}); May 2015 | BeritaSimalungun

Berita Terkini

INDEKS BERITA

Jabatan Walikota Pematang Siantar Berakhir 23 September 2015, Bupati Simalungun 28 Oktober 2015

Written By Beritasimalungun on Saturday, 30 May 2015 | 08:12

Pertemuan Ketum Gerindra Prabowo, Fadli Zon, Sortaman Saragih dan Pradi Supriatna. Hambalang, April 2015. FT IST

BERITASIMALUNGUN.COM, Medan-KPU Sumatera Utara telah membuat jadwal pelaksanaan pilkada serentak di provinsi itu. KPU Sumut berencana pemungutan suara pilkada serentak 14 kabupaten dan kota di provinsi ini akan digelar pada 16 Desember 2015.

Sementara jabatan Walikota Pematang Siantar berakhir 23 September 2015 dan Bupati Simalungun 28 Oktober 2015.
 
Usai rapat dengar pendapat dengan DPRD Sumut di Medan, Angota KPU Sumut Evi Novida Ginting mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan rancangan tahapan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) di 14 kabupaten/kota.
 
Seluruh rancangan tahapan tersebut disesuaikan dengan materi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) yang sedang dibahas DPR RI. Proses pilkada akan diawali dengan pendaftaran bakal calon ke KPU kabupaten/kota yang direncanakan pada 26 Februari hingga 3 Maret 2015.
 
Ketua KPU Sumut Mulia Banurea mengatakan, jika seluruh materi dalam Perppu tersebut diterima, pihaknya telah siap secara keseluruhan untuk menyelenggarakan pilkada serentak.
 
Sebagai tindak lanjut dari pembahasan perppu, KPU telah menyiapkan tiga Peraturan KPU (PKPU) yakni tentang tahapan, program, dan jadwal pilkada, tentang proses dan syarat pencalonan, serta tentang pemutakhiran data pemilih.
 
"Kita semua, terutama KPU 14 kabupaten/kota siap lahir batin melaksanakan pilkada serentak," katanya. Menurut Mulia, kesiapan tersebut juga meliputi pengalokasian anggaran pilkada yang telah disediakan 14 kabupaten/kota tersebut.
 
Namun pihaknya kemungkinan akan melakukan penyesuaian jika ada perubahan aturan dari materi perppu yang sedang dibahas DPR. "Kita belum bisa memutuskan kalau ada perubahan, kita tidak bisa spekulasi," katanya.
 
Dari data yang didapatkan di KPU Sumut, terdapat 14 kabupaten/kota yang jabatan kepala daerahnya akan berakhir pada tahun 2015.
 
Ke-14 daerah itu adalah Kota Medan (26 Juli 2015), Kota Binjai (13 Agustus 2015), Kota Sibolga (26 Agustus 2015), dan Kota Pematang Siantar (23 September 2015).
 
Kemudian, Kabupaten Serdang Bedagai (8 Agustus 2015), Tapanuli Selatan (12 Agustus 2015), Toba Samosir (12 Agustus 2015), Asahan (19 Agustus 2015), Labuhan Batu (19 Agustus 2015), Pakpak Bharat (26 Agustus 2015), Humbang Hasundutan (28 Agustus 2015), Samosir (25 September 2015), Simalungun (28 Oktober 2015), Labuhan Batu Utara (15 November 2015). (Net)

17 Pelajar Ini Tewas Mengenaskan di Tapteng

Written By Beritasimalungun on Friday, 29 May 2015 | 10:45

28-05 korban meninggal4
Isak Tangis Keluarga Orang Tua Korban. IST

Gara-garanya Truk Terbalik ke Parit Kebun Kelapa Sawit

TAPTENG-Mobil dump truck milik PT Sinar Gunung Sawit Raya (SGSR) yang mengangkut puluhan pelajar SD, SMP dan SMA terbalik di Jalan Baru (jalan tanah), Mujur, Desa Masnauli, Kecamatan Manduamas, Tapteng, Kamis (28/5) pagi. Sebanyak 17 pelajar yang merupakan anak-anak dari para karyawan di perusahaan kelapa sawit itu tewas.

Informasi yang dihimpun, truk bernomor polisi BK 8912 EA itu terbalik ke sebuah parit setelah ban depan kanannya lepas dari as-nya. Saksi mata, A Pasaribu (37) menyebutkan, kejadian itu berawal saat dua mobil dump truck membawa penumpang pelajar melaju menuju sekolahan di Desa Paranginan, kecamatan setempat. Kedua truk tersebut saling mendahului.


“Tiba-tiba truk yang sudah mendahului mobil yang di depannya sekira 7 meter itu kemudian ban bagian depan terlepas dari as-nya. Truk oleng dan tidak dapat di kendalikan oleh supirnya bernama Rahmadani. Truk itu kemudian terbalik ke arah parit kebun kelapa sawit di sisi kanan jalan. Puluhan anak sekolah yang dibawanya itu sebagian terlempar, sebagian lagi ikut terbalik dan tertimpa truknya. Truk itu tertanam di lumpur parit kebun itu,” ujarnya di lokasi kejadian, Kamis (28/5/2015).

28-05 ibu korban menangis
Keluarga Korban

Masih saksi A Pasaribu, evakuasi korban tidak dapat segera dilakukan karena lokasinya terbilang jauh dari keramaian. Upaya pertolongan baru dapat dilakukan setelah 1 unit alat berat mengangkat badan truk yang menutupi para korban di dalam parit tersebut. “Yang masih hidup dan kritis langsung dilarikan ke puskesmas dan bidan setempat untuk mendapat petolongan,” ujarnya.


Kapolsek Manduamas AKP Endah Iwan Tarigan mengatakan, peristiwa naas mengkibatkan korban meninggal sebanyak 17 orang. Korban selamat 6 orang, 1 luka berat patah kaki. “Sedangkan para korban selamat sudah dipulangkan dan yang luka sedang dibawa ke puskesmas dan bidan terdekat,” kata Kapolsek.

Data yang diperoleh, korban meninggal dunia yang sudah dibawa ke Puskesmas Manduamas di antaranya, Gabriel Laia (12), Viliana Laia (16), Rosalinda Manik (16), Risda Wati Hutagalung (16), Boi Tinambunan (16), Indah Sari Tinambunan (16), Upiana Laia (15), Bona Munthe (14), Ariantinus Manalu (16), Arfianus Mendofa (14), Agusman Delau (15), Ranto Manalu (16), Paulinus Tumanggor (15), Jonas Rivaldo Hulu (13), Erwinto Nainggolan (17), Purnama Sari Siregar (17), dan Victor Telambenua (15).

Sedangkan 6 korban selamat dalam kondisi luka-luka , Ricard Tamba (15) mengalami patah kaki, yang luka lecet dan sudah dipulangkan ke rumah masing-masing yakni Melani Halawa (13), Marina Ginting (11), Rika Silalahi (16), Delima (18), dan Rika Arianti Tumanggor (15).

