}); July 2018 | BeritaSimalungun

Berita Terkini

INDEKS BERITA

Warga Protes Hutan Pinus Simacik II Kembali Disadap Kelompok Warga

Written By Beritasimalungun on Monday, 30 July 2018 | 09:01

Pinus yang disadap di Hutan Simacik II.

BeritaSimalungun, Dolok Silau-Masyarakat Nagori Parasmian Kecamatan Dolok Silau, protes atas aksi kelompok masyarakat yang melakukan penyadapan kayu pinus di Hutan Simacik II Kecamatan Dolok Silau. Kabupaten Simalungun.

Protes ini karena masyarakat menilai penyadapan dengan cara melukai batang pohon pinus, yang sudah dilakukan sejak tiga bulan lalu ini, mengancam ekosistem hutan dan mata air yang merupakan sumber air minum masyarakat di tiga nagori di Kecamatan Dolok Silau.

Iwan Barus, warga setempat melalui sambungan seleuler, Jumat (27/7/2018), mengatakan, warga protes kembali, karena penderesan pohon pinus sudah dihentikan sekitar setahun lalu. Bahkan pelakunya sudah dilaporkan ke Polsek, dan pihak Polsek sempat turun ke lokasi. Namun saat itu pelaku tidak ditemukan, diduga karena informasi kedatangan polisi bocor.

“Kita tidak ingin menjadi korban bencana alam, akibat kepentingan sekolompok masyarakat. Penderesan pohon pinus terbukti merusak pohon dalam jangka panjang. Jika pinus mati, maka akan berpengaruh kepada ketersediaan air,” katanya.

Dijelaskan Iwan yang mengaku berada di lokasi hutan pinus bersama sejumlah warga Parasmian, pihaknya sedang memeriksa sumber mata air yang diduga dicemari kelompok yang sedang menderes kayu pinus.

“Kami minta pihak berkompeten untuk menghentikan perusakan hutan ini. Jangan sampai terjadi konflik di lapangan, karena ini menyangkut masa depan nagori di sekitar hutan,” katanya.

Dijelaskan Iwan, masyarakat Parasmian sudah pernah mengundang berbagai pihak berkompeten termasuk kelompok yang mengatasnamakan gabungan kelompok tani itu. Namun pihak Gapoktan dimaksud tidak hadir.

“Informasi yang sampai kepada kami, penyadapan pohon pinus ini atas persetujuan pangulu Saran Padang dan Panribuan. Kami sangat menyesalkan hal tersebut,”kata Iwan.

Kapolsek Dolok Silau AKP Hilton Marpaung membenarkan bahwa beberapa hari yang lalu memang ada warga sekitar hutan pinus melakukan aksi pengusiran terhadap para pekerja penyadap getah pohon pinus tersebut.

Terkait hal tersebut, pihaknya sudah melakukan pemanggilan pihak kehutanan agar hadir dalam rapat muspika yang akan digelar, Selasa (31/7/2018) mendatang.(BS)

Sumber: MetroSiantar.com

Pengedar Sabu (Erit Setiawan) Tertawa Dituntut 15 Tahun Penjara

Terdakwa, Erit Setiawan ketika didampingi penasehat hukum di persidangan.
BeritaSimalungun, Raya-Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Simalungun Friska Sitorus menuntut Erit Setiawan selama 15 tahun penjara, denda Rp1 miliar subsider 1 tahun kurungan, dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Simalungun, Kamis (26/7/2018) pekan kemarin.

Dalam amar tuntutannya, JPU berpendapat jika terdakwa melanggar pasal 112 (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mendengar tuntutan itu, kepada mejelis hakim diketuai Lisfer Berutu didampingi dua hakim anggota yakni Mince dan Novarina menyatakan, agar hukumannya dikurangi. 

“Saya sudah dua kali ini terpidana. Dengan serendah hati, saya memohon agar hukuman saya dikurangi,” kata terdakwa pada majelis hakim didampingi kuasa hukum Ronald Pasaribu. Selanjutnya, Mejelis hakim menunda persidangan hingga minggu depan guna.

Uniknya, usai persidangan, terdakwa yang berjalan menuju sel tahanan sementara di Pengadilan Negeri Simalungun tampak tertawa.

Bahkan, keluarga terdakwa juga terlihat tak ada beban dengan tuntutan jaksa tersebut. “Itulah hukum,” ujar salah seorang keluarga terdakwa, sambil berjalan pulang meninggal Pengadilan Negeri Simalungun.

Sebelumnya, pada hari Rabu 17 Januari 2018 sekira pukul 16.00 WIB, Tolo (DPO) menghubungi terdakwa. Selanjutnya, terdakwa meminta tolong kepada Tolo untuk membantunya membeli sabu satu paket besar seharga Rp57 juta dari Tolo.

Ketika itu, terdakwa hanya dapat memberikan uang panjar (uang pangkal) pembelian sabu sebesar Rp10 juta, dan sisa pelunasan pembelian sabu sebesar Rp47 juta akan terdakwa berikan kepada Tolo setelah sabu habis terjual. Dan, pada saat itu, Tolo bersedia membantu terdakwa serta sepakat dengan permintaan terdakwa.

Kemudian, pada hari Kamis 18 Januari 2018 sekira 23.00 WIB, terdakwa dan Tolo bertemu di Jalan Medan, tepatnya di Huta Bandar Jambu, Nagori Pematang Dolok Kahean, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun. Lalu, Tolo memberikan satu bungkus plastik besar yang di dalamnya berisi sabu kepada terdakwa, dan terdakwa menyerahkan uang panjar pembelian sabu sebesar Rp10 juta.

Kemudian, terdakwa membawa sabu tersebut ke rumahnya yang terletak di Huta VII Nagori Karang Rejo, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun. Dia (terdakwa) mengkonsumsi sebagian kecil sabu tersebut. Selebihnya, terdakwa memaketkan barang haram ini dengan menggunakan timbangan digital dan memasukkannya ke dalam beberapa plastik klip yang lebih kecil.

Sialnya, pada hari Jumat 19 Januari 2018 sekira pukul 14.30 WIB, pada saat terdakwa berada di dalam rumahnya, dia ditangkap personel Polsek Bangun.(BS)

Sumber: MetroSiantar.com

Suci Izdihar Hulwa Pengibar Bendera Pusaka asal Siantar

Suci Izdihar Hulwa
BeritaSimalungun, Siantar-Satu pelajar asal Pematangsiantar mampu bersaing dan masuk dalam barisan diantara 68 orang sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Merdeka untuk Peringatan HUT RI Ke 73 Pada 17 Agustus 2018 mendatang. Suci Izdihar Hulwa, pemilik tinggi 169 centi meter ini, merupakan salah satu siswi SMA Negeri 6.

Anak ke dua dari tiga bersaudara tersebut, bersama dengan seluruh putra dan putri terbaik dari 34 provinsi se-Indonesia itu telah menjalani pendidikan latihan (Diklat) PP PON Kementerian Pemuda dan Olahraga Cibububur, Jakarta Timur.

Abdi Mujiono dan Zainimar merupakan orangtua Suci Izdihar Hulwa tinggal di Jalan Volly, Kecamatan Siantar Barat.

