. 40 Hari Menapaki Lintas Sumatera, Tim 11 Masuk Pintu Jakarta Menuju Istana “Tutup TPL” | BeritaSimalungun
Home » , , , , » 40 Hari Menapaki Lintas Sumatera, Tim 11 Masuk Pintu Jakarta Menuju Istana “Tutup TPL”

40 Hari Menapaki Lintas Sumatera, Tim 11 Masuk Pintu Jakarta Menuju Istana “Tutup TPL”

Written By Beritasimalungun on Thursday, 22 July 2021 | 08:44

40 Hari Menapaki Lintas Sumatera, Tim 11 Masuk Pintu Jakarta Menuju Istana “Tutup TPL”.

Jambi, BS
-Panjang umur perjalanan. Heppy Gurdak gais!!!!. Begitulah Togu Simorangkir menyapa netizen facebook sepanjang perjalanan. Tiga Icon Aktivis “AJAK TUTUP TPL”, Togu Simorangkir, Anita Martha Hutagalung (ONI), Irwandi Sirait tak henti-hentinya menyapa netizen lewat postingan video dan foto yang sellau disiarkan Live oleh Jevri Manik.

Togu Simorangkir sebagai Presiden “Ajak Tutup TPL” yang akrab dengan label Bos Lebay (Bos Lele, Bebek, Ayam) terus memberikan semangat perjuangan Tim 11 menuju ke Jakarta (Istana Presiden RI). Hari ini Kamis (22/7/2021) sudah memasuki hari ke 39 sejak bertolak dari Makam Sisingamangaraja XII, Toba Senin (14/6/2021) lalu yang dilepas dengan upacara adat Batak.

Genap sudah 40 hari pada Kamis 23 Juli 2021 besok, Tim 11 menapaki Lintas Sumatera (Sumatera Utara, Sumatera Barat, Provinsi Jambi, Sumatera Selatan, Lampung) hingga diujung Pulau Sumatera, Pelabuhan Bakauheni, Lampung dan masuk dipintu pulau Jawa, Pelabuhan Merak, Provinsi Banten.  

Jarak yang ditempuh Tim 11 lebih dari 1700 KM jalan kaki dari Toba ke Istana Negara untuk bertemu Presiden Joko Widodo dan menteri terkait guna menyuarakan “Penutupan TPL”.

Dalam perjalanan, Togu Simorangkir, Anita Martha Hutagalung (ONI) dan Irwandi Sirait didampingi 8 Tim Logistik yang terdiri dari Cristian Gultom, Erwin Hutabarat, Ishak Aritonang, Agustina Pandiangan, Bumi Simorangkir, Lambok Siregar, Yman Munthe dan Jevri Manik.

Togu Simorangkir yang disebut sebagai Cicit Raja Sisingamangaraja XII seorang raja di Negeri Toba, Sumatra Utara, terus memberikan semangat kepada tim. Pahlawan Nasional yang berjuang di Tanah Batak 30 tahun melawan Belanda dan akhirnya tewas. Semangat perjuangan untuk rakyat itu tetap bergelora di darah cicitnya Togu Simorangkir ini terhadap pendidikan dan lingkungan hidup di Danau Toba kemudian mengantarkannya terpilih sebagai salah satu Kick Andy Heroes pada tahun 2019.

Saat ini Togu Simorangkir dan team, Anita Martha Hutagalung dan Bang Rait start dari Makam Sisingamangaraja XII, Senin (14/6/2021) dilepas dengan upacara adat.

Misi yang dibawa adalah tutup TPL (Toba Pulp Lestari) korporasi besar dulu namanya Indorayon yang sudah 30 tahun menempati tanah Batak dan telah banyak menyebabkan gesekan-gesekan dengan masyarakat baik dalam soal rebutan tanah, lingkungan yang tercemar, tanggung jawab sosial dll. Ini perjuangan untuk tanah Batak.

Togu Simorangkir, bersama rekan-rekan melakukan aksi nekat sejak Senin 14 Juni 2021 mulai jalan kaki dari Toba menuju Jakarta. Niatnya jelas, meminta pemerintah segera menutup PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Aksi jalan kaki ini menghiasi laman FB Anita Martha Hutagalung, Togu Simorangkir, Jevri Manik dalam menyapa netizen sepanjang perjalanan. Siaran langsung facebook (Live) FB Jevri Manik, FB Anita Martha Hutagalung (ONI) serta FB Togu Simorangkir ribuan netizen memberikan semangat. 

Bahkan disepanjang jalan lintas Sumatera, Tim 11 selalu mendapat sambutan yang baik dan bahkan selalu diberikan tempat istirahat dan makanan penambah energy menambah umur panjang perjuangan menuju Istana  Jakarta.

Semoga aksi jalan kaki Tim 11 “AJAK TUTUP TPL” ini mendapat respon yang positif oleh Presiden RI dan dieksekusi Menteri bersangkutan demi kelangsungan Bumi disekeliling Danau Toba yang asri dan abadi untuk anak cucu Tanoh Batak. 

Kepada “Presiden Tutup TPL” Togu Simorangkir, Anita Martha Hutagalung (ONI) dan Irwandi Sirait dan  8 orang Tim Logistik, Cristian Gultom, Erwin Hutabarat, Ishak Aritonang, Agustina Pandiangan, Bumi Simorangkir, Lambok Siregar, Yman Munthe dan Jevri Manik, perjuangan kalian akan dicatat sejarah oleh Putra Tanah Batak dan Pecinta Negeri Ini. Tuhan Memberkati. (Asenk Lee Saragih)
Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.