}); February 2016 | BeritaSimalungun

Berita Terkini

INDEKS BERITA

RENCANAMU BUKAN RENCANAKU

Written By Beritasimalungun on Monday, 29 February 2016 | 14:48

FB Parker Girsang
BERITASIMALUNGUN.COM-Menatap ke depan, mengenang ke belakang. Kita perlu melihat ke depan tanpa melupakan apa yang terjadi di belakang kita. Bukan untuk menyesali, tetapi untuk melihat keajaiban Tuhan yang terjadi pada diri kita!
Bagi Tuhan tiada yang mustahil!

Siang ini, di saat putri kami Christin dan suaminya Bintang berkunjung ke rumah, wajahmu, adikku almarhum Parker Girsang dan istrinya almarhum, terlintas di pikiranku!.

Andaikan kau dan mama Christin ada!.
Kepergian kalian berdua beberapa tahun lalu, sempat membuat kami khawatir.

Tapi apa yang terjadi sekarang, benar-benar di luar rancangan kita semua.

Sebagai manusia, terkadang pikiran terhanyut sejenak ke masa lalu, yang sebenarnya tidak perlu. Tapi, namanya manusia, sering terhanyut dalam alam pikiran khayal!. Sesuatu yang tak mungkin kembali lagi, tapi masih diharapkan.

Tapi semua peristiwa itu membuat saya makin yakin bahwa hidup ini bukan melulau dalam rancangan kita. Hidup saat ini adalah bukan sebuah proses akhir, hanyalah sebuah permulaan.

Kita tidak boleh berbangga hati, sombong di saat sukses, tetapi juga tidak boleh menyesali hidup di saat kita menderita. Kita tidak boleh mengganggap remeh keberadaan seseorang, bagaimanapun keadaannya!

Saya yakin dari tempat yang sepi di TPU Perwira Bekasi kalian berdua menyaksikan cita-cita kalian terwujud. Sayang kalian tidak ikut dalam perayaan pesta pernikahan boru kita Yani Christin Girsang. Kami yang hiduplah menikmati semuanya. Kau yang menanam, kami yang menuai dengan suka cita.

Enam tahun yang lalu kau pergi meninggalkan mereka, setelah empat tahun sebelumnya mama Christin pergi untuk selama-lamanya. Tetapi kau dan mama Christin tetap hidup di hati kami, kalian ada di wajah-wajah Yani Christin Girsang, Hilda Valeria Girsang dan Trisha Melanie Girsang.

Saya yakin, Hilda (Ai) dan Trisha (Icha) akan meneladani kakaknya. Keduanya sudah pulang ke Malang dan Bekasi, berjuang mewujudkan cita-cita kedua almarhum orang tuanya!

Tuhan ternyata mampu menggantikan peranmu atas putri-putrimu. Banyak orang bersimpati kepada mereka. Pesta putri kita hristin sungguh menyenangkan, sungguh membanggakan!

Tuhan Maha Besar dan Maha Baik. KehadiranNya tidak pernah terlambat. Dia senantiasa memelihara putri-putrimu, kami semua.
Tidak pernah terbayang apa yang terjadi hari Jumat itu dalam rancangan kita, dan rancanganmu. Semua rancangan manusia penuh kekhawatiran.

Memanglah: "RancanganNya tidak sama dengan rancangan kita"
Rancangan kita, kita selalu berharap yang indah. Kadang kita berharap bunga-bunga yang indah, tetapi yang muncul adalah kaktus-kaktus berduri yang membuat luka.

Kadang kita berharap kupu-kupu yang indah tetapi yang hadir di depan kita adalah ulat-ulat bulu yang menjiikkan.

Kita sering tidak sabar dalam penderitaan sesaat, yang di belakangnya adalah sesuatu yang indah. Lalu kita lari, bahkan mengutuki Tuhan!

Padahal, kalau kita bersabar dalam penderitaan, maka sesuatu itu akan indah!

Kaktus-kaktus berduri itupun, di saat musim hujan akhirnya menghasilkan bunga-bunga yang indah. Ulat bulu yang menjijikkan itupun bermetamorfosa menjadi kupu-kupu yang indah.

Tekun, bersabar dan berserah dalam rancanganNya!. Indah pada waktuNya. (St Jannerson Girsang)

Mewujudkan Kebersamaan di Kebaktian Padang Sektor 3 GKPS Haleluya Medan

VG Humbani Sie Wanita. Fotofoto Sy Jhon MT Saragih.
BERITASIMALUNGUN.COM, Medan-Sebanyak 98 orang (54 dewasa) Jemaat Sektor 3 GKPS Haleluya Medan melakukan ibadah lapangan atau biasa disebut kebaktian padang di Taman Wisata Kesusteran Desa Bintang Meriah Sembahe, Minggu 28 Februari 2016.

Random acara pada kebaktian padang itu meliputi ibadah, Periodeisasi Pengurus Sektor 3 GKPS Haleluya, Permainan/Games untuk  Seksi Bapa, Seksi Wanita, Seksi Sikolah Minggu dan Keluarga Jemaat Sektor 3 GKPS Haleluya Medan.

Acara Kebaktian berlangsung Khidmad. Kotbah (Parambilan) Pdt Manner Saragih, Liturgis (Paragenda) Sy John W. Sinaga,  Nyayian (Siboan Doding) Sy John MT Saragih. Nats Khotbah diambil dari Kitab Jes 55 : 1-9.

Usai ibadah, dilanjutkan dengan Periodeisasi Pengurus Sektor 3 GKPS Haleluya. Dalam pemilihan pengurus, kepengurusan yang lama masa jabatan 2014-2016 yakni Ketua  Sy Difran Saragih, Sekretaris Sy Fanbo Sipayung, Bendahara Ny Haloho Br Damanik.

