}); March 2020 | BeritaSimalungun

BERITA TERBARU

MENU BERITA

MATRA-Media Lintas Sumatera (BETA)

MATRA-Media Lintas Sumatera (BETA)
KLIK Benner Untuk Penampakannya
INDEKS BERITA

Covid-19, TRANSKRIP KETERANGAN PERS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 31 March 2020 | 19:54


ISTANA KEPRESIDENAN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT, 31 MARET 2020

Bismillahirrahmanirrahim, 

Assalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Selamat sore, 
Salam sejahtera bagi kita semuanya, 
Om Swastiastu, 
Namo Buddhaya, 
Salam Kebajikan. 

Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air, 

Pemerintah telah menetapkan Covid-19 sebagai jenis penyakit dengan faktor risiko yang menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat dan oleh karenanya, pemerintah menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat. 

Untuk mengatasi dampak wabaj tersebut, saya telah memutuskan dalam Rapat Kabinet bahwa opsi yang kita pilih adalah pembatasan sosial berskala besar atau PSBB. Sesuai undang-undang (UU), PSBB ini ditetapkan oleh Menteri Kesehatan yang berkoordinasi dengan Kepala Gugus Tugas Covid-19 dan kepala daerah. Dasar hukumnya adalah Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. 

Pemerintah juga sudah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Keppres (Keputusan Presiden) Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat untuk melaksanakan amanat undang-undang tersebut. Dengan terbitnya PP ini, semuanya jelas. 

Para kepala daerah saya minta tidak membuat kebijakan sendiri-sendiri yang tidak terkoordinasi. Semua kebijakan di daerah harus sesuai dengan peraturan, berada dalam koridor undang-undang dan PP serta Keppres tersebut. 

Polri juga dapat mengambil langkah-langkah penegakan hukum yang terukur dan sesuai undang-undang agar PSBB dapat berlaku secara efektif dan mencapai tujuan mencegah meluasnya wabah. 

Bapak, Ibu dan Saudara-saudara sekalian yang saya hormati,

Kita harus belajar dari pengalaman dari negara lain tetapi kita tidak bisa menirunya begitu saja. Sebab, semua negara memiliki ciri khas masing-masing, mempunyai ciri khas masing-masing, baik itu luas wilayah, jumlah penduduk, kedisiplinan, kondisi geografis karakter dan budaya, perekonomian masyarakatnya, kemampuan fiskalnya, dan lain-lain. 

Oleh karena itu, kita tidak boleh gegabah dalam merumuskan strategi, semuanya harus dihitung, semuanya harus dikalkulasi dengan cermat, dan inti kebijakan kita sangat jelas dan tegas. 

Yang pertama, kesehatan masyarakat adalah yang utama. Oleh sebab itu, kendalikan penyebaran Covid-19 dan obati pasien yang terpapar. 

Yang kedua, kita siapkan jaring pengaman sosial untuk masyarakat lapisan bawah agar tetap mampu memenuhi kebutuhan pokok dan menjaga daya beli. 

Ketiga, menjaga dunia usaha utamanya usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, agar tetap beroperasi dan mampu menjaga penyerapan tenaga kerjanya. Dan pada kesempatan ini, saya akan fokus pada penyiapan bantuan untuk masyarakat lapisan bawah. 

Pertama tentang PKH (Program Keluarga Harapan), jumlah keluarga penerima akan ditingkatkan dari 9,2 juta (keluarga penerima manfaat) menjadi 10 juta keluarga penerima manfaat. 

Sedangkan besaran manfaatnya akan dinaikkan 25 persen, misalnya komponen ibu hamil naik dari Rp2,4 juta menjadi Rp3 juta per tahun, komponen anak usia dini Rp3 juta per tahun, komponen disabilitas Rp2,4 juta per tahun dan kebijakan ini efektif mulai (bulan) April 2020. 

Kedua, kartu sembako. Jumlah penerima akan dinaikkan dari 15,2 juta penerima menjadi 20 juta penerima manfaat dan nilainya naik 30 persen dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu dan akan diberikan selama 9 bulan. 

