegrindo yang dibuang ke Danau Toba. Ibu-ibu mendemoPT Allegrindo karena dinilai sebarkan penyakit. (insert)

SIMALUNGUN- Hingga saat ini PT Allegrindo masih membuang limbahnya ke Danau Toba. PT Allegrindo dituntut membayar ganti rugi pencemaran lingkungan. Akibat limbahnya, air Danau Toba tercemar dan masyarakat atau wisatawan sudah tidak mau lagi mandi di danau.  Pembina Sahabat Lingkungan (Saling) Rado Damanik mengatakan, PT Allegrindo harus membayar ganti rugi kepada pemerintah. 

 Akibat mereka membuang limbah ke Danau Toba, tempat wisata Danau Toba jadi jarang dikunjungi wisatawan. Itu artinya dalam hal pariwisata, pemerintah dan masyarakat sekitar sudah merugi.

“Sejak  PT Allegrindo membuang limbahnya ke Danau Toba, wisatawan jadi malas datang ke Parapat. Itu artinya pendapatan Pemkab Simalungun dari Pariwisata menjadi berkurang, dan pendapatan di sekitar tempat wisata Danau Toba pun juga ikut menurun,” ujar Rado Damanik.  Dampak lainnya, akibat air limbah tersebut lingkungan sekitar Danau Toba tercemar. Apalagi sebelum langsung ke Danau Toba, limbahnya melalui Sungai Salbe .

“Kita sudah lakukan investigasi langsung, PT Allegrindo masih membuang limbahnya ke Danau Toba. Meski sudah dilarang keras oleh pemerintah, buktinya PT Allegrindo membuang limbahnya antara pukul 23.00 WIB sampai pukul 02.00 WIB,” ujar Rado.  PT Allegrindo belum mempunyai bak pengolahan limbah. Apa yang disebut-sebut PT Allegrindo akan segera membangun bak pengolahan limbah, hingga saat ini belum terealisasi. Makanya limbah kotoran ternak babi PT Allegrindo masih dibuang ke Danau Toba.

“PT Allegrindo tidak bisa mengelak lagi. Bukti lengkap sudah kita punya. Waktu perusahaan sedang membuang limbah dan perusahaan tidak punya pengolahan limbah telah kita dokumentasikan,” tegas Rado Damanik. Hal itu pun sudah dilaporkannya kepada Pemkab dan DPRD Simalungun untuk diproses. Ia mengutarakan, keberadaan PT Allegrindo telah membuat masyarakat Indonesia rugi. Di mana Danau Toba merupakan salah satu objek pariwisata kebanggaan Sumut. Dari berbagai negara wisatawan datang hanya ingin melihat keindahan Danau Toba dan kejernihan airnya.

“Tetapi sekarang keindahan itu sudah tidak ada lagi. Kejernihan itu pun sudah tidak ada lagi karena dicemari limbah. Tidak hanya Pemkab Simalungun saja yang dirugikan, tetapi seluruh masyarakat Indonesia, karena Danau Toba milik semua masyarakat tanah air ini,” ungkapnya.  Masih kata Rado, PT Allegrindo bisa diberikan sanksi tutup perusahannya. Atau mengganti rugi akibat pencemaran lingkungan selama perusahaan tersebut membuang limbah ke Danau Toba, dengan syarat membangun pengolahan limbahnya.

Ketua Komisi III DPRD Simalungun Drs Johalim Purba mengatakan, permasalahan PT Allegrindo belum tuntas meski sudah ada kesepakatan bersama antara masyarakat dan karyawan. Sementara dengan pemerintah masih tetap berlanjut. Di mana PT Allegrindo masih membuang limbahnya ke Danau Toba.

“Saya sudah lihat langsung PT Allegrindo membuang limbahnya ke Danau Toba. Sebelumnya limbah itu lewat dari Sungai Salbe dan terus menuju Danau Toba. Sudah melewati ratusan meter anak sungai Salbe, masih tetap saja hitam limbahnya yang sampai ke Danau Toba. Kalau PT Allegrindo membuang limbah, air Danau Toba langsung berubah warna mirip lumpur,” terang Johalim. Lebih lanjut kata Johalim, pihaknya masih fokus mengurus kepentingan karyawan PT Allegrindo dan masyarakat sekitar. Setelah itu, pihaknya segera memproses pembuangan limbah PT Allegrindo. (Copas MSC)

Limbah Peternakan Babi Terus Dibuang, Saling Surati MUI

Minta Haramkan Mandi di Danau Toba

SIMALUNGUN – Hingga saat ini PT Allegrindo yang beralamat di Nagori Urung Pane, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, masih membuang limbah peternakan babi ke perairan Danau Toba.