Sementara yang terpilih untuk Pengurus Sektor 3 GKPS Haleluya 2016-2018 yakni Ketua  Sy Difran Saragih, Sekretaris  Sy Fanbo Sipayung, Bendahara Ny Sy John MT Saragih Br Siagian.

Setelah acara pemilihan dilaksanakan, maka dilaksanakan Makan Bersama. Usai makan siang bersama dilaksanakan beberapa games dan permainan untuk menjalin keakraban serta kebersamaan. Juga dilaksanakan Lomba Khateisasi dan Quis  untuk Sikolah Minggu.

Setelah Games dan permainan selesai, maka dilaksanakan manggang manggang ikan bersama serta acara mandi ke sungai (acara bebas). 

Sebelum acara penutupan, dilangsungkan pembacaan juara juara dari berbagai permainan/Quis, penyerahan hadiah dan Manortor Rup. Jam 5 sore acara selesai dilaksanakan doa penutup oleh Bp St E Purba (Porhanger GKPS Haleluya). 

Andohar dengan adanya Acara Kebhaktian Lapangan ini, lambin Dohorma Pagori Kuria Sektor 3 GKPS Haleluya Hubani Naibata, Lambin akrab antar sesama dan terjalin rasa Kekeluargaan yang lebih di dalam Nama Tuhan Yesus. Sai Tarmuliama Tuhanta Tong tong I bagas Tuhan Yesus Kristus,....Amen. (Sy John MT Saragih)

Hasil Lomba

Lomba Mangan Karupuk untuk Sie Bapa 
Juara I   : Sy. JW Sinaga
Juara II  : Jon Lodi Purba
Juara III : Agus Girsang

Lomba Mangan Karupuk Sie Inang
Juara I   : Ny. Sy Darlin Saragih, Br. Purba
Juara II  : Ny. Joy F. Purba
Juara III : Ny. Sy. Fanbo Sipayung, Br. Purba

Lomba Mangan Karupuk Sie Sikolah Minggu
Juara I   : Josua Marpaung
Juara II  : Sonata Sitanggang
Juara III : Venesia Purba

Lomba Manortor Balon
Juara I   : Kel. Hotlan Purba
Juara II  : Kel. Arahap P. Haloho
Juara III : Kel. Sy. John MT Saragih

Lomba Marbola Markain Sarung
Juara I   : Team Arahap P. Haloho

Juara II  : Team Joy F. Purba

Acara Bebas (Mandi di Sungai).

Acara Kebaktian Bersama.

Anak Sikolah Minggu Ikut Aktif.

Bapa Parlindungan Girsang Serius Menyanyikan Lagu Pujian (Solo).

Bapa Porhanger (St. E. Purba) Mambere Bimbingan dan Arahan. Fotofoto Sy Jhon MT Saragih.

Inang Ny. Hotlan Purba, Br. Saragih Menunjukkan Hadiah Juara 1 Tari Balon Suami Istri.

Inang Ny.Jarisman Saragih (Koordinator Permainan)

Manggang Ikan Bersama.

Penyerahan Pertanggungjawaban Pengurus Sektor 3 Masa Jabatan 2013-2015.

St. E. Purba (Porhanger GKPS Haleluya)

Sy. JW Sinaga (Paragenda).


VG Sie Bapa GKPS Haleluya Medan.

Pertandingan Bola Sarung Sie. Bapa GKPS Haleluya Meda. Foto-foto Sy Jhon MT Saragih.

APEL GELAR PASUKAN OPS SIMPATIK TOBA 2016 POLRES SIMALUNGUN

APEL GELAR PASUKAN OPS SIMPATIK TOBA 2016 POLRES SIMALUNGUN.
Pamatang Raya | Berita Simalungun.com-Dalam rangka Revitalisasi penerapan kawasan tertib Lantas guna menciptakan lokasi penggal jalan yang tertib marka, rambu, parkir serta pengguna jalan untuk menciptakan kemseltibcar lantas di wilayah Kabupaten Simalungun, Polres Simalungun melaksanakan Apel Gelar Pasukan Ops Simpatik Toba 2016 bertempat di lapangan Mapolres Simalungun, Senin (29/02-2016) pukul 08.00 WIB dipimpin oleh Kapolres Simalungun AKBP Yofie Girianto Putro S.IK.
 
Apel Gelar Pasukan diikuti seluruh personil Polres Simalungun dan Pegawai Dinas Perhubungan Pemkab Simalungun. 

Dalam amanat Kapolda Sumut yang disampaikan oleh Kapolres Simalungun, yang pada intinya adalah agar seluruh personil mensosialisasikan peraturan-peraturan lalu lintas kepada masyarakat, mengingat masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas agar terwujud kemseltibcar lantas yang aman dan kondusif khususnya pada penggal jalan kawasan tertib lalu lintas.
 
Sebelum mengakhiri amanat, Kapolres Simalungun memberikan petunjuk dan arahan kepada personil, agar:
1. Tingkatkan iman dan taqwa ke Tuhan Yang Maha Kuasasebagai landasan spiritual dalam pelaksanaan Operasi.
2. Bangun sinergi yang baik dengan Instansi terkait demi kelancaran Operasi.
3. Lakukan langkah-langkah persuasif dengan maksimal tindakan preemtif dan preventif dalam Operasi.
4. Jaga sikap dan perilaku selama Operasi dan tunjukkan jati diri Polisi sebagai penolong dan sahabat masyarakat.
5. Laksanakan tugas Operasi dengan Ikhlas, professional dan bertanggung jawab serta jaga kesehatan dan keselamatan dalam melaksanakan tugas.
 
