. June 2020 | BeritaSimalungun

BERITA TERBARU

MENU BERITA

Segera Hadir Dengan Wajah Baru BERITASIMALUNGUN.ID

Segera Hadir Dengan Wajah Baru BERITASIMALUNGUN.ID
KLIK Benner Melihat Versi BETA

MATRA-Media Lintas Sumatera

MATRA-Media Lintas Sumatera
KLIK Benner Untuk Penampakannya
INDEKS BERITA

RHS Galang Dukungan Lintas Etnis di Simalungun

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 30 June 2020 | 11:10

RHS dengan Tokoh Etnis Tionghoa dan Tokoh Masyarakat di Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Senin (29/6/2020).(GWA RHS)
Pardagangan, BS-Bakal Calon Bupati (Balonbud) Simalungun St Radiapoh Hasiholan Sinaga SH (RHS) bersama Tim Pemenangan melakukan penggalangan dukungan lintas etnis di Kabupaten Simalungun jelang Pilkada Simalungun, 9 Desember 2020 mendatang. 

Pergerakan masif RHS bersama Tim terus melakukan pendekatan dan sosialisasi di Kabupaten Simalungun. Membawa Slogan "Rakyat Harus Sejahtera" Balonbud RHS terus bergerak bersama tim menjumpai masyarakat Simalungun.  

Terbaru adalah pertemuan RHS dengan Tokoh Etnis Tionghoa dan Tokoh Masyarakat di Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Senin (29/6/2020).

Menurut Ketua Tim Center RHS, Crismes Haloho, kini RHS mulai konsentrasi melakukan blusukan di Kabupaten Simalungun. Blusukan dilakukan lintas etnis di wilayah 32 kecamatan di Kabupaten Simalungun. 

Disebutkan, pergerakan para Team Pemenangan, Relawan, Sahabat RHS, Milleniel RHS,dan seluruh simpatisan RHS terus mensosialisasikan sosok RHS sebagai calon pemimpin di Kabupaten Simalungun yang pro rakyat. 

"Selamat pagi saudaraku seperjuangan para team pemenangan, relawan, sahabat RHS, milleniel dan seluruh simpatisan. Saya percaya semua pejuang perubahan ini yakin bahwa masa depan negeri ini pasti akan lebih baik," ujar Radiapoh H Sinaga, Senin (30/6/2020). 

"Karena Saudaraku semua adalah orang-orang yang profesional dan antisipasi mempersiapkan segala sesuatunya membangun kerjasama yang baik untuk meraih cita-cita mulia kita yaitu memenangkan Simalungun supaya lebih sejahtera dan bermartabat. Selamat beraktifitas. Salam kekeluargaan penuh cinta," tambah RHS dengan menambahkan #RHSPASTIMENANG. (Asenk Lee Saragih)

  



  

Komisi III DPRD Siantar Ancam Efarina Dibawa Keranah Hukum

Written By Beritasimalungun on Monday, 29 June 2020 | 20:40

Komisi III DPRD Siantar Ancam Efarina Dibawa Keranah Hukum.
Pematangsiantar, BS-Petugas Satpol PP Kota Pematangsiantar sudah melayangkan Surat Peringatan Pertama (SP 1) agar menghentikan pembangunan Rumah Sakit dan Kampus Universitas Efarina di Jalan Pdt J Wismar Saragih, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar beberapa waktu lalu. Bangunan ini ada dugaan belum kantongi izin lingkungan namun telah memiliki IMB. 

Ada dugaan terbitnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Efarina tersebut tak sesuai prosedur. Pengelola bisa memperoleh IMB tanpa melengkapi Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup atau UKL-UPL. 

Pengelola bangunan RS dan Universitas Efarina yang memiliki IMB dengan Nomor 648/33/IMB/DPMPTSP/II/2020 untuk SIMB Rumah Sakit dan Nomor 648/15/IMB/DPMPTSP/II/2020 tanpa mengantongi izin lingkungan. 

Pihak Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pematangsiantar diduga sudah melabrak Peraturan Pemerintah RI No. 27 tahun 2012 tentang Izin Lingkungan dan Undang-Undang No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH). Sesuai aturan ini IMB bisa terbit setelah adanya surat keterangan kelayakan lingkungan. Hal ini menjadi dasar penerbitan IMB. 

Anggota Komisi III DPRD Pematangsiantar asal Fraksi Golkar Daud Simanjuntak mengatakan bahwa sesuai data dan berkas yang disampaikan Dinas Perizinan, pihak Efarina disebut telah memiliki izin lingkungan melalui pengurusan via OSS (barkot-red) ternyata belum melengkapi sesuai aturan yang ada.

Ketua Komisi III DPRD Pematangsiantar Denny Siahaan, Senin (29/6/2020) mengakui Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tak bisa terbit tanpa adanya izin lingkungan. IMB tak bisa terbit tanpa adanya UKL-UPL dan Amdal Lalin. Keduanya menjadi syarat memperoleh izin usaha yang wajib Amdal seperti usaha rumah sakit.

"Seharusnya tanpa UKP-UPL, IMB tak bisa terbit. Tapi pengusaha tetap membangun karena sudah mendapatkan IMB, maka terpaksa ditertibkan dulu," ujar Denny.

Denny mengaku adanya kejanggalan dalam pernerbitan IMB tersebut, apalagi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pematangsiantar Dedy Tunasto Setiawan jelas mengatakan bahwa usulan AMDAL oleh pihak Efarina ditolak karena tidak sesuai RTRW Kota Pematangsiantar.

Demikian halnya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pekerjaan Unmum Penataan Ruang (PUPR) Kota Pematangsiantar yang juga membantah pemberian rekomendasi untuk penerbitan IMB dimaksud.

Dalam rapat Komisi III DPRD Kota Pematangsiantar kali ini menyimpulkan dan merekomendasikan agar pihak Pemko Pematangsiantar selaku eksekutif untuk serius menegakkan peraturan terhadap pelanggaran penerbitan IMB serta penertiban bangunan yang jelas melanggar RTRW Kota Pematangsiantar.

"Ini bukti keseriusan kita (Komisi III) dalam menyuarakan dan mendesak Pemko Pematangsiantar untuk menegakkan peraturan terkait pendirian bangunan yang menyalahi. Jadi ini bukan hanya bangunan yang di RDP kan beberapa hari lalu, tapi secara keseluruhan," ujar Astronout Nainggolan yang juga anggota Komisi III seraya mengatakan tetap untuk meminta Pemko mendesak penyelesaian revisi RTRW dan peraturan yang terkait didalamnya.

