. July 2021 | BeritaSimalungun

BERITA TERBARU

MENU BERITA

Segera Hadir Dengan Wajah Baru BERITASIMALUNGUN.ID

Segera Hadir Dengan Wajah Baru BERITASIMALUNGUN.ID
KLIK Benner Melihat Versi BETA

MATRA-Media Lintas Sumatera

MATRA-Media Lintas Sumatera
KLIK Benner Untuk Penampakannya
INDEKS BERITA

Aktivis Danau Toba Sepakat Minta Presiden RI Jokowi Tutup PT TPL

Written By Beritasimalungun on Friday, 30 July 2021 | 19:28

(Ki-Ka: Togu Simorangkir, Anita Martha Hutagalung, Lamsiang Sitompul, Abdon Nababan). (Foto Kolase Zoom)

Jambi, BS-Sebelas orang warga Sumatera Utara yang tergabung dalam Tulus Iklas Militan (TIM) 11 Aksi Jalan Kaki (AJAK) tutup PT Toba Pulp Lestari (TPL) tiba di Jakarta dan berencana bertemu Presiden RI Joko Widodo untuk meminta penutupan perusahaan PT TPL. TIM 11 AJAK Tutup TPL ini berangkat dari kawasan Makam Raja Sisingamangaraja XII, Kota Balige, Sumatera Utara 14 Juni 2021 lalu dan tiba di Jakarta 27 Juli 2021 setelah lebih dari 1.700 kilometer melangkahkan kaki atau 44 hari menempuh perjalanan.

Tiga aktivis “AJAK TUTUP TPL” ini adalah Togu Simorangkir, Anita Martha Hutagalung (ONI), Irwandi Sirait. Tiga aktivis ini didampingi 8 Tim Logistik yang terdiri dari Cristian Gultom, Erwin Hutabarat, Ishak Aritonang, Agustina Pandiangan, Bumi Simorangkir, Lambok Siregar, Yman Munthe dan Jevri Manik.

Togu Simorangkir, seorang dari sebelas orang tersebut, mengatakan bahwa aksi yang dilakukannya untuk meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menutup PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Sebab, menurut mereka keberadaan PT TPL telah merusak lingkungan dan menyusahkan kehidupan masyarakat adat setempat.

Misi aksi ini untuk penyadaran dan kampanye kepada publik bahwa Danau Toba, Tano Batak tidak dalam keadaan baik-baik saja," ujar Togu Simorangkir, dalam konferensi pers virtual “Aliansi Gerak #TutupTPL, Jumat (30/7/2021). Jumpa pers virtual via zoom ini dihadiri 342 orang yang terdiri dari jurnalis, pegiat lingkungan lainnya.

Togu Simorangkir menjelaskan Ajak Tutup PT TPL ini merupakan akumulasi atas berbagai peristiwa yang dialami masyarakat adat Batak terkait keberadaan PT TPL.

Menurut dia, puncak peristiwa terjadi pada 18 Mei 2021 lalu saat masyarakat adat Natumingka, Kabupaten Toba, mengalami kekerasan karena mempertahankan tanah mereka yang hendak ditanami pekerja PT TPL.

“Aksi ini bentuk kegeraman dan kemuakan terhadap PT TPL yang selalu semena-mena terhadap masyarakat adat. Misi kami untuk bertemu Bapak Presiden RI Jokowi untuk menyampaikan aspirasi jutaan masyarakat Sumatera Utara, khususnya yang mencintai Danau Toba agar tetap lestari,” kata Togu Simorangkir. 

Kata Togu Simorangkir saat ini TIM 11 Ajak Tutup TPL masih menunggu waktu untuk bertemu dengan Presiden Jokowi. Staf khusus kepresiden sudah menemui mereka untuk mengatur jadwal pertemuan dengan Presiden Jokowi.

Wakil Ketua Dewan Nasional Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Abdon Nababan, mengatakan surat permintaan audiensi telah dikirim ke Presiden Jokowi pada Senin (26/7/2021).

Menurut Abdon Nababan, surat juga telah tercatat dalam sistem elektronik di Kementerian Sekretariat Negara.

“Kami tinggal menunggu waktu Bapak Presiden Jokowi yang sangat rendah hati, mau berdialog langsung dengam rakyatnya, lewat Tim 11 yang sudah tiba di Jakarta," ujar Abdon Nababan.

Pada jumpa pers itu, Anita Marta Hutagalung yang akbrab disapa ONI ini juga menceritakan suka duka mereka sepanjang perjalanan dari kawasan Makam Raja Sisingamangaraja XII, Kota Balige, Sumatera Utara 14 Juni 2021 lalu dan tiba di Jakarta 27 Juli 2021.
Para Narasumber Jumpa Pers Via Zoom "Tutup PT TPL", Jumat (30/7/2021).(Foto Kolase Zoom)

“Banyak sukaduka sepanjang perjalanan kami selama 44 hari. Aksi jalan kaki ini sebagai bentuk protes terhadap keberadaan PT TPL yang telah merusak tatanan tanah adat di Toba, Sumatera Utara. Sepanjang jalan banyak yang mendukung kami. Orang baik banyak dibantu orang baik,” ujar Anita Marta Hutagalung.

Sementara itu Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi mengatakan, setelah 44 hari melakukan Aksi Jalan Kaki Tutup PT. TPL, 11 orang pegiat lingkungan tiba di ibukota pada selasa, 27 Juli 2021. Ketibaan mereka disambut hangat oleh para sahabat dan masyarakat. 

“Tapi, tidak oleh pihak kepolisian yang telah dipersiapkan untuk menghadang mereka bertamu ke Istana Kepresidenan Jakarta. Togu Simorangkir, Anita Marta Hutagalung, Irwandi Sirait bersama delapan orang pendamping, yang kemudian disebut sebagai TIM 11 menempuh perjalanan sekitar 1.700 kilometer dari Kawasan Danau Toba, Sumatera Utara sejak 14 Juni 2021. Perjalanan mereka untuk menuntaskan misi tinggal tersisa 8 kilometer menuju Istana Negara untuk bertemu Presiden Jokowi dan menyampaikan secara langsung aspirasi mereka kepada presiden untuk mengambil tindakan tegas menutup PT TPL,” kata, Rukka Sombolinggi.

Disebutkan, terkait hal tersebut, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bersama Jaringan Organisasi Kemasyarakatan seperti WALHI Nasional, Konsorsium Pembaruan Agraria, Green Peace Indonesia, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Rainforest Action Network (RAN), dll, mengundang rekan-rekan media untuk menghadiri Konferensi Pers “Penyambutan TIM Aksi Jalan Kaki #TutupTPL dari Toba ke Jakarta”.
Ativis lingkungan Danau Toba Togu Simorangkir saat diswab antigen ketika hendak jalan kaki menuju Istana Negara untuk menyuarakan penutupan PT TPL, Rabu (27/7/2021). (Foto: Istimewa) 

Sepakat Tutup PT. TPL

Sementara Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi TIM 11 yang melakukan aksi jalan  kaki dari Toba ke Jakarta untuk menyuarakan penutupan PT TPL.

Menurutnya, KPA sebagai organisasi gerakan rakyat berbentuk konsorsium yang bersifat terbuka dan independen bertujuan untuk memperjuangkan terciptanya sistem agraria yang adil, dan menjamin pemerataan pengalokasian sumber-sumber agraria bagi seluruh rakyat Indonesia, jaminan kepemilikan, penguasaan dan pemakaian sumber-sumber agraria bagi petani, nelayan, dan masyarakat adat serta jaminan kesejahteraan bagi rakyat miskin.

“Tidak ada tawar menawar dalam perampasan tanah wilayat masyarakat adat, termasuk di Toba, Sumatera Utara. Selama ini PT.TPL sudah membuat masyarakat adat sekitar lokasi perusahaan menderita dan tatanan lingkungan alam mereka rusak. Sehingga kita sepakat Pt TPL harus ditutup,” ujar Dewi Sartika.

Hal senada juga diutarakan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Nur Hidayat yang turut hadir pada jumpa pers via zoom tersebut. Menurutnya, aksi jalan kaki yang dilakukan TIM 11 bentuk perlawanan terhadap perlakuan PT.TPL yang merampas tanah adat Batak di Toba, Sumut.

Nur Hidayat juga meminta Presiden Joko Widodo agar sudi kiranya menerima TIM 11 Togu Simorangkir Cs untuk menyampaikan aspirasi masyarakat adat Batak terhadap keberadaan PT.TPL. Dia juga berharap agar Presiden Jokowi mensyahkan RUU Masyarakat Adat.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul SH MH mengatakan, agar Pemerintah segera menutup PT.TPL karena telah merusak lingkungan dan merampas tanah adat.

Sementara Ketua Umum Yayasan Pecinta Danau Tob (YPDT) Maruap Siahaan mengatakan, kini setaidaknya sudah 20 organisasi masyarakat Batak yang ada di Indonesia dan Dunia mendesak Pemerintah untuk menutup PT.TPL.

“PT.TPL yang dulunya bernama PT.Indorayon sudah beraktivitas di Toba sejak Tahun 1985. Namun pada 11 Maret 1999 ditutup oleh Presiden Ri Habibi karena desakan masyarakat adat. Hal ini juga bisa dilakukan oleh Presiden kita Pak Jokowi agar segera menutup PT.TPL,” ujar  Maruap Siahaan.

Maruap Siahaan juga melakukan gerekan mengajak masyarakat sipil untuk menutup PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang dahulu bernama PT Inti Indorayon Utama, perusahaan bubur kayu milik pengusaha Medan Sukanto Tanoto. Kehadirannya dinilai banyak kalangan lebih banyak mendatangkan mudarat ketimbang manfaat.