Yang ketiga, tentang Kartu Prakerja. Anggaran Kartu Prakerja dinaikkan dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun. Jumlah penerima manfaat menjadi 5,6 juta orang terutama ini adalah untuk pekerja informal serta pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak Covid-19 dan nilai manfaatnya adalah Rp650 ribu sampai Rp1 juta per bulan selama 4 bulan ke depan. 

Yang keempat, tentang tarif listrik. Perlu saya sampaikan bahwa untuk pelanggan listrik 450VA yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan, akan digratiskan selama 3 bulan ke depan yaitu untuk bulan April, Mei, dan bulan Juni 2020. 

Sedangkan untuk pelanggan 900VA yang jumlahnya sekitar 7 juta pelanggan akan didiskon 50 persen, artinya hanya membayar separuh saja untuk bulan April, Mei, dan bulan Juni 2020.

Yang kelima, perihal antisipasi kebutuhan pokok. Pemerintah mencadangkan Rp25 triliun untuk pemenuhan kebutuhan pokok serta operasi pasar dan logistik. 

Keenam, perihal keringanan pembayaran kredit. Bagi para pekerja informal, baik itu ojek online, sopir taksi, dan pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), nelayan dengan penghasilan harian, dengan kredit di bawah Rp10 miliar, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) telah menerbitkan aturan mengenai hal tersebut dan dimulai berlaku bulan April ini. 

Telah ditetapkan prosedur pengajuannya tanpa harus datang ke bank atau perusahaan leasing, cukup melalui email atau media komunikasi digital seperti WA (Whatsapp).

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini.

Terima kasih. 

Wassalamu`alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

_______________
Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Rosmida Br Napitupulu Butuh Uluran Tangan Dermawan Mengobati Kanker Payudara Stadium 4

Rosmida Br Napitupulu Butuh Uluran Tangan Dermawan Mengobati Kanker Payudara Stadium 4. (Foto Istimewa)
Medan, BS-Seorang ibu bernama Rosmida br Napitupulu (49 tahun) warga Lingkungan III, Pinggiran Rel, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan kini berharap bantuan dermawan untuk mengobati penyakit kanker payudara stadium 4 yang dialaminya. 

Rosmida Br Napitupulu yang diketahui seorang janda (Namabalu) ini adalah keluarga kurang mampu. Suaminya dari (Alm) Parulian Hutapea ini dikaruniai enam orang anak dan bekerja sebagai pemulung di Kota Medan.

Rosmida diduga pengidap kanker payudara stadium 4 yang sudah membusuk dan mengeluarkan aroma tidak sedap menggerogoti payudara sebelah kiri.

Menurut keterangan Ketua Umum DPP HBB (Horas Bangso Batak) Lamsiang Sitompul SH MH, bahwa Rosmida merindukan untuk sehat. Dia sudah bolak-balik ke RS Adam Malik, namun tidak diberikan obat dan disuruh pulang karena tak memiliki biaya.

Kini Rosmida br Napitupulu hanya bisa mengerang kesakitan dan meraung merenumgi nasibnya yang tengah digerogoti kanker payudara. Dia tidak tahu harus mengadu kemana lagi dan kehabisan ongkos untuk bolak balik ke rumah sakit.

Kepada Tim Yayasan Peduli Pemulung Sejahtera Rosmida Napitupulu juga sudah melaporkan kondisinya. Dia tinggal di rumahnya berlantai papan dan dinding papan.

Dengan tangis menahan sakit Rosmida mengatakan ingin sehat. Dia membutuhkan dana untuk terapi intensif dan berkelanjutan.

Untuk itulah mereka ingin memohon uluran tangan Dermawan dan Doa dengan mengetuk hati masyarakat untuk bergotong royong saling menopang dan menolong ibu janda miskin malang ini.