Berangkat dari sana, mahasiswa-mahasiswi Siantar-Simalungun yang tergabung dalam sahabat lingkungan (Saling) menyurati Majelis Ulama Indonesia (MUI) Siantar-Simalungun agar mengharamkan mandi di Danau Toba.

Demikian diungkapkan Ketua Saling Johannes Sakti Sembiring didampingi pembinanya Rado Damanik, Rabu (14/11). Johannes mengatakan bahwa hingga saat ini perusahaan yang bergerak di bidang peternakan babi itu masih membuang kotoran ternaknya ke perairan Danau Toba.

Menurut Johannes, Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik yang sudah sejak lama menjadi daerah tujuan wisata selain Bukit Lawang, Brastagi dan Nias, wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dia mengatakan, keberadaan Danau Toba di Sumatera Utara merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang tak ternilai harganya dan keberadaan Danau Toba sangat berdampak positif  terhadap masyarakat di sekitar, karena hampir rata-rata  masyarakat menggantungkan hidupnya dengan memanfaatkan Danau Toba.

“Melihat hal tersebut timbul pemahaman bahwa kelestarian dan keindahaan Danau Toba harus dipertahankan dan bahkan harus diciptakan menjadi suatu objek wisata yang memang benar-benar bisa dinikmati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara yang tentunya akan berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat sekitar.

Tentunya ini bukan hal yang mudah untuk menciptakan hal itu, yang pasti harus ada  kerja sama dan keseriusan antara masyarakat dan pemerintah,” tegas Johannes.

Lebih lanjut dia menyampaikan, sesuai hasil pantauan Sahabat Lingkungan, telah terjadi pencemaran-pencemaran dan kecurangan dengan membuang limbah hasil produksi perusahaan tersebut ke Danau Toba. “Perlu kami sampaikan bahwa sesuai dengan hasil pemantauan dan penelitian kami di lapangan ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan untuk mandi ke Danau Toba, khususnya bagi umat Islam,” tegasnya.

Masih kata Johannes, PT Allegrindo dengan sengaja  membuang limbah cair sebanyak 1200 liter per hari dan limbah padat sebanyak 60.000 liter per hari selama16 tahun melalui sungai Silali, Salbe ke Danau Toba yang menyebabkan terjadi pendangkalan di sekitar pantai Salbe dan daerah sekitar pantai karena menjadi tempat berkumpulnya lumpur kotor dari peternakan tersebut.

“Ini jelas sudah melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun.2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan ini jelas sudah bertentangan dengan ajaran agama Islam yang mengharamkan Babi,” tegasnya.

Johannes yang juga pengurus Himpunan Mahasiswa Pemuda Simalungun (HIMAPSI) ini menambahkan, melalui temuan ini, pihaknya berharap kepada pimpinan MUI untuk mengeluarkan fatwa haram untuk mandi ke Danau Toba karena jelas sudah terkontaminasi dengan limbah peternakan babi PT Allegrindo Nusantara, juga merekomendasikan ke Menteri Lingkungan Hidup untuk penutupan dan penangkapan pimpinan PT Allegrindo Nusantara karena telah mencemari Danau Toba. (Copas MCS)

Limbah PT PSL Dibuang ke Bah Bolon

BLH Diminta Bertindak

SIMALUNGUN – Sejumlah warga Nagori Pematang Kerasaan, Kecamatan Bandar, Simalungun, meminta Badan Lingkungan Hidup (BLH) mengecek ulang dan memberi tindakan atas pembuangan limbah PT PSL (Prima Sauhur Lestari) ke aliran Bah Bolon.

Pasalnya selama bertahun-tahun, pabrik kelapa sawit tersebut bebas membuang limbah ke sungai. Anehnya, pihak BLH selama ini belum memberi tindakan dan sikap tegas terhadap perusahaan.