“Bentrok fisik antara warga dan pihak TPL yang terjadi belum lama ini di Desa Natumingka makin menguatkan seruan itu. Pegiat sosial Togu Simorangkir Cs menyikapinya dengan melakukan aksi jalan kaki Tutup TPL dari Balige ke Jakarta sejauh 1700an kilometer. Ini adalah bentuk protes Togu Simorangkir yang juga cicit Raja Sisingamangaraja XII terhadap kehadiran PT TPL. Rombongan Togu yang telah tiba di Jakarta 27 Juli 2021, semoga bisa berjumpa dengan Presiden Joko Widodo dan memintanya untuk menutup TPL,” kata Maruap Siahaan.

Direktur Eksekutif Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) Delima Silalahi yang juga bergabung dalam jumpa pers via zoom ini menambahkan, sejatinya pihaknya akan menyambut TIM 11 di Jakarta, namun karena situasi PPKM Level 4 di Jakarta, rencana itu ditiadakan.

Kata Delima Silalahi, pihaknya sangat mendukung   TIM 11 untuk bertemu Presiden RI Joko Widodo agar bisa menyampaikan secara langsung aspirasi jutaan masyarakat adat di Sumut terkait dengan perampasan tanah adat oleh PT.TPL.

“Semoga Bapak Presiden Jokowi bersedia untuk menerima TIM 11 dan menerima aspirasi yang akan disampaikan langsung oleh Togu Simorangkir terkait dengan penutupan PT.TPL. Satu kata dari KSPPM, tutup TPL,” katanya. (Asenk Lee Saragih) 



Siapa IRWANDI SIRAIT Dalam Tulus Ikhlas Militan (TIM) 11 Ajak Tutup TPL

Bang Rait. (FB)


Oleh: Anita Martha Hutagalung

Beritasimalungun-Pertama kali Oni ketemu Bang Rait   adalah sehari sebelum TIM 11 berangkat sebelumnya Oni hanya tau lewat Facebook saja. Itupun setelah ito Togu Simorangkir mengabarkan Oni. Tapi kalau Bang Rait pertama kali kenal Togu tgl 26 Januari 2015 , pas mereka demo ke Kantor DPRD Sumut.

Mereka menuntut agar menutup Perusak Lingkungan Danau Toba, diantaranya TPL , Aqua Farm dan peternakan Babi yang limbahnya dibuang langsung ke DanauToba. Dan salah satu anggota Dewan yang menerima mereka saat itu adalah kedan Oni ibu Sarma Hutajulu Bang Rait ini seorang disabilitas.
 
Irwandi Sirait lahir di Ajibata, dia sebenarnya lahir normal dan tumbuh sehat seperti anak-anak lainnya. Nah di tahun 1994 , saat itu umurnya Rait 14 tahun. Dia terjatuh dari pohon dan nyaris mati. Akibatnya 3 tahun Rait lumpuh total.

Dia diurus di rumah saja, karena sudah beberapa kali keluar masuk RS , tapi tidak ada perubahan. Sudah tak terhitung biaya yang dikeluarkan. Tahun 1997 datanglah  seorang dokter Belanda dari Yayasan Harapan Jaya berkunjung ke Ajibata dan mampir ke rumah Bang Rait. 

Setelah melihat keadaanya Bang Rait, dokter ini mengatakan Rait bisa sembuh jika di operasi. Sempat ditolak keluarga besar karena khawatir bukan sembuh malah jadi maut. Tapi Bapak dan Mamak serta si Rait sendiri yakin pada dokter Belanda itu, maka jadilah Operasi di bulan April 1997 di RS Humasitas .
Tapi dirawat di RS Harapan Jaya pusat rehabilitasi Disabilitas . 

Lebih kurang 2 tahun Bang Rait mengikuti terapi dan ketrampilan supaya bisa menghidupi diri sendiri. 
Bisa mandiri tidak tergantung pada orang lain , kemudian disana latihan mental juga. Rasa percaya diri di bentuk disitu, menerima keadaan diri, dan mampu bersyukur dalam keadaan apapun. Tidak menyesali masa lalu. 

Bang Rait akhirnya bisa lepas dari kursi roda dan bisa berjalan kembali. Rait dilatih mengukir, membuat rosario dan menjahit, tapi Bang Rait lebih memilih menjahit dan bikin sablon. Karena merasa kurang punya kesabaran dalam mengukir. 

Ketrampilannya menjahit dan sablon itulah yang menjadi modal di kehidupannya. Jadi kalau kalian ke Pajak Ajibata, lalu kalian menemukan pamplet AJIBATA NAULI , itu punya Bang Rait. 

Bagaimana bisa masuk TIM 11 ? 

Togu Simorangkir mengajak Bang Rait ikut AJAK TUTUP TPL, tanpa pikir panjang Rait langsung mengiyakan. Karena meskipun dia seorang disabilitas tapi semangat untuk Danau Toba terbebas dari pabrik perusak lingkungan begitu membara. Tapi saat Rait mengutarakan pada Bapaknya, karena Mamak Bang Rait sudah meninggal 2 tahun yang lalu.
 
Tanggapan Bapaknya sempat menolak, Bapaknya takut kalau nanti Rait kenapa-kenapa di jalan, bahkan bisa hilang nyawa. "Sudahlah Pak... Kalau soal mati, sudah lama sebenarnya aku mati, apalagi mengingat waktu aku lumpuh selama 3 tahun" kata Bang Rait. 

Rait anak ke 4 dari 12 bersaudara. Kalian bayangkan lah weii. Banyak kali anak mamaknya, mudah-mudahan emak bapaknya hapal semua nama anaknya. Rait aktif di Gereja sebagai Ketua Naposo Bulung HKI Distrik Sumatera Timur. 

Dalam setiap pertemuan pemuda gereja selalu mengingatkan untuk menjaga lingkungan. Dan selalu menanam pohon di setiap gereja yang menjadi tuan rumah pertemuan. Dan diakhir periode kepengurusannya nanti, Bang Rait berencana akan memberikan apresiasi untuk gereja yang terbaik pertumbuhan pohonnya. 

Di TIM 11 Bang Rait ini paling rajin Zoom meeting 😅 Dan....Setiap pagi Bang Rait selalu teriak dengan suara nyaring : "Pagii.. Pagii.. Pagii...Tetap semangaat !!! Trus kalok makanan yang dimakannya terasa cocok di lidahnya dia pasti berteriak  : " Sonang nai anakmon da Inoong!!!"
Yang artinya : Enak banget hidup gue Maaaak'eee... 

Tapi pernah satu kali , saat tiba waktunya kami makan malam . Masing² mendapat makanan sesuai request. Oni saat itu pesan sate ayam, Togu pesan sop daging lembu. Rait juga pesan sop daging lembu 
Dan semua mendapatkan sesuai pesanan. Togu dapat sop dengan daging sapi yang lumayan banyak. 

Tapi Bang Rait cuma dapat kuah sop doang, gak ada dangingnya, secuil daging pun gak ada 😅😅 Kontan Bang Rait teriak : " Haccitni anakmon da Inooong!! "Kalau di translate kira-kira artinya : 
 Sakit kali anakmu ini Mak'eee... Kami bukannya prihatin, malah ngakak-ngakak. 

Kurang ajar bangat ya kami ini 😅🤪😂😂
Kami suka becandai Bang Rait :

"Kalau di Sumut jalanmu gak bagus kami maklum Rait. Secara jalan di Sumut rata-rata berlubang-lubang dan tak rata. Tapi kenapa setelah di Sumbar jalan rata dan muluss jalanmu masih gak rata juga " 😜😂😂

Bang Rait cuma ketawa-ketawa aja. Gimana mau jalan rata, wong kaki Bang Rait emang panjang sebelah. 

Marsiganjangan. Dia sudah kebal pada hinaan. Dia hanya fokus pada tujuan, selama di perjalanan Rait banyak menemukan  hal-hal baru yang menginspirasi. Menemukan ketulusan banyak orang di sepanjang perjalanan. Bang Rait yang punya pengalaman sering ikut demo, kerap kecewa. 

Karena sering kali menemukan penghianat di barisannya. Awalnya mereka bersama berjuang, tapi akibat satu dan lain hal, tiba-tiba ada yang menghindar dan membelot. Berbeda dengan TIM 11 masih tetap solid. 

Tidak ada penghianat di sini  . Semua masih setia dan militan. Itu yang membuat Rait bangga. Harapannya adalah : bertemu Presiden Joko Widodo. Kalau ketemu Pak Jokowi pasti Rait teriak 
" Sonangni anakmon da Inooong"
#TutupTPL.(Penulis Adalah Pegiat Medsos)

Pria Ini Mengaku Orang Batak, Intimidasi Togu Simorangkir CS di Jakarta

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 27 July 2021 | 13:00

Pria Ini Mengaku Orang Batak, Intimidasi Togu Simorangkir CS di Jakarta.

Jakarta, BS
-Aktivis sekaligus Ketua Tim 11 “AJAK TUTUP TPL” Togu Simorangkir cekcok dengan seorang pria yang diduga oknum aparat setelah tiba di Tugu Selamat Datang Jakarta, Selasa (27/7/2021).
Jakarta, Selasa (27/7/2021). Peristiwa ini terjadi saat seorang pria berpakaian sipil menanyakan alasan Bumi Simorangkir dilibatkan dalam Aksi Jalan Kaki Tutup TPL.

"Anak siapa ini?" tanya petugas kepada rombongan. "Saya," jawab Togu Simorangkir.
"Kamu yang menyuruh ikut anak-anak?" tanya pria itu lagi. "Tidak, kenapa rupanya, Pak?" kata Togu Simorangkir.

Cekcok keduanya cukup panas hingga pria yang mengaku orang Batak itu menanyakan alasan Bumi Simorangkir dipakaikan lambang Sisingamangaraja XII.

"Ini (Sisingamangaraja) opung saya," jawab Togu yang membuat pria itu marah.

"Saya juga orang Batak," kata pria itu dengan suara keras.

"Laporkan aja aku, marga apa Lae, tandai dulu aku, Ini untuk Toba Lestari," ucap Togu Simorangkir.
"Gak ada pemikiran Toba lestari," ucap pria yang diduga petugas itu.