Menurut Ricard Tamba (15), salah satu korban selamat yang didamping ibunya R Br Siregar di Puskesmas Mandumas, mengatakan saat itu dua truk membawa pelajar yang ia tumpangi mendahului kendaraan lainnya. Namun tiba-tiba truk yang mereka tumpangi seperti di rem mendadak. Sejumlah penumpang terdorong ke depan dan ada yang terjatuh dari bak truk.

“Kemudian truk itu terbalik dan kami sudah berada di parit yang basah dan berlumpur. Ada beberapa kawan yang teriak minta tolong. Banyak suara minta tolong di bawa bak truk itu. Ada sekitar satu jam kami berada di bawah truk itu barulah truknya terangkat. Bapak saya datang menolong saya,” ujar Ricard sembari menambahkan truk yang ditumpangi itu rupanya salah satu ban depannya lepas.
Pihak keluarga berharap, pihak perusahaan agar mengganti angkutan pelajar dari perusahaan itu. “Jangan lagi memakai truk rongsokan seperti itu. Kami juga berharap kepada pemerintah agar meperhatikan nasib para korban ini,” harap orangtua Ricard.

R Br Siregar sendiri tampak terus memeluk anaknya Ricard. Katanya, kejadian itu ia ketahui dari tetangga yang meneleponnya menginformasikan. “Truk terbalik di parit kebun baru. Setelah saya tahu itu truk anak sekolah, jantung saya tidak tenang lagi. Sya terus berdoa, oh Tuhan tolong selamatkan mereka. Suami saya menyusul ke sana.Karena beberapa orang mengatakan korban tertutup bak truk di parit dan tidak bisa keluar,” ujar Br Siregar.

“Setelah saya mengetahui anakku dilarikan ke puskesmas, saya menuyusul ke Manduamas dan saya melihat anakku hanya kaki kirinya yang patah,” pungkasnya.

Sementara itu Plt Bupati Tapteng Sukran J Tanjung yang diwakili Sekdakab Henri Tobing dan sejumlah pimpinan SKPD , bersama rombongan Kapolres Tapteng AKBP Boni JS Sirait dan Dandim 0211/TT Letkol Inf Indra Kurnia tampak datang melayat ke sejumlah rumah korban.

Saat dikonfirmasi di rumah duka keluarga Indah Sari Tinambunan, siswi kelas 2 SMP Negeri 1 Manduamas, Kadis pendidikan Delta Pasaribu mengaku turut berduka dan prihatin yang sedalam-dalamnya atas musibah itu. Apalagi karena semua korban adalah pelajar.


“Ini pelajaran, ke depan kita akan memikirkan apakah di kebun PT SGSR ini akan dibangun ruang belajar jarak jauh. Itu nanti kita akan pikirkan, kita lihat dulu kondisinya. Karena memang di sana juga ada sekolah dasar (SD), saya kira itu boleh kita lihat bagaimana ke depannya,” ujarnya. (Sumber: http://www.posmetro-medan.com)

Pertemuan Relawan Pemenangan Sortaman Saragih Menuju Walikota Siantar Dimulai

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 27 May 2015 | 17:37

Pertemuan Relawan Pemenangan Sortaman Saragih Menuju Walikota Siantar Dimulai di Siantar Hotel, Rabu 27 Mei 2015. FT IST

BERITASIMALUNGUN.COM, P Siantar-PERTEMUAN RELAWAN PEMENANGAN SORTAMAN SARAGIH MENUJU WALIKOTA SIANTAR 2015-2020. 

  • Bang Saragih Taringat use sanggah pemenangan mahrum sipayung, bois na bois,
    .. halani ai usulhu anggo gkps cukup 2,3 kali selebihnya harus ke non gkps .....

  • Lukman Damanik Marsada ma hita tene pamonangkon Sortaman Saragih on menuju siantar 1 ase sijolom suhulni pisou aima simada talun.

  • Sortaman Saragih Terima kasihlah buat semua hadirin yg berkomitmen untuk menjadi "Relawan Sortaman". Semoga perjuangan kita untuk mewujudkan Siantar Kota Pendidikan yang Damai dan Sejahtera dapat tercapai.

    Surat Terbuka Warga Soal Rusak Parahnya Jalan di Simalungun

    Foto Kondisi Jl. Kecamatan Tanah Jawa - Kecamatan Hutabayu Raja
    SURAT TERBUKA

    Kepada YTH :
    Tokoh Masyarakat / LSM / Pemuka Agama Sumatera Utara
    Di -
    Sumatera Utara

    Perihal : Dukungan Moril
    Dengan Hormat,

    Melalui Media yang terhormat ini Saya selaku warga Nagori / Desa Pokan Baru Kecamatan Hutabayu Raja Kabupaten Simalungun Sumatera Utara, ingin menyampaikan beberapa hal sesuai dengan perihal surat ini :

    1. Kurang lebih 5 (lima) Tahun sudah Jalan antar Kecamatan, Kecamatan Tanah Jawa - Kecamatan Hutabayu Raja sepanjang Kurang lebih 20 Kilometer kondisinya rusak parah .
    2. Bahwa terhadap keadaan yang dimaksud sampai saat ini tidak ada perhatian yang berarti dari Pemangku Jabatan Daerah yang dimaksud .

    3. Bahwa kami yakin permasalahan yang dimaksud juga diketahui oleh wakil Rakyat / DPRD setempat, tetapi melihat keadaan jalan yang dimaksud sampai saat ini kondisinya rusak parah, seakan-akan Daerah kami tersebut tidak merupakan bagian dari wilayah yang diwakili oleh DPRD setempat .

    4. Selaku putra daerah yang cinta dengan daerahnya, Berbagai upaya telah kami lakukan sehubungan dengan permasalahan dimaksud, namun tidak ada tanggapan yang berarti dari Pemangku Jabatan setempat .

    5. Berdasarkan hal-hal yang kami jelaskan diatas, dengan rendah hati melalui forum ini kami datang kehadapan saudara-saudara kami sekalian meminta atau memohon dukungan moril sehubungan dengan permasalahan tersebut . bantu kami untuk mengingatkan pemangku jabatan setempat bahwa permasalahan dimaksud adalah juga merupakan bagian dari kewajiban mereka atas hak yang mereka terima .

    Demikian Surat ini kami sampaikan atas perhatian yang telah diberikan kami ucapkan terimakasih . Kiranya Tuhan Beserta Kita disetiap aktifitas kita masing-masing . Amin . HABONARON DO BONA ! HORAS !


    Hormat Saya,
    TTD

    B. Anton Situmorang, SH

    Foto Kondisi Jl. Kecamatan Tanah Jawa - Kecamatan Hutabayu Raja

    Foto Kondisi Jl. Kecamatan Tanah Jawa - Kecamatan Hutabayu Raja

    Foto Kondisi Jl. Kecamatan Tanah Jawa - Kecamatan Hutabayu Raja

    “Harusnya UU Kebebasan bukan Perlindungan Umat Beragama”

    Pendeta Martin Sinaga. (Foto: Martahan Lumban Gaol).
    JAKARTA-Kementerian Agama (Kemenag) saat ini tengah mempersiapkan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Umat Beragama (RUU PUB). Menurut Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, RUU PUB merupakan hasil forum group discussion yang dilakukan Kemenag dengan para tokoh agama. Nantinya aturan tersebut akan menjadi wadah hukum agar umat beragama terlindungi dalam menjalankan ibadah.