Menurut warga sekitar, cairan limbah yang dibuang ke aliran Bah Bolon itu berwarna kecoklat-coklatan. Bahkan beberapa bulan lalu, ada pegawai berseragam dinas yang disebut-sebut dari BLH Simalungun mengunjungi pabrik. Oknum pegawai itu juga terlihat mengambil sample (contoh, red) air sungai dan cairan limbah yang sudah tercampur. Namun setelahnya, pihak BLH jarang terlihat mengontrol pabrik tersebut.

Menurut Suhendra (46), Minggu (20/1), selama ini ia dan warga lain sudah berulangkali melaporkan masalah limbah itu ke Pemkab Simalungun. Namun, belum ada tindakan nyata yang terlihat dilakukan untuk PT PSL.

”Jelas kami tidak terima jika limbah pabrik itu terus-terusan dibuang ke sungai. Karena selama ini, kami selalu menggunakan air sungai ini untuk kebutuhan sehari-hari, mulai mandi, mencuci, bahkan memasak,” ujarnya.

Meski beberapa waktu lalu pihak BLH sudah pernah membuat pernyataan bahwa cairan limbah PT PSL sudah sesuai baku mutu, namun mereka menduga pernyataan BLH itu salah. Karena selain warnanya yang kecokelat-cokelatan (terkadang kehitam-hitaman), cairan itu juga sering menyebabkan rasa gatal bagi warga yang menyentuhnya.

Padahal sebelum pabrik didirikan, air sungai Bah bolon aman dari rasa gatal. ”Saya sudah tinggal di kampung ini sejak kecil dan tahu betul kondisi sungai. Makanya ketika dikatakan BLH itu aman, jelas kami tak percaya. Buktinya airnya gatal dan juga sering berminyak,” ujarnya lagi.

Sirin (40), warga yang sama, saat ditemui menyebutkan, selain cairan limbah, keberadaan pabrik juga menyebabkan polusi. Sebab asap sisa produksi kerap terlihat mengepul. Belum lagi jalan umum yang rusak akibat selalu dilalui truk yang datang dan pergi dari pabrik tersebut.

“Kalau bisa kami meminta Bapak Bupati Simalungun JR Saragih melakukan kunjungan ke lokasi. Saat itu kami akan menyampaikan semua keluhan kami secara langsung. Soalnya surat keluhan kami selama ini tak ada hasilnya,” ujarnya menambahkan.

”Jika memang diperlukan, kami minta supaya pabrik itu didenda saja jika terus membuang limbah ke sungai,” jelasnya. Sedangkan Humas PT PSL L Nainggolan yang dikonfirmasi METRO sebelumnya menyebutkan, semua teknis pekerjaan pabrik kelapa sawit tersebut sudah melalui prosedur yang tepat.
Limbah yang dibuang ke sungai itu sudah sesuai dengan baku mutu. ”Soal limbah itu, semuanya sudah sesuai dengan baku mutu,” tandasnya. (Copas MSC)

Teater Panakboru Anggarainim Damanik Tetap Lestarikan Budaya & Sejarah Simalungun


[FOTO: DHEV FRETES BAKKARA]
TEATER – AcaraTeater budaya Simalungun Panakboru Anggarainim Damanik, Sabtu, (5/1).

SIANTAR – Ribuan penonton yang memadati Aula FKIP Nomensen di Jalan Asahan, Kota Siantar dan memberikan aplaus yang meriah atas kesuksesan teater Panakboru Anggarainim Damanik, Sabtu (5/1).
Tidak hanya itu, melalui kisah putri Anggarainim nan cantik tersebut, masyarakat juga diminta untuk tetap melestarikan budaya dan sejarah Simalungun khususnya sungai Bah Bolon. Teater yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB tersebut dihadiri dari berbagai kalangan, seperti mewakili Gubernur Sumatera Utara yakni Aleksius Purba dan jajarannya. Kemudian Sarmedi Purba serta seluruh anggota Ihutan Bolon Damanik dan masyarakat umum.