"Tim 11 semua tenang, jangan ada yang terpancing," tegas Togu kepada tim yang lain. 

Ini adalah hari ke 44 Togu Simorangkir dan kawan-kawan jalan kaki ke Jakarta dari Toba. Perjuangan dengan aksi damai dengan semangat “Mudar” Sisingamangaraja XII, Tim 11 Aktivis Lingkungan Toba melakukan aksi jalan kaki menuju Istana Negara di Jakarta. Aksi damai yang mengusung ajakan menutup PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang dinilai telah merusak tatanan kelestarian alam di sekeliling Danau Toba, Sumatera Utara. 

Tiga Icon Aktivis “AJAK TUTUP TPL” ini adalah Togu Simorangkir, Anita Martha Hutagalung (ONI), Irwandi Sirait. Tiga aktivis ini didampingi 8 Tim Logistik yang terdiri dari Cristian Gultom, Erwin Hutabarat, Ishak Aritonang, Agustina Pandiangan, Bumi Simorangkir, Lambok Siregar, Yman Munthe dan Jevri Manik.

Togu Simorangkir, bersama rekan-rekan melakukan aksi nekat sejak Senin 14 Juni 2021 mulai jalan kaki dari Toba menuju Jakarta. Niatnya jelas, meminta pemerintah segera menutup PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Mereka start dari Makam Sisingamangaraja dengan tujuan bertemu Presiden Jokowi. Togu Simorangkir tampak heran mengapa banyak sekali polisi yang menyambut mereka di Jakarta.

"Gak aci enceng. Kok bisa tiba-tiba begini, kita ikuti cara mainnya," ucap Togu Simorangkir.

Dibawa ke 'Sarang Virus' Covid-19

Aktivis Togu Simorangkir reaktif paska-dirapidtes petugas di Tugu Selamat Datang Jakarta, akibatnya seluruh Tim Aksi Jalan Kaki Tutup TPL dibawa polisi, Selasa (27/7/2021).

Mereka dibawa menggunakan 'mobil keranjang' dengan pengawalan ketat. Sirene terdengar meraung-raung.

"Kita seperti virus," ucap Togu Simorangkir dalam siaran langsung di facebooknya.

Togu Simorangkir juga menyebutkan kalau ada yang tidak beres, ia menduga dirinya sudah menjadi target.

"Dari 22 hanya saya yang reaktif, padahal kita sudah bersama selama 44 hari," sambungnya.

Rencananya, Togu Simorangkir dan kawan-kawan dibawa ke Wisma Atlet. “Santai semua Bangso Batak, kita jalani prosesnya," kata Togu Simorangkir.

Meski hanya Togu Simorangkir yang reaktif, namun semua tim turut dibawa ke Wisma Atlet.

"Kalau ada apa-apa samaku, jaga Bumi ya," ucap Togu ke rekan TIM 11.
Pria ini mengaku Orang Batak, tapi arogan kepada Orang Batak.(Foto: Istimewa)

Sementara itu Anita Martha Hutagalung (Oni) juga menuliskan tentang kejadian di di Tugu Selamat Datang Jakarta, Selasa (27/7/2021) lewat laman sosial media.

“OKNUM POLISI AROGAN *. Kalau benar bapak yang di video ini adalah Polisi RI. Perlu dipertanyakan ada seorang polisi yang arogan seperti itu!! Polisi yang seharusnya jadi pengayom masyarakat. Mengaku orang Batak tapi gak berani bilang marganya apa,” tulis Oni. 

“Bumi sebagai anak Indonesia punya hak untuk memilih ikut bapaknya dalam TIM 11. Tidak ada 1 orangpun yang mengajak Bumi Simorangkir. Bahkan bapak kandungnya Togu Simorangkir pun tidak! Bumi sendiri yang meminta ikut dan dia bergembira selama 44 hari perjalanan,” tambah Oni. 

Kata Oni, ikut berjalan kaki kalau dia mau, kalau Bumi malas maka dia duduk nyaman di mobil. Tidak ada paksaan. “Kami TIM 11 tetap bertahan disini sampai bertemu Bapak Jokowi. Panjang Umur Perjuangan!!Mari kita serukan!!Tolong yang komen ketik di setiap komen kalian, Presiden Joko Widodo #TutupTPL,” tulis Oni.

Tim 11 “AJAK TUTUP TPL” yang diketuai Togu Simorangkir berjalan kaki dari Toba ke Jakarta, untuk menjumpai Presiden RI Joko Widodo untuk menyampaikan aspirasi soal pelestarian Danau Toba dari aksi dampak PT TPL. Tim 11 bukan unjukrasa namun untuk berjumpa Presiden RI Jokowi. Semoga Pak Jokowi Bisa Menerima Tim 11 “AJAK TUTUP TPL”. (Asenk Lee Saragih) 

Menjerat Pelaku Penganiayaan Salamat Sianipar, Pasien Covid-19 di Desa Sianipar Bulu Silape, Toba

Salamat Sianipar (45) saat ditemukan di semak-semak usai dipukuli warga karena mengidap Covid-19. (Foto: Facebook/Letare Florist)

Toba, BS-Tidak ada pembenaran kepada siapapun mereka yang melakukan penganiayaan yang “membinatangkan” Manusia sebagai ciptaan Tuhan sebagai mahluk hidup yang paling Mulia. Negara Republik Indonesia adalah negara hukum. Pelaku pelanggar hukum harus dihukum. Ada sekelompok warga yang melakukan penganiayaan terhadap seorang pria dewasa diduga terpapar covid-19. Kejadian penganiayaan direkam oleh warga dan viral di media sosial. Kini peristiwa penganiayaan itu sudah diproses polisi setempat.

Dalam video viral menunjukkan seorang pria ditahan sejumlah warga dengan kayu lalu diikat viral dengan narasi penganiayaan terhadap pasien Corona atau COVID-19. Setelah diusut, peristiwa itu rupanya dipicu si pasien Covid-19 yang coba menularkan virus ke warga.

Video viral itu diunggah oleh akun Instagram @jhosua_lubis. Dia menyebut pria yang ditahan dengan kayu lalu diikat itu adalah pamannya. Dia menyebut peristiwa dalam video itu adalah kejadian miris.

Peristiwa itu disebut terjadi di Desa Sianipar Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara (Sumut), pada Kamis (22/7/2021). Pria yang menjadi korban dalam video tersebut adalah Salamat Sianipar (45).

Kepala Desa Sianipar Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara harus bertanggungjawab terhadap penganiayaan ini. Bahkan Kades Sianipar Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba disebut-sebut melakukan pembiaran penganiayaan Salamat Sianipar.

“Lihatlah bu Videonya. Seperti binatang diperlakukan suami saya. Dipukuli, ditendang, diikat. Kamipun mau diusir dari kampung kami. Meski suami saya covid-19, tapi kok tega memperlakukan demikian. Kami sudah melaporkan kejadian itu kepada polisi,” demikian ucap Ibu Lisbet Br Sitorus dalam wawancara virtual dengan Jurnalis TVOne, Senin (26/7/2021). 

Berbagai reaksi wargapun bermunculan melihat video penganiayaan dan pemberitaan media soal penganiayaan warga kepada Salamat Sianipar.

“Pak Gubernur Edi Rahmayadi harus turun tangan urusin penganiayaan biadab ini. Pasien covid itu manusia bukan binatang. Kepala desa dan perangkat desa yang terlibat harus dipecat sehingga bisa ditangkap dan proses secara hukum. Warga yang terlibat penganiayaan harus ditangkap dan diproses secara hukum,” tulis Abu AiRi di kolom komentar Video “VIRAL! Pasien Positif Covid-19 Dianiaya Warga di Toba Sumut | AKI Malam tvOne Channel YouTube tvOneNews.

Tanggapan wargapun ramai di Group Facebook “Kabupaten Toba Unggul & Bersinar” soal peristiwa penganiayaan Selamat Sianipar yang disebut terpapar covid-19 di Desa Sianipar Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Tobasa.

“Ini namanya kejahatan collaborative. Saksikan vidionya dan dengarkan kalimatnya jangan karena mayoritas melakukan kesalahan dianggab menjadi kebenaran. Pemerintah Toba mana tugas dan tanggungjawabnya menyediakan fasilitas karantinanya?,” tulis Nikson Sitorus.

“Apapun itu, jika diamati dari keterangan Kepdes dan Istri korban, semua bermula dari kurang paham nya Kades pengawasan dari satgas Covid-19 kabupaten. SOP mana jika isoman ditempatkan di tempat yang tidak ada air dan listrik? Untuk darurat apapun bisa dipakai. Sekolah, tempat ibadah bahkan hotel penginapan jika sudah betul-betul darurat. Di awal pun sudah salah penanganan. Terlepas dari apapun itu, termasuk ada orang yang bilang korban mengganggu dll. Seperti yang terlihat sekarang ini, korban mengalami depresi berat,” tulis Albert Siagian.

“Mengaku saja memang salah di awal. Dan satu lagi, dipastikan betul-betul korban ini dikatakan positif dari hasil pengecekan dengan metode apa? Seperti keterangan istri dia awalnya pergi ke Puskesmas untuk periksa dan tidak lama dinyatakan positif covid. Ada hasil lab nya gak ya? Metode apa yang dipakai? Antigen atau Swab PCR? Di Toba memangnya sudah ada Swab PCR yang cepat diketahui hasil nya? Pengalaman saya Swab PCR memakan waktu paling tidak 6 jam. Sebetulnya reaktif apa positif? Saya 2 kali reaktif karna flu dan demam. Setelah menjalani swab yang hasilnya keluar 9 jam ternyata negative,” kata Albert Siagian.

U Tampubolon: Kepala desa harus bertanggung jawab masalah ini. Kelalaian dan tidak paham isolasi mandiri (ISOMAN). Tangkap dan penjarakan dia. Dia tidak pantas kepala desa.