Jika nantinya, setelah Pemko Siantar melalui Satpol PP telah melayangkan Surat Peringatan yang ketiga namun pihak Efarina tidak mengindahkannya, Astronout mengatakan secara lembaga maupun pribadi akan melanjutkannya ke ranah hukum. (*)

Selamat Hari Ulang Tahun Ke 54 AHOK (BTP)

Oleh: Birgaldo Sinaga
FB: Birgaldo Sinaga
Beritasimalungun-Tepat hari ini 29 Juni, 54 tahun yang lalu, seorang bayi laki-laki lahir di Belitung. Basuki Tjahaya Purnama yang akrab dipanggil Ahok genap berumur 54 tahun, Senin 29 Juni 2020.

Hari ini BTP mensyukuri hari spesialnya dengan bahagia. Tentu doa terbaik kita berikan buatnya.

Sehat-sehat selalu, sukses membawa Pertamina menjadi perusahaan kebanggaan bangsa, selalu bahagia dan panjang umur.

Hari ini 54 tahun yang lalu bayi BTP menangis saat keluar dari rahim ibunya.

51 tahun kemudian jutaan orang menangisi BTP saat dipaksa oleh hakim masuk ke dalam penjara.

Sejarah hidup @basukibtp suka tidak suka menorehkan suara pujian setinggi langit, juga suara cacian setinggi cakrawala.

Jutaan orang mencintainya, jutaan orang juga membencinya.

Dalam cinta dan benci itu kisah baru tentangnya menyeruak. Tidak seorangpun menduga. Tidak seorangpun menyangka.

Kisah romantika cintanya yang berakhir tragis bersama @veronicatan_official.

Kisah tentang era baru hidupnya yang menguras tanda tanya di perasaan para pemujanya.

Ada kesedihan menyemburat dari mereka yang dulu meratapi nasibnya.

Ada kegembiraan membuncah dari mereka yang dulu menangisinya.

Pada titik ini, kisah seorang laki-laki bernama Basuki Tjahaya Purnama akan terus menggelinding dalam putaran roda politik negeri kita.

Ujungnya seperti apa? Masih misteri.

Beberapa hari lalu, waktu ditanya Andy Noya "mana lebih enak jadi komut Pertamina atau gubernur?"

Ahok dengan yakin menjawab lebih enak jadi gubernur. Karena bisa menolong orang banyak. Jadi gubernur punya dana operasional 4 M sebulan.

Begitulah Ahok. Baginya bisa menolong orang lebih banyak adalah kebahagiaan terbaik. Lebih menyenangkan bermanfaat bagi orang banyak dengan kebijakan yang pro publik. Bukan duduk manis di kursi empuk dengan gaji gede menyundul langit.

Yang jelas tenaga, pikiran dan spiritnya masih dibutuhkan negeri ini.

Selamat ulang tahun Pak BTP. Terimakasih untuk cintamu pada Ibu Pertiwi. Salam perjuangan penuh cinta. #HBDBTP54. (*)

Sapna Sitopu dan Dewita Purba Mampu Pertahankan Ciri Khas Lagu Simalungun

Konser Live Streaming Facebook Ditengah Pandemi Covid-19
Sapna Sitopu dan Dewita Purba Mampu Pertahankan Ciri Khas Lagu Simalungun. (Foto Kolase Facebook).
Jambi, BS-Penyanyi legendaris Simalungun Sapna Sitopu tak kehilangan akan untuk berkarya ditengah situasi pandemic Covid-19, yang mengharuskan masyarakat tidak leluasa melakukan kegiatan di luar rumah. Bahkan kebijakan pemerintah yang membatasi aktifitas berkerumun, memukul para seniman karena penghasilannya mati suri. 

Namun demikian, lewat ide-ide para seniman Simalungun yang tergabung dalam Group WhatsApp dan Facebook “Senandung Simalungun” yang digagas Maruli Damanik, membuka wawasan para seniman kini era digital mampu untuk berkarya dan mendapatkan rezeki. 

Awalnya Konser Live Streaming YouTube dan Facebook digagas oleh YCF Team dan SPY Projeck yang menampilkan Yogi Purba dan Jhon Elyaman Saragih. Selanjutnya berlanjut ke artis-artis Simalungun lainnya secara bergantian waktu dengan lokasi dari tempat tinggal masing-masing.

Seperti Intan Saragih, D’RapStar Jakarta, Damma Silalahi, Jhon Irwando Sipayung, Ramawati Saragih, FIF Trio (Fitriani Sinaga, Intan Saragih, Fitiani Saragih), Lamser Girsang dan Girsang Bersaudara, Yanci Saragih, Yogi Purba, Nurianti Br Girsang (Nunung), Landur Voice, Sumani Br Purba Jakarta dan lainnya.  


Dalam catatan Penulis, setidaknya Sapna Sitopu sudah empat kali tampil dalam Live Streaming. Awalnya tampil sendiri bersama SPY Projeck (pemilik Marga Sipayung). Kemudia Sapna Sitopu dan Jhon Eliaman Saragih tampil berdua dengan slogan Live Streaming Facebook “Simalungun Night” pada Minggu 7 Juni 2020 dan Minggu 31 Mei 2020 malam lalu.


Sapna Sitopu dan Dewita Purba Mampu Pertahankan Ciri Khas Lagu Simalungun. (Foto Kolase Facebook).
Kali ke empat ini, Sapna Sitopu menggandeng Dewita Br Purba untuk Live Streaming Facebook “Simalungun Night” di akun Facebook Sapna Sitopu Minggu 28 Juni 2020 mulai Pukul 19.30 WIB.

Sejumlah apresiasipun ditujukan buat Sapna Sitopu dan Dewita Purba pada penampilan kali ini yang mampu mempertahankan ciri khas lagu Inggou Simalungun yang tidak ada di daerah lain.

Salah satu yang memberikan apresiasi itu adalah Jordi Purba, pengamat Seni Budaya Simalungun. Dia sangat memuji penampilan Sapna Sitopu dan Dewita Purba yang mampu mempertahankan ciri khas lagu Simalungun yang tidak ada di daerah lain.

“Seingat saya, baru tadi malam saya ngeshare penyanyi kampungku saat melakukan live streaming. Penyanyi itu adalah Botou Sapna Sitopu dan Botou Dewita Purba. Kenapa saya mau ngeshare, padahal tadi malam bukan hanya mereka yang mengadakan nyanyi dengan live streaming ? Karena saya lihat dan dengar, ciri khas lagu Simalungun yang tidak ada di daerah lain, tetap mereka pertahankan. Dan itu saya anggap Pelestarian Seni Budaya Simalungun. Pelestarian INGGOU SIMALUNGUN,” ujar Jordi Purba.