Ketua panitia Ir Hotman Damanik, mengaku berterima kasih atas apresiasi dan dukungan seluruh masyarakat hingga pementasan cerita rakyat ini dapat berlangsung sukses. “Kita tidak menyangka teater ini mendapat dukungan masyarakat luas. Apalagi kisah putri Anggarainim Damanik ini baru kali kedua dipentaskan di Siantar setelah pada abad ke-16 dipentaskan rakyat Belanda,” ujarnya.

Dia menerangkan, ide pelaksanaan teater Panakboru Anggarainim Damanik ini dicetuskan oleh Komunitas Jejak Simaloengeon dan mendapat respon positif dari Ihutan Bolon Damanik. Mereka sendiri mempersiapkan teater selama lima bulan.

“Persiapannya cukup singkat, yakni hanya lima bulan dengan melibatkan para siswa dari Budi Mulia, Taman Siswa dan Panti Karya Remaja (PKR) GKPS. Mereka yang ikut pementasan berasal dari berbagai kalangan dan agama. Karena teater ini terbuka untuk umum yang ingin memajukan budaya dan melestarikan seluruh sejarahnya,” ungkap Damanik.

Dia menambahkan, mereka sengaja mengangkat kisah Putri Anggarainim mengingat sebelumnya kejadian banjir di Sungai Bah Bolon. Harus disadari bahwa Putri Anggarainim Damanik berada di sekitar Sungai Bah Bolon.

“Kita harus sadar bahwa kita harus tetap melestarikan, menjaga kebersihan di sekitar kita khususnya di sungai Bah Bolon. Sesuai dengan kisahnya, saat ini dia (Anggarainim) berada di sungai tersebut. Anggarainim lebih memilih untuk tetap tinggal di Sungai Bah Bolon,” terangnya.

Kata Hotman, mereka juga berharap agar generasi muda juga tetap peduli akan budaya Simalungun. Sebab, meski berbeda-beda tapi sejarah dan budaya tetap sama. “Kuncinya mari terus berkarya, pertahankan dan tetap lestarikan budaya kita. Rencananya kita akan kembali menggelar teater ini di Medan. Selain itu pada ulang tahun Siantar mendatang akan dilaksanakan teater Raja Sangnaualuh Damanik,” paparnya.

Sementara itu Pandapotan Damanik yang berperan sebagai Raja atau ayah dari putri Anggarainim, mengaku percaya diri dalam memerankan pementasan itu. “Sedikit pun saya tidak ada gugup. Saya percaya diri dalam memerankan sang Raja. Karena saya merasa yakin, leluhur tetap menemani kita ketika serius dan menggunakan hati dan jiwa dalam memerankannya,” jelasnya.

Katanya, mereka berharap lewat pementasan ini seluruh masyarakat khususnya di sekitar Sungai Bah Bolon tetap melestarikan dan menjaga kebersihan sungai tersebut. Jangan membuang limbah di lokasi tersebut karena putri Damanik ada di sana.

“Pemerintah juga harus buka mata untuk ini semua, karena ini salah satu budaya dan sejarah kita yang harus tetap dilestarikan. Teruslah berkarya demi nama baik Simalungun,” ungkap Sekjen Ihutan Bolon tersebut. (Copas MSC)

Gudang Komuditi Sistem Resi Gudang Milik Pemkab Simalungun Bumajir Karena Jarang Dimanfaatkan Petani

Written By GKPS JAMBI on Monday, 14 January 2013 | 08:54


Bangunan Gudang Komuditi Sistem Resi Gudang milik Pemkab Simalungun di Jalan Negara/Provinsi Nagori Purba Tongah Kecamatan Purba, Kab Simalungun, jarang digunakan petani karena jarak dari pusat ekonomi transaksi jauh seperti Saribudolok dan Siantar. Foto Asenk Lee Saragih-Januari 2013.

Bangunan Aula Terbuka di Lapangan SMP GKPS P Raya Dinilai Mubajir

Bangunan Gedung Aula Terbuka di bekas lapangan SMP GKPS Pematang Raya. Foto Asenk Lee Saragih-Januari 2013.