Prengki Silitonga: Ketika beberapa awak media mempertanyakan pada Bupati Toba tentang angggaran penanganan Covid-19 di Toba sebesar Rp 53 miliar dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Toba senilai Rp 34 miliar, justru jawaban mengambang dalam bahasa Batak “lari api tupelak” dan tidak bisa menerangkannya.

Dolok Martin Siahaan: Terkait viralnya Selamat Sianipar merupakan sesuatu hal momok yang menakutkan kepada masyarakyat terkait covid. Namun hal itu akan menjadi jadi jika ketua gugus covid di daerahnya masing masing tidak memberikan pengajaran terkait penyakit tersebut.

Berarti anggaran tersebut kurang pas pemanfaatannya dan para pengawas anggaran tersebut tidak bekerja dengan baik walaupun akhirnya nanti dibuatkan laporan pertanggung jawaban.

Sudah jelas sesuai bukti yang kita lihat jika Selamat Sianipar tersebut dilakukan cek antigen dan di bawah masih dibuat tulisan untuk memastikan silahkan melakukan cek PCR yang bisa memastikan 80% covid. Cek antigen tersebut sudah pernah kita temukan positif di sebuah Rumah Sakit Latersia Binjai dengan bukti pemberitaan media.

Dippu Tua Sitorus: Lebih banyak pencitraan daripada kinerja nyata kepada masyarakat. Kalau benar dijalankan tidak akan mungkin terjadi seperti ini. Besarnya anggaran, tetapi sang kepala desa memaksa isolasi di harangan (hutan). Dan ini bukan isolasi namanya, tepatnya menyingkirkan.

Simanjuntak Maruli: Anggaran covid hanya untuk biaya perjalanan dinas / tim gugus Toba (ngecek sana sini) ya sudah aman dapat honor. Sementara Pak Jokowi bila rumah sakit penuh dibuat bisa dibuat rumah sakit darurat dan cadangan. Kenapa pasien covid Toba isoman digubuk (harangan)? di Kecamatan Uluan isoman dirumah? Mau dirujuk ke rumah sakit jawab mereka penuh. 

Kemana anggaran dana covid Toba, kenapa tidak tepat sasaran, kenapa APD tidak lengkap, kenapa hanya vitamin doang dikasih. Perlu tim indenpenden, LSM (yang jujur), melakukan audit di Dinas Kesehatan Toba (disini banyak anggaran covid) hanya perjalan perjalan dinas yang gak porlu sementara mereka itukan sudah digaji Negara.

Bupati Toba Pantas Dipersalahkan

Wakil Ketua Komisi II DPR, DR Junimart Girsang SH MH menegur keras Bupati Kabupaten Toba, Poltak Sitorus atas video viral yang memperlihatkan seorang warga pasien isolasi mandiri (Isoman) Covid-19, diduga dianiaya sejumlah warga di Desa Sianipar Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara (Sumut).
Junimart Girsang Minta Kapoldasu dalam suatu pertemuan di Kota Medan belum lama ini. 

Junimart Girsang menegaskan, Bupati Poltak Sitorus selaku Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Covid-19 adalah sosok yang pantas dipersalahkan dan bertanggung jawab atas penganiayaan yang dialami Salamat Sianipar.

“Ini kesalahan Kasatgas-nya. Kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi apabila Kasatgas Covid-19 Kabupaten Toba dan perangkatnya menjalankan perintah Presiden dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri), tentang penanganan Covid-19 dan penerapan cara penanganan masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19," kata Junimart meneruskan catatannya, Minggu, 25 Juli 2021.

Lantas politisi PDI Perjuangan ini meminta aparat kepolisian segera ambil sikap menyoal peristiwa tersebut agar tidak menjadi preseden buruk.

“Aparat penegak hukum harus segera turun menyikapi aksi kelompok ini, terlepas dari benar tidaknya perilaku SS. Supaya tidak menjadi preseden buruk, dan ini jelas-jelas perbuatan kejahatan yang tidak bisa ditolerir," ujarnya.

Selain itu, Junimart Girsang juga menegur sikap sebahagian pemerintah daerah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang terkesan tidak punya rasa empati.

"Banyak pemerintah daerah khususnya di Sumut itu seperti tidak ada rasa empatinya kepada pasien. Kemarin seorang tenaga THL DPRD Kabupaten Dairi juga sama, usai dinyatakan reaktif Covid-19 tidak ada upaya dari pihak pemerintah atau lembaga tempatnya bekerja untuk menindaklanjuti melalui PCR," tuturnya.

"Pasien itu hanya disuruh menjalani isoman tanpa mendapat perhatian dari instansi yang berwenang di Dairi. Demikian juga dengan beberapa masyarakat yang isoman lainnya," katanya menambahkan.
Menurutnya, tidak ada alasan bagi Satgas Covid-19 daerah untuk menelantarkan pasien Covid-19. Sekalipun pasien yang ditetapkan menjalani isolasi mandiri (Isoman), harus tetap mendapatkan pemantauan.

“Apa yang terjadi di Toba ini, berdasarkan informasi yang beredar jelas kesannya pasien tersebut telah diterlantarkan. Karena tidak ada pemantauan dan pendampingan yang diberikan kepadanya. Mengapa hal itu sampai terjadi? karena toh anggarannya ada untuk itu diberikan pemerintah," jelasnya.

Junimart Girsang berharap pemerintah pusat membentuk tim khusus yang bertugas mengawasi pelaksanaan perintah Presiden dan Mendagri di setiap kabupaten/kota.

"Itu merupakan upaya dalam rangka pencegahan, penularan Covid-19. Begitu juga halnya terkait pengawasan penggunaan anggaran penanganan Pandemi Covid-19 ini," kata Junimart Girsang.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pos Perjuangan Rakyat atau Pospera Kabupaten Toba, Jefri Siahaan.(Istimewa) 

Tangkap Pelaku

Sementara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pos Perjuangan Rakyat atau Pospera Kabupaten Toba mendesak Kepolisian Republik Indonesia atau Polri segera menangkap pelaku pemukulan, menyeret dan mengikat warga bernama Salamat Sianipar seorang penderita Covid-19 yang sudah viral saat ini.

"Saya sebagai ketua Pospera Kabupaten Toba dimana pelindung kami adalah Presiden Joko Widodo dan pembina kami adalah Adian Napitupulu dengan ini mendesak pihak kepolisian mulai dari Kapolri, Kapolda, dan Kapolres Toba untuk mengusut tuntas kejadian ini," kata Jefri Siahaan diwawancara di Balige pada Minggu,  25 Juli 2021.

Jefri mengungkap bahwa kejadian ini sudah resmi dilaporkan ke pihak berwajib oleh Lisbet Sitorus ke Polres Toba dengan nomor laporan polisi : LP/B/270/VII/2021/SPKT/Polres Toba/Polda Sumut.

"Lisbet Sitorus sudah melaporkan tindak penganiayaan secara bersama-sama atas terlapor ES, 50 tahun, yang memiliki jabatan sebagai perangkat Desa Sianipar Bulu Silape kepada korban saudara Salamat Sianipar," kata Jefri.

Demikian juga kepada Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya, Pospera Toba menyarankan agar segera membuat konfrensi pers resmi seputar tindak lanjut laporan Lisbet Sitorus.

“Nah, terkait STPL dimana Erik Sianipar yang mengaku sebagai keluarga korban sudah dilaporkan, ada apa pihak Polres tidak buka suara kepada media massa?, Kenapa belum ada pernyataan resmi dari Polres Toba," katanya.

Perihal klarifikasi kepala desa, bidan desa dan Erik Sianipar yang mengaku dari pihak keluarga dekat, bukan berarti melepaskan kejadian itu dan segala permasalahan telah selesai begitu saja.

Dia berpendapat bahwa perlakuan yang harus diterima Salamat Sianipar harus lebih manusiawi dari perangkat desa dan Satuan Gugus Tugas Covid-19 daerah itu.

“Terlepas jika benar si korban memiliki gangguan kejiwaan, harusnya ada pendekatan yang manusiawi, bukan jadi malah diikat, diseret, dan dipukuli seperti binatang," katanya.

“Justru jika si korban memang memiliki gangguan kejiwaan, kenapa tidak ada pengawalan dan pemantauan melekat sejak dia diperiksa ke klinik IT Del yang ternyata dinyatakan positif Covid, sebenarnya dimana fungsi Gugus Tugas Toba dan pemerintah desanya,” kata Jefri Siahaan bertanya.

Bahkan Jefri Siahaan bisa memastikan bahwa Salamat Sianipar saat ini menderita memar-memar di sekujur tubuh sesuai foto-foto beredar di media sosial. “Ada dalam Facebook kita lihat sekarang korban alami memar di beberapa bagian tubuh. Ini harus didalami Polisi ," kata dia menunjukkan foto dalam Facebook.
Slogan Isoman Covid-19.

Tindaklanjuti Laporan

Dihubungi secara terpisah Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sumatera Utara Kombes Pol Hadi Wahyudi memastikan setiap laporan pasti ditindaklajuti.

“Setiap laporan apapun itu kita akan dalami," kata Hadi Wahyudi dihubungi melalui WhatsApp pada Minggu, 25 Juli 2021, seperti dikutip dari Kureta.id.

Demikian juga keterangan tegas Kepala Polres Toba AKBP Akala Fikta Jaya. Dia memastikan terlapor atas nama Erik Sianipar yang diketahui seorang pejabat desa tempat kejadian dugaan pemukulan kepada Salamat Sianipar seperti dalam video yang diunggah di Instagram Jhosua Lubis akan diproses secara tuntas.

“Benar setiap laporan apapun itu kita dalami ya. Begitu lae," jawab Kapolres Akala melalui Kasubbag Humas melalui WhatsApp pada Minggu, 25 Juli 2021.