Kata Jordi Purba, jika melihat property yang mereka gunakan untuk melakukan live streaming, boleh saya katakan pas-pasan. Bahkan jaringan pun ikut "mokkol" saat mereka asyik bernyanyi. Karenanya, yang melihat sempat kabur, padahal sudah di angka 300 lebih. 

“Tapi kenapa cepat kembali, dan yang melihat hampir mencapai 1000an ? Menurut saya, ada "tangan yang tak terlihat" yang bekerja untuk membantu mereka,” ujar Jordi Purba.

Dikatakan, soal bantuan tangan tak terlihat ini, sering menjadi perdebatan ketika upaya pelestarian Warisan Budaya Takbenda Simalungun dilakukan. 

“Ada contoh yang sering saya posting di facebook, bagaimana "intervensi" terhadap warisan budaya itu dilakukan. Misalnya soal manatti gonrang atau memulai menabuh gendang dalam prosesi Adat Simalungun, yang belakangan ini sudah dilakukan pemuka agama. Bahkan jumlah lagu yang tidak boleh ditarikan saat seperangkat gonrang sudah dimulai berbunyi, sudah dikurangi. Dari yang tadinya 7 kali menjadi 3 kali. Itu semua karena urusan tangan yang tak terlihat tadi,” terang Jordi Purba.

Menurut Jordi Purba, tapi memang dimasa sekarang ini, sangat sulit menjelaskan ada tangan-tangan tak terlihat yang bekerja saat dilakukan Pelestarian Warisan Budaya Takbenda Simalungun seperti Inggou Simalungun. 

“Namun faktanya, dengan property yang minim pun, yang melihat live streamingnya Botou Sapna Sitopu dengan Botou Dewita Purba, bisa bertahan diatas 700an lebih hingga live streamingnya mereka berakhir,” katanya.

“Salut buat kalian berdua botouhu. Teruslah berkarya melestarikan Inggou Simalungun. Ihasomani "Na Lang Taridah" do nasiam anggo tongon-tongon do ihorjahon nasiam mambaen sayur Inggou Simalungun. Hutransfer pe sibahut bai nasiam ??,” tulis Jordi Purba diakhir komentar pada lini masa sosial media miliknya.

Sementara dari pengamatan penulis pada konser live streaming Sapna Sitopu dan Dewita Purba ini memunculkan tembang-tembang lawas Simalungun yang bertema “tangis-tangis” yang kental dengan Inggou Simalungun. 

Dari lagu yang dilantunkan keduanya, adalah lagu reques warganet dengan lagu-lagu lama Simalungun yang kental dengan Inggou Simalungun. Keduanya mampu menampilkan Inggou Simalungun itu sebagai salah satu ciri khas Lagu Simalungun. Teruslah Berkarya Melestarikan Inggou Simalungun. (Asenk Lee Saragih)

GKPS Resort Baringin Raya Sudah Lakukan Ibadah di Gereja

Written By Beritasimalungun on Sunday, 28 June 2020 | 12:41

GKPS Resort Baringin Raya Sudah Lakukan Ibadah di Gereja, Minggu (28/6/2020). Foto Pdt Renny Damanik MSi
Pematangraya, BS-Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Resort Baringin Raya, Kabupaten Simalungun telah melakukan ibadah di gereja dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, Minggu (28/6/2020).

Hal itu diketahui dari Pdt Renny Damanik MSi dengan mengirimkan foto ibadah di gereja lewat linimasa sosial media miliknya. 

"Semua untuk semua. Selalu kompak dan disiplin. Karena setiap memulai sesuatu pekerjaan, kita saling mendengar, saling menghargai, saling memamatuhi untuk kepentingan bersama dan semua itu terjadi karena " satu komando " di Resort Baringin Raya," kata Pdt Renny Damanik.

"Maka hari ini di mulai ibadah se Resort ini dengan jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan. Dan hanya satu jam saja beribadah. Ibadah selama ini biasanya 1 kali saja, ini dilakukan 2x, yaitu jam 8 dan jam 10 pagi, supaya aman," ujarnya. 

Kata Pdt Renny Damanik, dirinya dapat melayani 2 jemat dalam hari ini. Respon mereka sangat senang ibadah jam 8 pagi tapi humaliput katanya, karena jarang bangun pagi hari minggu. 

"Kami sama-sama bahagia karena kami sama-sama menjaga. Dan sama-sama patuh dan disiplin supaya kami sama-sama sehat di kampung-kampung ini. Satu bahan pikiran ku hari ini, bagaimana Anak sekolah minggu, karena mereka datang ke gereja, harus marminggu katanya. Masih kecil sudah pakei masker dan tentram selama ibadah," kata Pdt Renny.

"Tidak ada yang ribut. Duduk tertib, tidak mungkin kusuruh pulang ke rumah. Ku biarkan dan ku doakan dari mimbar. Tuhan menyertai dan melindungi, HALELUYA. Kalau ibadah live streaming bakalan tidak ibadah lah mereka. Tidak ada androidnya lakan. Holong atei. Biarla mereka bahagia apa adanya kehidupannya yang ada ini. Dan aku bukan mengada-ada, karena itulah adanya kami, dan kami ada yang ada ini," tambah Pdt Renny Damanik.(Asenk Lee)

  

PPK dan PPS Mulai Lakukan Rakor Jelang Pilkada Simalungun

Foto Istimewa
Gunung Malela, BS-Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) melakukan rapat kordinasi (Rakor) dengan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Minggu (28/6/2020).

Rakor tersebut dalam hal memantapkan persiapan Pilkada Kabupaten Simalungun yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020. Hingga kini masih ada satu pasangan bakal calon yang telah mendaftar di KPU Simalungun. 

Pasangan itu adalah WD-BISA yang maju lewat jalur perseorangan (non parpol). (Rodo S)



Menanti Suara Emas Desy Saragih (Halani Tiput) di Live Streaming Facebook

Written By Beritasimalungun on Saturday, 27 June 2020 | 11:18

Menanti Suara Emas Desy Saragih (Halani Tiput) di Live Streaming Facebook
Jambi, BS-Sosok pelantun Lagu Simalungun “Halani Tiput” Desy Saragih membuat penasaran para warganet menanti suara emasnya Live Streaming. Suara yang melengking membuat lagu “Halani Tiput” Ciptaan Panca Saragih jadi buah bibir para pecinta lagu Simalungun. Bahkan YouTuber Simalungun menobatkan Lagu “Halani Tiput” ini sebagai lagu terbaik Simalungun 2020.