Orangtua Suci merupakan pedagang yang membuka warung sarapan lontong dan nasi. Zainimar mengaku bangga dan terkejut putri satu-satunya itu dapat lolos di tingkat nasional. Dalam benaknya tidak pernah terlintas putrinya mampu bersaing dan terpilih.

Bagi Zainimar, anaknya sosok yang rajin dan penurut. Sebelum disibukkan dengan latihan baris berbaris di Lapangan Adam Malik atau sebelum dipanggil ke tingkat provinsi dan nasional, Suci tak pernah lupa mengerjakan pekerjaan orangtua, seperti membantunya berjualan. Namun keinginannya sangat kuat menjadi seorang Paskibraka. Bahkan, selama seleksi, Suci sering melakukan aktifitas push up setiap pagi dan sore hari.

Zainimar sempat tidak tega membiarkan putrinya latihan Paskibraka karena latihan yang harus dihadapi selama ini, cukup berat.
“Awalnya saya larang, karena memang saya lihat begitu lelah dia. Selama tiga bulan, setiap hari pulang malam, mandi, makan dan langsung tidur. Tidak ada waktu lagi membantu jualan,” terangnya.

Namun, Zainimar memiliki harapan anaknya dapat membawa baki bendera pusaka dalam upacara kemerdekaan RI ke-73. Suci merupakan siswa Kelas XI IPS SMAN 6 Pematangsiantar, peraih ranking empat di sekolah.

“Saya sudah siap-siap nonton nanti di 17 Agustus nanti. Semoga Suci bisa bawa baki, biar bertatap muka dengan presiden,”harapnya.
Suci yang merupakan anak dari pasangan Jawa dan Minang ini memiliki cita-cita menjadi seorang polisi.

“Dia hobinya basket, tapi kalau di Siantar kan lapangan basket sedikit. Dia memang ingin nanti tamat SMA melamar untuk menjadi Polwan,” jelasnya.(BS)

Sumber: MetroSiantar.com

PMS Desak DPRD Segera Gelar Paripurna: Ketua Sakit, Jadwal Belum Ditetapkan

Aksi demo Partuha Maujana Simalungun (PMS).FB

BeritaSimalungun, Siantar-Jadwal rapat paripurna DPRD Siantar untuk menentukan sikap atas laporan panitia angket terkait penyelidikan dugaan penistaan Suku Simalungun, belum dijadwalkan. Walau hasil kinerja panitia sudah diserahkan ke Ketua DPRD Marulitua Hutapea, jadwal belum ditentukan karena Marulitua Hutapea sedang sakit dan dirawat di RS Vita Insani Siantar.

Menurut Pelaksana Tugas Sekretaris Dewan (Sekwan) Wanden Siboro, kendala saat ini adalah ketua DPRD, Marulitua Hutapea, belum datang berkantor lantaran sakit.


Sampai saat ini juga, jadwal untuk rapat Badan Musyawarah (Banmus) belum dapat ditetapkan.

“Belum tahu kapan dijadwalkan. Ketua DPRD masih sakit dan belum ke kantor,” kata Wanden Siboro, Jumat (27/7/2018).

Sementara itu, Ketua Partuha Maujana Simalungun (PMS) Kota Pematangsiantar Minten Saragih, mendesak DPRD Pematangsiantar segera menggelar rapat paripurna untuk menindaklanjuti hasil rekomendasi hak angket DPRD. 

Menurutnya, sikap Walikota Siantar Hefrianyah atas dugaan penistaan suku Simalungun sudah menjadi isu nasional. Oleh karena itu, DPRD diharapkan segera mungkin menyelesaikan tugasnya sehingga hasil kerja hak angket DPRD dapat diketahui masyarakat luas, khususnya etnis Simalungun.

Mengingat aksi demo yang terus berlanjut, sangatlah penting agar DPRD memprioritaskan tugasnya terkait hak angket.

“Semua masyarakat etnis Simalungun di dunia dan warga Siantar ingin tahu apa hasil kesimpulan panitia angket. Saya meminta Ketua DPRD segera membukanya ke publik. Apapun hasilnya,” tegas Ketua PMS Siantar Minten Saragih.

Kembali ditegaskan Minten, Marulitua Hutapea selaku ketua DPRD dan dua pimpinan lainnya jangan menunda-nunda jadwal paripurna. Hal paling dikuatirkan adalah lambatnya penjadwalan justru dijadikan anggota dewan lainnya untuk keluar kota. 

“Jangan lagi ada anggota dewan yang pergi ke luar kota. Saya meminta agar Ketua DPRD jangan memberi tugas lagi, sebelum hasil angket ini diparipurnakan. Ini sangat prioritas, jangan sampai demo lagi,” tegasnya.

Minten Saragih menegaskan, pihaknya tidak akan pernah mundur dari masalah ini dan akan tetap mengawal pembahasan dugaan penistaan adat istiadat dari etnis Simalungun ini.

“Kami harap DPRD Siantar membuka hati nurani untuk persoalan ini. DPRD sebagai wakil rakyat harus melihat persoalan ini dengan nurani. Karena masyarakat berharap DPRD dapat melihat penderitaan yang dialami etnis Simalungun,” imbuhnya.

Sampai saat ini, hasil kesimpulan Panitia Hak Angket atas dugaan penistaan etnis Simalungun belum dibuka ke publik. Panitia Hak Angket telah menyerahkan hasil kesimpulan tersebut ke Ketua DPRD Marulitua Hutapea, Rabu kemarin. (BS)

Sumber: MetroSiantar.com

Diduga Jadi Korban Tabrak Lari, Aiptu Mangisara Simbolon Meninggal Dunia

Aiptu Mangisara Simbolon Meninggal Suami Dari Bendahara Projo Simalungun Elfrida Sinaga
Korban Aiptu Mangisara Simbolon saat dirawat di IGD RS Vita Insani Pematangsiantar, Sabtu 28 Juli 2018.

BeritaSimalungun, Panei Tongah- Aiptu Mangisara Simbolon (52), anggota Polri yang bertugas di Polsek Panei Tongah, dengan jabatan sebagai Kanit Binmas, mengalami kecelakaan saat mengendarai sepedamotor Honda Revo BK 6775 TAC, Sabtu (28/7/2018) sekira Pukul 21.30 WIB.

Korban diduga tertabrak di Jalan Umum Km 6-7, Jurusan Pematangsiantar Saribudolok, Huta Bombongan, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun.

Mengetahui suaminya meninggal dunia, Elfrida Sinaga menuliskan komentar atas kepergian Suami tercinta di lini masa soasial media. Ucapan Belasungkawapun membanjiri linimasa sosial media Elfrida Sinaga.

Berdasarkan laporan pihak Unit Laka Lantas Satlantas Polres Simalungun, akibat kejadian tersebut, korban menderita luka pada bagian pelipis sebelah kiri luka robek, luka gugus di pipi sebelah kiri, luka gugus di tangan sebelah kiri dan luka gugus di lutut kaki sebelah kiri. 