Disinggung apakah terlapor bernama Erik Sianipar umur 50 tahun yang berjabatan sebagai pejabat Desa Desa Sianipar Bulu Silape sudah dipanggil dan kapan akan diperiksa penyidik Polres Toba, pihaknya belum memberikan keterangan secara pasti.

Klarifikasi Tidak Ada Pemukulan

Seperti diberitakan Kureta.id sebelumnya, untuk meluruskan berita viralnya sebaran video dugaan pemukulan, diseret dan diikatnya Salamat Sianipar 45 tahun seorang pria penderita Covid-19 di Toba, pihak keluarga, kepala desa, bidan dan Kapolda Sumatera Utara beri klarifikasi resmi perihal kronologis kejadian itu.

Dihubungi pada Sabtu 24 Juli 2021 malam, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak memastikan penderita Covid-19 Selamat Sianipar dalam kondisi tenang jalankan isolasi di salah satu rumah sakit di Toba.

"Tolong diluruskan berita yang ada. Yang bersangkutan saat ini sehat dan dirawat isolasi di RSU Porsea. Salam," kata Irjen Panca Putra Simanjutak pada Sabtu 24 Juli 2021 malam.

Dia sepakat dengan keterangan Sekretaris Daerah Audi Murphy Sitorus bahwa tidak ada pemukulan kepada Salamat Sianipar.

Sebagai bukti, lulusan lulusan Akpol tahun 1990 itu mengirimkan 4 konten video klarifikasi pihak keluarga dekat, bidan desa dan keterangan resmi Kepala Desa Desa Sianipar Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba, Sumatera Utara kepada Kureta.

Dalam konten video klarifikasi itu memuat kesaksian Erik Sianipar salah satu keluarga dekat Salamat Sianipar, bidan desa Pardomuan bernama Lusi Napitupulu dan Kades Pardomuan Timbang Sianipar.

Erik mengatakan kehadiran warga membawa kayu di tempat kejadian seperti video viral baru-baru ini tidak lain digunakan hanya sebagai alat pelindung diri dan jaga jarak dari Salamat Sianipar.

“Kayu itu sebagai APD. Dan adapun warga mengamankan Salamat Sianipar adalah untuk membantu saya dalam rangka mengurangi penyebaran virus Covid-19," kata Erik Sianipar.

Pernyataan serupa diungkapkan Lusi Napitupulu selaku bidan yang bertugas di desa tersebut. Lusi mengapresiasi keterlibatan warganya mengamankan memakai APD kayu untuk jaga jarak dari Salamat Sianipar yang diketahui tidak taat sama sekali prosedur protokol kesehatan apalagi sudah diketahui positif terpapar virus Covid-19.

"Saya sendiri saja mengalami itu. Dia menyalam dan memeluk saya waktu itu, "kata Lusi Napitupulu dalam video.

Sedangkan Kepala Desa Pardomuan, Timbang Sianipar, angkat bicara mengenai video viral di media sosial tentang pasien Covid-19 yang dianiaya warga di daerah Sigoti, Desa Pardomuan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba. 

Timbang mengungkapkan, aksi warga desa itu bukan melakukan tindak pengianiayaan. “Karena takut tertular Covid-19 warga dengan segala keterbatasan terpaksa menggunakan kayu dan bambu saat mengamankan pasien Covid-19 tersebut, tidak ada niat kami menganiaya," ungkapnya dalam video.

Timbang menjelaskan, Selamat Sianipar sempat menjalani isolasi mandiri setelah dinyatakan terpapar Covid-19 dan pihak desa pun memberikannya bantuan paket sembako selama menjalani isolasi mandiri pada Rabu 21 Juli lalu.

"Tetapi Selamat Sianipar malah kabur dari tempat isolasi dan kembali pulang ke rumahnya. Karena depresi pasien Covid-19 ini pun mencoba menularkan penyakit kepada warga yang berada didekatnya," jelasnya.

Karena takut tertular, Timbang mengungkapkan, warga dan keluarga mencoba mengamankan Selamat Sianipar agar tidak langsung bersentuhan dengan pasien Covid-19.

Dihubungi terpisah Kapolres Toba melalui Kasubbag Humas Inspektur Satu polisi B Samosir mengatakan bahwa Salamat Sianipar saat ini sudah menjalani isolasi dibawah pengawasan pihak medis di rumah sakit.

“Saat ini Selamat Sianipar sudah dibawa ke Rumah Sakit Porsea untuk menjalani perawatan Covid-19," kata B Samosir, Minggu (25/7/2021). (Berbagaisumber/Asenk Lee Saragih)

JP COFFE & CAFEE, Tempat Tongkrongan Elegan di Kota Medan

Written By Beritasimalungun on Monday, 26 July 2021 | 11:06

JP COFFE & CAFEE, Tempat Tongkrongan Elegan di Kota Medan.

Medan, BS
-Kini hadir sebuah tempat tongkrongan para pecinta Barista di Kota Medan, Sumatera Utara. Sebuah tempat bersantai dengan suasana yang elegan bernama JP Coffee & Cafee. Alamatnya di Jalan Darusalam Gg Turi II No.15B, Kelurahan Seisikambing D-Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. JP COFFE & CAFEE Google Map

Ownernya Jevantri (JP) Girsang putra dari Desa Hutaimbaru, Kecamatan Pamatang Silimahuta, Kabupaten Simalungun, Sumut yang sukses merintis usaha di Kota Medan. Sukses Selalu Usahanya JP Girsang. AYO MAMPIR BERSANTAI DI JP Coffee & Cafee. "Se Do Ise, Hita Do".(Asenk Lee Saragih)




Kasus Covid-19 di Simalungun 1.568 Orang, Meninggal 44 Orang

Foto Ilustrasi

Pamatangraya, BS
-Peningkatan kasus covid-19 di Kabupaten Simalungun hingga kini terus bertambah. Hingga kini kasus covid-19 di Simalungun sudah di angka 1.568 orang dan yang meninggal 44 orang. Sedangkan pasien sembuh covid-19 tercatat 1.075 dan kini kasus reaktif covid-19 mencapai 449 orang.

Sedangkan kasus covid-19 di Pematangsiantar 1.373 orang, sembuh 1.264 orang, meninggal 20 orang, kasus aktif 89 orang.

Kasus covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) hingga Minggu 25 Juli 2021, mencapai 1.031 orang, angka kesembuhan 396 orang, meninggal 20 orang. Total kasus mencapai 52.063 orang, angka kesembuhan 37.723 orang, meninggal 1.358 orang. Jumlah itu diperoleh data Kemenkes RI, dan dilaporkan Minggu (25/7/2021).

Kasus covid-19 di Kota Medan pertanggal 24 Juli 2021 mencapai 24.488 orang, sembuh 18.861 orang, meninggal 618 orang, kasus aktif 5.009 orang, kasus di Deliserdang 8.087 orang, sembuh 5.743 orang, meninggal 212 orang, kasus aktif 2.132 orang.

Sementara itu, cakupan vaksinasi tahap I, II, III di Sumut sampai tanggal 24 Juli 2021 mencapai 2.613.896 dari target 11.419.559 juta jiwa. Jumlah itu diperoleh dari https://covid19.sumutprov.go.id.

Vaksinasi dosis pertama kepada lansia mencapai 202.252jiwa, SDM kesehatan 76.102 jiwa, petugas publik 1.167.137 jiwa, masyarakat umum 351.030 jiwa, anak/remaja 2.624 jiwa. Jumlah vaksinasi dosis pertama mencapai 1.799.145 jiwa.

Vaksinasi dosis II kepada lansia mencapai 128.344 jiwa, SDM kesehatan 69.320 jiwa, petugas publik 518.784 jiwa, masyarakat umum 98.299 jiwa, anak/remaja 4 jiwa. Jumlah vaksinasi dosis kedua mencapai 814.751 jiwa.

Total sementara vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua mencapai 2.613.896 juta jiwa. Daerah tertinggi vaksinasi dosis pertama di Sumut yaitu Pakpak Bharat, disusul Sibolga, Medan, Humbang Hasundutan, Samosir, dan lainnya.

Sedangkan daerah tertinggi vaksinasi dosis kedua yaitu Pakpak Bharat Medan, Sibolga, Samosir, Pematangsiantar. Selanjutnya daerah terendah vaksinasi dosis pertama yaitu Nias Selatan dan dosis kedua terendah yakni Nias Utara.

Seperti diketahui vaksin Covid-19 bermanfaat untuk memberi perlindungan agar tidak tertular atau sakit berat akibat corona dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh dengan pemberian vaksin.

Vaksinasi corona dosis lengkap dan sesuai jadwal yang dianjurkan serta penerapan perilaku 5M (memakai masker, mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas) adalah upaya perlindungan yang bisa dilakukan agar terhindar dari penyakit corona.

Di hari yang sama dilaporkan, Sumut peringkat ke 10 sebagai daerah penyumbang kasus baru di Indonesia. Posisi itu kembali menurun dari sehari sebelumnya peringkat kedelapan.

Peringkat itu berdasarkan laporan media harian Covid-19 dari Kemenkes RI, 25 Juli. Peringkat pertama kasus baru diraih DKI Jakarta sebanyak 5.393 orang.

Jawa Barat peringkat kedua sebanyak 5.302 orang, Jawa Tengah peringkat ketiga sebanyak 5.265 orang, Jawa Timur peringkat keempat sebanyak 4.763 orang.

DI Yogyakarta peringkat kelima sebanyak 2.145 orang, Kalimantan Timur peringkat keenam sebanyak 1.693 orang, Banten peringkat ketujuh sebanyak 1.619 orang.

Nusa Tenggara Timur peringkat kedelapan sebanyak 1.080 orang, Riau peringkat kesembilan sebanyak 1.032 orang, Sumatera Utara peringkat ke 10 sebanyak 1.031 orang.(Rodo S)

Ini Tentang Kita, Bangso Batak

Oleh: Togu Simorangkir

Jakarta, BS-Gerakan Rakyat TUTUP TPL itu adalah gerakan bersama kita yang ingin Tano Batak kembali seperti dulu yang asri, yang memberikan penghidupan yang jauh lebih baik.