    Melihat hal tersebut, Pendeta Martin Sinaga berpendapat seharusnya Pemerintah membuat Undang-Undang Kebebasan Umat Beragama, bukan Perlindungan Umat Beragama. Sebab, menurut dia, hal tersebut lebih sesuai dengan isi Pasal 29 Ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatakan ‘Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu’.

    “Pertanyaan saya, mengapa tidak disebut UU Kebebasan Umat Beragama? Bukankah itu lebih cocok karena turunan dari Pasal 29 Ayat (2) UUD 1945  bahwa negara menjamin kebebasan umat beragama?,” kata Pendeta Martin kepada satuharapan.com, usai menjadi pembicara dalam book sharing bertema ‘Kristenisasi vs Islamisasi, Dialog sebagai Alternatif?’ di Percetakan BPK Gunung Mulia, Jalan Raya Bogor KM 28 No 43, Cimanggis, Jakarta Timur, Selasa (26/5).

    “Jadi kalau negara jamin kebebasan buatlah UU Kebebasan Beragama bukan perlindungan umat beragama,” Pendeta dari Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) itu menambahkan.

    Dia pun berpendapat Pemerintah harus berhati-hati mengangkat masalah umat beragama ke dalam perundang-undangan. Sebab, menurut dia hal tersebut berkaitan dengan landasan dan kerangka budaya kehidupan masyarakat Indonesia. “Ketika kerangka cultural ini mau diangkat ke dalam perundang-undangan, disitu kita harus hati-hati,” ujar sosok yang merupakan Dewan Redaksi satuharapan.com itu.

    Menurut dia, bila negara berhasil mewujudkan kebebasan umat beragama di Indonesia, maka dengan otomatis agama akan terlindungi juga. Jadi, sebaiknya pemerintah mengatur perihal kebebasan umat beragama, bukan perlindungan.

    “Jangan mulai dengan perlindungan yang seolah-olah kurang bebas, bebas sekali, jadi harus dilindungi,” tutur Pendeta Martin.

    “Saya kira cocok kita mulai dengan kebebasan,” dia menambahkan. (Sumber:  SATUHARAPAN.COM )

    Sortaman Saragih akan Menjadi Walikota Pematangsiantar ?

    Written By Beritasimalungun on Tuesday, 26 May 2015 | 21:42





    Dia pembelajar, pendidik, dokter, pengusaha, pekerja sosial, juga politisi. Termasuk, dia agamawan yang meski pun tergolong kaum awam di Gereja, organisatoris, dermawan, pemerhati masalah-masalah sosial. 

    Dia juga adalah seorang ayah yang baik bagi tiga putra-putrinya, Nia Citama, Morgan Citama dan Vita Citama, plus suami yang disayang oleh istrinya Drg Risma Sitorus MPPM yang sehari-hari bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Kesehatan RI di Jakarta. Dan dia adalah Dr Sortaman Saragih SH MARS, putra petani dari pasangan St Bosi Haifan Saragih Simarmata/ Lukertina Boru Silalahi dari Desa Purba Tongah di Kecamatan Purba, Simalungun.

    Namanya sangat populer dan tenar di Depok, Jawa Barat, Jakarta, dan sudah tentu di Pematangsiantar serta Simalungun. Juga di tengah akademisi, apalagi masyarakat kebanyakan. Itu disebabkan di Depok dia mendirikan sekaligus pemilik Rumah Sakit Citama Grup, Pendiri Akademi Kebidanan di bawah bendera Citama Grup, serta pendiri Yayasan Logos. 

    Dia juga kerap diundang sebagai pembicara pada berbagai seminar, termasuk penulis buku Orang Simalungun (2008) dan Revolusi Diri (2011), jauh sebelum Jokowi memproklamirkan revolusi mental.

    Sebagai seorang organisatoris, dia aktif sebagai Anggota PERMIAS, Wakil Ketua DPC PDP, Ketua KIRA-GERINDRA, serta Anggota Majelis Gereja. Juga Ketua Yayasan Logos Indonesia, Ketua Yayasan Akademi Kebidanan Citama di Depok.Dia pernah menjadi guru di BT/ BS MEDICA yang kesohor itu, dokter klinik di Biro Pusat Statistik Jakarta, Dokter di Klinik Citama juga di Rumah Bersalin Citama, Dosen di Akademi Kebidanan Citama, dan dokter di Puskesmas Mauara Gembong, Bekasi. Mapan memang dia. Baik dalam pengalaman sebagai pendidik, pengusaha, organisatoris. Dan kemapanannya inilah yang belakang membuat dia terjun ke bidang politik.

    "Politik itu baik, sebab tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ummat manusia. Meski pun, politik bisa menjadi buruk kalau dikendalikan oleh orang jahat", katanya kepada saya ketika kami berbincang berlama-lama di Pematangsiantar belum lama ini.

    Di mata saya. Sortaman adalah orang yang tepat waktu hidup di zamannya. Dia memang pemilik gerakan perubahan yang sesungguhnya, yang memang sangat dibutuhkan masyarakat kita saat ini. 

    Di tengah hiruk pikuk pemimpin-pemimpin pemerintahan (daerah) yang hura-hgura, glamour serta korup, Sortaman lahir dan hadir. Karena itulah, keikhlasannya untuk menjadi Walikota Pematangsiantar periode 2015 - 2020 saya sambut dengan gembira, dan yang paling penting lagi, disambut masyarakat Kota Pematangsiantar dengan keplokan tangan membahana.

    "Betul. Saya akan maju menjadi Calon Walikota Pematangsiantar, dan beberapa kawan mendorong serta mendukungsaya untuk itu", katanya kepada saya ketika saya telepon dia beberapa hari lalu.

    Niatnya yang ikhlas dan tulus untuk menjadi Calon Walikota Pematangsiantar yang didorong serta didukung beberapa kawannya itu, saya pikir tidak berlebihan. Wajar dan pantas bahkan sudah menjadi kewajibannya. Saya melihat, adalah kewajiban baginya bahkan ibadahnyalah untuk menjadi Walikota Pematangsiantar. 

    Kota ini memang membutuhkan sosok seperti Sortaman, seorang yang bersahaja, sederhana, santun, peduli serta penuh perhatian. Sifat atau karakter yang sudah melekat pada dirinya, sesuatu yang memang tak bisa dibuat-buat.

    Menyelisik dan mencermati masa lalunya siapa dia dan bagaimana, dia memang pantas dan patut untuk diacungi jempol. Sebagai putra petani yang sederhana, sejak kecil Sortaman sudah diajar dan terbiasa hidup dalam kesederhanaan. 

    Menyelesaikan SD dan SMP di tanah leluhurnya Tigarunggu, dia selalu mendapat prestasi di sekolahnya. Menyelesaikan sekolahnya di SMA Budi Mulia Pematangsiantar 1987 dengan cemerlang, dia pun diterima pada Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU) Sebuah sekolah yang tidak bisa sembarangan dimasuki lulusan SMA.