Sejak Video Desy Saragih dengan Lagu “Halani Tiput” diapload di Channel YouTube Panca Saragih pada 4 Mei 2020 lalu, hingga Sabtu 27 Juni 2020 Pukul 10.55 WIB sudah ditonton  101.968 kali. Sungguh angka yang fantastis untuk sebuah lagu Simalungun era milenial ini.

Beranjak dari kesuksesan viewer tersebut Desy Saragih bersama Novalina Br Damanik akan melakukan konser Live Streaming Facebook “Senandung Simalungun” pada Sabtu 27 Juni 2020 mulai Pukul 19.30 WIB. 

Pengiring musik pada Konser Duet Desy saragih dengan Novalina Damanik ini adalah “Dian Star Musik” dan Sibaja Group. Untuk reques lagu dan bukti saweran batu demban dikirimkan di WA 082361876898. 

Sedangkan “Saweran Demmban Ampuran” bida ditransfer ke Rekening BRI 5396-01-007-186-53-6 Atas Nama Risdianto. 

Lagu “Halani Tiput” ini sudah dicover Penyanyi senior Simalungun Intan Saragih dan Ramawati Saragih saat live streaming mereka. Kini Desy Saragih diuji kepiawaiannya saat Live Streaming dengan Lagu “Halani Tiput” nya. 

Guna menarik jumlah penonton hingga ribuan saat live, penyelenggara live streaming harus menyediakan siaran video dan audio yang jelas dan jernih. Kemudian juga memastikan jaringan internetnya jangan lemot. 

Jika jaringan lemot dan visual dan audio tidak bagus, penonton akan meninggalkan siaran live streaminya dan mencari acara serupa lainnya di laman Facebook yang kini sudah ramie setiap akhir pekan. 

Menurut sang pencipta Lagu “Halani Tiput” Panca Saragih, tema lagu itu yakni gara-gara bangga di masa muda dan tidak mendengarkan nasehat Orang Tua. Karena dirinya merasakan nikmat sesaat (Sodap Parsatokkinan).

Akhirnya setelah berumah tangga, timbul rasa bersungut sungut karena apa yang diinginkan tidak sesuai dengan yang diayangkan. Inilah akibat seperangakat  alat tubuh (HALANI TIPUT ) dikemas menjadi sebuah Syair Lagu. 

Pembuatan Videoklip Lagu “Halani Tiput” diproduksi oleh Panca Record dengan Produser Panca I Saragih serta sutradara Panca Saragih. Lagu Terdaftar Menjadi Anggota KCI (Karya Cipta indonesia). Sedangkan Arrenger Musik oleh Billy Simarmata. (Asenk Lee Saragih)

Sapna Sitopu Gandeng Dewita Purba Konser Live Streaming Minggu 28 Juni 2020

Sukses Duet Dengan Jhon Elyaman Saragih Hingga Tembus 2500 Penonton Live
Sapna Sitopu Gandeng Dewita Purba Konser Live Streaming Minggu 28 Juni 2020.
Jambi, BS-Setelah sukses melakukan konser Live Streaming Facebook “Simalungun Night” oleh Sapna Sitopu dan Jhon Elyaman Saragih pada Minggu 7 Juni 2020 dan Minggu 31 Mei 2020 malam lalu, kali ini Sapna Sitopu menggandeng Dewita Br Purba untuk Live Streaming Facebook “Simalungun Night” di akun Facebook Sapna Sitopu Minggu 28 Juni 2020 mulai Pukul 19.30 WIB.

Sebelumnya Duet Sapna Sitopu dengan Jhon Elyaman Saragih mampu melambungkan pamor lagu-lagu Simalungun hingga ke luar negeri. 

Bahkan penampilan Duet Artis Simalungun mampu memikat ribuan penonton warganet net dari berbagai sudut Nusantara dan luar negeri. Setidaknya tembang-tembang lawas Simalungun dibawakan Sapna Sitopu dan Jhon Elyaman Saragih dengan apik dengan suara khas mereka berdua.


Duet Sapna Sitopu dan Jhon Elyaman Saragih masih pegang rekor penonton live terbanyak dengan jumlah 2.500 penonton live saat acara berlangsung. Konser Live streaming yang dilakukan artis-artis Simalungun lainnya belum mampu menembus hingga 2000 penonton live sejak live streaming dilakoni para artis Simalungun. 

Bahkan dua kali konser live streming duet Artis Simalungun senior itu mampu menarik simpatik penonton hingga ratusan ribu ditonton pada video rekaman live streaming di FB Sapna Sitopu itu. Bahkan komentar juga hingga belasan ribu dengan dukungan positif kepada Artis Simalungun dimana Pandemi Covid-19 ini.

Konser Live Streaming Facebook "Simalungun Night" bersama Sapna Sitopu dan Dewita Purba dengan musik oleh Marihot Purba. Konser live streaming Sapna Sitopu dengan Dewita Purba ini juga didukung oleh “Raya Kebaya Couture”, Apotik Ollo Au, Okky Candra. Sementara untuk “Saweran Batu Demban” bisa ke Rekening BRI : 0336-01-038031-50-7 Atas Nama Sapna Sitopu.

Silahkan saksikan. Mampukah Duet Sapna Sitopu dengan Dewita Purba ini untuk memecahkan rekor penonton hingga tembus 2.500 live. Kita tunggu saja dengan lantunan lagu-lagu lawas oleh Biduan Senior Simalungun ini. Sukses Seniman Simalungun.(Asenk Lee Saragih)


PDIP Simalungun Tertarik dengan Pemaparan Visi & Misi Tumbur Napitupulu.SE

Written By Beritasimalungun on Thursday, 25 June 2020 | 10:54

Kolase YouTube.
Pematangraya, BS-Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Simalungun merekomendasikan Tumbur Napitupulu SE sebagai bakal calon bupati Simalungun pada Pilkada Simalungun 9 Desember 2020 mendatang.

Salah satu alasan ketertarikan DPC PDIP Kabupaten Simalungun merekomendasikan Tumbur Napitupulu karena tertarik dengan pemaparan Visi & Misi Tumbur Napitupulu SE dihadapan Pengurus DPC PDIP Kabupaten Simalungun.

Visi dan Misi "Kabupaten Simalungun Mandiri dan Sejahtera" dengan prioritas yang ditawarkan Tumbur Napitupulu kepada Kabupaten Simalungun adalah pengembangan SDM dan pengembangan ekonomi kerakyatan.