Hari ini Senin 26 Juli 2021 menjadi hari ke 43 Tim 11 AJAK TUTUP TPL (Aksi Jalan Kaki) TUTUP TPL untuk mencari perhatian publik. Aksi Jalan Kaki ribuan kilometer ini bertujuan sebagai "raising awareness and campaign" yang menyampaikan ke publik Danau Toba, Tano Batak sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja. 

Visi dari AJAK TUTUP TPL adalah Kelestarian Danau Toba untuk generasi mendatang. Ada yang wanti-wanti awas ada yg dompleng Tim 11 AJAK TUTUP TPL. 

Menurutku tidak soal ada yang pada akhirnya mendukung aksi TUTUP TPL ini. Walaupun mereka pada mulanya tidak bersikap dan menjelang Tim 11 tiba di Istana Negara banyak yang akhirnya bersikap tegas untuk satu tujuan TUTUP TPL, menurutku itulah keberhasilan Tim 11 menggugah "Mudar Batak" bahwa kita harus menyelamatkan Tano Batak dari kerusakan yang lebih parah dimasa depan. 

Semakin banyak yang bersikap untuk menyelamatkan Tano Batak dengan TUTUP TPL, semakin besar mimpi kita untuk Tano Batak dan Bangso Batak yang berdaulat bisa terwujud. Mari bergandengan tangan dengan satu tujuan TUTUP TPL. 

Ketika TPL TUTUP, ini kemenangan BANGSO BATAK. Tidak ada pahlawan dalam gerakan TUTUP TPL ini. Aksi Jalan Kaki Tim 11 ini tidak lebih hebat dari dukungan doa teman-teman. 

Aksi Jalan Kaki ribuan kilometer ini tidak lebih hebat dari sekedar seruan teman-teman dengan tagar #TutupTPL. Apapun yang kau yakini bisa untuk menutup TPL, lakukanlah. Mari sama-sama BERAKSI untuk TANO BATAK, DANAU TOBA. 

Ini perjuangan bersama kita. Bukan hanya perjuangan Tim 11. Ini tentang kita, Kedaulatan Bangso Batak. Panjang Umur Perjuangan . Salam Tim 11. Bergembira Dalam Perjuangan 
#TutupTPL
#TutupPerusakLingkungan
#BosLebay. (FB-Togu Simorangkir)
Surat Terbuka Togu Simorangkir Untuk Presiden Jokowi

Coretan Togu Simorangkir Soal Kenangan Berenang Parapat-Tomok Sejauh 9 KM


Parapat, BS
-Photo ini diambil tanggal 21 Juli 2012 saat Berenang Berbagi Parapat - Tuktuk sejauh 9 Km. Setelah menahan kram kaki sampai 4 kali, yang ke 5 akhirnya diangkat tim rescue.

Setelah ditangani tim medis dan dinyatakan tidak boleh melanjutkan lagi karena bisa berbahaya, akupun bersikeras akan melanjutkan berenang hingga ke finish. Tim medis tetap melarang dan tiba-tiba bruuuur...aku lompat ke danau dan melanjutkan berenang hingga ke finish untuk menggalang dana pembukaan Sopo Belajar yang dikelola @alusitaotoba

Pada tanggal 2 Mei 2015, aku berenang kembali untuk menggalang dana kegiatan literasi di Danau Toba. Kali ini aku berenang sejauh 18 kilometer dari Onanrunggu ke Balige. Saat itu tidak ada kram karena sudah ada pengalaman dari tahun 2012. 

Seminggu sebelum hari H, aku berendam di Danau Toba untuk menyesuaikan suhu tubuh lalu banyak makan pisang barangan. 8 jam aku berenang menyeberangi Danau Toba dari titik ini. Lelahnya luar biasa namun gembira karena anak-anak pinggir Danau Toba memiliki akses terhadap buku bacaan. #BosLebay.(Sumber: FB Togu Simorangkir)








61 Orang Meninggal, 71 Orang Terpapar Covid-19, Keluarga Besar Sinaga Se Indonesia Laksanakan Doa Ratapan

Written By Beritasimalungun on Friday, 23 July 2021 | 19:54

Doa Ratapan Keluarga Besar Sinaga Masa Pandemi Covid-19.

Jambi, BS
-Keluarga besar perkumpulan marga Sinaga atau lebih dikenal Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Boru (PPTSB) se Indonesia akan melakukan Doa Ratapan bersama dalam masa pandemic Covid-19. Doa bersama ini akan dilaksanakan Sabtu (24/7/2021) mulai Pukul 10.00 WIB hingga Pukul 11.00 WIB secara Zoom dan Live Streaming Channel YouTube PPTSB TOSIN.

Doa Ratapan Keluarga Besar Sinaga mengangkat Tema dari Firman Tuhan “Air mataku terus menerus bercucuran dengan tak henti-hentinya, sampai Tuhan memandang dari atas dan melihat dari sorga,” (Ratapan 3: 49-50). Doa Ratapan ini akan dipimpin Pdt Deonal Sinaga MTh, Pdt Debora Br Sinaga MTh, Pdt Romeo Sinaga MTh.

Sementara Peserta Doa Ratapan via Zoom dihadiri Ketua Umum PPTSB Pusat Mangihut Sinaga SH MH, Sekjen PPTSB Pusat Eduard Sinaga SH. MAP  dan para Ketua Cabang dan Ketua Wilayah PPTSB se Indonesia. Sedangkan keluarga besar PPTSB bisa menyaksikan secara langsung di Live Streaming Channel YouTube PPTSB TOSIN. 

Demikian diterangkan Ketua Departemen Infokom PPTSB Pusat Drs Albertus Sinaga MPd terkait dengan rencana “Doa Ratapan Keluarga Besar Sinaga Masa Pandemi Covid-19” ini, Jumat (23/7/2021). 
Disebutkan, agar keluarga besar Toga Sinaga dimanapun berada bisa bergabung pada acara “Doa Ratapan Keluarga Besar Sinaga Masa Pandemi Covid-19” yang berlangsung Sabtu (24/7/2021) mulai Pukul 10.00 WIB hingga Pukul 11.00 WIB Live Streaming Channel YouTube PPTSB TOSIN. 

Menurut Drs Albertus Sinaga MPd yang juga menjabat Ketua Wilayah PPTSB Provinsi Jambi ini mengatakan hingga Sabtu (24/7/2021) Pukul 09.30 WIB keluarga Sinaga di Indonesia yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 sudah 61 jiwa dan 71 orang dalam perawatan dan isolasi mandiri.  

Sementara Sekjen PPTSB Pusat Eduard Sinaga SH. MAP mengatakan, ikatan darah yang pasti mempersatunkan seluruh warga PPTSB dimana pun berada yang dibangun dalam sebuah  organisasi yang telah dikukuhkan para tokoh dan  warga  PPTSB. 

“Selama pandemi Covid 19 beberapa warga PPTSB yang menderita Covid bahkan ada yang telah mendahului kita. Suasana ini yang selalu dipantau oleh Bapak Ketua Umum PPTSB, bahkan sering menghimbau seluruh warga PPTSB  tetap melaksanakan prokes.,” ujar Eduar Sinaga.

“Dengan suasana yang kita alami saat ini Ketua Umum juga mengajak kita semua warga PPTSB agar tetap berdoa menurut agama dan kepercayaan yang kita anut. Khusus bagi warga PPTSB  yang beragama Kristen,  akan dilakukan doa lewat streaming zoom pada hari Sabtu Tanggal 24 Juli 2021 yang dipimpin  para pengkotbah dari warga PPTSB. Oleh karenanya, dihimbau kepada seluruh Pengurus Wilayah dan Cabang PPTSB se Indonesia agar berkenan menginformasikan kegiatan yang mulia ini kepada seluruh pengurus dan  warganya. Terima kasih buat para Pengkotbah,” tambah Eduar Sinaga.

“Saran Pak Sekjen, nanti agar dipantau para ketua cabang dan ketua wilayah PPTSB yang mengikuti dan dicatat sebagai laporan kita nanti dalam rapat-rapat maupun laporan pertanggung jawaban dalam Mubes PPTSB nanti,” tambah Ketua Umum PPTSB Pusat Mangihut Sinaga SH MH dibaca di Group WA Infokom PPTSB Pusat, Jumat malam.

“Tanpa doa kita tidak akan berdaya. Mari kita satukan PPTSB bersama dengan Tuhan dalam doa lewat streaming zoom  akan terjadi Mujizat Allah pemulihan di tengah Bangsa ini khususnya PPTSB yang dinahkodai Bapak Ketum PPTSB Mangihut Sinaga. Tuhan Yesus memberkati,” kata Thony Sinaga.

Sementara Wasekjen PPTSB Mangaranap Sinaga menambahkan sebagaimana undangan diatas, yang melalui zoom hanya para Ketua Wilayah dan Ketua Cabang PPTSB Se Indonesia. Untuk pengurus wilayah dan cabang lain diharapkan masuk dan bergabung melalui YouTube PPTSB TOSIN. Mohon maklum dan terima kasih.