Dalam kesempatan tersebut Kapolres Simalungun melakukan penyematan Pita tanda Ops Simpatik Toba 2016 kepada para perwakilan. Ops Simpatik Toba 2016 akan dilaksanakan selama 21 hari, terhitung mulai tanggal 1 Maret 2016 sampai dengan 21 Maret 2016. (Syamp)

Bergaya Militer, Ormas Ini Diminta Copot Celana Loreng oleh Tentara Betulan

Ormas

Puluhan anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) kocar kacir ketika sejumlah anggota TNI dari Kodim 0607 Sukabumi dan Polisi Militer (PM) Sukabumi, menggerebek sebuah lokasi yang dijadikan basecamp dan tempat latihan di Ciheulang Tonggoh RT 02 RW 03 Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat sekira pukul 15.15 WIB, Minggu 28 Februari 2016.

BERITASIMALUNGUN.COM-Puluhan anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (PKRI) kocar kacir ketika sejumlah anggota TNI dari Kodim 0607 Sukabumi dan Polisi Militer (PM) Sukabumi, menggerebek sebuah lokasi yang dijadikan basecamp dan tempat latihan di Ciheulang Tonggoh RT 02 RW 03 Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat sekira pukul 15.15 WIB, Minggu 28 Februari 2016.

Dipimpin Pasi Intel Kodim 0607 Kapten Bessing, sejumlah anggota Ormas PKRI diminta untuk melucuti seragam dan atribut lain yang menyerupai militer TNI.

“Kalian melanggar aturan Pasal 59 ayat 1 B tahun 2015 tentang penggunaan atribut militer, saya minta kalian untuk melucuti seragam dan celana yang digunakan,” tegas Bessing kepada puluhan anggota Ormas yang dikumpulkan di lapangan tak jauh dari lokasi basecamp dikutip dari Detik.com.

Masih menurut Bessing, pihaknya tidak melarang ormas tersebut beraktivitas namun dirinya melarang penggunaan atribut militer. “Saya turun ke lapangan karena kalian meresahkan, masyarakat banyak yang mengira kalian itu TNI betulan karena yang dipakai seragam loreng,” lanjutnya.

Menurut informasi, aktivitas PKRI dilakukan di sebuah lapangan volly di tengah permukiman warga. “Gayanya petantang-petenteng, mereka sering melakukan latihan berisik banget sering juga baris berbaris, awalnya saya fikir mereka tentara beneran,” tutur salah seorang warga.

Menurut keterangan Letnan Satu CPM Wahyu Firmansyah, penggerebekan dilakukan karena ada laporan dari masyarakat jika anggota Ormas berseragam ala militer tersebut meresahkan warga.

“Mereka ini memakai seragam dan nama kepangkatannya menyerupai anggota TNI. Mereka di komandani seorang ‘Letkol’ yang belakangan diketahui si letkol ini cuma warga biasa hanya mengaku-ngaku aja,” terang Wahyu.

TNI mengamankan sebanyak 51 anggota Ormas dan melucuti seragam dan atribut yang mereka gunakan. Menurut keterangan Entis Sutisna, salah seorang anggota Ormas PKRI dirinya sempat diiming-imingi gaji sebesar Rp 2 Juta setelah mengikuti acara pembaretan di Pelabuhan Ratu yang sedianya dilakukan hari ini.

“Saya pikir bapak-bapak tentara yang datang mau melepas keberangkatan kami ke Pelabuhanratu, taunya malah kita diminta buat menanggalkan atribut,” kata dia.

Entis menyebut, semua seragam dan atribut ala militer dia peroleh dari ‘komandan’ PKRI seharga Rp 1 Juta. Meski baru membayar Rp 600 ribu, Entis diperbolehkan bergabung. “Hampir semua anggota nyetor dan semuanya dijanjikan dapat uang gaji bulanan,” imbuhnya.

Dari sebuah rumah berlantai dua yang dijadikan markas oleh PKRI ditemukan sejumlah tanda kepangkatan dan bintang jasa yang diduga hanya dipakai sebagai aksesoris. (Lee)

Pasca Penetapan Danau Toba Destinasi Wisata, Petani KJA Minta Regulasi Saling Menguntungkan

Petani Keramba Jaring Apung (KJA) Desa Haranggaol, Kecamatan Horisan Haranggaol, Kabupaten Simalungun saat panen. Foto Rikson Saragih.
BERITASIMALUNGUN.COM, Haranggaol-Pasca penetapan kawasan Danau Toba sebagai destinasi wisata dunia di Indonesia, petani Keramba Jaring Apung (KJA) Desa Haranggaol, Kecamatan Horisan Haranggaol, Kabupaten Simalungun meminta Otoritas Danau Toba melakukan regulasi yang saling menguntungkan.

Rikson Saragih, salah seorang petani KJA Haranggaol, Senin (29/2/2016) mengatakan, banyak yang bertanya-tanya akan masa depan KJA Haranggaol pasca penetapan Danau Toba sebagai kawasan destinasi wisata dunia yang ditindaklanjuti dengan Badan Otorita Danau Toba ditambah lagi issu geopark.

"Saran dari petani kecil KJA perlu dicari solusi terbaik mengingat KJA ini masih sumber utama ekonomi masyarakat sekitar. Win-win solution adalah penataan, pembatasan, dan regulasi yang saling menguntungkan buat pemerintah dan masyarakat petani KJA. Dan tetap memperhatikan kelestarian Danau Toba dengan inovasi dan teknologi budidaya," demikian Rikson Saragih. (Asenk Lee)

POLRES SIMALUNGUN LAKUKAN PENGAMANAN OBJEK WISATA PARAPAT

POLRES SIMALUNGUN LAKUKAN PENGAMANAN OBJEK WISATA PARAPAT.Foto SyamP

POLRES SIMALUNGUN LAKUKAN PENGAMANAN OBJEK WISATA PARAPAT.Foto SyamP
Parapat | BeritaSimalungun.com-Libur akhir pekan (Weekend) di Kota wisata Parapat Kabupaten Simalungun memberikan dampak terhadap meningkatnya kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar Negeri. Kota wisata Parapat juga merupakan jalur lintas untuk mengunjungi beberapa tempat objek wisata, seperti Pulau Samosir.
 
Guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang berwisata, Satuan Lalu Lintas Polres Simalungun menempatkan personilnya di beberapa titik kawasan objek wisata bertujuan untuk memberikan kenyamanan terhadap masyarakat yang berkendara agar tidak mengalami kemacetan. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap akhir pekan.
 
Komitmen Polres Simalungun untuk memberikan keamanan serta kenyamanam bagi wisatawan juga merupakan wujud nyata peran serta kepolisian ikut meningkatkan dunia pariwisata serta berharap wisatawan semakin bertambah berlibur ke parapat. (Syamp)

GMKI Berharap Pemkab Simalungun Tidak Tidur

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Siantar–Simalungun datang ke Nagori (Desa) Tanjung Maraja, Kecamatan Jawa Marah Bah Jambi. ist
BERITASIMALUNGUN.COM-Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Siantar–Simalungun datang ke Nagori (Desa) Tanjung Maraja, Kecamatan Jawa Marah Bah Jambi dan berdiskusi dengan marga Ambarita selaku Kepala Sekolah (Kepsek) SD Nagojor.

Lokasi sekolah itu menjadi sasaran tempat GMKI Siantar – Simalungun untuk melaksanakan pengabdian masyarakat atau desa binaan.

“Adapun tujuan dari pada desa binaan ini merupakan wujud nyata GMKI Siantar–Simalungun hidup bersama masyarakat dengan melaksanakan berbagai kegiatan seperti belajar gratis, gerakan menanam 5.000 pohon, kegiatan Hari Doa Mahasiswa se-Dunia, bhakti sosial dan juga kunjungan gereja,” ujar Ketua GMKI Siantar – Simalungun, Fawer Full Fander Sihite, Rabu (24/2/2016).

Ketika di sana, pihaknya sudah mendengar bahwa bendungan irigasi pengairan sawah di desa tersebut rusak. Hal tersebut dikatakan Luhut Victor Tampubolon selaku Ketua kelompok Tani (Koptan) Tamara Karya.

“Namun kami belum memiliki respon apa-apa walau setelah pertemuan tersebut dan mempertanyakan ulang mengapa bisa sampai rusak,” tanya Fawer yang dijawab Luhut karena hujan deras pada Rabu malam (10/2/2016).

Kegiatan GMKI Siantar-Simalungun ini berlangsung mulai sejak tanggal 22 – 28 Februari 2016. Selaku kader yang bermasyarakat, maka mereka juga bergabung dengan kehidupan masyarakat dan memberi ruang untuk wadah pengaduan masyarakat.

“Beberapa hari berlalu saya menerima telepon dari Luhut Victor Tampulon yang meminta tolong agar GMKI Siantar – Simalungun membantu untuk menyelesaikan persoalan irigasi yang belum juga ditanggapi oleh pemerintah,” kata Fawer.

Mendengar hal tersebut, ia kaget kenapa belum diperbaiki dan berlangsung sudah lama. Mereka pun bertemu dan bercerita dengan Sekretaris Desa (Sekdes) Tanjung Maraja, Darwin Simanjuntakyang  menyampaikan keluh kesahnya akan kerusakan benddungan tersebut. padahal Sensus Tambunan selaku kepala desa juga sudah menyurati camat.

“Camat Jawa Maraja Bah Jambi juga telah meyurati dinas terkait dikarenakan Desa Balimbingan dan Desa Jawamaraja juga ikut menjadi imbas dari kerusakan tersebut,” ujar Darwin.

Disayangkan kerusakan benduangan ini membuat gagalnya rencana baik dari Pemkab Simalungun melalui Dinas Pertanian (Distan) akan dilaksanakan ‘pola tanam’ yang berakhir hingga tanggal 30 Februari 2016 ini. Dugaan kerusakan irigasi ini dikarenakan debit air yang tidak tertampung bendunga, sehingga pecah dan mengakibatkan longsor yang begitu dalam hingga 15 meter ke bawah.

“Aliran irigasi persawahan mengalir untuk 14 dusun yang ada di dua desa, dan untuk kebutuhan 400 hektar persawahan yang seharusnya sudah menanam. Namun hingga pada saat ini belum juga menanam. Bendungan tersebut sudah berumur berkisar 50 tahun dan memang selayaknya juga diperbaiki kembali karena sudah banyak yang rusak,” ungkap Darwin.

Menurut keterangan dari Darwin Simanjuntak, belum juga ada respon dinas terkait yang jelas. Ada informasi yang beredar kalau Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Simalungun sudah meninjau, namun aparatur desa tidak menyaksikan hal tersebut.

“Minggu lalu, kami juga melaksanakan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) dan dihadiri beberapa anggota DPRD Simalungun yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) ini. Pada saat itu disampaikan hal itu agar cepat di proses,” tutur Darwin.

Menurut Luhut, daerah itu sudah lama dikenal dengan lumbungnya padi Kabupaten Simalungun. “Jika kerusakan ini di biarkan berlarut, maka masyarakat akan mendapatkan kerugian yang begitu besar, ratusan juta bahkan hingga millar bisa jadi jika tidak segera diatasi oleh pemerintah,” ungkapnya.

Dirinya berharap pada dinas terkait agar segera mengatasi hal ini dikarenakan pertanian sawah ini menjadi ‘jantung’ bagi masyarakat setempat. 