Korban dilarikan ke RS Vita Insani Pematangsiantar untuk mendapatkan perawatan medis. Namun sayang, setelah dirawat di rumah sakit tersebut, korban menghembuskan nafas terakhir.

Kejadian tersebut diduga berawal saat korban yang mengendarai sepedamotor milikya itu datang dari arah Panei Tongah menuju arah Pematangsiantar. 

Setibanya di TKP diduga korban melihat di depan arah perjalanannya ada lubang dan berusaha untuk menghindarinya dengan mengarahkan sepedamotornya ke arah kanan searah perjalanannya. 

Diduga saat yang bersamaan dari arah berlawanan muncul satu unit mobil yang tidak diketahui identitasnya, sehingga terjadilah tabrakan.

Usai tabrakan tersebut, mobil yang tidak diketahui identitasnya tersebut langsung tancap gas dan menghilangkan diri. Sementara tak lama kemudian warga sekitar mendengar ada kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dengan melarikan ke RS Vita Insani Pematangsiantar untuk mendapatkan perawatan medis.

Kemudian melaporkannya ke pihak kopolisian yang tak lama kemudian personel Unit Laka Lantas Satlantas Polres Simalungun tiba di lokasi kejadian dan melakukan olah TKP serta mendatangi korban ke RS Vita Insani Pematangsiantar.

Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Hendri Nupia Dinka Barus SH SIK melalui Kanit Laka Lantas Ipda Jonni FH Sinaga mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah TKP dan mengamankan barang buktinya.

Kapolres Pertanyakan Penyebab Kematian Korban

Terkait meninggalnya korban Laka lantas Aiptu Mangisara Simbolon (52), Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan SIK MH, didampingi oleh Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Hendri Nupia Dinka Barus SH SIK, Kanit Laka Lantas Ipda Jonni FH Sinaga, dan Kapolsek Panei Tongah, Minggu (29/7/2018) sekira Pukul 08.00 WIB, mendatangi RS Vita Insani Pematangsiantar guna untuk mendapatkan jawaban pasti penyebab kematian salah satu anggotanya tersebut.

Saat kedatangannya, Kapolres Simalungun dan rombongan terlebih dahulu mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan sempat meminta agar pihaknya dapat bertemu dengan pihak yang menangani perawatan medis anggota Polri yang meninggal dunia tersebut.

Namun para petugas medis yang berjaga saat itu meminta agar Kapolres Simalungun dapat bersabar menunggu pimpinan mereka yang berkompeten untuk memberikan keterangan terkait hal tersebut.

Pihak RS Vita Insani yang diwakili oleh Dr Namso Saragih SpPD, dr Jonas Purba, dr Ari Stefano, Dr Hendri J Damanik SpAn, Choki Pardede, dan Roselina Purba SE, menggelar pertemuan disalah satu ruangan perkantoran di Lantai II, bersama rombongan Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan SIK MH.

Dr Namso Saragih SpPD kepada rombongan Kapolres mengaku sudah berusaha melakukan pertolongan.

“Kami sudah berusaha yang terbaik dengan segala kemampuan kami,”kata Dr Namso Saragih SpPD saat memberikan jawaban kepada Kapolres Simalungun dan rombongannya.(BS)

Sumber: MetroSiantar.com 

Tor-tor Sombah dan Haroan Bolon Ditampilkan di Asian Games

Tortor Haroan Bolon Simalungun pada Pagelaran Budaya Simalungun di Teater Garuda TMII Jakarta Sabtu 21 April 2018-Photo Asenk Lee Saragih.

BeritaSimalungun, Siantar-Sanggar Simalungun yang dipimpin Triadil Saragih akan menampilkan Tor-tor Sombah dan Haroan Bolon di salah satu pertandingan cabang olahraga Asian Games di Jakarta, yang akan dibuka 18 Agustus 2018 mendatang.

Triadil Saragih mengatakan, penampilan Tor-tor Sombah dan Haroan Bolon dilakukan disela-sela pertandingan cabang olahraga, sebagai bentuk untuk memperkenalkan budaya Indonesia, khususnya budaya Simalungun kepada peserta Asian Games.


“Budaya berbagai suku di Indonesia adalah kekayaan yang harus selalu dilindungi dan dilestarikan. Budaya, termasuk tarian Tor-tor Sombah perlu diperkenalkan untuk memberikan gambaran kepada peserta Asian Games, bahwa Indonesia memiliki banyak kekayaan budaya,”kata Triadil Saragih.

Triadil berharap, pagelaran Asian Games di Indonesia berjalan dengan aman dan lancar dan Indonesia dapat meraih prestasi terbaik.

“Kita berdoa untuk pelaksanaan Asian Games. Ini adalah suatu kebanggaan buat Indonesia menjadi tuan rumah di Asian Games 2018, mari sama-sama mendukung semoga setiap acara bisa berjalan dengan lancar,”katanya.

Parapat Bersih-bersih

Menyambut kedatangan api obor Asean Games beserta rombongan pada tanggal 31 Juli yang akan datang, Uspika Kecamatan Girsang Sipangan Bolon bersama seluruh elemen masyarakat mengadakan aksi bersih-bersih, Jumat(27/7/2018).
Aksi bersih bersih jelang kedatangan api obor Asean Games di Sibaganding, Jumat (27/7.2018).
Sebelum aksi bersih dimulai Kapolsek Parapat AKP Raymond Hutagalung memimpin langsung apel bersama di Lapangan Pantai Bebas. Dalam arahannya Raymond menerangkan bahwa aksi bersih ini sebagai bentuk dukungan atas terpilihnya Kota Parapat sebagai salah satu kota persinggahan api abadi Asean Games.

“Kita beruntung turut menjadi bagian dari perhelatan terbesar di Asia ini, kita buktikan bahwa Parapat aman dan nyaman untuk dikunjungi,” ujar Raymond.

Tak ketinggalan seluruh warga yang tinggal di pinggiran jalan sepanjang Jalinsum mulai dari Desa Sibaganding hingga Desa Sipangan Bolon Mekar dan jalan ring road Kota Parapat turut diimbau untuk ikut berpartisipasi. Petugas Polsek Parapat dengan menggunakan mobil bergerak keliling kota Parapat sambil menggunakan pengeras suara mengimbau warga agar turut berpartisipasi.

“Minimal masyarakat itu ikut membersihkan lingkungannya sendiri, dan secara serentak kita bergerak dan bekerja bersama,” imbuh Raymond.

Sebanyak 11 titik menjadi fokus utama kegiatan bersih bersih ini. Sehari sebelum aksi bersih-bersih ini dilakukan telah diadakan rapat koordinasi membahas kegiatan ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kepolisian, diagendakan api obor Asean Games akan bermalam di Parapat tepatnya di Pasanggrahan Bung Karno. Keesokan harinya api obor akan diarak bergerak melewati rute yang telah ditentukan. Mulai dari Pasanggrahan Bung Karno, api obor akan diarak menuju Hotel Atsari, lalu dibawa naik kapal di Danau Toba. Selanjutnya akan naik ke Hotel Patrajasa untuk diarak kembali menuju Tugu Siliwangi dan akan berakhir di Pantai bebas Parapat.