    Dan disini, Sortaman juga mampu menyelesikan pendidikannya tepat waktu serta segera bekerja di Puskesmas Muaragembong , Bekasi sebagai dokter PTT.

    Masa-masa menjalani pendidikannya di FK USU Medan, bagi Sortaman bukanlah hal yang gampang. Itu disebabkan kiriman uang dari orang tuanya pun terhenti oleh sesuatu seba dan lain hal. Tapi dia tidak menyerah. Kuliah sambil bekerja pun dilakoninya dengan tekun dan setia, taat dan patuh serta penuh disiplin serta loyalitas yang tinggi. Tak heran, Dr Renhart Silalahi seniornya yang jga pemilik BT/ BS MEDIKA, sangat mengagumi pribadi Sortaman.

    "Dia seorang yang tekun dan setia. Dan terutama, dia seorang yang jujur, ikhlas, pekerja keras dan taat aturan", kata Reinhart kepada saya. Di mata Renhart, Sortaman juga pegaul yang luwes, ramah, santun dan bertutur kata sederhana. Karenanya tak heran dia memiliki teman dari berbagai kalangan, baik Minang, Aceh, Nias, Cina, Melayu, Jawa.

    "Dari pergaulannya yang luas itulah akhirnya Sortaman terbentuk sebagai seorang nasionalis. Dia memang bergaul lintas etnis, lintas agama bahkan lintas tingkatan", ujar Dr Reinhart.

    Cerita Sortaman mampu menerobos kemiskinan dan ketertinggalan antara lain berkat pembelajarannya, pergaulannya, kerja kerasnya, serta kepercayaan dan disiplinnya termasuk kesetiaannya. Saat bertugas di Puskesmas Muaraembong, dia juga membuka praktek pada sore harinya. 

    Disana dia menomorkanduakan tarif atau biaya. Yang menjadi nomor satu adalah pelayanan, kenangnya, dan itulah yang membuat tempat prakteknya dikungjungi banyak sekali pasien. Apalagi, prinsip yang dilakoninya pasien ditangani terlebih dahulu secara cepat dan tepat, sedang pembiayaan menjadi urusan belakang.

    Dalam kemapanannya di bidang ekonomi, Sortaman pun mengikuti pendidikan di Amrik. Di Negeri Paman Sam inilah anak Tigarunggu itu melihat dan belajar bahwa sebagai negara maju disana warganya secara umum tertib dan disiplin, taat aturan, tidak ada diskriminasi antara kaum mayoritas dan kaum minoritas, juga antara kulit hitam dengan kulit putih, juga tidak ada diskriminasi agama. Dan, yang paling penting pemerintahnya selalu meenjadi penyedia kenyamanan serta kesejahteraan bagi rakyatnya.

    Kembali ke tanah air, Sortaman pun mulai mengalihkan perhatian kepada bidang politik. Pengalamannya di banyak bidang dan sektor dijadikannya alasan kenapa akhirnya dia menekuni bidang ini. Sebuah ladang pengabdian yang menjadi harapan dan cita-citanya. 

    Di mimpinya pemerintahan adalah dimana pemimpinnya hanya bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup yang dipimpinnya. Mensejahterakan rakyat dalam artian luas, dan untuk itulah dibutuhkan pemimpin yang baik dan benar. 

    Kalau orang baik dan benar tidak maju untuk mengendalikan pemerintahan, maka orang jahatlah yang akan menentukan nasib rakyat, katanya.

    "Dan apabila ada masyarakat yang sengsara diizinkan Tuhan di hadapanmu, berarti Tuhan sedang menyuruhmu untuk memikirkan nasibnya", ujar Sortaman penuh nuansa filosofis.

    Karena itulah saya melihat, niat tulus dan keikhlasan Sortaman untuk menjadi Walikota Pematangsiantar, wajib untuk didukung oleh segenap warga kota ini. Wajib, sebab kalau tidak Sortaman yang menjadi Walikota Pematangsiantar sekarang ini niscaya warga akan tetap kecewa pada pemimpinnya. Maka, penderitaan bahkan kesengsaraan masih akan tetap menyelimuti kehidupan warga kota ini, dan sesal kemudian tidak berguna.

    Tapi juga, tidak mudah untuk menjadi seorang kepala daerah. Antara lain, dibutuhkan uang yang cukup banyak untuk ongkos-ongkos operasional. Karena itulah, Sortaman wajib pula didukung. Tidak saja dalam bentuk tenaga, pikiran, waktu dan doa. Termasuk, dan ini yang penting sekali : Uang ! Lantas bagaimana caranya ?. Siantar Estate, 26 Mei 2015. (Ramlo R Hutabarat)

    Selamat Pesta Sekolah Minggu GKPS Ke 47

    Written By Beritasimalungun on Sunday, 24 May 2015 | 07:50

    Kel Sy Rosenman Manihuruk/ Lisbet Sinaga (Moses Juneri, Ezer Twopama dan Trionel Aguero Manihuruk) Jambi, Minggu 24 Mei 2015.

    Gideon Purba dan Resman Saragih Dukung Sortaman Saragih Maju di Pilkada Siantar

    Written By Beritasimalungun on Saturday, 23 May 2015 | 21:33

    Dukungan itu ditandai dengan jamuan makan bersama dengan tradisi Adat Simalungun "Manurduk Dayok Binatur" dari kedua tokoh birokrasi itu kepada St dr Sortaman Saragih SH MARS, Sabtu (23/5/2015).
    BERITASIMALUNGUN.COM, Pematangsiantar-Dua tokoh birokrasi di Pemerintahan Kabupaten Simalungun yang sempat digadang-gadang maju di Pilkada Walikota Siantar Desember 2015 yakni Gideon Purba dan Resman Saragih sepakat menarik diri dari niat maju di pencalonan Walikota Siantar dan meminta Sortaman Saragih untuk maju merebut kursi Siantar 1. 

    Dukungan itu ditandai dengan jamuan makan bersama dengan tradisi Adat Simalungun "Manurduk Dayok Binatur" dari kedua tokoh birokrasi itu kepada St dr Sortaman Saragih SH MARS, Sabtu (23/5/2015). Hal itu mengundang kagum satu hati dalam kebersamaan atau sejalan dengan Motto Pemerintah Kota Pematangsiantar "Sapangambei Manoktok Hitei" (Bekerjasama).

    Dukungan dari berbagai kalangan, baik tokoh masyarakat setempat, aktivis, tokoh agama, partai politik, pemuda dan masyarakat kecil kini mendorong Sortaman Saragih untuk maju di Pilkada Siantar dengan harapan agar Kota Pematangsiantar lebih baik kedepan.

    Sejumlah masyarakat meminta Sortaman Saragih untuk memiliki visi dan misi dengan memberikan solusi untuk kemajuan Kota Pematangsiantar serta Pemerintahan Kota Pematangsiantar  bebas dari KKN. (Lee)

    Salam komando dalam gotong royong perjuangan. Semoga.