PEMBANGUNAN MAJU HANYA DI HAPOLTAKAN P RAYA (HUTANI JR SARAGIH)

Pembangunan hanya mencolok di Hapoltakan P Raya. Itupun semua bangunan yang ada disana disebut-sebut miliknya JR Saragih. Sementara pembangunan di daerah lain di Simalungun terabaikan. DESAK JR SARAGIH BANGUN SIMALUNGUN SECARA ADIL!!!!!!!!!
Pelebaran Jalan Provinsi di Hapoltakan hingga lebar 20 meter dengan kondisi mulus. Sementara yang lain lupa.
Depan Kantor Bupati Simalungun yang baru dibangun. Pelebaran Jalan Provinsi di Hapoltakan hingga lebar 20 meter dengan kondisi mulus. Sementara yang lain lupa.
Pelebaran Jalan Provinsi di Hapoltakan hingga lebar 20 meter dengan kondisi mulus. Sementara yang lain lupa.
Depan Kantor Bupati Simalungun yang baru dibangun. Pelebaran Jalan Provinsi di Hapoltakan hingga lebar 20 meter dengan kondisi mulus. Sementara yang lain diabaikan. Foto Asenk Lee Saragih.Januari 2013.

Komplek Retil Milik Efarina Group yang disebut-sebut milik Bupati Simalungun JR Saragih.

Komplek Retil Milik Efarina Group yang disebut-sebut milik Bupati Simalungun JR Saragih.
Indo Maret di Komplek RUKO Evarina Group disebut-sebut milik Bupati Simalungun JR Saragih. Foto Asenk Lee Saragih. HP 0812 747 7587

JALAN PROVINSI-RAYA BAYU-BATAS TIGARUNGGU RUSAK BERAT

Kapan Jalan Provinsi P Raya Tujuan Tigarunggu Mulus, Pemkab Simalungun Perjuangkan Dana APBD Prov Sumut atau APBN, jangan hanya menetek APBD Pemkab Simalungun. Foto Januari 2013, Asenk Lee Saragih. (Dibawah Ini Sekelumit Potret Jalan Rusak Provinsi-P Raya-Tigarunggu).

Raya Bayu, Pematang Raya. Foto Asenk Lee Saragih-Januari 2013.

KERUSAKAN PARAH JALAN SIMPANG RAYA TUJUAN TIGARAS

Kondisi jalan dari Simpang Raya menuju Tigaras yang melintasi Desa Sioldas, Bagadu-Simantin-Sibuntuan hingga menuju Tigaras kini kondisinya memprihatinkan. Bahkan jalan ini merupakan akses utama Siantar-Tigaras yang dilalui banyak kenderaan umum. 

Bahkan pada Desember 2012 dan Januari 2013 pengendara Bus Umum mengalihkan jalur perjalanan dari Tigaras tujuan Siantar lewat Tigarunggu yang jalnnya lumayan bagus. Ribuan Pengguna jalan kini mendesak Pemerintah Kabupaten Simalungun segera memperbaiki jalan akses Siantar-Tigaras tersebut. Berikut Sekelumit Rekaman Foto Kerusakan Jalan Tersebut.(Lee)


Bus Putra GOK Kekiri dari Simpang Raya menuju Tigaras.Foto-foto Asenk Lee saragih (Januari 2013)
Kerusakan Jalan lintas Simpang Raya-Tigaras tepatnya di Desa Sipoldas.
Kerusakan Jalan lintas Simpang Raya-Tigaras tepatnya di Desa Sipoldas.

Kerusakan Jalan lintas Simpang Raya-Tigaras tepatnya di Desa Sipoldas.
Kerusakan Jalan lintas Simpang Raya-Tigaras tepatnya di Desa Bagadu-Sibuntuon.


Kerusakan Jalan lintas Simpang Raya-Tigaras tepatnya di Desa Bagadu-Sibuntuon.
Kerusakan Jalan lintas Simpang Raya-Tigaras tepatnya di Desa Bagadu-Sibuntuon.
Kerusakan Jalan lintas Simpang Raya-Tigaras tepatnya di Desa Bagadu-Sibuntuon.

Bupati Simalungun JR Saragih “Mulutnya Bau Aspal”

Written By GKPS JAMBI on Friday, 11 January 2013 | 10:19


Jalan Rusak Mulai Dari Belokan Jalan dari Haranggaol. Foto Asenk Lee Saragih.