“Acara lainnya juga yang tak kalah penting diadakannya layanan SIM Keliling dan Senam Massal yang melibatkan peserta sebanyak 2000 orang,” pungkas Raymond.

Sekretaris KNPI Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Martua Hutapea yang turut ikut dalam aksi bersih ini merasa bangga bisa ikut berpatisipasi. Bagi Martua, kehadiran seluruh elemen kepemudaan dalam aksi ini merupakan bentuk dukungan kepada Uspika dalam mempersiapkan penyambutan api obor Asean Games.

“Kita bangga karena organisasi kepemudaan seperti KNPI, IPK, PP dan yang lainnya ikut dilibatkan dalam penyambutan api obor Asean Games ini. Kita berharap semua rombongan bisa menikmati keindahan Kota Parapat dan Danau Toba,” kata Martua.(BS)

Sumber: MetroSiantar.com

Putusan Panitia Angket Akan Diuji Mahkamah Agung

Perwakilan etnis Simalungun sedang melakukan dengar pendapat dengan Panitia Hak Angket DPRD Siantar, Senin (2/7/2018).

BeritaSimalungun, Siantar-Penugasan yang diberikan oleh DPRD Kota Pematangsiantar melalui sidang paripurna tertanggal 25 Mei 2018 lalu, terhadap sembilan orang panitia hak angket untuk melakukan penyelidikan pada Hefriansyah SE MM sebagai Walikota Pematangsiantar karna telah ditemukan bukti awal terjadinya penistaan terhadap Etnis Simalungun.

Kuasa hukum Presidium Gerakan Sapangambei Manoktok Hitei (GSMH) Sepriandison Saragih SH mengatakan, hak angket DPRD Kota Pematangsiantar diatur dengan tegas dalam Pasal 159 ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Selain itu, hak angket DPRD kota juga ditegaskan dalam Pasal 371 ayat (1) huruf b Undang-undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Oleh sebab itu, dasar hukumnya sangatlah kuat.

Pada tahap penyelidikan, Panitia Hak Angket melakukan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) terhadap pelapor dan terlapor, demikian upaya masukan-masukan lain untuk mengambil keputusan sesuai dengan batasan waktu yang diberikan pada Panitia Hak Angket sesuai dengan undang-undang yaitu berakhir tanggal 25 Juli 2018.

Panitia angket telah menyerahkan hasilnya pada tanggal 25 Juli 2018 yang langsung diserahkan Oberlin Malau, sebagai Ketua Panitia Hak Angket.

“Jika penistaan Etnis Simalungun dapat dibuktikan melalui proses penyelidikan, serta cukup alasan dan bukti DPRD atas keputusannya, maka selanjutnya akan diuji di Mahkamah Agung,” kata Sepriandi.

Dijelaskan Sepriandi, setelah melakukan penyelidikan, DPRD menemukan dan menyimpulkan adanya kebijakan atas jabatan sebagai Walikota Pematangsiantar Hefriansyah, yang telah bertentangan dengan Undang-undang Dasar dan peraturan perundang-undang yang berlaku, dimana tindakan tersebut telah berdampak pada kehidupan masyarakat luas, maka hal ini akan berujung pada pemakzulan Walikota Pematangsiantar.

Selanjutnya apabila berlanjut ke Mahkamah Agung (MA), maka masa kerja MA untuk memeriksa, mengadili dan memutus pendapat DPRD dimaksud dibatasi paling lambat 30 hari. Kemudian, jika putusannya sama dengan pendapat DPRD, misalnya mengusulkan pemberhentian Walikota, maka Mendagri melalui kewenangannya wajib memberhentikannya paling lama 30 hari sejak menerima usulan DPRD.

Proses terbentuknya Hak Angket ini, harus dipahami sebagai bentuk edukasi hukum sehingga tingkat pemahaman masyarakat mengenai hukum dan politik semakin lebih baik. Ini merupakan sesuatu yang sangat positif dalam membangun tatanan bernegara.

“Tanggung jawab selanjutnya yang harus dilakukan oleh Ketua DPRD Kota Pematangsiantar sesuai perturan dan perundang-undangan atas hasil keputusan Panitia Hak Angket yang telah diserahkan pada Ketua DPRD harus diberitahukan di sidang paripurna karna secara filosofinya keputusan pembentukan dan penghunjukan panitia Hak Angket melalui mekanisme sidang Paripurna, dengan demikian sahnya temuan penyelidikan dan keputusannya panitia Hak Angket harus disampaikan pada sidang paripurna DPRD,”katanya.

Dengan demikian, lanjut Sepriandison, sebagai pelapor yaitu dari lembaga Partuha Maujana Simalungun (PMS), Presidium Gerakan Sapangambei Manoktok Hitei (GSMH), Insititusi, dan Elemen-elemen Simalungun serta Etnis lainya yang mendukung gerakan ini mengharapkan agar ketua DPRD Kota Pemetangsiantar segera melakukan sidang Paripurna sesuai dengan surat permintaan yang telah disampaikan, 3 x 24 jam masa kerja dihitung dari tanggal surat diberikan.

“Jikalau permintaan sidang paripurna tidak dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang kami minta, GSMH akan kembali melakukan aksi dengan peserta yang lebih banyak lagi. Untuk seluruh masyarakat kami harapkan senantiasa menjaga kenyamanan dan kekondusifan kota Pematangsiantar,” pungkasnya.(BS)


Sumber: MetroSiantar.com 

"Anak Raja Berhati Hamba"

Written By Beritasimalungun on Saturday, 28 July 2018 | 08:52

Cerita Sermon Gabungan Full Timer GKPS Distrik II
Perjalanan Full Timer GKPS Distrik 2 berkumpul bersama di GKPS Resort Bah Pasussang untuk mengikuti Sermon, Jumat 27 Juli 2018. Pendata yang ikut diantaranya Pdt Jhon Ricky R Purba, Pdt Jensi Purba, Pdt Defri Judika Purba, Pdt Renny Damanik. Foto FB-Renny Damanik.
 Oleh Pdt Renny Damanik

BeritaSimalungun-Hari ini (Jumat 27 Juli 2018) perjalanan menuju Desa Bahpasusang. Sebelum kami berangkat minum teh manis dulu di kodei Simp Sondi, Pematang Raya, Ibukota Kabupaten Simalungun, ase adong gogoh markareta (naik sepeda motor) manuju medan pelayanan alias sermon distrik dan memupuk kebersamaan dalam perjalanan yang penuh perjuangan. 

Diperjalanan BATU BESAR PUN KAMI LEWATI. Kami bersama melewati dan menghadapinya. Di jalan ada yang jatuh dari kreta, ada yang turun dari kreta, ada yang menggolenggol di kereta.

Ada yang ganti kreta ke kreta lain, ada yang tahan nafas karena takut jatuh ke batu batuan yang tajam di tikungan itu. Keadaan itu tidak membuat kami merengut dan bersungut-sungut, tapi kami tertawa satu dengan yang lain untuk menikmati yang tidak ternikmati, mengatasi setiap tantangan, pasodaphon na lang sodap.

Akhirnya kamipun tiba di tempat. Selesai sermon kami pulang setelah cipika cipiki dengan sesama teman dan akhirnya hujan pun turun. 