“Kami GMKI Siantar – Simalungun akan mendampingi masyarakat agar pemerintah daerah segera bertindak untuk hal ini. Jangan dilama-lamakan lagi lah, karena hal ini sangat mendesak langsung ditangani saja,” imbuhnya.


Lanjutnya, Pemkab Simalungun tidak tidur untuk hal ini. “Jadilah pemerintah merakyat yang langsung sensitif dengan kegelisahan masyarakat. 

DPRD yang berasal dari dapil ini segeralah membantu warganya. Jangan hanya duduk diam mendengar, tetapi berbuatlah agar terbukti partisipasi selaku wakil rakyat. Saya sangat berharap persoalan ini segera ditangani, jangan ada pembiaran,” jelas Fawer. (Sumber: https://pssgmki.wordpress.com)

SAT LANTAS POLRES SIMALUNGUN RUTIN ATUR LALIN TIAP PAGI

SAT LANTAS POLRES SIMALUNGUN RUTIN ATUR LALIN TIAP PAGI. Foto Syamp
Simalungun | BeritaSimalungun.com-Dengan meningkatnya aktivitas warga di pagi hari, Satuan Lalu Lintas Polres Simalungun aktif melaksanakan kegiatan rutin mengatur pengamanan lalu lintas. Kasat Lantas Polres Simalungun AKP Rikki Ramadhan S.IK, menempatkan personilnya sejak pagi hari di beberapa titik jalan raya. Hal ini dilaksanakan untuk menghindari kemacetan kecil yang sering terjadi di persimpangan-persimpangan yang padat dengan aktivitas warga di pagi hari.
 
Pengaturan dilaksanakan setelah apel pagi, kemudian petugas dengan sigap menempatkan diri ke titik-titik sesuai polting yang banyak dilewati kendaraan umum maupun pribadi untuk melakukan pengaturan lalu lintas agar aktivitas masyarakat di pagi hari berjalan lancar.
 
Satlantas Polres Simalungun tetap menghimbau warga untuk tertib berlalu lintas dan selalu menggunakan perlengkapan berkendaraan yang standar sesuai aturan Undang-undang.(Syamp)

POLRES SIMALUNGUN GELAR RAZIA RUTIN


POLRES SIMALUNGUN GELAR RAZIA RUTIN.Foto SyamP
Simalungun | BeritaSimalungun.com-Polres Simalungun bersama dengan Polsek jajaran rutin menggelar razia rutin di beberapa titik wilayah Hukum Polres Simalungun untuk menekan angka kriminalitas. 

Razia rutin dilaksanakan pada tengah malam dengan sasaran seluruh kendaraan yang melintas untuk memeriksa kelengkapan identitas, kelengkapan surat-surat izin dan barang bawaannya. Sabtu (27/02-2016).
 
Sebelum razia, terlebih dahulu dilaksanakan Apel pengecekan personil yang dipimpin Kabag Ops Polres Simalungun KOMPOL HENDRAWAN, S.IK, MH bertempat di lapangan Sat Lantas Polres Simalungun. 

Kemudian personil digeser ke 2 titik lokasi yakni di wilayah Kecamatan Dolok Batu Nanggar (Pematangsiantar-Medan) dan Kecamatan Bangun (Pematangsiantar-Asahan), dimana kedua titik tersebut merupakan pintu masuk dan keluar Kabupaten Simalungun.
 
Terhadap beberapa pengendara yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) berhasil diamankan, namun tidak sedikit pula pengemudi yang memilih kabur ketika dari kejauhan melihat pelaksanaan razia. Pelaksanaan razia ini digelar secara rutin dengan lokasi berpindah-pindah.(Syamp)
 

Sejak 1945, Sulitnya Sarana Air Bersih di Nagori Sinar Bintang Buttuparilahan Simalungun

Written By Beritasimalungun on Saturday, 27 February 2016 | 19:26

Warga saat mengambil air bersih dan mencuci pakaian di Sungai (Bah) Sigari, Nagori Sinar Bintang (Buttuparilahan), Kabupaten Simalungun. Sejak Indonesia Merdeka 1945, hingga kini sarana air bersih di desa itu belum ada. Foto Amerlan Purba.

Warga saat mengambil air bersih dan mencuci pakaian di Sungai (Bah) Sigari, Nagori Sinar Bintang (Buttuparilahan), Kabupaten Simalungun. Sejak Indonesia Merdeka 1945, hingga kini sarana air bersih di desa itu belum ada. Foto Amerlan Purba.

BERITASIMALUNGUN.COM, Sinar Bintang-Seorang perantau bernama Amerlan Purba asal Dusun (Nagori) Sinar Bintang (Buttuparilahan), Kabupaten Simalungun prihatin melihat sarana air bersih di kampunga halamannya. Hingga dia tak habis pikir sebelum dan sesudah Indonesia Merdeka, warga setempat masih mengambil air bersih dari hulu sungai yang lumayan jauh dari permukiman warga.

Bahkan proyek jaringan air bersih yang pernah dianggarkan Pemkab Simalungun hingga kini mubajir. Bahkan hanya ada pipa-pipa di hulu air tanpa adanya kejelasan proyek.

“Anggo ihutani nassian i Raya kapal terbang pe domma boi mendarat. Hapeni angggo ihutanami Sinar Bintang (Buttuparilahan) lereng pelang boi. Mangalop bah laho inumon maningon hulombang bah Sigari. Otik pelang ongga iurupi pamarentah khususni pamarentah Simalungun sejak Indonesia merdeka. Semoga ada pejabat Simalungun yang tergerak hatinya,” ujar Amerlan Purba di postingan media sosial.