Pokok Doa dan dukungan doa untuk Keluarga PPTSB se Indonesian di acara Ibadah dan doa Ratapan Via YouTube online dan Zoom online (Sabtu, 24 Juli 2021, Jam.10.00 Wib - Selesai) yang meninggal dunia dimasa Covid19 dan yang terpapar Covid19 saat ini Di RS atau isoma :

I. Nama-nama Keluarga PPTSB Meninggal dunia karena Covid-19 data Jumat (23/7/2021) Pukul 19.00 WIB:
1. Ny. Sahala Sinaga br. Simorangkir (Op. Amora boru) ; Bekasi.1 (Jumat,10/7/2021)
2. Bpk.Usman Tua Sinaga (Op.Maria doli) na hinabaluhon br.Gultom ; Jaktim.2 (Senin, 19/7/2021)
3. Bpk. Op.Marcos doli  Sinaga ; Jaktim.2
4. Bpk. Sahat Sinaga, SH, MH, na hinabaluhon ni inanta br. Simbolon ; Bekasi.2 (Senin,12/7/2021)
5. Ny. Op.Agnes boru Sinaga br. Pangaribuan ; Bekasi.1 (Sabtu,9/7/2021)
6. Ny. Op.Kezia Sinaga br.Sibuea (na hinabaluhon Bpk.Ir.Ika Ependi Sinaga) ; Jakbar (Selasa, 13/7/2021)
7. Bpk. Jhon Poltak Sinaga Simanjorang (Na hinabaluhon Br.Silalahi ; Bekasi.3 (Senin,12/7/2021)
8. Sdr. Melville Sinaga (doli2) ; anak ni am. Carlo Sinaga ; Jaktim.1 (Rabu,14/7/2021)
9. Bpk.St.Lintong Sinaga (Op.Glory) ; Tangerang (Jumat,16/7/2021)
10. Ny Panjaitan Ria br.Sinaga ; Jakbar (Jumat, 16/7/2021)
11. Bpk. Manigor Sinaga (A.Bunga)/br. Samosir ;  Jakbar (Sabtu,17/7/2021)
12. Ny.Drs.Beatus Sinaga br. Manurung ; Jakarta pusat
13. Ny. Rikart Sinaga Nurnaida br Manurung (Nai Norman), Sabtu, 10/7/2021
14. Ny. Liber Sinaga Nursedia br. Manalu (Op.Rosdiana boru) ; Balige - Toba  (Selasa,13/7/2021)
15. Bpk.Lesson Sinaga / Br.Silaban; Medan; (17-09-2020)
16. Bpk.dr.Sahala Sinaga Sp.PD / Br.Simanjuntak; Medan (23-07-2021)
17. Bpk.A.Basten Rumahorbo (Na hinabaluhon ito br Sinaga 14/7/2020) Cabang Bekasi 3
18. Ny Rumahorbo br Sinaga (Nai Basten) (2/4/2021) Cabang Bekasi 3 
19. Bpk. A.Bethesda Sinaga ( na hinabaluhon br. Harianja ; Cabang Bekasi 3 (14/7/2020)
20. Sdr. Markus Sinaga doli-doli (anak dari  Kel.Pnt.K.Sinaga/br Simanjutak) Cabang Bekasi 3 (17/1/2021)
21. Bpk.Birgaldo Sinaga (A.Chatrine) (15/5/2021) Batam
22. Ny. DSK Sinaga br Panjaitan (Nai Boy) Jakarta Timur  2 (28/1/2021)
23. Bpk. Indri Sinaga/br. Pakkar (Kota Jambi), (21/7/2021)
24. Bpk.Ir. Adelison Sinaga, MM (Papua), (19/7/2021)
25. Ny. F. Lumbangaol Erika br. Sinaga (Na lagi hamil) ; (Makassar) Jumat, Tgl 23 Juli 2021 putri dari Ketua PPTSB Makassar
26. Ny.Sinaga/Br Simbolon(OP.ARTA BORU) 15 Juli 2021(Anggota PPTSB CAB. TEBING TINGGI SUMUT)
27. Bpk. W.P Nainggolan /br Sinaga, (A. Kembar ) , Tangerang
28. Bpk. N. Pakpahan / br Sinaga (A. Elsy ), Tangerang
29. Ny. Sitohang /br Hutagalung (Nai Amon)  , Bere Sinaga, Tangerang
30. Bpk. Sihite / br Sinaga , Tangerang
31. Bpk. M. Sinaga/ br Samosir (A. Bunga) , Tangerang
32. Ny.Sinaga /br.Nababan (+) Cabang Medan Kota; (9-11-2020)
33. Bpk.Pdt.Jabukki Sinaga(+) /Br.Marpaung; Cabang Medan Kota (Mei 2021)
34. Bpk.Pdt.Humisar Sinaga (+) / Br.Simanjuntak; Cabang Medan Kota (Mei 2021)
35. Bpk.Marhubung Sinaga(+) / br.Siringoringo; Samosir (Pebruari 2021)
36. Sdri. Hanna Listania Sinaga, Senin 28 Juni 2021, Cab.Singkawang.
37. Bpk. Pdt AKBP (Purn)DR Sinaga, STh (+) / br Limbong PPTSB Purwokerto
38. Ny Sinurat Saria P br Sinaga (Op Petra Boru) Kab.Simalungun
39. Bpk. Binsar Mulatua Sinaga br Sirait ( A. Rico), Ciledug
40. Ny. Letkol ( Purn ) P. Sinaga Br. Gultom ( Op. Natan / Kodamar, Jakarta Utara ), Meninggal Tgl 8 Januari 2021, Jakarta Utara
41. Bpk.Colombus Sinaga, meninggal pada Tgl. 28 Juni 2020. ; Semarang /Jakarta Utara
42. MIUN SINAGA br Limbong. (Pendiri/penasehat PPTSB Cirebon Barat)
43.Hasoloan sinaga. Br Naibaho+. (Pendiri/penasehat PPTSB indra mayu. 
44. A. Yanti Sinaga Simanjorang, anggota PPTSB CAB. Kediri Sektor Jombang, meninggal 15 Juli 21
45. DA.SIMANJUNTAK(+)/BR SINAGA,Pontianak.
46.Ny St R.Sinaga br Panjaitan(+)meninggal 17 Juli 2021,di Tg Uban,Kepri
47. Pendeta Demak Sìmanjuntak (+)/ br. Sinaga meninggal 2020 - Sipoholon Tap. Utara
48. Drs. Robert Hamonangan Sinaga Spd ( Op. Neva ). Meninggal di RS. Royal Prima Medan 21 Mei 2021.
49. Hendra Sinaga (Ketua PBB Kab.Sorong-Papua Barat).
50. Ny. Sirait br Sinaga/ Kupang NTT
51. Drs.Tubung Raja Sinaga/ br Sirumorang ( mantan Ketua Cab.Medan Utara)
52. Bpk. Edwin Tp bolon nanihabaluhon br Sinaga. Tgl  17 Juli 21. Cirebon.
53. Bpk.St James Sihombing. Op berton doli. nanihabaluhon br sinaga. Anggota pendiri PPTSB Cirebon Kota Tgl 23 Juli 2021.
54. Ny St R.Sinaga br.Panjaitan(+)meninggal 17 Juli 2021,di Tg Uban,Kepri
55. Bpk.Pdt Demak Sìmanjuntak (+)/ br. Sinaga meninggal 2020 - Sipoholon Tap. Utara
56. Ny.Pakpahan br Sinaga di Kalimantan Utara, Petugas Kesehatan di RSUD Tarakan.
57. Op Edgar br Tampubolon Isteri.Bp Dr Kaperius. Ketua PPTSB Jawa/Barat. Meninggal 13 Juli 2021.
58. Marzuki Sinaga , Nanihabaluhon Br Saragih, 16/Nop/2020 Cabang Pematangsiantar
59. Pdt Pardamean Sinaga, nanihabaluhon R Br Butarbutar (20-12-2020). Cabang Pematangsiantar
60.Op. Diana Sinaga, nanihabaluhon Op. Diana br Simanjuntak, (14/7/2021).Cabang  Pematangsiantar
61. Jhon Oslan Ferandi Sinaga, Anak dari St. Jabetlin Sinaga/St Maloni br Saragih, (15/7/2021). Cabang Pematangsiantar