Namun mengingat perjalanan yang sangat jauh dan rusak kami pun menembus hujan atau air dari surga itu. Kami pun bersama sama pulang dalam canda dan penuh tawa beriring iringan atau compoy.

Wihhhhh... Terasa sekali kebersamaan itu yang adalah Anak Raja berhati hamba, disini di uji apakah bisa kita. Pelayan yang berhati hamba atau berhati Raja. 

Hmmmmmmmm...., setelah menempuh perjalanan hampir 1.1/2 jam kamipun tiba di BULPAS dan jalan nya mulus hati kami bersukaria memuji Tuhan dan kami pun Gilpot. 

Lalu tiba di Sondi kembali minum hu kodei untuk merayakan kebersamaan itu dan kemenganan melewati jalan yang sulit itu dengan sukacita tanpa ada wajah cemberut dan bersungut semua tertawa dan  senang. 

Ada yang minuh teh susu, teh manis, fresh tea, dan goreng harga 2000 tapi mattin tumang. Bahagianya jadi "Anak Raja Berhati Hamba" jadi yang kita katakan tadi sermon bersama kita juga lakukan bersama. 

Barulah mantap. Jangan langgar yang kita katakan apalagi aturan yang kita tetapkan maka jadilah kita berhati hamba. Salam Diakonia, Karitatif, Transformatif dan Reformatif.(*)
Perjalanan Pulang Full Timer GKPS Distrik 2 usai berkumpul bersama di GKPS Resort Bah Pasussang untuk mengikuti Sermon, Jumat 27 Juli 2018. Pendata yang ikut diantaranya Pdt Jhon Ricky R Purba, Pdt Jensi Purba, Pdt Defri Judika Purba, Pdt Renny Damanik. Foto FB-Renny Damanik.


Perjalanan Full Timer GKPS Distrik 2 berkumpul bersama di GKPS Resort Bah Pasussang untuk mengikuti Sermon, Jumat 27 Juli 2018. Pendata yang ikut diantaranya Pdt Jhon Ricky R Purba, Pdt Jensi Purba, Pdt Defri Judika Purba, Pdt Renny Damanik. Foto FB-Renny Damanik.



Perjalanan Full Timer GKPS Distrik 2 berkumpul bersama di GKPS Resort Bah Pasussang untuk mengikuti Sermon, Jumat 27 Juli 2018. Pendata yang ikut diantaranya Pdt Jhon Ricky R Purba, Pdt Jensi Purba, Pdt Defri Judika Purba, Pdt Renny Damanik. Foto FB-Renny Damanik.

Perjalanan Full Timer GKPS Distrik 2 berkumpul bersama di GKPS Resort Bah Pasussang untuk mengikuti Sermon, Jumat 27 Juli 2018. Pendata yang ikut diantaranya Pdt Jhon Ricky R Purba, Pdt Jensi Purba, Pdt Defri Judika Purba, Pdt Renny Damanik. Foto FB-Renny Damanik.

Perjalanan Full Timer GKPS Distrik 2 berkumpul bersama di GKPS Resort Bah Pasussang untuk mengikuti Sermon, Jumat 27 Juli 2018. Pendata yang ikut diantaranya Pdt Jhon Ricky R Purba, Pdt Jensi Purba, Pdt Defri Judika Purba, Pdt Renny Damanik. Foto FB-Renny Damanik.

Perjalanan Full Timer GKPS Distrik 2 berkumpul bersama di GKPS Resort Bah Pasussang untuk mengikuti Sermon, Jumat 27 Juli 2018. Pendata yang ikut diantaranya Pdt Jhon Ricky R Purba, Pdt Jensi Purba, Pdt Defri Judika Purba, Pdt Renny Damanik. Foto FB-Renny Damanik.

Perjalanan Full Timer GKPS Distrik 2 berkumpul bersama di GKPS Resort Bah Pasussang untuk mengikuti Sermon, Jumat 27 Juli 2018. Pendata yang ikut diantaranya Pdt Jhon Ricky R Purba, Pdt Jensi Purba, Pdt Defri Judika Purba, Pdt Renny Damanik. Foto FB-Renny Damanik.
Perjalanan Pulang Full Timer GKPS Distrik 2 usai berkumpul bersama di GKPS Resort Bah Pasussang untuk mengikuti Sermon, Jumat 27 Juli 2018. Pendata yang ikut diantaranya Pdt Jhon Ricky R Purba, Pdt Jensi Purba, Pdt Defri Judika Purba, Pdt Renny Damanik. Foto FB-Renny Damanik.

Perjalanan Pulang Full Timer GKPS Distrik 2 usai berkumpul bersama di GKPS Resort Bah Pasussang untuk mengikuti Sermon, Jumat 27 Juli 2018. Pendata yang ikut diantaranya Pdt Jhon Ricky R Purba, Pdt Jensi Purba, Pdt Defri Judika Purba, Pdt Renny Damanik. Foto FB-Renny Damanik.

Cerita Cinta Dari Bah Pasussang

Simbol Kasih Pada Arsik Ikan Jurung
Perjalanan Full Timer GKPS Distrik 2 berkumpul bersama di GKPS Resort Bah Pasussang untuk mengikuti Sermon, Jumat 27 Juli 2018. Foto FB-Defri Judika Purba.

Oleh: Pdt Defri Judika Purba STh

BeritaSimalungun-Hari ini (Jumat 27 Juli 2018) kami Full Timer GKPS Distrik 2 berkumpul bersama di GKPS Resort Bah Pasussang, Kabupaten Simalungun untuk mengikuti Sermon. 

Kami berangkat bersama dari Simpang Sondi Pematang Raya Ibukota Kabupaten Simalungun sekitar sepuluh kereta (Sepeda Motor-red). 

Perjalanan memakan lebih setengah jam dengan jarak sekitar sepuluh kilo meter. Jalan sudah bagus sampai Desa Bulu Raya Pasar. Setelah itu jalan sudah mulai rusak apalagi di sekitar objek wisata Bah Sidua Ruang. Jalan menurun dengan batu-batu lepas membuat perjalanan sedikit susah.

(Baca: "Anak-Raja-Berhati-Hamba"


Sepanjang perjalanan kami disuguhi pemandangan alam yang luar biasa. Di sebelah kiri hamparan sawah terhampar dengan indahnya.

Petak-petak sawah tersusun dengan rapi. Padinya masih hijau, selaras dengan alam sekelilingnya. Nun jauh disana berdiri dengan pongah sebuah bukit. Namanya Simarsolpah. 

Kepongahannya semakin menjadi-jadi dengan iringan embun yang mulai naik karena sinar mentari pagi mulai menunjukkan sinarnya. Agaknya bukit itu membanggakan dirinya yang jauh melebihi perbukitan di sekelilingnya. Bukit Simarsuppit di seberangnya pun belum sanggup melebihi ketinggiannya.
 
Setelah sampai di perumahan dinas, beristirahat sebentar. Kami pun masuk dalam diskusi penelaahan Alkitab. Suasananya begitu cair penuh candaan. Jauh dari suasana menggurui.