Pembiaran Belasan Tahun Jalan Rusak Desa Haranggaol

Haranggaol, Berita Simalungun

Janji JR Saragih sebelum menjadi Bupati Simalungun 2010 lalu begitu menina bobokkan warga Simalungun. Dirinya saat kampanye berjanji akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan, khususya sentra pertanian dan wisata di Kabupaten Simalungun. Namun hingga memasuki tiga tahun kepemimpinannya jadi Bupati Simalungun, janji tersebut hanya omong kosong belaka.

Faktanya, salah satu contoh kondisi jalan Simpang Haranggaol menuju Haranggaol yang belasan tahun kondisinya masih rusak parah. Ironisnya, Bupati JR Saragih kerap berkunjung ke Haranggaol dengan agenda “bakar-bakar ikan”.

Slogan “mulut JR Saragih bau aspal” ternyata merebak dikalangan masyarakat Haranggaol sekitarnya. JR Saragih dituding telah “makan aspal” sehingga tidak punya aspal untuk membangun jalan Haranggaol yang kindisinya tambah parah.   

Sekitar 10 kilo meter jalan Desa Wisata Haranggaol kondisinya kini rusak berat. Akibat rusaknya jalan tersebut, pengguna jalan dan wisatawan enggan singgah ke Haranggaol karena sulit dilalui kenderaan. Sejumlah tebing jalan longsor akibat diguyur hujan. Butuh penanganan serius guna memajukan Desa Wisata Haranggaol seperti era 1980an.

Pengamatan Sauhur Januari 2013 menunjukkan, kondisi jalan rusak tersebut sepanjang jalan dari Sirpang Harangaol, Kecamatan Purba hingga Haranggaol. Sepanjang jalan tampak terkelupas dan berlobang hingga kedalaman 30 centi meter.

Jalan wisata tersebut sangat membahayakan untuk dilalui apalagi kenderaan besar. Kini kondisi jalan sepanjang 10 km tersebut memprihatinkan. Musim hujan di Kabupaten Simalungun Januari 2013, membuat banyak tebing jalan longsor hingga menunutupi badan jalan.

Menurut salah seorang supir angkutan desa jurusan Haranggaol-Saribudolok-Siantar, Supratman Saragih, kondisi jalan desa wisata Haranggaol sudah lama memprihatinkan. Pihaknya meminta pemerintah Kabupaten Simalungun dan Provinsi Sumatera Utara bisa membenahi jalan desa wiata tersebut.

“Jalan ini pernah bagus saat Bupati Simalungun dijabat Jhon Hugo Silalahi. Abis jebatan itu, kondisi jalan Haranggaol semakin terabaikan. Lebih parah lagi, truk fuso pengangkut pakan ikan keramba membuat kondisi jalan tambah parah, sementara kontribusi pajak dari kolam ikan jaring apung nihil,”katanya.

Disebutkan, kondisi jalan sepanjang jalur itu butuh penanganan cepat. Selain drainase jalan tidak ada, musim hujan membuat air masuk ke badan jalan yang mengakibatkan terjadinya longsor pinggir jalan dan membuat jalan terkelupas dan berlobang. Bupati Simalungun JR Saragih harus segera memperbaiki jalan tersebut sehingga slogan “Mulut JR Bau Aspal” tidak melekat di masyarakat Haranggaol. 

Kondisi jalan Haranggaol tersebut hanya sebagian kecil dari kerusakan jalan sentra pertanian di Kabupaten Simalungun. Prioritas pembangunan jalan sentra pertanian di Kabupaten Simalungun harus dilakukan, sehingga pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat meningkat. (Aslle)

Kondisi Jalan Rusak Haranggal, Foto Januari 2013. 










Puncak Panatapan Haranggaol










Desa Purba Saribu






Jalan Tikungan Puncak Haranggaol




Panorama Haranggaol dipandang dari Puncak Panatapan Haranggaol, Januari 2013. Foto-foto Asenk Lee saragih-0812 7477587.

Desa Purba Saribu

Desa Purba Saribu

Panorama Haranggaol dipandang dari Puncak Panatapan Haranggaol. Foto-foto Asenk Lee saragih-0812 7477587.


BURSA BALON BUPATI SIMALUNGUN

BURSA BALON BUPATI SIMALUNGUN
SIAPA BUPATI SELANJUTNYA

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun
Buatlah Bangga Orang Tuamu


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Berita Lainnya

.

.
.