Menurut putra kelahiran Nagori Bah Birong Ulu, 10 Maret 1971 dan istri Lisa Magdalena Br Manalu ini, prioritas program yakni bidang pendidikan dan kesehatan. Seperti pendidikan gratis bagi seluruh siswa SD, SMP, SMA Sederajat di seluruh Kabupaten Simalungun. (Asenk Lee Saragih)  


Wagner Damanik Blusukan ke Karang Anom

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 24 June 2020 | 11:56

Bakal Calon Bupati Simalungun jalur independen Irjen Pol (Purn) St Drs Maruli Wagner Damanik MAP melakukan blusukan di Karang Anom Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, Rabu (24/06/2020).(Istimewa)
Panei, BS-Bakal Calon Bupati Simalungun jalur independen Irjen Pol (Purn) St Drs Maruli Wagner Damanik MAP melakukan blusukan di Karang Anom Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, Rabu (24/06/2020).

Balonbud Simalungun Wagner Damanik yang kerap disapa WD-BISA dengan slogan "Parhobas Simalungun" inten malakukan blusukan di Kabupaten Simalungun.

Kedatangan WD ini, disambut gembira oleh masyarakat Karang Anom dan sekitarnya.   Dalam kunjungannya, Pria kelahiran 24 Juni 1961 ini melakukan tatap muka menjalin silahturahmi sekaligus mendengar secara langsung harapan dan keinginan masyarakat terhadapnya bila kelak di percaya memimpin “Tanoh Habonaron do Bona” ini.  

Dalam pertemuan, masyarakat berharap kepada pasangan WD-BISA  kiranya nanti dapat segera mewujudkan Kabupaten ini menjadi unggul setelah menjadi Parhobas di Simalungun.  

Memperhatikan keluhan masyarakat yang hadir,  Wagner Damanik berjanji jika kelak dirinya dipercaya sebagai Parhobas, WD-Bisa telah berkomitmen akan membenahi Simalungun sebaik-baiknya dan akan mengembalikan kedaulatan rakyat seutuhnya ke tangan rakyat.

Sebagai Parhobas Simalungun dia akan selalu hidup berdampingan dengan rakyat.   

“Jika rakyat mempercayai menjadi Parhobas di Simalungun ini, saya akan mewujudkan Simalungun menjadi unggul. Saya akan kembalikan kedaulatan rakyat seutuhnya kembali kepada rakyat. Saya sebagai Parhobas akan datang menyembah rakyat saya, bukan rakyat yang menyembah Bupati atau pejabatnya. Paradigma yang salah itu akan saya ubah,” kata WD.

Pada akhir acara, suasana berubah menjadi haru saat dua orang tokoh masyarakat secara tiba-tiba membawa sebuah kue ulang tahun lalu memberikan Kuliner Khas Simalungun Dayok Binatur Wagner Damanik, karena tepat pada hari pertemuan adalah hari Ulang Tahun si Parhobas Simalungun.(Rodo S)

Bakal Calon Bupati Simalungun jalur independen Irjen Pol (Purn) St Drs Maruli Wagner Damanik MAP melakukan blusukan di Karang Anom Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, Rabu (24/06/2020).(Istimewa)

  
Bakal Calon Bupati Simalungun jalur independen Irjen Pol (Purn) St Drs Maruli Wagner Damanik MAP melakukan blusukan di Karang Anom Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, Rabu (24/06/2020).(Istimewa)

"Bona Diagnosis, Bona Curation"


Oleh: Lusius Sinurat

Beritasimalungun-Hari ini, 59 tahun lalu, 24 Juni 1961, St Drs Irjen Pol (P) Maruli Wagner Damanik (WD) MAP, lahir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara. 

Sepintas tampak bahwa bulan Juni identik dengan Pancasila dan Nasionalisme. 1 Juni lahirnya  Pancasila, 6 Juni lahirnya Sukarno, sang penggagas Pancasila, dan 21 Juni 1970 adalah wafatnya beliau. 

Bulan Juni juga bisa disebut sebagai bulan kebangkitan spirit nasionalisme di Indonesia. Presiden Joko Widodo, yang oleh PDIP sering disebut sebagai titisan Sukarno, juga lahir pada tanggal 21 Juni 1961. 

Uniknya lagi, tiga hari setelah kelahiran  Jokowi, tepatnya tanggal 24 Juni 1961 Maruli Wagner Damanik lahir di Tebing Tinggi. 

Bisa jadi ini kebetulan. Tetapi sebagai orang beragama dan mengandalkan logika, kita percaya bahwa kelahiran adalah momentum spesial. 

Selain sebagai momentum membahagiakan bagi sang ibu yang melahirkan, juga melahirkan harapan baru bagi sang ayah: "Akan menjadi apa anak ini kelak?'

Sama seperti Jokowi yang tak pernah bercita-cita menjadi presiden, demikian juga setelah lahir, WD juga tak pernah berpikir kelak menjadi seorang jenderal polisi.

Faktanya WD telah mengabdi selama 35 tahun (1984-2019) di Kepolisian RI, hingga pensiun dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) pada 1 Juli 2019 lalu. 

Hebatnya, setelah pensiun, suami dari Debora Mayana Purba ini justru masih ingin melayani masrayakat. Inilah awal mengapa ia mencalonkan diri sebagai bupati di Kabupaten Simalungun. 

Daerah Simalungun menjadi pilihannya karena alasan arkhaik: dari sanalah asal muasal kakek moyangnya.

Mungkin agak "ganjil" juga ketika seorang pensiunan jenderal malah ingin mencalonkan diri jadi bupati. Apakah WD memang punya selera rendah (tentang hal ini saya sudah tulis tahun lalu di  https://bit.ly/3hY9bxZ).

Tentu tidak. WD serius. Kecintaanya pada tanah leluhurnya adalah roh yang mengusik kenyamanannya di masa pensiun.

"Passion menjadi Parhobas Simalungun lebih pada panggilan leluhur," tegas WD.

Jawaban ini memang rada mistis. Mana mungkin seorang bupati menjadi pelayan masyarakat hanya karena "kerinduan" untuk melayani daerah asalnya?

Belum lagi, di bawah sadar mayoritas warga Simalungun, seorang bupati itu bos yang seenak udel membuat aturan, mengganti aparatnya seperti mengganti sepatunya, memperjualbelikan jabatan dan melakukan kutipan sesukanya. 

Ini menjadi permenungan berikutnya untuk seorang WD. 

Ia harus meyakinkan masyarakat bahwa bupati yang benar itu adalah parhobas (pelayan) masyarakat. 