Tibalah saatnya makan siang. Tuan rumah menyediakan di meja menu yang sangat luar biasa. Apakah itu? arsik Ikan Jurung.
Arsik Ikan Jurung Khas Bah Pasussang, Simalungun.

Sepengetahuanku ikan ini sangat susah dicari. Habitatnya di aliran sungai yang deras. Untuk mencarinya tidak boleh di siang bolong.

Minimal di sore hari dan paling bagus di malam hari. Ikan ini secara ekonomis sangat mahal. Ikan sepanjang lima puluh centimeter saja bisa seharga Dua Ratus Ribu Rupiah. 

Harganya yang mahal membuat ikan ini sangat susah di dapat di pasar. Selain bernilai ekonomis tinggi, ikan ini juga sering dipakai untuk obat atau acara adat. 

Sebagai obat ikan ini sering diminta untuk orang yang memiliki permintaan khusus (Sirni Uhur) dan untuk acara adat ikan ini dipakai untuk acara potong rambut (rudang) dan acara Sayur Matua.

Ikan yang sangat mahal dan susah dicari inilah yang tersaji di atas meja makan tuan rumah. Dan menurut cerita beliau, untuk memperoleh ikan ini mereka harus menyusuri Sungai sepanjang empat kilo meter bersama jemaatnya. 

Ikan ini ditangkap dengan teknik dijala. Penangkapan dengan cara disetrum tidak diperbolehkan. Ikan juga bisa ditangkap di celah-celah batu. Untuk teknik yang satu ini harus dilakukan oleh orang yang benar-benar profesional.

Membayangkan beliau (tuan rumah) bersusah payah mencari ikan ini, saya yang tipe melankolis benar-benar terharu. Apa yang tersaji di atas meja makan, bagiku bukan hanya sebatas ikan. 

Ada pengorbanan, cinta kasih dan rasa hormat disana tersaji. Cintalah yang memampukan beliau bersama jemaatnya menahankan dingin dan dalamnya aliran sungai untuk mencari ikan. 

Pengorbananlah yang membuat beliau mampu menaiki dan menuruni jalan terjal menuju sungai. Semua itu dilakukan dengan tulus dan penuh rasa hormat kepada kami tamunya yang datang.

Sungguh sebuah proses cinta yang benar-benar merdeka dan dari hati. Dalam refleksi sederhana itulah saya menyantap menu makan siang dengan gembiranya.

Setelah acara makan siang selesai kami pun menutup nya dengan informasi dan diskusi yang lain menyangkut tentang pelayanan kami.
 
Perjalanan Pulang Full Timer GKPS Distrik 2 berkumpul bersama di GKPS Resort Bah Pasussang untuk mengikuti Sermon, Jumat 27 Juli 2018. Foto FB-Defri Judika Purba.
Kami pun pulang dengan sukacita dan tanpa beban. Perjalanan pulang sama dengan perjalan awal kami. Penuh dengan canda tawa. Sesekali kami berhenti di satu tempat untuk berfoto bersama. 

Kami rindu dan ingin, moment ini menjadi penanda dan mengingat tentang kebersamaan kami. Kebersamaan yang saling mengingatkan dalam kasih. Kebersamaan dalam cinta kasih untuk melayani lebih sungguh-sungguh lagi. (Bahapal Raya, 27 Juli 2018)

PDIP Daftarkan Djarot dan Sihar Caleg DPR RI Dapil Sumut II dan III

Written By Beritasimalungun on Friday, 27 July 2018 | 08:33

Djarot Saiful Hidayat (kanan) dan Sihar Pangaribuan Sitorus (kiri) .

BeritaSimalungun-Setelah kalah dalam kontestasi pemilihan Gubernur Sumut, pasangan Djoss baik Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus memastikan untuk mengikuti pemilihan legislatif 2019.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tampaknya tak main-main dengan komitmennya, meletakkan salah seorang kader terbaiknya di Sumatera Utara.

Pasalnya, Cagub Sumut Djarot Saiful Hidayat dan Cawagub Sumut Sihar Sitorus ikut dalam perhelatan pemilihan anggota legislatif 2019.

Keduanya mendaftarkan diri di daerah pemilihan (dapil) Sumut III dan Sumut II.

Ketua DPD PDIP Sumatera Utara Japorman Saragih menyebutkan bahwa pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara yang mereka usung di Pilgubsu 2018 lalu akan maju dalam pemilihan leglislatif 2019 mendatang di daerah pemilihan Sumatera Utara.

"Namun itu masih kemungkinan karena kita masih menunnggu hasil keputusan dari KPU karena DPP PDIP akan mendaftarkan bacaleg RI ke KPU RI sekitar jam 14.00 WIB nantinya," jelasnya.

Hal ini disampaikan oleh Japorman disela-sela pendaftaran Bacaleg di Aula KPU Sumatera Utara, Selasa (17/7/2018) lalu.

Menurut Japorman, pada pileg 2019 mendatang PDIP akan mencalonkan Djarot Saiful Hidayat menjadi anggota DPR RI dari Dapil Sumut 3. 

Dapil ini meliputi sepuluh kabupaten/kota yang terdiri atas Karo, Simalungun, Siantar, Binjai, Langkat, Dairi, Pakpak Bharat dan sebagainya.

Sedangkan Sihar Sitorus akan dicalonkan melalui daerah pemilihan Sumut 2.

Dapil Sumut II yang terdiri atas 19 kabupaten/kota. Masing-masing Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Nias Utara, Nias Selatan, Nias, Gunung Sitoli, Sibolga, Humbang Hasundutan, Samosir dan sebagainya.

Sebelumnya dalam pilgub Sumut pasangan Djarot-Sihar kalah hanya selisih 15,2 persen suara dari pasangan Edy-Ijeck.

Pleno rekapitulasi penghitungan suara dari 33 kabupaten/kota itu berlangsung di Hotel Le Polonia, Jalan Sudirman, Medan, Minggu (8/7/2018). Penghitungan berlangsung sejak pagi hingga tengah malam.

Hasil akhir rekapitulasi, pasangan nomor urut 1, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) memperoleh 3.291.137 suara atau 57,6% dari 5.716.097 suara sah.

Mereka unggul jauh dari rivalnya, pasangan nomor urut 2, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) yang mendapatkan 2.424.960 suara atau 42,4% dari suara sah.

Sementara itu, Sekjen DPD PDIP Sumatera Utara, Soetarto mengungkapkan bahwa dalam tradisinya, PDI Perjuangan akan menugaskan setiap kader terbaiknya baik itu untuk berkarya di lembaga eksekutif, legislatif maupun untuk mengurus partai.

"Kita sebagai kader partai harus tegak lurus terhadap perintah ketua umum dalam hal ibu Megawati Soekarno Putri,", jelasnya.

Tak hanya itu, Soetarto juga mengungkapkan caleg-caleg yang diusung oleh PDIP dalam pemilu 2019 adalah caleg yang secara ideologis mereka harus tetap tegah dan kukuh pada ideologi Pancasila dan UUD 1945.

Selanjutnya, kata Soetarto adalah ketokohan para caleg tersebut. Kemudian yang ketiga adalah kapasitas dan intregritasnya.