Bantuan bisa diberikan secara langsung ke alamat di atas, atau melalui BRI Nomor Rekening 5319-01-001012-52-5 atas nama  Rosmida br Napitupulu atau Open Donasi melalui rekening BRI 5303-01-032970-53-7 dengan setiap transfer diberikan kode 01, misalnya Rp 100.001. Kalau sudah transfer dapat dikonfirmasikan melalui WA ke nomor 082165388682.

Saat ini Rosmida br Napitupulu ditemani anaknya, Audina br Hutapea, HP 083190482127. Jika bapak, ibu, saudara/i berempati jangan ragu share berita ini sebanyak mungkin. Sehingga Ada Dermawan yang peduli dan membantu perobatan Ibu Rosmida Br Napitupulu ini. Semoga Tuhan Mengetuk Hati Pembaca.(Asenk Lee Saragih)

Pandemik Covid-19, Warga Haranggaol Patungan Sediakan Penyemprotan Disenfektan

Pandemik Covid-19, Warga Haranggaol Patungan Sediakan Penyemprotan Disenfektan .(FB)
Haranggaol, BS-Masyarakat Haranggaol, Kebupaten Simalungun patungan secara gotong royong mengumpulkan donasi untuk mengadakan fasilitas penyemprotan disinfektan bagi kenderaan yang masuk ke Haranggaol ditengah wabah Covid-19. Penyemprotan disfektan ini sudah berlangsung sepekan.

Warga Haranggaol, Darma Purba mengucapkan terimakasih kepada seluruh RT di Kelurahan Haranggaol yang sejak awal sudah turut menjadi penggagas dan sekaligus koordinator relawan setiap Rukun Tetangga untuk mencegah rantai penyebaran Covid-19.

“Jika seluruh desa/ kelurahan/nagori menerapkan protokol yang sama maka Indonesia akan dapat meminimalkan korban. Terimakasih Muspika Haranggaol yang sudah meminjam pakaikan pompa elektrik dan mengadakan APD masker dan sarung tangan kepada relawan kami dalam penanggulangan virus covid 19,” kata Darma Purba.

Sementara Lucy Liu Ana Manihuruk menambahan, pekerjaan mereka cuma menyemprot bahan disfektan yang sudah berkordinasi dengan dinas kesehatan.

“Kalau pun ada yang keberatan, atau tidak sesuai dengan standar yang anda ketahui, tolong bantu kami. Ajari kami. Mohon datang ke TKP dan bawa bahannya, kalau memang ada,” ujar Lucy Manihuruk.


“Jangan protes melulu. Action tidak ada. Kami tunggu, mohon pencerahan. Jangan membuat polemik yang membuat resah,” kata Lucy menjawab warganet.

Sementara Darma Purba juga menambahkan, terimakasih mereka kepada para petani dan pengusaha ikan Kolam Jaring Apung (KJA) Haranggaol yang secara spontan mengumpulkan dana Rp 30 Juta untuk pembelian cairan disinfektan untuk sterilisasi seluruh jenis kendaraan maupun penumpang yang masuk ke Kecamatan Haranggaol Horisan. Haranggaol berikhtiar mencegah covid-19.

Kemudian Lucy Liu Ana Manihuruk menambahkan, pada hari ketiga, tim relawan walau yang lain surut kita tetap bertahan di garda depan, melakukan penyemprotan. Menjaga virus Corona menyebar ke Haranggaol yang kita cintai ini.

“Semua ini murni untuk kepentingan umum. Tidak ada maksud lain. Karena kita ini datang dari pribadi masing masing. Disini bukan ajang mencari popularitas. Dalam masalah se darurat ini, mari berpikiran positif. Kalau yang lain setengah hati, kita dah setengah mati disini,” kata Lucy.

Dia juga menambahkan, bukannnya mereka kurang kerjaan disini. Tapi mereka lebih penting kesehatan.

“Tak ada arti semua yang kita punya. Kalau kesehatan kita tidak bisa kita jaga. Karena virus Corona ini tidak mengenal status. Semua bisa kena. Pangeran Charles juga bisa kena, apalagi masyarakat biasa,” tambah Lucy.