"Seorang bupati harus mengutamakan rakyat daripada dirinya. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya ia harus menjadi pemimpin yang memperbaiki kesemrawutan, meningkatkan kesejahteraan warga, dan bukan malah memiskinkan daerah yang dipimpinnya," kata WD dalam sebuah kesempatan.

Ini lantas berarti, WD harus mengembalikan kultur Simalungun yang berlandaskan Habonaron do Bona. Ya, seorang pemimpin harus jujur dan kejujurannya harus ditularkan ke bawahan dalam melayani warga yang dipercayakan kepadanya.

Tentu saja, Habonaron itu tak akan terwujud bila pemda Simalungun justru membiarkan jalan antar desa, antar kecamatan rusak, bahkan prasarana umum begitu minim, hingga perputaran ekonomi rakyat macet dan mampet.

Belum lagi di masa pandemi korona saat ini, banyak warga kesulitan ekonomi. Sementara jajaran pemkab dan DPRD justru belum maksimal menangani persoalan ini. 

Bahkan jauh sebelum korona, birokrasi justru centang perentang alias acak adut, karena sering gonta-ganti kepala dinas. 

Pertanyaan berikut pasti sudah ada di benak WD, "Apakah saya mampu membereskan persoalan di Kabupaten Simalungun bila dipercaya menjadi bupati?" 

Patut kita acungi jempol, bahwa selama 6 bulan terakhir, warga Simalungun sudah semakin optimis. Dengan kehadiran WD dan Abdinsyah dari jalur independen, mereka percaya WD BISA.

BISA di sini mengandaian modalitas yang telah dimiliki WD, juga cawabupnya. 

(1) Seperti telah disinggung di atas, pengalaman 35 tahun di kepolisian dan bertugas di berbagai daerah dengan kondisi berbeda, WD akan menjadi pemimpin Simalungun yang berkarakter.

(2) Berbagai prestasi yang telah diraihnya, juga berbagai tingkatan jabatan yang telah diembannya di kepolisian turut membentuk WD sebagai pemimpin yang mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 

Ibarat sniper, WD akan menembak sasaran dengan tepat, karena ia memperhitungkan presisi dan ketepatan.

(3) Di kepolisian ia tak hanya dilatih secara fisik, tetapi juga secara intelektual. WD bukanlah jenderal "kosong", yang pensiun dengan menyisakan gelar purnawirawan. 

Gelar gelar akademik (Drs dan MAP) menjadi penegas bahwa WD adalah seorang jenderal bintang dua yang cerdas. 

Jabatan terakhirnya sebagai Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Hankam Lemhannas RI (2014-2019) hanyalah salah satu penegasnya.

Sebagai sosok intelektual yang memahami birokrasi, pendidik dan pengajar, serta mampu menuangkan idenya lewat ucapan dan tulisan yang sistematis dan tertata apik, WD tak lain adalah pilihan cerdas.

(4) Imej bahwa polisi itu kotor, pengutip uang makan di persimpangan jalan, salah tangkap orang, sok kuasa, hingga polisi kaya raya karena tidak jujur yang sudah kadung tertanam di pikiran masyarakat akan berubah setelah Anda melihat WD.

WD sosok berkharisma yang membuat orang semakin ingin mengenalnya. Pembicaraannya berkualitas dan tulisannya renyah dibaca. Anda akan tahu setelah bertemu langsung dan berbincang dengan WD.

Dengan fisik yang sehat, kecerdasan intelektual mumpuni, kerendahan hati dan kesediaan mendengar orang lain, WD adalah pilihan yang membangun kepercaya diri warga Simalungun. 

(5) Penghargaannya terhadapa demokrasi, khususnya setiap proses yang harus ia lalui untuk menjadi calon bupati, hingga keputusannya mencalonkan diri dari jalur perorangan patut kita acungi jempol. 

Tadinya saya pikir pilihan dari jalur independen adalah pilihan "nekad" dari WD. Dalam berbagai pilkada, jalur independen bukanlah pilihan ideal, rawan terpeleset, bahkan diplesetkan oleh jagoannya partai. 

Faktanya, sejauh ini saya salah. WD tetap saja melenggang dan sudah resmi mendaftar ke KPUD Simalungun. 

Sejauh saya amati, semakin hari WD justru justru semakin disukai calon pemilih. 

Bisa jadi karena WD memang selalu memaksimalkan setiap kesempatan untuk bertemu warga, berbagi pengalaman sembari memberi pendidikan politik kepada mereka.

Fakta-fakta di atas semakin menegaskan bahwa WD adalah seorang petarung ulung. Ia menyadari segala konsekuensi dari pilihannya, dan berharap sukses dan sampai di tujuan. 

WD tahu bahwa mentalitas bagi "Sadia gakni ibere ham bakku" (emang bapak kasih berapa?) sudah semakin menjamur di tengah masyarakat Simalungun.

Untuk itu WD berupaya maksimal membombardir kesadaran masyarakat tentang makna demokrasi yang sesungguhnya. Ia tak henti-henti memberi pembelajaran politik saat berjumpa dengan warga.

"Pertarungan politik memang butuh uang, tetapi uang tak pernah menjamin Anda pasti menang," kata WD bersemangat. 

"Pilkada bukan soal paslon mana yang membeli suara paling mahal, tetapi paslon mana yang membuat suara pemilih menjadi tak ternilai harganya," tambah WD.

Inilah alasan mengapa WD datang (ke Simalungun) untuk memberi (potensi dan kompetensi), dan bukan untuk mengambil (apa yang dimiliki Simalungun). 

Bagi WD, memberi berarti memperkaya Simalungun; dan bila semua birokrat memberi hati untuk kemajuan Simalungun, maka Simalungun akan melejit maju.

Bila dipercaya, WD ingin mengoptimalkan potensi sumber daya alam Simalungun yang begitu kaya, serta sumber daya manusia yang begitu potensial untuk mengangkat Simalungun menjadi kabupaten yang maju (saya pernah uraikan pada https://bit.ly/3dsBFN7)

Sosok yang bersahaja, dan rekam jejaknya yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme, serta kesediannya mendengarkan masukan dan kritikan adalah amplifikasi dari tagline-nya, "Datang Memberi, Bukan Mengambil".

Untuk membangun Simalungun, WD berprinsip "BONA DIAGNOSIS, BONA CURATIO", yang saya terjemahkan secara bebas, diagnosa yang baik (atas setiap persoalan) adalah obat terbaik (untuk persoalan itu).

Selamat Ulang Tahun ke-59, sahabat dan abang Irjen Pol (purn) Drs. Maruli Wagner Damanik, M.A.P. 