"Inilah yang menjadi paramater utama yang diambil oleh PDI Perjuangan untuk mencalonkan caleg mereka dalam rangka memenangkan pemilu 2019,"tutupnya. (*)

Sumber: Tribunnews.com

Aksi Ke 4, Massa Naiki Meja Minta DPRD Lengser Wali Kota Pematangsiantar

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 25 July 2018 | 22:52

Massa Ricuh, Terobos Masuk dan Naik ke Meja Minta Lengser Wali Kota, Padahal Baru Menjabat Setahun Ketua aksi Poltak Sinaga berdiri di atas meja ruang rapat Pansus Hak Angket DPRD Siantar, Rabu (25/7/2018).  Foto Tribunmedan.com
BeritaSimalungun, Pematangsiantar-Hari kerja terakhir Panitia Hak Angket DPRD Pematangsiantar terhadap dugaan penistaan Suku Simalungun yang dilakukan Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor menimbulkan kericuhan.

Hefriansyah dilantik menjai Wali Kota Pematang Siantar, pada 10 Agustus 2017 lalu. Dengan demikian, hingga Juli ini, masa tugasnya menjadi Walikota Siantar baru setahun.

Massa yang tergabung dalam masyarakat Suku Simalungun mendobrak masuk ke Gedung DPRD Siantar.

Bahkan, massa masuk ke ruangan rapat Panitia Hak Angket yang rencananya digelar secara tertutup. Seorang dari massa yang diketahui ketua aksi Poltak Sinaga tersebut naik ke atas meja.

Ia berteriak untuk mengajak massa untuk melengserkan Wali Kota Siantar Hefriansyah.

"Lengserkan Hefriansyah. Hefriansyah tak layak jadi Wali Kota Siantar,"seru Poltak Sinaga di ruang rapat Panitia Hak Angket DPRD Siantar, Rabu (25/7/2018).

Ratusan orang yang tergabung dalam Gerakan Sapangambei Manoktok Hitei mendesak Panitia Angket segera menetukan sikap. Mereka juga berharap hasil dari kerja Panitia Angket untuk diparipurnakan. Namun, Panitia Angket belum menentukan hasil dari rapat tersebut.

Ketua Panitia Angket, Oberlyn Malau dari Fraksi Gerindra mengaku memang saat ini hari terakhir kerja Panitia Hak Angket.

"Memang benar hari ini hari terakhir kita kerja, tetapi hingga pukul 24.00WIB. Kami hari ini agendanya menyampaikan hasil ke pimpinan dewan. Bukan paripurna,"katanya.

Massa yang tak sabar menunggu hasil meminta untuk berjumpa dengan Ketua DPRD Siantar, Maruli Hutapea. Saat meminta Maruki datang, suasan menjadi semakin riuh. Massa terus berteriak memanggil Maruli.

Melihat massa yang terus mendesak, anggota Panitia Hak Angket pun memanggil Maruli. Maruli Hutapea pun dijemput langsung oleh masa dari ruangannya.

Panitia Hak Angket telah bekerja selama satu bulan untuk mencari fakta dugaan penistaan yang dilakukan Efriansyah Noor. Panitia juga telah memanggil para ahli bahasa dan budaya dan pemerintahan.

Hefriansyah Bernasib Jadi Wali Kota Pematang Siantar

Hefriansyah beruntung bisa jadi Walikota Pematangsiantar setelah Wali Kota Pematang Siantar terpilih Hulman Sitorus (60 tahun) meninggal dunia akibat sakit jantung pada Kamis (8/12/2016).

Hulman adalah Wali Kota Petahana. Ia baru satu periode memimpin Siantar. Hulman sempat dibawa ke RSU Vita Insani Kota Pematang Siantar, namun nyawanya tak tertolong lagi.

Hulman meninggal sebelum waktu pelantikan periode kedua. Saat Pilkada Siantar, Hulman berpasangan dengan Hefriansyah, mereka memperoleh suara tertinggi yaitu 55 persen.

Setelah Hulman meninggal, otomatis pasangannya saat pilkada yang akan dilantik menjadi Wali Kota.

Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi melantik Hefriansyah sebagai Wakil Wali Kota Pematang Siantar berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 132.12-2058 Tahun 2017 tertanggal 2 Februari 2017 untuk masa jabatan 2017-2022.

Hefriansyah sendirian menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah jabatannya karena pasangannya, Wali Kota terpilih Hulmas Sitorus telah meninggal dunia. Gubernur menyatakan, saat ini kursi wali kota untuk sementara kosong.

Kondisi ini mengharuskan DPRD Pematang Siantar segera melaksanakan rapat paripurna untuk mengusulkan wakil wali kota menjadi wali kota kepada Menteri Dalam Negeri melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Diharapkan segera diusulkan menjadi wali kota defenitif,” kata Erry, Rabu (22/2/2017).

Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi melantik Hefriansyah menjai Wali Kota Pematang Siantar, pada 10 Agustus 2017.  Dengan demikian, hingga Juli ini, masa tugas dia menjadi wali ktoa Siantar baru setahun.

Atas nama Presiden Republik Indonesia, Gubernur Sumut Ir H Tengku Erry Nuradi MSi melantik Hefriansyah menjadi Wali Kota di Aula Martabe Kantor Gubsu Jalan di Ponegoro Medan, Kamis (10/8/2017).

"Pelantikan menindaklanjuti Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No:131.12-3233 tahun 2017 sekaligus memberhentikan Hefriansyah sebagai Wakil Wali Kota Pematang Siantar,"ujar Erry, ketika itu.

Erry mengingatkan, Hefriansyah harus segera mengusulkan calon Wakil Wali Kota sehingga pemilihan/penetapan pejabat itu juga bisa segera dilaksanakan sesuai mekanisme yang diatur dalam peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Hefriansyah adalah wali kota 'rezeki nomplok'.

"Sebagai gubernur, saya berharap dapat segera diusulkan calon Wakil Wali Kota Pematang Siantar agar dapat membantu Wali Kota Siantar dalam menjalankan roda pemerintahan sehingga program kerja yang telah disusun dapat berjalan maksimal," ujar Erry.

Setengah tahun berikutnya, Hefriansyah mengusulkan Togar Sitorus sebagai Wakil Wali Kota Pematangsiantar Sisa Masa Jabatan 2017-2022.

Prosesi pelantikan digelar di Aula Raja Inal Siregar Lantai II Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Jumat (12/1/2018).

Togar diangkat berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 132.12-8667/2017.