    In Memoriam Jhon Lenon Sipayung (1976-2015)

    Jhon Lenon Sipayung, pada saat Peluncuran Buku: Refleksi Melayani di Tengah-tengah Masyarakat: Lima Puluh Tahun Pelpem GKPS di Pelpem GKPS, 8 April 2015
    Lenon Sipayung, pada saat Peluncuran Buku: Refleksi Melayani di Tengah-tengah Masyarakat: Lima Puluh Tahun Pelpem GKPS di Pelpem GKPS, 8 April 2015. Foto St Jannerson Girsang.

    Pagi itu, 21 Mei 2015, saya sangat terkejut membaca status Paulus Sinaga, seorang staf Pelpem GKPS.

    "Selamat jalan abangku........Jhon Lenon Sipayung," tulis Paulus Sinaga.

    Kaget dan sedih! 

    Lalu, saya mengamati foto-foto yang diposting dan ternyata yang meninggal adalah Jhon Lenon Sipayung, staf Bidang Penyuluhan, Pelpem GKPS Pematangsiantar. 

    Jhon Lenon Sipayung. Masih muda, energik, harapan pemimpin Pelpem ke depan, sudah tiada. Orang yang selalu menyapaku ramah, membesarkan hatiku, tak akan kutemui lagi untuk selama-lamanya.

    Direktur Pelpem GKPS juga mengirim kabar duka melalui sms : "Selamat siang Pak. Kabar duka cita. Telah meninggal dunia Bapak John Lenon Sipayung (staf Pelpem GKPS) tadi pagi pukul 01, dikebumikan besok". 

    John Lenon Sipayung meninggal karena sakit dan dirawat beberapa hari di rumah sakit.

    "Kamipun sangat terkejut kepergiannya. Selama ini dia tidak pernah sakit dan selalu bersemangat," kata Direktur Pelpem, Juniamer Purba.

    Memori  kuputar ke peristiwa 8 April 2015, saat peluncuran buku: "Refleksi Melayani di Tengah-tengah Masyarakat: Lima Puluh Tahun Pelpem GKPS". Itulah pertemuan terakhir kami.

    Saat itu John Lenon adalah mengurusi undangan.Dengan baju warna cokelat, dan mirip dengan salah satu kemeja saya.

    "Horas kela, sehat do ham torus," sapanya ramah. (Hotras. kela sehat aja terus)

    "Ai mase ipakei ho bajungku ambia," kataku berseloroh. (Kenapa kau pakai bajuku, John)

    "Yah ase tambah ganteng songon ham,  Kela"katanya. (Biar tambah ganteng, seperti Kela)

    John Lenon kebetulan marga Sipayung dan lahir 1976 di Bandar Maruhur, Negeri Dolok, satu kampung dengan mertua saya dan semarga dengan istri saya. Kami begitu dekat dan akrab. 

    Lulusan Fakultas Ekonomi USU Medan ini mulai bekerja di Pelpem GKPS pada tahun 2000. Selama 15 tahun dia banyak di lapangan, bertemu dengan para petani. Pekerjaan yang kurang mendapat perhatian para sarjana di era hedonisme ini.

    Dalam memori saya terakhir, pada tanggal 8 April itu John Lenon  aktif di pentas, ketika acara Peresmian Tiga Pilar Organisasi Rakyat bersama Herman Sipayung, staf Pelpem.

    Ketika pulang ke Medan, dari jalan raya saya mendengar sayup-sayup suara mereka. Dan itulah kenangan terakhir saya tentang pria yang suka menulis ini. John Lenon rajin menulis artikel tentang pelayanan masyarakat di buletin AB mapun media-media cetak lainnya.

    Sekali-sekali dia berbicara menyuarakan suara kritis ketergantungan petani kepada pestisida. Kepedulianmu kepada kepentingan petani tidak akan pernah sia-sia. (Medan Bisnis, 23 Nopember, 2011). http://medanbisnisdaily.com/news/arsip/read/2011/11/23/60075/ketergantungan_petani_pada_pupuk_dan_pestisida_sangat_tinggi/#.VV4D30Bbg24.

    John Lenon meninggalkan seorang istri Arny Hastuty Damanik, dan dua orang anak yang masih kecil-kecil.

    "Yang tertua baru duduk di kelas 3 SD" ujar Direktur Pelpem yang saya hubungi sore ini.

    Jenazahnya disemayamkan di rumah duka, Jalan Rakutta Sembiring, Pematangsiantar. 

    Besok, wakil ketua bidang hukum HAM dan pemberdayaan perempuan perempuan, DPC GAMKI Simalungun ini akan dimakamkan.

    Selamat jalan kawan!

    Saya yakin Jhon tidak hanya mati untuk dirimu saja. Kau banyak meninggalkan sesuatu yang bernilai buat banyak orang.  "What we have done for ourselves alone dies with us; what we have done for others and the world remains and is immortal" (Albert Pike).

    Hasil karyamu di lapangan akan diingat ribuan petani. Kela akan selalu ingat sapaanmu yang ramah, rasa humormu. Iide-idemu dan karyamu tentang publikasi Pelpem, pengabdianmu selama 15 tahun di tengah-tengah masyarakat akan berbuah. 

    Selamat Jalan John Lenon, kela sedih. Begitu cepat kau pergi meninggalkan kami. Berkurang temanku chating di Facebook, berkurang teman diskusi yang kritis dan smart! Turut Berduka. (St Jannerson Girsang)

    Catatan Ramlo Hutabarat, Antara Perempuan dan Calon Kepala Daerah


    Ramlo R Hutabarat
    Bolej jadi, benar juga kata kawanku. Aku sebenarnya tengah mengalami gangguan jiwa. Betapa tidak. Sebab aku suka sekali pada perempuan. Terutama, pada perempuan yang cantik dan menarik. Meski pun kupikir itu syah-syah dan wajar saja. Sebab Mamakku perempuan, istriku juga perempuan, dan putriku pun perempuan. Tidak seperti putri kawanku yang setengah perempuan setengah lelaki. Waria kata orang-orang di kampungku.

    Kalau aku melihat perempuan, dimana saja termasuk di gereja, aku selalu senang dan suka. Apalagi, perempuan-perempuan yang berlenggak-lenggok di panggung saat menari dan atau bernyanyi. Aku senang dan suka melihat indah gemulai liuk-liuk tubuhnya saat menari. Melihat jemarinya saja aku suka, juga lengannya, apalagi sorot matanya yang sendu merayu. Pakaiannya ? Apalagi.