“Kira-kira siapa pun yang mau jadi sukarelawan disini, kita siap menerima. Bawa pengaman diri anda masing-masing. Kami hanya butuh motifasi, bukan nyinyiran. Holan sip pe sattabi sibujur uhur. Ma doras manolong . Tonggohon nasiam hanami ase sehat sehat,” sebutnya.(Asenk Lee Saragih)
Rapat Petani KJA Untuk Menggalang Dana Gotong Royong Penyediaan fasilitas Disenfaktan.(FB)

Pandemik Covid-19, Warga Haranggaol Patungan Sediakan Penyemprotan Disenfektan 

Ikatan Alumni SMU PLUS Pematang Raya Galang Donasi Pencegahan Covid-19

IKASPRA (Ikatan Alumni SMA Plus Raya) yang diwakili Dr. Sahdra Saragih menyerahkan bantuan tahap pertama Masker N 95 dan Vitamin kepada RSUD Tuan Rondahaim Pematang Raya, Senin (30/03/2020).(IST)
Pematangraya, BS-IKASPRA (Ikatan Alumni SMA Plus Raya) yang diwakili Dr. Sahdra Saragih menyerahkan bantuan tahap pertama Masker N 95 dan Vitamin kepada RSUD Tuan Rondahaim Pematang Raya, Senin (30/03/2020).

“Sedikit dari kita berarti untuk mereka,” kata Ketua IKASPRA Rony Sangap Girsang.

Donasi pencegahan Covid-19 yang diorganisir oleh Ikatan Alumni SMU PLUS Pamatang Raya ini, seluruh donasi akan disumbangkan ke fasilitas kesehatan yang membutuhkan berupa masker, hand sanitizer, sarung tangan, susu dan vitamin.

"Donasi masih terus dibuka untuk tahap berikutnya akan memberikan bantuan APD, Masker dan Vitamin kepada RS dan Puskemas yang memiliki urgensi,” tambah Jhon Mejer Purba yang merupakan Wakil Ketua IKASPRA.

Puskesmas yang rencananya akan dituju :
1.Silau Malaha
2.Pane Tongah
3.Simpang BahJambi
4.Pematang Bandar
5.Seribudolok
6.Pamatang Raya
7.Perdagangan
8.Sipintuangin

"Terima kasih buat adekku dan kawan-kawan sesama yang bergabung dalam Ikaspra. Bantuannya telah kami terima tadi," tulis Rosmauliana Damanik berkomentar di Postingan FB Jhon Mejer Purba.

“Lumayan menolong kami untuk proteksi dalam memberikan pelayanan kepada pasien di RSUD," tambahnya.

Bantuan dapat disalurkan ke Nomor Rekening 1414-0100-0237-562 (Bank BRI) a.n. Alumni SMU Negeri Plus P Raya IKASPRA. Informasi lebih lanjut untuk berdonasi, hubungi Bendahara IKASPRA Merry Turnip : 0813-1606-9592.

#dirumahaja #belajardirumah #Ibadahdirumah #cucitangan #hindarikeramaian #ikasprauntuksimalungun. (Rel/Lee)
  
IKASPRA (Ikatan Alumni SMA Plus Raya) yang diwakili Dr. Sahdra Saragih menyerahkan bantuan tahap pertama Masker N 95 dan Vitamin kepada RSUD Tuan Rondahaim Pematang Raya, Senin (30/03/2020).

KPU Tunda Pilkada Serentak ?

Ketua KPU Kota Pematangsiantar.

Pematangsiantar, BS-Beredar di media sosial hasil kesimpulan Rapat Kerja/Rapat Dengar Pendapat (RDP)  Komisi II DPR RI Dengan Menteri Dalam Negeri,Komisi Pemilihan Umum RI,Badan Pengawas Pemiliham Umum RI dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum RI,  Selasa (31/3/2020).