Togar sebelumnya merupakan anggota DPRD Kota Pematangsiantar dari Partai Demokrat. Ia kemudian mengundurkan diri dari Dewan karena dipilih untuk menjadi akil wali kota, sisa masa jabatan 2017-2022. (*)

Ratusan orang yang tergabung dalam Gerakan Sapangambei Manoktok Hitei mendesak Panitia Angket segera menetukan sikap, Rabu (25/7/2018). Mereka juga berharap hasil dari kerja Panitia Angket untuk diparipurnakan. Namun, Panitia Angket belum menentukan hasil dari rapat tersebut.FB

Ratusan orang yang tergabung dalam Gerakan Sapangambei Manoktok Hitei mendesak Panitia Angket segera menetukan sikap, Rabu (25/7/2018). Mereka juga berharap hasil dari kerja Panitia Angket untuk diparipurnakan. Namun, Panitia Angket belum menentukan hasil dari rapat tersebut.FB

Ratusan orang yang tergabung dalam Gerakan Sapangambei Manoktok Hitei mendesak Panitia Angket segera menetukan sikap, Rabu (25/7/2018). Mereka juga berharap hasil dari kerja Panitia Angket untuk diparipurnakan. Namun, Panitia Angket belum menentukan hasil dari rapat tersebut.FB

Ratusan orang yang tergabung dalam Gerakan Sapangambei Manoktok Hitei mendesak Panitia Angket segera menetukan sikap, Rabu (25/7/2018). Mereka juga berharap hasil dari kerja Panitia Angket untuk diparipurnakan. Namun, Panitia Angket belum menentukan hasil dari rapat tersebut.FB

Ratusan orang yang tergabung dalam Gerakan Sapangambei Manoktok Hitei mendesak Panitia Angket segera menetukan sikap, Rabu (25/7/2018). Mereka juga berharap hasil dari kerja Panitia Angket untuk diparipurnakan. Namun, Panitia Angket belum menentukan hasil dari rapat tersebut.FB

101 Bacaleg Merebut 9 Kursi di Dapil 1 Kabupaten Simalungun

Caleg Potensial DPRD Simalungun-Drs Rikarson Jutamardi Purba Ak-Jaya Damanik SSI MM MBA.
BeritaSimalungun, Haranggaol-Sebanyak 101 bakal calon legislative (Bacaleg) DPRD Kabupaten Simalungun dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Simalungun dicalonkan oleh 15 Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu April 2019. Sembilan Parpol mencalonkan masing-masing 9 Bacaleg untuk merebut 9 kursi Dapil 1 Simalungun. Sedangkan PKS 2 Bacaleg, PSI 6 Bacaleg, PKB 3 Bacaleg, PAN 1 Bacaleg, Berkarya 1 Bacaleg, PPP 3 Bacaleg, PBB 3 Bacaleg. Sementara Partai Garuda tidak mendaftarkan Bacaleg pada Dapil 1 Simalungun. 
Dapil 1 Simalungun meliputi  Kecamatan Raya, Kecamatan Dolok Masagal, Kecamatan Purba, Kecamatan Haranggaol Horisan, Kecamatan Silimakuta, Kecamatan Pamatang Silimakuta, Kecamatan Dolok Silau, Kecamatan Raya Kahean dan Kecamatan Silau Kahean.
Berikut Daftar Bacaleg Dapil 1 Simalungun dari 14 Parpol Peserta Pemilu 2019.

A.PKB
1.Selviktor Tarigan
2.Yelisna Damanik
3.Riana Saragih

 B.Gerindra
1.Albert Sinaga SPD MPd
2.Erwin Parulian Saragih ST
3.Rosnani
4.Horaedi Dasuha
5.Romauli Hutagaol
6.Drs Rikarson Jutamardi Purba Ak
7.Endah Gunarsih
8.Hot Klasmen Purba
9.Saprudin Ginting

C.PDI-P
1.Mahadarma Saragih ST
2.S Sarmin Girsang SPd
3.Junitha Veronika Munthe S.IP
4.Jasabel Girsang SH MH
5.Joreaman Sipayung
6.Sanny Hornelida Girsang
7.Sinta Meirina H Naibaho
8.Waridin Purba
9.Victor Perangin-angin

D.Golkar
1.Johialam Saragih SH
2.Maren Girsang SH
3.Sorryria Tarigan
4.Nursaidah Purba
5.Jon Redikalmen Sidauruk
6.Edi Irianto Sipayung SPd
7.Sarman Purba
8.Rostinim Girsang SPd
9.Fidelis castro Saragih A.Md

E. NasDem
1.Jentro Saragih
2.Jamerson Saragih SP
3.Rupina Arwan SPD STh
4.Ir Jhon Sabiden Purba
5.Mey Priadin Purba
6.Rosmeri Saragih AMK S.Kep
7.Karfan Saragih
8.Jaya Damanik SSI MM MBA
9.Herdina Hutabalian

F.Partai Garuda
1.Nihil

G.Partai Berkarya
1.Romelni Sidadolog
 
H.PKS
1.Joni Safri
2.Nurlina Manurung S.Ag
3.Rahmat Sigerlianta Karokaro

I.Perindo
1.Ir Pinder Saragih
2.Ir Johny Asriel Sinaga
3.Saida Purba
4.Armensius Sijabat
5.Indah Dearma Permata Sari S
6.Rosman Purba Tambak
7.Eka Rolima Manurung
8.Jannes Saragih
9.Hotman Sidabutar

J.PPP
1.Saufi Habibi Purba
2.Muktamarudi Damanik
3.Erna Ningsih S.Pdi

K.PSI
1.Jahot Rizal Saragih SE
2.Binro Purba
3.Martina Natalia Sidabutar SP
4.Roben Hermanto Saragih
5.Christ Damayana
6.Leonardo Marudut Sipayung

L.PAN
1.Evi Desianti

M.Hanura
1.Jarusdin Sinaga
2.Timbul Oloan Saragih
3.Rosdiana Sinaga
4.Zainal Arifin Damanik
5.Alfredo Pance Saragih SPd
6.Ernesta Saragih
7.Edy Sugara Purba
8.Anita Siswanti Waruwu
9.Sartika Indah Turnip

N.Demokrat
1.Elias Barus
2.Drs Johalim Purba
3.Sri Devy Tarigan
4.Balker Haloho
5.Risjon Saragih ST
6.Lisbet Rotuahni Saragih
7.Fenry Sardiaman Girsang
8.Robert Harianto Sitorus
9.Lela Dahlia Saragih

O.PBB
1.Zulkifli S.Ag
2.Halimah Tussa’Diyah
3.Rapiah Dini Tambunan

P.PKPI
1.Apri Nopjun Saragih SE
2. Drs Jan Sudin Damanik
3.Hetty Mirayani Girsang
4.Horas Aman Saragih
5.Priska Yanti Saragih Amd
6.Teguh Karunia Putra Sinaga
7.Jerry Benly Purba
8.Jon Paskah Damanik AMK
9.Afriani Purba

Menurut PKPU, tatap muka penyebaran bahan kampanye dan alat peraga dimulai dari tanggal 23 September 2018  hingga 13 April 2019. Kampanye rapat umum dan iklan media cetak dan elektronik dimulai dari tanggal 24 Maret 2018 hingga 13 April 2019.

Sementara hasil Pleno DPSHP di tingkat Kabupaten Simalungun pada Pemilu 2019, 32 Kecamatan, 413Nagori/Kel, 2633 TPS, jumlah DPSHP : 624.580 mata pilih. (Berbagai Sumber/Asenk Lee Saragih)

BURSA BALON BUPATI SIMALUNGUN

BURSA BALON BUPATI SIMALUNGUN
SIAPA BUPATI SELANJUTNYA

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun
Buatlah Bangga Orang Tuamu


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Berita Lainnya

.

.
.