Sehat selalu dan saya doakan yang terbaik untuk segala niat baikmu membangun Simalungun, huta hatubuhan.

#HBD59WD
#SelamatUlangTahunKe59WD

Sumber: https://www.lusius-sinurat.com/2020/06/bona-diagnosis-bona-curatio.html


Upload Video ke YouTube Bisa Melanggar Hak Cipta

Kolase Dari Channel Asenk Lee Saragih Manihuruk
Jambi, BS-Merekam dan mempublikasikan video yang terkait orang lain harus mengantongi izin sekalipun video tersebut tidak memiliki manfaat ekonomi. Hati-hati jika anda ingin mengupload video ke Youtube. Jika video tersebut terkait dengan orang lain, maka anda bisa saja melanggar hak cipta. 

Menurut UU No.28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

YouTube adalan platform digital berbasis internet yang menyajikan berbagai kemudahan kepada publik untuk menikmati konten video secara gratis. Tak hanya menjadi penikmat video yang tersaji di dalamnya, situs web ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah, menonton, dan berbagi video secara praktis.

Kehadiran YouTube juga menghadirkan konten kreatif yang dihasilkan oleh pengguna atau yang dikenal dengan YouTuber. Istilah ini tak muncul begitu saja. Youtuber lahir dari pengguna Youtube yang giat membagikan video ke channel pribadi yang sudah disediakan. Adapun isi videonya bervariasi, sesuai dengan hobi dan kepentingan dari si pengguna.

Saat ini, YouTuber bisa disebut sebagai salah satu profesi yang cukup menggiurkan. Youtube kini menjadi lahan industri sendiri yang memungkinkan penggunanya untuk menadapatkan income atau disebut dengan monetizing. 

Lewat skema ini, Youtube mendapatkan izin untuk menyelipkan iklan di video yang anda upload, dan pengguna akan mendapatkan bagian 45 persen dari iklan, sementara 55 persen sisanya untuk Youtube.

Namun persoalan mencari income tentunya tak boleh melanggar aturan yang sudah ada. Maksudnya, jika kontent atau video yang diupload oleh si Youtuber adalah hasil dari kreatifitas pribadi, maka hal itu tentu tak menjadi persoalan. 

Tapi bagaimana jika konten yang di upload melibatkan orang atau hasil karya orang lain? Apakah ada konsekuensinya? Jawabnya, ada!

Contoh sederhananya adalah ketika anda merekam sebuah performance musik. Kemudian hasil rekaman itu diupload ke channel Youtube milik pribadi (reproduksi). Pada kasus seperti ini, si pengguna melanggar tiga poin sekaligus terkait hak cipta.

Komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), Irfan Aulia, mengatakan rekaman yang sudah terbuka ke ranah publik menimbulkan konsekuensi. 

Dalam contoh kasus tersebut, hak reproduksi menjadi bagian dari hak cipta. Sehingga si pengguna Youtube harus bertanggung jawab atas seluruh video yang telah di publish, apalagi ketika hasil rekaman tersebut menghasilkan pundi-pundi uang dari monetizing.

Tiga pelanggaran yang sudah pasti dilakukan dalam contoh kasus tersebut adalah terkait hak pemilik acara, hak pemilik lagu, dan hak performance.

“Jadi sebetulnya ada tiga pelanggaran, satu hak pemilik lagu, dua hak penyelenggara, tiga hak performance karena tidak ada izin,” kata Irfan, dalam sebuah acara diskusi.

Maka, agar terhindar dari pelanggaran mengenai hak cipta, pengguna youtube sebaiknya membuat clearance atau izin kepada pemilik hak sebelum melakukan publikasi. 

“Kalau konten video itu tidak menimbulkan manfaat ekonomi, apakah tetap melanggar hak cipta? Sebenarnya enggak begitu, kecuali si perekam punya izin, nah ini ceritanya beda. Kalau merekam enggak punya izin dan cuma keperluan pribadi, ya artinya enggak perlu di publis ke konten atau platform yang bisa di akses pulbik,” tambahnya.

Sementara IP and Entertainment Lawyer, Riyo Hanggoro Prasetyo, mengatakan ketika seseorang melakukan fiksasi atau perekaman suara yang dapat didengar, perekaman gambar atau keduanya, yang dapat dilihat, didengar, digandakan, atau dikomunikasikan melalui perangkat apapun, maka selayaknya yang bersangkutan harus mengantongi izin atau persetujuan dari pihak yang menjadi objek di dalam video.

“Apalagi jika ingin dipublish di platform seperti Youtube dan ada monetizing dari sana, maka itu akan dipertanyakan clearance-nya seperti apa,” kata Riyo pada acara yang sama.

Riyo menegaskan, sekalipun publikasi atas video tersebut tidak bersifat komersil, hal itu tidak melegalkan seseorang melakukan rekaman yang terkait dengan orang lain dan mempublikasinnya. Pasalnya, UU Hak Cipta sendiri mengatur bahwa setiap pribadi memiliki hak untuk melarang orang lain untuk tidak mempublikasikan konten yang terkait dengan dirinya.

“Sekalipun itu tidak komersil. Enggak komersil itu dari mana? Kalau enggak komersil itu, kita pake logika, kamu rekam dan ditaruh ke hp sendiri itu enggak komersil. Cuma kalau kita bilang enggak komersil tapi itu kita taruh di youtube terus tiba-tiba kita mendapatkan followers apakah itu tidak komersil?” ungkapnya.

Riyo menegaskan, ada atau tidak monetizasi atau manfaat ekonomis dari suatu video yang di-upload ke Youtube, hal itu tidak menghilangkan hak ekonomi terhadap penggunaan video itu sehingga tetap diperlukan clearance. 

Pemahaman ini, lanjutnya, membuat banyaknya pelanggaran hak cipta yang terjadi. Untuk meminimalisir hal tersebut, diperlukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pelanggaran hak cipta, terutama dalam publikasi video ke Youtube.

“Ini semacam, akan sulit jika kita melakukan penegakan hukum untuk begitu banyak pelanggaran. Makanya kita perlu banyak mensosialisasikan ini supaya orang bisa aware ini sebenarnya dilarang. Letak masalahnya karena sudah sering dilakukan pembiaran sehingga orang berkali-kali jadi seperti itu enggak masalah karena dianggap enggak melanggar hukum, padahal sebenarnya melanggar. Jadi ini tugas kita bersama untuk saling mengingatkan,” jelasnya.