    Tapi sebaliknya, aku sangat tidak suka bahkan benci kepada siapa saja yang menjadi bakal calon kepala daerah, calon kepala daerah, apalagi kalau dia sudah menjadi kepala daerah. Aku bahkan muak dan hampir muntah pada sikap, tingkah dan polah mereka. Biar siapa pun dia. Kawanku yang akrab denganku saja kalau berambisi menjadi kepala daerah aku berbalik jadi tak suka (padanya) Konon pula kalau sebelumnya calon kepala daerah itu tak kukenal. Marganti Manullang yang sesungguhnya hula-hulaku pun setelah kutahu berambisi menjadi Bupati Humbang Hassundutan, aku jadi tak suka. Termasuk Harry Marbun yang meski pun temanku satu jemaat di GMI (Gereja Methodist Indonesia)

    Dua hal di ataslah yang membuatku jadi berpikir bahwa aku memang sedang mengalami gangguan jiwa. Sayang sekali memang, tak ada uangku untuk memeriksakan diriku ke dokter spesialis penyakit jiwa, sekaligus berobat. Kalau uangku cukup, sudah lama aku mengunjungi klinik kesehatan jiwa. Sungguh, aku ingin sembuh dari penyakit jiwa yang kuidap (mungkin)
    Kenapa aku tak suka pada bakal calon, calon dan kepala daerah ?

    Sepanjang yang kulihat, mereka adalah orang-orang yang tamak, rakus, serakah. Juga parjanji koling, haus kekuasaan dan arogan, mengkedepankan kekuasaan dan selalu menyelesaikan masalah dengan menggunakan uang. Ngomongan mereka sangat tidak sesuai dengan perbuatannya. Ngomongnya ingin mensejahterakan rakyat, tapi nyatanya justru mensejahterakan diri atau kelompoknya dari rakyat. Mereka juga adalah orang-orang yang piktor bahkan munafik (muka nabi pikiran kotor) Dan mengingkari janji bagi mereka tak ada soal, sebab mereka menganut paham janji politik tak ada kewajiban untuk dipenuhi.

    Tak mengenal diri, juga ciri khas bakal calon, calon bahkan kepala daerah. Saat jelang pemilukada, mereka datang dan menyatakan sangat mencintai daerahnya dan ingin membangun anak negeri. Berupaya meningkat kehidupan anak negeri dengan cara ini dan cara itu. Mengektifitaskan serta melakukan efiensi anggaran, menempatkan (ASN) Aparatur Sipil Negara di daerahnya secara baik dan benar sesuai dengan latar belakang pendidikan serta pengalamannya. Juga melakukan penghematan anggaran, termasuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.

    Mereka juga berjanji untuk melakukan penghematan dengan cara memangkas biaya-biaya perjalanan dinas, membatasi fasilitas pejabat, dan lain-lain dan lain. Dan saat menjadi kepala daerah, semuanya ngomong doang dan celakanya mereka tidak merasa apa-apa.

    Kalau bakal calon kepala daerah sudah menjadi calon kepala daerah dan akhirnya menjadi kepala daerah, semua yang diucapkannya dan dijanjikannya hanya isapan jempol semata. Omong doang, dan celakanya (sekali lagi), mereka tidak merasa bersalah dan tidak merasa apa-apa. Menelantarkan anak negeri bahkan korupsi dan korupsi melulu. Jangankan generasi muda anak negerinya, guru-guru pun selalu diperas bahkan dizolimi. Ada ASN yang menentang kebijakan sang kepala daerah, segera pindahkan ke daerah terisolir dan kalau perlu dipecat. Tak terbilang pula sekiranya sang ASN tidak loyal dan manut. Nonjobkan. Kenapa rupanya ?

    Ketika menempatkan ASN untuk menduduki jabatan struktural, seorang kepala daerah selalu menggunakan seleranya saja berdasarkan suka atau tidak suka. Biar sebelumnya bidan desa atau guru PAUD, bisa saja diangkat sebagai camat apalagi guru SD. Biar guru bidang studi tata busana di sebuah SMK, diangkat saja menjadi Kepala Dinas Tata Kota. Yang penting ada tata-tatanya. Mau jadi Kepala Dinas Tata Kota yang cuma guru tata boga di SMK, kenapa rupanya ? Yang penting (sekali lagi) ada tata-tatanya.

    Kelompok, saudara, kerabat, handai tolan atau bahkan tetangga segera dipromosikan untuk menduduki jabatan struktural yang potensial serta strategis, meski pun tidak memenuhi persyaratan. Lihat misal Indra Simaremare yang diangkat Nikson Nababan sebagai Kepala Bappeda Tapanuli Utara. Belum pernah menduduki jabatan eselon II dimana saja, mendadak diangkat menjadi Kepala Bappeda. Makanya tak heran, belum setahun sejak Indra menjadi Kepala Bappeda Tapanuli, sudah diadukan oleh sebuah LSM di daerah itu. Sebaliknya lihat contoh Hulman Sitorus yang Walikota Pematangsiantar. Dia justru mengangkat Renward Simanjuntak menjadi Kepala Bappeda karena Simanjuntak yang satu ini sudah terbilang berpengalaman di beberapa jabatan eselon II lainnya. Makanya, Renward pun mahir dan cerdas melakoni perannya.

    Kepala daerah, juga banyak yang mengangkat guru menjadi kepala dinas. Ada guru olahraga yang dipercaya menjadi Kepala Inspektorat. Ada juga guru penjas yang diangkat menjadi Kepala Bappeda. Ada sarjana pertanian yang sebelumnya bertugas di Dinas Sosial tapi belakangan diangkat menjadi pejabat di Dinas Pendidikan yang membidangi sarana dan prasarana. Kalau akhirnya tugas-tugasnya mandeg di bidang itu, siapa yang salah ?

    Akh. Terlalu banyak yang bisa saya beri contoh betapa kepala-kepala daerah tak becus mantang-mantang berkuasa penuh di daerahnya melebihi kekuasaan Tuhan Yesus. Kalau mesti saya paparkan disini lengkap dengan contoh-contohnya barangkali tak elok juga bagi saya, sebab banyak di antara mereka yang adalah kawan-kawan saya. Yang patut untuk dicatat disini, tugas-tugas pokok ASN di jajaran pemerintah daerah acapkali mandeg bahkan stagnasi karena pejabatnya justru tidak atau belum mengerti untuk menjalankan atau memerankan. Lihat misal terlambatnya penyaluran Dana BOS di Tapanuli Utara akibat ketidak profesionalan masing-masing staf yang menanganinya.

    Tulisan saya ini pun sebenarnya cuma pelipur lara belaka untuk saya renung-renungkan. Dari pada bengong nggak tahu mau kemana pada Sabtu sore hingga malam ini. Dan ini, ada kaitannya dengan uang. Sebab, apa yang dicari orang pagi petang siang malam ? (Kota Pematangsiantar, 23 Mei 2015
    Ramlo R Hutabarat).

    Pekan Tiga Raya Masih Menjadi Daya Tarik Simalungun

    BERITASIMALUNGUN.COM, Pematang Raya-Pekan Raya setiap hari Sabtu masih menjadi daya tarik Kabupaten Simalungun. Transaksi jual beli pedagang, petani dan lainnya masih menjadi warna tersendiri di Ibukota Kabupaten Simalungun ini. Berikut ini Potret Pekan Tiga Raya Bidikan Dasni Rau. (FB)

    Pekan Tiga Raya, Sabtu ( 23/5/2015), Masih Menjadi Daya Tarik Simalungun. Foto-foto Dasni Rau.
    Pekan Tiga Raya, Sabtu ( 23/5/2015), Masih Menjadi Daya Tarik Simalungun. Foto-foto Dasni Rau.
    Pekan Tiga Raya, Sabtu Masih Menjadi Daya Tarik Simalungun. Foto-foto Dasni Rau.
    Pekan Tiga Raya Masih Menjadi Daya Tarik Simalungun. Foto-foto Dasni Rau.
    Pekan Tiga Raya Masih Menjadi Daya Tarik Simalungun. Foto-foto Dasni Rau.