“Kalau di Pematang Raya sudah bisa mendarat pesawat capung. Sementara di kampung kami Sinar Bintang (Buttuparilahan) sepedapun tak bisa. Untuk air bersih saja harus mengambil dari Sungai Sigari. Bantuan sedikitpun tak pernah diberikan pemerintah khususnya Pemkab Simalungun sejak Indonesia Merdeka 1945. Semoga ada pejabat yang tergerak hatinya,” demikian terjemahan komentar Amerlan Purba diatas. (Asenk Lee) 

Lampu Hijau Terbentuknya Provinsi Tapanuli di Sumut

BERITASIMALUNGUN.COM, JAKARTA-Usulan pemekaran Sumatera Utara (Sumut) mendapat ‘angin segar’. Meski Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) telah mengusulkan moratorium, tapi bagi usulan pemekaran yang sebelumnya telah dibahas DPR pada 2009-2014, tetap terbuka kemungkinan ditetapkan menjadi daerah persiapan.

Itu diungkap Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemendagri), Sumarsono. Sebab, lanjutnya, dari 87 paket Rancangan Undang-Undang Daerah Otonomi Daerah (RUU DOB) yang telah dibahas DPR periode 2009-2014, terdapat 5 usulan pemekaran dari Sumut.

Masing-masing Provinsi Tapanuli, Provinsi Kepulauan Nias, Kabupaten Simalungun Hataran, Kabupaten Pantai Barat Mandailing dan Provinsi Sumatera Tenggara.

Sementara untuk usulan pemekaran dari Aceh, kemungkinan masih akan tertunda. Baik itu usulan pemekaran Aceh Leuser Antara Barat Selatan (Alabas), usulan pemekaran Aceh Selatan Jaya dari Kabupaten induk Aceh Selatan. Kemudian pemekaran sebuah kabupaten lain dari Kabupaten induk Simeulue.

Pasalnya sebagaimana sebelumnya dikemukakan Direktur Penataan Daerah, Otonomi Khusus dan DPOD Ditjen Otda Kemendagri Teguh Setiabudi, belum pernah dibahas DPR periode 2009-2014.

“Jadi pembentukan daerah persiapan tak ada masalah, karena tidak membahas DOB, tapi daerah persiapan. Untuk menjadi DOB itu kan harus terlebih dahulu menjadi daerah persiapan selama tiga tahun. Nah setelah itu baru dievaluasi apakah memungkinkan ditetapkan menjadi DOB,” ujar Sumarsono di Jakarta, Kamis (25/2).

Dalam penafsirannya, DPOD kata Sumarsono, sebenarnya tidak secara eksplisit menyebut mengusulkan moratorium bagi usulan pemekaran daerah. Tapi lebih kepada moratorium bagi pembentukan DOB.

Itupun karena kondisi keuangan negara yang tidak memungkinkan. Artinya, kalau dalam beberapa waktu ke depan keuangan negara memungkinkan, pembahasan DOB tetap dapat kembali dilakukan.

Apalagi Presiden Joko Widodo kata Sumarsono, secara tegas telah mengamanatkan, DOB harus punya hubungan korelasi positif dengan kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai pembentukan DOB dilakukan namun tidak membawa kesejahteraan masyarakat.

Atas kondisi yang ada, Sumarsono mengatakan pihaknya akan menyampaikan secara gamblang ke DPR dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II pada Jumat (26/2). Termasuk draft Peraturan Pemerintah (PP), tentang Disain Besar Penataan Daerah (Disertada) dan PP Penataan Daerah yang telah rampung.

Ditegaskannya juga, pembentukan daerah persiapan juga tidak akan terlalu berpengaruh besar terhadap fiskal negara. Karena saat sebuah daerah dinyatakan sebagai daerah persiapan, yang dbutuhkan hanya kepala daerah persiapan.

Kemudian terkait struktur organisasi pemerintahan di bawahnya, masih sangat minimalis.

“Jadi semua lembaga terintegrasi dengan dinas-dinas yang ada. APBD-nya juga terintegrasi dengan APBD induk. DPRD belum dibutuhkan. Jadi misalnya untuk Dinas PU, itu hanya butuh satu pejabat plus staf yang ditugaskan mengawal masing-masing sektor untuk daerah persiapan,” ujarnya.

Usulan mana saja dari paket 87 RUU DOB yang berpeluang ditetapkan menjadi daerah persiapan? Sumarsono mengatakan, perlu dikaji kembali oleh tim independen yang nantinya dibentuk.

“Jadi intinya tanggal 26 Februari itu konsultasi Dirjen Otda dengan Komisi II untuk membahas PP Desertada dan Penataan Daerah. Kemudian pada 29 Februari Mendagri rapat kerja dengan DPR, untuk mengesahkan apa yang kami persiapkan di RDP,” ujarnya.

Dengan jadwal yang ada, Sumarsono memerkirakan dua PP rampung pada Maret mendatang. Setelah itu baru pembicaraan terkait pembentukan daerah persiapan dilaksanakan.


“Setelah PP selesai, baru ngomong daerah mana dari 87 itu menjadi prioritas. Bentuk dulu tim independen dari beberapa kalangan ahli, silahkan dikaji, turun ke lapangan. Tahap pertama 3-5 daerah persiapan dulu, tak langsung,” ujar Sumarsono. (MSC)

Lampu Hijau Simalungun Hataran

Sinar Raya Bus Jaman Dulu. IST
Logo_pemekaran_sumutLogo_pemekaran_sumutBERITASIMALUNGUN.COM, Siantar-Kabar baik datang dari Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemendagri) Sumarsono, terkait kelanjutan nasib pembahasan pemekaran daerah.

Menurutnya, meski Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) telah mengusulkan moratorium, tapi bagi usulan pemekaran yang sebelumnya telah dibahas DPR periode 2009-2014, tetap terbuka kemungkinan ditetapkan menjadi daerah persiapan. Termasuk usulan-usulan pemekaran dari Sumatera Utara.