II. Nama Keluarga PPTSB Sedang Dirawat di RS dan Isoma dirumah data Jumat (23/7/2021) Pukul 19.00 WIB:
1.Ny.Sinaga br Gultom (Op.Maria Boru) sedang pemulihan baru pulang  dari RS Jakarta Timur 2
2.Ny Sinaga br Silalahi (Nai Andre) sedang pemulihan di rumah, PPTSB Cabang Bekasi 3
3.Ny Sinaga/br Situmeang (Nai Oskar) Cabang Bekasi 3
4. Bpk. Gr.Sitompul/Br.Pardede,sedang pemulihan(Anggota PPTSB CAB.TEBING TINGGI,SUMUT)
5. Ny.Situmorang Dra.Meriana br.Sinaga RS.Duren Sawit Jakarta.
6. Bpk. David. T. Sinaga Cabang Kota Pontianak.
7. Bpk. Liber Sinaga, Op. Rosdiana-doli, Isoman, Balige-Toba.
8. Bpk. H. Saragih/ Br Sinaga (A. Kriston) , (isoman)
9. Ny. Sinaga  Br. Simbolon (Op. nathanael),10 hari (Isoman)
10. Ny Sinaga br Simbolon  (Mak Daniel) , (isoman)
11. Ny Sinaga br Tambunan ( Mak Ivandi)  (isoman)
12.Bpk.K.Sinaga( A.Meisya Sinaga).11 hari (isoman)
13. Bpk. Rahmat Sinaga br Silalahi ( Isoman)
14. Kel. A.M.R Panjaitan /br Sinaga ( isoman) 
15. Kel. Gogo Siahaan br Sinaga   (isoman) 
16. Kel. Danke Br Sinaga   (isoman)    
17. Ny Sinaga br Nainggolan (isoman) 
18. Sdri. Mia br Sinaga  (isoman)   
19. Kel. B. Sinaga br Gultom (isoman)
20.Kel. Kurnia Sihotang/ br Sinaga (isoman)
21. Kel. Ny Sinaga/ br.Hutapea (isoman)
22. Rosa br Sinaga (isoman)
23. Kel. Anwar Siregar/  br Sinaga (isoman)
24. Kel.Martin Sinaga  (isoman)
25. Josua Sinaga (isoman)
26. Kel.B.Sinaga (op Brayen)  (isoman)
27.Kel.Tasya Sinaga/br Sitanggang  (isoman)
28. Ebhen Sinaga ( isoman)
29. Ny Sinaga br Sitepu dirawat di Rs Carolus
30. Ny. St Bernard Sinaga br Sidabutar ( dirawat di RS Primaya Tangerang)
31. Kel.D. Manik/br Sitanggang. Suami Istri (isoman)
32. Kel. Josua Simamora/Br. Togatorop ( Inang i ) di rawat di Rs Primaya Tangerang
33. Jeremia Sitorus  ( tubuni Sitorus/br Sinaga),  (isoman)
34. Kel. St. KSP Sinaga/br Sagala (Suami dan Istri, Isoman di safe house @Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta), PPTSB Ciledug. 
35. Keluarga Wilmar Sinaga br  Hasibuan satu keluarga Cirebon.
36. Lintas Sinaga br Sianturi. (Penasehat PPTSB Cirebon).
37. BPK. M. Sinaga / br Hasugian, anggota PPTSB Cab. Surabaya, dirawat di RS Dr. Sutomo Surabaya
38.NY.AM Sinaga /Br Hutagalung.Pontianak.
39. Ny.Sinaga Br.Tamba (Op.ni si Mona); Cabang Medan Kota, Isoman.
40. Ny. Sinaga br siallagan Jayapura Papua (isoman )
41. Laba Simanjorang (Sinaga) (isoman)
42. Junita Hutapea (ny.L.Simanjorang.S) (isoman
43. R .Saragih br Sinaga (op.Risky) (Isoman)
44. Ny. Sinaga br. Nainggolan (Op. Aditya boru) (Isoman)
45. Ny. Manurung br. Sinaga (Mama Carisa) Isoman
46. Ny. Munte br. Sinaga (Ima Sinaga) Isoman
47. Aditya Sinaga (Anak) (Isoman)
48. Op.Noah Boru Sinaga. (isoman) 
49. Ando Sirait (isoman)
50. R. Gultom br sinaga ( rawat inap )
51. Ny.Sinaga br Hutahayan ( Isoman )
52. Bpk. M. Sinaga / br Hasugian, anggota PPTSB Cab. Surabaya, dirawat di RS Dr. Sutomo Surabaya
53.Ny AM.SINAGA/BR HT GALUNG,Pontianak Siantan.
54. Bpk. DT.SINAGA/BR NAINGGOLAN,Pontianak/S.Raya.
55. Ny Pdt Boston Sinaga Cabang Jateng 3
56 Bpk.A Putri Rumasondi Cabang Jateng 3
57. Ny Bontot Sinaga Cabang Jateng 3
58. Bpk. Op Egi Purba /Br Sinaga (+) cabang Bandar Lampung.
59. Bpk. Ama Debora Pardede / Br Sihotang. Cabang Panjang Lampung.
60. BPK. FREDY RICARDO SEMBIRING/Br.SARAGIH(RUSTY GROUP)anghota PPTSB CAB.TEBING TINGGI,SUMUT. (isoman)
61. Ny.Sinaga Br.Tamba (Op.ni si Mona); Cabang Medan Kota, Isoman.
62. Pdt Saorlina Sinaga ; Pdt HKBP di P.Siantar (P. Siantar) Isoman
63. Michael Hamonangan Sinaga (anak Kecab Cab Kota Jambi)
64. Bpk Enjel Sinaga/br. Nainggolan (1 kel, Jambi)
65. Mak Indri Br. Pakkar (1 kel, Jambi)
66.  Ny. Sianipar br. Sinaga (1 kel, Jambi)
67. Op. Michael Sinaga/br. Sitio (1 kel, Jambi)
68.Ando Simarmata PPTSB Tegal
69.Ny Kol H Saragih br Rajagukguk PPTSB Semarang
70. Linda br. Manurung isoman (Sampit kalteng)
71. Normaida br. Manurung isoman suami R. Lumbangaol meninggal (Sampit Kalteng).


Untuk bersekutu bersama menaikkan Doa dan Ratapan kepada Tuhan melalui IBADAH dan DOA RATAPAN yang akan kita lakukan pada : Join Zoom Meeting: https://us02web.zoom.us/j/82389442197?pwd=OFpKZktBNWRWU2J2aHhQcVlxbXRIdz09 Meeting ID: 823 8944 2197. Passcode: TOSIN.

Penggunaan zoom ini terbatas, sehingga yang diharapkan bisa masuk via Zoom hanya Pengurus Pusat, Penasehat, Dewan-dewan, Ketua-Ketua Wilayah dan Cabang PPTSB Se Indonesia. Untuk yang lainnya dan seluruh Keluarga Besar PPTSB dapat masuk melalui akun YouTube PPTSB TOSIN. Teriring Salam Sehat. (Asenk Lee Saragih)

Simalungun Berduka, Tokoh Budaya Jordi Purba Tutup Usia

Written By Beritasimalungun on Thursday, 22 July 2021 | 09:45


Medan, BS-Masyarakat Simalungun kehilangan seorang tokoh Budayawan Simalungun, Jordiman Purba Sigumonrong SE. Putra Simalungun pegiat Seni Budaya kelahiran Sondiraya 30 Maret 1961 ini tutup usia di Rumah Sakit Murni Teguh Kota Medan, Kamis (22/7/2021) sekira Pukul 06.00 WIB akibat terpapar Covid-19. Sebelumnya Jordiman Purba telah menjalani perawatan selama tiga pekan di RS Vita Insani Kota Pematangsiantar selama tiga pekan.

Sementara prosesi pemakaman dilakukan secara prokes oleh Medis RS Murni Teguh di Pemakaman keluarga di Sondiraya, Kecamatan Pamatangraya, Kabupaten Simalungun, Kamis (22/7/2021) sore.

“Kabar duka yang paling dalam buat Simalungun yang telah kehilangan seorang tokoh yang sangat peduli dengan budaya, Pak Jordi Purba Sigumonrong. Selamat jalan Ketua Kami,” tulis Sully Sinaga di Group WA “MarSimalungun” Kamis pagi (22/7/2021).

“Udah dari 3 minggu yang lalu kela positif covid bang, sempat dirawat di RS Vita Insani Pematangsiantar, baru dirujuk ke RS Murni Teguh, Medan. Kami udah di Raya, seharusnya hari ini Kamis kami audiensi sama ketua dpr, tapi dengar kabar kayak gini, kami langsung nunggu di Sondiraya aja lah ya kela. Hancur kali rasanya kela. Padahal kemarin masih sehatnya kela itu, masih semangat nya kela itu untuk kegiatan ini. Kela Jordiman akan dimakamkan di Sondi Raya. Ini sedang dalam pengurusan perjalanan dari Rumah Sakit Murni Teguh Medan ke Sondi Raya,” tulis seorang anggota group WA “MarSimalungun”.


“Rest In Peace. Dihut marpusok ni uhur (turut berdukacita). Telah berpulang ke rumah Bapa . Jordi Purba, Kamis 22 Juli 2021 di RS Murni Teguh Medan. Ketua PB7KS,” tulis Anita Martha Hutagalung dilaman Facebook, Kamis (22/7/2021).

Jordi Purba adalah seorang Tokoh Pemerhati Budaya Simalungun. Tahun 2018 lalu, Jordi Purba membawa Tujuh kerajaan Simalungun berpartisipasi dalam ajang Festival Keraton Nusantara XII di Batu Sangkar, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, 27-30 November 2018.

Kegiatan ini merupakan ajang tahunan yang melibatkan 70 kerajaan se nusantara untuk menampilkan berbagai keragaman adat budaya kerajaan. Berbagai kegiatan dirangkai dalam berbagai sajian menarik sehingga menjadi promosi budaya, seperti seminar budaya, kirab prajurit dan pawai budaya, pameran benda pusaka, pertunjukan tari kerajaan, perjalanan wisata hingga mengunjungi pusat kerajinan.

Kerajaan Simalungun ikut ajang serupa tiga kali berturut yakni FKN XI Cirebon 2017, Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asean Sumenep, Madura 2018, hingga FKN XII Batusangkar, Tanah Datar, Sumatera Barat bersamaan dengan event Pesona Minangkabau 28-2 Desember 2018.

Ke-7 Raja Simalungun  yang mengikuti FKN XII tersebut, yakni Raja Raya, Tuan Artalim Saragih Garingging, Raja Siantar Tuan Difi Sangnuan Damanik, SE, Raja Panei Tuan Jaulan Purba Dasuha , Raja  Dolog Silou Tuan Tanjargaim Purba Tambak, Raja Silimahuta Tuan SN Girsang, Raja Tanah Jawa Tuan Kasli Sinaga, Raja Purba Tuan Aminsyah Purba Pakpak.

Jordi Purba sebagai Ketua Panitia Promosi Budaya tujuh Kerajaan Simalungun (PB7KS) sangat peduli dengan Sejarah Raja Simalungun. Bahkan dirinya bersama tim PB7KS berupaya agar Kerajaan Simalungun resmi menjadi anggota FKN, hingga kemudian mendapat kesempatan menjadi tuan rumah festival Keraton Nusantara.

Jordi Purba juga diketahui sebagai Pimpinan PT. Sitapongan Lestari yang berada di Desa Payung Sekaki Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu. Jordi Purba juga pernah menjadi Caleg DPR RI Dapil 3 Sumut dari Partai NasDem pada Pileg 2019 lalu.

Jordi Purba juga aktif sebagai penggiat sosial media yang kerap mengkritik pembangunan di Kabupaten Simalungun. Selamat jalan Pak Jordi Purba, Kami Turut berdukacita. (Asenk Lee Saragih)


Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.

Berita Lainnya

.

.
.

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

 


 


Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Ibadah Syukuran HUT 80 St RK Purba Pakpak

Ibadah Syukuran HUT 80 St RK Purba Pakpak
KLIK Gambar Untuk Selengkapnya