    Pesta Rondang Bittang di Simalungun Angkat Kearifan Lokal

    Pejabat dan masyarakat Simalungun duduk bersama menyaksikan pagelaran budaya Simalungun dalam Pesta Rondang Bittang di Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Jumat (22/5/2015).KOMPAS.com/Tigor Munthe

    SIMALUNGUN-Dalam rangka melestarikan seni dan budaya Simalungun, pesta budaya yakni Pesta Rondang Bittang (PRB) digelar untuk kali ke-30. Acara ini bertempat di Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara dan berlangsung pada Jumat (22/5/2015).

    Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Nasional Indonesia (LKNI) Totok Sudarwoto dalam sambutannya mengatakan, pihaknya merasa kagum melihat kearifan lokal yang ditonjolkan dalam kegiatan ini. Seluruh warga duduk bersama mengikuti acara tanpa ada batas antara pemerintah dengan masyarakat.  

    “Kearifan lokal seperti ini merupakan lem perekat untuk persatuan bangsa  yang harus tetap dikembangkan,” ujar Totok, Jumat (22/5/2015).

    Totok mengakui di Kabupaten Simalungun potensi budayanya sangat luar biasa. Maka ia berharap ke depan Simalungin bisa menjadi pusat kebudayaan seperti Yogyakarta. 

    “Yogyakarta itu sebagai pusat kebudayaan tidak hanya Indonesia saja, tetapi untuk dunia. Simalungun kita harapkan bisa seperti itu,” katanya.

    Bupati Simalungun JR Saragih mengatakan, kegiatan PRB bertujuan untuk menggali dan melestarikan budaya Simalungun sebagai warisan para leluhur terdahulu. Sebagai generasi penerus diharapkan senantiasa melestarikan dan mewariskan budaya tersebut kepada anak cucu. 

    “PRB ini kita laksanakan untuk menggali seni budaya yang telah tertinggal sehingga dapat terus dilestarikan. Karena dalam PRB ini dilaksanakan berbagai kegiatan perlombaan yang dilakukan oleh para leluhur kita terdahulu seperti tor-tor,” katanya. 

    Dalam acara tersebut ada pula marsarunai, hagualon, fashion show, vokal solo dan perlombaan olahraga tradisonal seperti marjalekkat, catur, dan marlittun. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Simalungun Jamesrin Saragih menjelaskan, pelaksanaan kegiatan PRB di seluruh kecamatan dipusatkan pada enam lokasi yakni di Kecamatan Gunung Malela, Bandar Huluan, Bandar, Tanah Jawa, Sidamanik, dan Purba. “

    Diharapkan ini menjadi peningkatan pelestarian budaya Simalungun terutama pembelajaran bagi generasi muda sekaligus memperkenalkan seni budaya Simalungun kepada mayarakat luas,” katanya. 

    Pembukaan PRB dirangkaikan dengan peresmian areal peristirahatan sejenak (rest area) yang ditandai dengan penandatanganan prasasti. Lokasi rest area dinamakan Parsaranan Na Bujur (tempat singgah yang baik atau peristirahatan yang nyaman) ini nantinya akan dijadikan sebagai pusat kebudayaan daerah, lokasi peristirahatan sejenak bagi wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Simalungun, dan sebagai pusat layanan informasi pariwisata. 

    Pada rest area itu, para wisatawan dapat menikmati berbagai produk unggulan Kabupaten Simalungun, di antaranya produksi pertanian, perkebunan, industri rumah tangga masyarakat, pembuatan ulos, batik, dan berbagai jenis keterampilan masyarakat, termasuk makanan khas, kesenian, dan kebudayaan Simalungun. 

    Pada kesempatan itu, Lembaga Kebudayaan Nasional Indonesia (LKNI) memberikan penghargaan kepada Bupati Simalungun atas kepedulian membina seni budaya dan periwisata daerah. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum LKNI Totok Sudarwoto. (Sumber: kompas.com)

    Kini Muncul Transportasi Model Baru di Saribudolok

    BERITASIMALUNGUN.COM, Saribudolok-Kini ada muncul transportasi mini mirip Bemo di Saribudolok, Kecamatan Silimakuta, Kabupaten Simalungun. Transportasi ini mulai diminati mengingat ukurannya yang minimalis dan efektif untuk kebutuhan transportasi keseharian warga, baik ke ladang dan tujuan lainnya. (Lee)

    Transportasi Model Baru di Saribudolok. Foto Lihar Girsang

    Transportasi Baru di Saribudolok. Foto Lihar Girsang

    Transportasi Baru di Saribudolok. Foto Lihar Girsang

    Kebakaran Terjadi di Ajibata Parapat

    Written By Beritasimalungun on Friday, 22 May 2015 | 16:43

    Kebakaran Terjadi di Ajibata Parapat. Foto Sarido Ambarita.
    BERITASIMALUNGUN.COM, Parapat-Suasana kebakaran yang melanda sebuah rumah di Ajibata, Parapat, Jumat (22/5/15) tepatnya depan Hitel Toba Hill. Pemilik runah Morita br Sirait atau borunya Mineer tak ada korban jiwa dan penyebab kebakaran belum diketahui. Semoga keluarga tabah dan mendapat penghiburan dari Tuhan. (Sarido Ambarita)
    Kebakaran Terjadi di Ajibata Parapat. Foto Sarido Ambarita.
    Kebakaran Terjadi di Ajibata Parapat. Foto Sarido Ambarita.

    Bibit Jeruk Unggul di Sumatera Utara

    Bibit Jeruk Unggul di Sumatera Utara
    Bibit Jeruk Siam Madu (bukan bengkinang). Biasa di tanam di Tanah Karo, Dairi, Simalungun, Sidikalang dan Langkat. Kwalitas dijamin karena batang dasar Citrun dan Mata Okulasi berasal dari ladang jeruk pribadi. Informasi dan tanya jawab Hub Roy Ginting 0812 6025 8684. Harga Nego Ukuran 25cm - 60cm dan 60cm - 120cm. (Lee)
     Informasi dan tanya jawab Hub Roy Ginting 0812 6025 8684. Harga Nego Ukuran 25cm - 60cm dan 60cm - 120cm. 
    Bibit Jeruk Unggul di Sumatera Utara

    Oknum Kepala SMP Negeri II Tapian Dolok Terancam Dipidanakan

    Ramlo R Hutabarat
    BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Lewat tengah hari tadi, saya diajak Ketua DPRD Simalungun Johalim Purba ke ruang kerjanya di Gedung DPRD Simalungun di Desa Sondi Raya, Kecamatan Raya. Disana berkumpul puluhan guru SMP Negeri II Tapian Dolok, laki-laki dan perempuang. Wajah mereka umumnya tegang saya lihat, dan barangkali syaraf mereka juga. Sayang memang, mata saya cuma bisa melihat wajah mereka. Mata saya tidak bisa melihat syaraf mereka.