Karena sebagaimana diketahui, dari 87 paket Rancangan Undang-Undang Daerah Otonomi Daerah (RUU DOB) yang telah dibahas DPR periode 2009-2014, terdapat lima usulan pemekaran dari Sumut. 

Masing-masing Provinsi Tapanuli, Provinsi Kepulauan Nias, Kabupaten Simalungun Hataran, Kabupaten Pantai Barat Mandailing dan Provinsi Sumatera Tenggara.

Sementara untuk usulan pemekaran dari Aceh, kemungkinan masih akan tertunda. Baik itu usulan pemekaran Aceh Leuser Antara Barat Selatan (Alabas), usulan pemekaran Aceh Selatan Jaya dari Kabupaten induk Aceh Selatan. Kemudian pemekaran sebuah kabupaten lain dari Kabupaten induk Simeulue. 

Pasalnya sebagaimana sebelumnya dikemukakan Direktur Penataan Daerah, Otonomi Khusus dan DPOD Ditjen Otda Kemendagri Teguh Setyabudi, belum pernah dibahas DPR periode 2009-2014.

“Jadi pembentukan daerah persiapan tak ada masalah, karena tidak membahas DOB, tapi daerah persiapan. Untuk menjadi DOB itu kan harus terlebih dahulu menjadi daerah persiapan selama tiga tahun. Nah setelah itu baru dievaluasi apakah memungkinkan ditetapkan menjadi DOB,” ujar Sumarsono di Jakarta, Kamis (25/2).

Dalam penafsirannya, DPOD kata Sumarsono, sebenarnya tidak secara eksplisit menyebut mengusulkan moratorium bagi usulan pemekaran daerah. Tapi lebih kepada moratorium bagi pembentukan DOB. 

Itupun karena kondisi keuangan negara yang tidak memungkinkan. Artinya, kalau dalam beberapa waktu ke depan keuangan negara memungkinkan, pembahasan DOB tetap dapat kembali dilakukan.

Apalagi Presiden Joko Widodo kata Sumarsono, secara tegas telah mengamanatkan, DOB harus punya hubungan korelasi positif dengan kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai pembentukan DOB dilakukan namun tidak membawa kesejahteraan masyarakat.

Atas kondisi yang ada, Sumarsono mengatakan pihaknya akan menyampaikan secara gamblang ke DPR dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II pada Jumat (26/2). Termasuk draft Peraturan Pemerintah (PP) tentang Disain Besar Penataan Daerah (Disertada) dan PP Penataan Daerah, yang telah rampung.

Sumarsono juga menegaskan, pembentukan daerah persiapan juga tidak akan terlalu berpengaruh besar terhadap fiskal negara. Karena saat sebuah daerah dinyatakan sebagai daerah persiapan, yang dbutuhkan hanya kepala daerah persiapan. Kemudian terkait struktur organisasi pemerintahan di bawahnya, masih sangat minimalis.

“Jadi semua lembaga terintegrasi dengan dinas-dinas yang ada. APBD-nya juga terintegrasi dengan APBD induk. DPRD belum dibutuhkan. Jadi misalnya untuk Dinas PU, itu hanya butuh satu pejabat plus staf yang ditugaskan mengawal masing-masing sektor untuk daerah persiapan,” ujarnya.

Saat ditanya usulan mana saja dari paket 87 RUU DOB yang berpeluang ditetapkan menjadi daerah persiapan, Sumarsono mengatakan perlu dikaji kembali oleh tim independen yang nantinya dibentuk.

“Jadi intinya tanggal 26 Februari itu konsultasi Dirjen Otda dengan Komisi II untuk membahas PP Desertada dan Penataan Daerah. Kemudian pada 29 Februari Mendagri rapat kerja dengan DPR, untuk mengesahkan apa yang kami persiapkan di RDP,” ujarnya.

Dengan jadwal yang ada, Sumarsono memerkirakan dua PP rampung pada Maret mendatang. Setelah itu baru pembicaraan terkait pembentukan daerah persiapan dilaksanakan.


“Setelah PP selesai, baru ngomong daerah mana dari 87 itu menjadi prioritas. Bentuk dulu tim independen dari beberapa kalangan ahli, silahkan dikaji, turun ke lapangan. Tahap pertama 3-5 daerah persiapan dulu, tak langsung,” ujar Sumarsono. 

(Sumber: METROSIANTAR.COM)

Radio Mora Bali 105,2 FM Mulai Siaran Menusantara

Monang Saragih SH selaku Presdir Mora Nusantara. 
BERITASIMALUNGUN.COM-Bali-PT Mora Karsa yang bergerak dibidang Radio, Kopjaskum dan Pengacara ini kini membuka Radio Mora Bali yang beralamat di Jl. Diponegoro No. 55 Denpasar - Bali. (KLIK: http://www.radiomora.com)

Frekuensi Radio Mora Bali 105,2 FM. "The Law & Justice Station" Telepon On Air: 0361-4742887, SMS On Air: 08112261052. Mari kita mainkan. Demikian Monang Saragih SH selaku Presdir Mora Nusantara. (Lee)

Acara Mata Najwa Metro TV Membawa Ulos Batak Lebih Tersohor

Catatan : Tagor Sitohang, SH
BERITASIMALUNGUN.COM-Saat menonton acara Talk Show Mata Najwa yang ditayangkan Metro TV Rabu malam ( 17/2/2016) yang menampilkan perbincangan Najwa Shihab bersama anak-anak Joko Widodo (Jokowi) Presiden Republik Indonesia Gibran dan Kaesang. 