Kasubdit Pelayanan Hukum dan Lembaga Manajemen Kolektif Direktorat Hak Cipta dan Desain Industri Ditjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, Agung Darmasasongko, mengatakan bahwa kegiatan merekam suatu pertunjukan diatur dalam Pasal 23 UU Hak Cipta. Dalam pasal itu disebutkan bahwa orang yang direkam memiliki hak untuk melarang proses rekaman tersebut. Intinya, jika ingin tetap merekam, maka harus mengantongi izin meski video itu pada akhirnya tidak bernilai ekonomi.

Jika perekaman video itu diperuntukkan demi kepentingan komersil, maka jelas si perekam melakukan pelanggaran hak cipta. Hal tersebut diatur dalam Pasal 9 ayat (2) UU Hak Cipta. Selain harus meminta izin, si perekam dan pengupload video harus membayar royalti sesuai dengan aturan.

Pasal 9:
Setiap Orang yang melaksanakan hak ekonomi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib mendapatkan izin Pencipta atau Pemegang Hak Cipta.

Pasal 23:
Pelaku Pertunjukan memiliki hak ekonomi.
Hak ekonomi Pelaku Pertunjukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi hak melaksanakan sendiri, memberikan izin, atau melarang pihak lain untuk melakukan:

Penyiaran atau Komunikasi atas pertunjukan Pelaku Pertunjukan;
Fiksasi dari pertunjukannya yang belum difiksasi;

Penggandaan atas Fiksasi pertunjukannya dengan cara atau bentuk apapun;

Pendistribusian atas Fiksasi pertunjukan atau salinannya; penyewaan atas Fiksasi pertunjukan atau salinannya kepada publik; dan penyediaan atas Fiksasi pertunjukan yang dapat diakses publik.
Penyiaran atau Komunikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a tidak berlaku terhadap: hasil Fiksasi pertunjukan yang telah diberi izin oleh Pelaku Pertunjukan; atau Penyiaran atau Komunikasi kembali yang telah diberi izin oleh Lembaga Penyiaran yang pertama kali mendapatkan izin pertunjukan.

Pendistribusian sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf d tidak berlaku terhadap karya pertunjukan yang telah difiksasi, dijual atau dialihkan.

Setiap Orang dapat melakukan Penggunaan Secara Komersial Ciptaan dalam suatu pertunjukan tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada Pencipta dengan membayar imbalan kepada Pencipta melalui Lembaga Manajemen Kolektif.

“Kalau sudah merekam secara diam-diam, itu bisa komplain tidak boleh ditayangkan, jadi tetap harus minta izin sebetulnya. Kalau dia sudah ada keuntungan secara komersial itu sudah harus minta izin dan membayar royalti sesuai dengan perjanjian yang berlaku,” pungkasnya.(Sumber: www.hukumonline.com)

33 Warga Nagori Tanjung Hataran Simalungun Positif Covid-19

Written By Beritasimalungun on Monday, 22 June 2020 | 17:52

Bupati Simalungun JR Saragih.(Istimewa)
Bandar Huluan, BS-Jumlah warga Desa Huta II, Nagori Tanjung Hataran, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), yang terpapar virus corona (Covid-19), bertambah menjadi 33 orang dari jumlah sebelumnya 24 orang.

Bupati Simalungun JR Saragih mengumumkan 33 orang warga Nagori Tanjung Hataran, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara terpapar Covid-19, Minggu (22/6/2020).

"Tanjung Hataran itu sekarang sudah kami temukan 33 orang positif covid dari hasil swab. Kami masih menunggu hasil swab 43 orang lainnya di Desa Nagori Tanjung Hataran yang dinyatakan reaktif rapid test. Belum ke luar hasil swabnya, tapi mereka sudah dirapid test," kata JR Saragih selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Simalungun, Minggu (22/6/2020).

Disebutkan, sebelumnya hanya ada dua warga desa tersebut dinyatakan positif virus corona. Kemudian meningkat jadi 17 orang pada Senin, 15 Juni 2020 lalu. Seluruh pasien dirawat di dua rumah sakit di Kabupaten Simalungun

"Saat ini kami masih menyisir terus Kabupaten Simalungun yang pernah berkomunikasi dan berhubungan langsung dengan warga di desa itu guna memutus rantai penyebaran virus corona," kata JR Saragih.

Menurut JR Saragih, pihaknya melakukan isolasi mandiri dan memperketat pintu masuk dan ke luar desa tersebut, melibatkan personel TNI, Polri dan perangkat desa.

"Guna membantu warga sekitar kami buat dapur umum. Kebutuhan pangan masyarakatnya kami siapkan. Kondisi seluruh pasien yang terpapar sejauh ini semakin membaik. Seluruh pasien dirawat di dua rumah sakit di Kabupaten Simalungun, yakni RSUD Perdagangan dan di RS Darurat Fasilitas Khusus Covid-19 Batu 20 Kabupaten Simalungun," katanya.

Sementara Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Simalungun, Akmal Siregar menyampaikan, aparat TNI/Polri bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 SImalungun, memperketat penjagaan di pintu masuk dan keluar menuju Desa Huta II, Nagori Tanjung Hataran, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, terkait klaster baru Covid-19.

Akmal Siregar mengatakan, upaya memperketat pengamanan di pintu masuk dan keluar dari Desa Huta II, Kecamatan Bandar Huluan, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dari desa itu.

"Untuk kebutuhan pangan seluruh warga di desa itu ditanggulangi oleh pemerintah kabupaten melalui gugus tugas. Ada sebanyak 325 kepala keluarga (KK) meliputi 844 jiwa di Huta II, Nagori Tanjung Hataran, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun," ujar Akmal Siregar.

Akmal menyampaikan, selama desa itu diiaolasi, masyarakat di Desa Huta II, Nagori Tanjung Hataran, tidak diperkenankan untuk beraktivitas di luar rumah apalagi sampai pergi meninggalkan desanya selama proses isolasi mandiri selama 14 hari, sedang dilaksanakan di desa tersebut.

"Kita juga sudah membangun dapur umum di desa tersebut. Ada petugas khusus yang memasak untuk kebutuhan masyarakat. Selama menjalani isolasi, semua kebutuhan pangan masyarakat di desa tersebut, langsung diantar petugas TNI dan Polri. Jadi warga hanya berada di rumah," sebutnya.(JP-Lee)

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.

Berita Lainnya

.

.
.

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

 


 


Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Ibadah Syukuran HUT 80 St RK Purba Pakpak

Ibadah Syukuran HUT 80 St RK Purba Pakpak
KLIK Gambar Untuk Selengkapnya