    Apa soal ? Rupanya para guru itu sedang curhat kepada Johalim sebagai Ketua DPRD. Ini itulah pimpinan mereka di SMP Negeri II Tapian Dolok, begini begitulah dan macam-macam dan lain-lain. Adalah yang arogan, sewenang-wenang, sering mengintimidasi para guru, tak pernah transparan menggunakan Dana BOS, melakukan kutipan liar, dan lain-lain. Poning jugalah saya mendengarnya. Apalagi kondisi saya saat itu tengah tongpes. Bagaimana tak poning mendengar celoteh semacam itu. Apalagi siang menyengat dan saat itu saya belum makan.

    Karena itulah saya diam saja untuk beberapa saat. Jemari saya menari-nari di atas tuts HP saya untuk mengesms pacar saya yang jauh di seberang lautan sana. Lebih nikmat saya bercinta dengan pacar saya meski lewat sms, apalagi saat itu pacar saya yang buruh pabrik kerupuk sedang cuti haid dua hari ini. Saya merasa tidak berada di rungan kerja Johalim bersama guru-guru tadi. Saya merasa sedang bermesraan dengan pacar saya.

    Tapi ketika pertemuan itu berakhir serta bubar dan lapar saya serta kejenuhan saya sudah hilang karena sudah terlampaui, saya ngobrol ngalor ngidul dengan guru-guru itu di halaman Gedung DPRD Simalungun. Mereka mengulang lagi apa yang mereka sampaikan kepada Johalim tadinya dan saya mendengarkannya lamat-lamat.

    "Kalau begitu, adukan saja Kepala SMP Negeri II itu ke polisi", kata saya tiba-tiba dan wajah para guru itu saya lihat kaget.

    "Diadukan ? Apa pasal ?", kata salah seorang guru perempuan yang saya lihat cantik dan menarik. Dan saya, memang suka sekali melihat-lihat wajah perempuan yang cantik. Itu karena Mamak saya kebetulan cantik sekali, apalagi Boru saya Noni Andrianti.

    Saya katakan, kalau diadukan atau dilaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Simalungun atau bahkan kepada Bupati Simalungun, tindakan apalah yang dilakukan kepada Rosmey Manurung Kepala SMP Negeri II Taapian Dolok itu ? Saya jawab sendiri : paling-paling tindakan administratif. Atau, paling tinggi adalah menjatuhkan hukuman disiplin. Apalah itu. Sikap atau tindakan seperti ini tidak selalu mendidik yang lain untuk tidak melakukan hal yang sama. Itulah yang menyebabkan sulit untuk memberantas kejahatan, kata saya.

    Panjang kali lebar kami ngobrol sama dengan luas, akhirnya saya katakan kepada guru-guru itu begini :
    Laporkan atau adukan saja oknum Kepala SMP Negeri II Tapian Dolok itu ke polisi. Pasal yang diadukan adalah korupsi atau penggelapan atau penipuan, atau perbuatan tidak menyenangkan, atau pemerasan atau yang lain-lain lagi. Bah kenapa disebut begitu ?

    Kata saya, kan sang oknum kepala sekolah tadi telah tidak transparan menggunakan Dana BOS. Artinya, dia menggunakan Dana BOS itu tidak dengan melibatkan Dewan Guru serta Komite Sekolah seperti yang diamanatkan peraturan yang berlaku. Sering melakukan kutipan liar terhadap guru seperti kutipan dengan alasan pemberkasan sertifikasi, kutipan saat uang sertifikasi dicairkan, Dana Tarnsport Pengawas Ujian Nasional tidak dibayarkan, Dana Les Tambahan disunat sang kasek, Penggunaan Dana Klaster senilai Rp 22.000.000,00 yang berasal dari APBD Propinsi yang tidak jelas penggunaannya, kutipan dari guru untuk memasang WIFI di sekolah mereka, kutipan liar dengan dalih untuk membeli kursi plastik, Dana PPL Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen tak diberikan kepada guru, untuk menata taman sekolah yang dikutip dari guru, termasuk kutipan dari semua guru ketika Pengawas dari Dinas Pendidikan berkunjung ke sekeolah mereka.

    "Pidanakan saja ! Laporkan ke polisi !", kata saya. Kenapa rupanya ?
    Siantar Estate, 19 Mei 2015
    Ramlo R Hutabarat

    Drs Robensius Saragih Mulai Serius Sosialisasi Menuju Bupati Simalungun

    Jelang Pilkada Walikota Siantar, Dukungan Kepada Sortaman Saragih Semakin Menguat

    Written By Beritasimalungun on Wednesday, 20 May 2015 | 09:07

    • BERITASIMALUNGUN.COM, Siantar-Jelang Pilkada Walikota Pematangsiantar Desember 2015 mendatang, dukungan masyarakat Kota Pematangsiantar kepada Balon Walikota Pematangsiantar dr Sortaman Saragih SH MARS semakin menguat. Banyak dukungan positif, baik melalui pembicaraan langsung maupun lewat media sosial di Group FB "Sortaman Saragih Menuju Siantar 1 2015".

    •  Berikut ini kutipan dukungan itu:
       
    • Stevanus Poerba Riahman Gerinda....ma ge.....

    • Jhon Kariando Purba mangasah ma hape tene...

    • Sortaman Saragih Mangasah aha do ai lawei.? Ulang mangasah gupak da, anggo mangasah strategi boima.

    • Stevanus Poerba Riahman Anggo mangsa gupak au hu jin lae ....hahaha....

    • Firdannis Purba Ulang nai bng Stevanus Poerba Riahman....
      Tulang Sortaman Saragih pasti bisa...
      Au anak ni anak boru jabu nasiam tulang, partigarunggu..

    • Charli Brata Anggo saud ham menuju Siantar 1, hanami sakeluarga keturunan Simpang Purba Tongah na adong I Siantar kota siap mendukung Ham Abanganda...GBU.

    • Sortaman Saragih Baik, thanks atas dukungan lae Stevanus Poerba Riahman dan panogolan Firdannis Purba. Gos bless Us.

    • Sortaman Saragih Ise do ge ham Charli Brata on?

    • Charli Brata Ahu niombah ni Inang na margoran Boru Sonang Purba, Botou-ni Tulang nami Bestel Purba (Pak Nora) na tinggal I Sirpang Purba Tongah, Bg...Ahu marga Saragih Simarmata Bg Sortaman Saragih. Ongga do ahu manelpon ham sanggah tugas I Bangka ahu Bg. Sonari domma mutasi hu Siantar Bg...GBU.

    • Sortaman Saragih Oo.... domma hubotoh. Par BDB do nasiam tene. Dear, dukung nasia9m ma0 da. Tks. (Lee)

    Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

    Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
    KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

    Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

    Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
    Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

    Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba

    Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba
    KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

    Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

    Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
    KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

    St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti

    St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti
    KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya


    MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

    MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
    PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

    Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

    Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
    TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

    Berita Lainnya

    .

    .
    .