Dalam acara yang cukup banyak menarik perhatian dan selalu ditunggu jutaan penonton itu, karena kepiawaian sang presenter Najwa Shihab, yang selalu terlihat cerdas dalam segala pertanyaan-pertanyaannya untuk “menguliti” nara sumbernya.

Screenshots acara Mata Najwa di Metro TV.
Tapi dalam penampilan Najwa Shihab kali ini, penulis bukan untuk menyoroti betapa hebatnya anak-anak Jokowi menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Najwa, sehingga membuat penonton terkagum-kagum karena betapa berkarakternya anak Jokowi, Gibran dan Kaesang menumbuhkan semangat kepada pemuda Indonesia, bahwa jabatan orang tua itu bukan untuk di hebat-hebatkan.

Yang menarik perhatian penonton khususnya orang batak atau masyarakat Sumatera Utara pada umumnya, tertuju pada precenter Mata Najwa yaitu pakaian Najwa yang memakai pakaian (baju) berbahan ulos batak yang dinamakan Ulos Ragihotang.

Akibat pakaian Ulos Najwa inilah, penulis mencoba meminta tangapan para nitizen diberbagai group facebook. ternyata hasilnya sangat banyak, dan bahkan komentar-komentarnya memberikan applaus buat Najwa Shihab.

Inilah awal postingan yang diberikan penulis kepada nitizen :

Apa pendapat anda tentang Najwa Shihab memakai baju RAGI Hotang (ULOS BATAK)

Ayo komen bangga dengan Najwa Shihab.....,”demikian bunyi awal postingan penulis kepada nitizen atas apa yang dipakai Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa yang masih sedang berlangsung.

Tak lama kemudian nitizenpun rame-rame memberi tangapannya, khusus di postingan facebook Group Anak Siantar (GAS), di GAS ada 430 lebih yang memberikan like (suka), dan 59 dibagikan, dan ada 90 yang memberikan komentarnya, bahkan di group face book ini menjadi perbincangan hangat atas pakaian berbahan ulos yang dipakai Najwa shihab .

Demikian juga di group face book Batak Center, di Batak Center ada 260 yang memberikan like, dan 58 komentar, demikian juga group-group facebook lainnya, yang juga banyak mendapat sambutan baik like ataupun komentar-komentar positif tentang pakaian ulos yang dikenakan Najwa Shihab.

Iniliah sebagian komentar para nitizen yang berhasil direkam penulis menagapi pakaian ulos Ragihotang yang dijadikan baju Najwa Shihab dalam penampilannya di Mata Najwa Metro TV: 

Andy's Revgates mamak ku orng jawa...tapi suka x sama ulos bnyk x dirumah grin emotikon

Pirdo Doct Jadi tambah cantik dan anggun Nazwa sihab ku lihat bah,suka kali aku,tambah bangga aku sebagai Putra Batak.
Terima kasih lah kepada ibu Nazwa ya..

Ita Barita Wah bangga banget terus terang cantik dibuatkan baju dari ulos...ito Tagor Leo....berarti NAJWA SIHAP aja cinta ulos masa kita tidak....pasti lebih cinta....mestinya....

Ibeth Lisbeth Pasti taulah yg dipake Najwa ulos batak
Disainernya pasti bilang.Keren juga perancangnya buat model bajunya.bolehhh tuhh dicontohh.ulos memeng toooopppp.....

Pholmer Ganteng Bangga janah Sonang Tumang uhur Mangidah.

Elfrida Manurung Stlh batik, saatnya ulos menjelajah dunia.

Irma Manullang I love ulos n bangga jadi orang batak,maju terus batak dimana marhuta.Horas.....
Verawaty Sihombing Hebat..Najwa.hidup bangso batak.

Rista Maria Girsang Aku ingin jahitkan bj kekgini, ....


Binton Nadapdaps Makanya harus bangga.setiap jumat sekali swbulan aku pakaian seperti ini, karena wajib pakai batik.aku pakai saja model baju najwa, ( ulos- bisa jadi motif batik jawa) kalau bangga ayo kita mulai, setiap org batak punya 2, pastilah puluhan juta banyaknya produksi seperti ini.pasti org batak, jadi kaya seperti disolo, mendunia., mulailah dari sekarang.oke oya.

Demikian komentar-komentar nitizen yang terus bertambah, dan bahkan banyak yang mengungkapkan perasaannya dengan bahasa daerah.

Video Najwa Shihab Pakai Baju Bahan Kain Ulos Batak di Mata Najwa MetroTV | Tema: Cerita Anak Jokowi



“Terimakasih Najwa, bangga jadi orang Batak, bangga menjadi Indonesia,” demikian inti komentar-komentar para nitizen yang menyukai acara Mata Najwa di Metro TV.* 

Uli Najwa Shihab on pakai design ulos ragi hotang di acara Mata Najwa @Metrotv. Mauliate godang tu designer na. (Lee)




Upacara Militer Pemakaman Bp St Letkol (Purn) Djintahalim Sipayung di Bandung

Upacara Militer Pemakaman Bp St Letkol (Purn) Djintahalim Sipayung di Bandung.Fotofoto St Bonarsius Saragih.





BERITASIMALUNGUN.COM-Upacara militer pemakaman Bp St Letkol (Pur). DJINTAHALIM SIPAYUNG, Jumat (26/2/2016). Sebelum upacara dari gereja GKPS Bandung. Selamat Jalan Sintua. 

Bapak St DH Sipayung meninggal Rabu 24 Februari 2016. Turut Berdukacita Kami Ucapkan Kepada Atty Margareth, Annie Sipayung, Rachelle W Purba, Waston Purba, Marlon H Purba Tuhan Yesus menguatkan. Khususnya buat Inang.(St Bonarsius Saragih)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Berita Lainnya

.

.
.