Home » , , , , , » Gereja Dukung Pembangunan Pro Rakyat, Tolak Pembongkaran KJA Haranggaol

Gereja Dukung Pembangunan Pro Rakyat, Tolak Pembongkaran KJA Haranggaol

Written By Berita Simalungun on Wednesday, 27 July 2016 | 08:29

Pastur Hillarius dan Team Universitan Sumatera Utara (USU) saat melakukan pendampingan kepada petani KJA Haranggaol. Pihak gereja dan mahasiswa juga berupaya untuk menolak pembongkaran KJA di Haranggaol tanpa memberikan solusi yang menguntungkan petani KJA. Ist

BeritaSimalungun.com, Haranggaol-Rencana pembenahan kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata Nasional, termasuk Danau Toba di Haranggaol, Kabupaten Simalungun mengundang reaksi berbagai pihak. Pro kontra juga muncul terkait dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Simalungun yang membongkar paksa Keramba Jaring Apung (KJA) milik warga setempat.(Baca: Spanduk Penolakan Pembongkaran KJA di Haranggaol "Berkibar")

Bahkan pembongkaran KJA milik warga oleh tim gabungan TNI/Polri atas perintah Bupati Simalungun JR Saragih di Parapat pekan lalu, mengundang reaksi negatif terkait dengan destinasi wisata Danau Toba.(Baca: Pastor Hilarius Sebut Bupati Simalungun Pengecut terkait Pembongkaran KJA)

Kini petani KJA di Haranggaol juga resah akibat dari aksi pembongkaran paksa KJA milik warga di Parapat tersebut. Bahkan reaksi dari gereja pun muncul. Gereja mendukung pembangunan yang memajukan masyarakat setempat dan bukanpembangunan yang merugikan masyarakat lokal apalagi meminggirkan masyarakat lokal.(Baca: Cerita Warga Pemilik KJA di Danau Toba, Mereka Dibentak Aparat)

“Pendampingan dan advokasi dari Keuskupan Medan bersama Pastor Hilarius Kemit. Semakin banyak jalur pendampingan dan advokasi untuk menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat, perjuangan akan semakin kuat. Dan sampaikan aspirasi dengan Damai, jangan sekali-kali dengan kekerasan. Dengan kekerasan menjadi Pintu Masuk para provokator untuk memecah belah perjuangan. Intinya dengan kesatuan atau “HASADAON” kita semua masyarakat petani KJA, masih dibutuhkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat  akan HAK-HAK nya,” ujar Ir Rikson Saragih.

Hal itu mencuat saat perbincangan Pastur Hillarius dan Team Universitan Sumatera Utara (USU) saat melakukan pendampingan kepada petani KJA Haranggaol. Pihak gereja dan mahasiswa juga berupaya untuk menolak pembongkaran KJA di Haranggaol tanpa memberikan solusi yang menguntungkan petani KJA. (Rodo)
Share this article :

Post a Comment