Pada Surat tersebut  ada 4 poin yang menjadi kesimpulan yaitu 

1.Melihat perkembangan  Covid-19 yang hingga saat ini belum terkendali dan demi mengedepankan keselamatan masyarakat ,Komisi II DPR RI menyetujui penundaan tahapan Pilkada Serentak 2020 yang belum selesai dan belum dapat dilaksanakan.

2. Pelaksanaan Pilkada Lanjutan akan dilaksanakan atas persetujuan bersama antara KPU,Pemerintah dan DPR.

3.Dengan penundaan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020,maka komisi II DPR RI meminta Pemerintah untuk menyiapkan payung hukum baru berupa Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU).

4.Dengan penundaan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, Komisi II DPR RI meminta kepada kepala daerah yang akan melaksanakan Pilkada Serentak 2020 merelokasi dana Pilkada Serentak 2020 yang belum terpakai untuk penanganan pandemi Covid-19.

Hasil kesimpulan rapat tersebut ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri,Muhammad Tito Karnavian,MA,Ph.D ,Ketua KPU RI,Arief Budiman,Plt Ketua  DKPP,Prof .Dr Muhammad,M.Si, Ketua Bawaslu RI,Abnan .S.H dan ketua rapat Dr.H.Ahmad Doli Kurnia Tanjung S.Si, MT.
Sekretaris KPU Kota Pematangsiantar Hermanto Panjaitan. (Didik J)
Rapat Komisi II dengan KPU diselenggarakan pada Senin,30-3 2020 dengan memakai aplikasi virtual.

Sebelumnya memang KPU telah menunda tahapan Pilkada Serentak 2020 pada tanggal 21 Maret 2020 yang tertuang dalam 
Keputusan Nomor: 179/PL.02-Kpt/01/KPU/III/2020 dan Surat Edaran Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Keputusan KPU tersebut.
SURAT EDERAN YANG BEREDAR
Dalam SE yang ditandatangani Ketua KPU RI Arief Budiman pada 21 Maret 2020, penundaan tahapan dan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 didasarkan pada pernyataan resmi Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) terkait COVID-19 sebagai pandemi global, pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang penyebaran COVID-19 sebagai bencana nasional non-alam, serta keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkait perpanjangan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat Virus Corona di Indonesia.

Ruang lingkup penundaan tahapan dan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 meliputi pelantikan dan masa kerja panitia pemungutan suara (PPS), verifikasi syarat dukungan calon perseorangan, pembentukan petugas panitia pemutakhiran data pemilih (PPDP) dan pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit), serta pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih. (Didi J)

"Mungkin Ada dan Pasti Ada"

Written By Beritasimalungun on Monday, 30 March 2020 | 08:38

Kolase FB

Oleh: Pdt Renny Damanik

Beritasimalungun-Saat ini aku dirumahkan, dan bersyukur memang masih bisa di rumahkan, karena mungkin juga selama ini kita tidak pernah bersama dalam rumah kita dengan keluarga karena kesibukan masing masing, mengejar yang tak pasti dan yang pasti, maka saat nya di rumah.

Saat ini juga banyak yang bosan di rumah, tapi sewaktu bekerja ingin di rumah, saat di rumah ingin bekerja. Serba salah memang.

Saat ini saat di rumahkan, banyak juga yang membuat kreativitas dengan hobby masing masing. Senang melihatnya, bisa muncul ide ide kreatif. Bernyanyi dengan kelompok, dengan menerima tantangan, penasaran dan lain lain.

Saat ini memang kita banyak menerima penjelasan dan berita tentang Covid-19, yang menambah iman dan menambah kepanikan.

Sehingga para orang tua yang anaknya jauh disana, ada yang suruh pulang dan bersedia ODP selama 14 hari asal bersama, tapi ada juga menyiarkan anaknya stay di tempat masing masing.

Saat ini, Buah buahan pun melonjak harganya, kita senang petani beruntung, dan masker pun mahal bahkan kadang tidak ada untuk di beli, dan muncul ide kreatif menjahit masker dengan sederhana.

Saat ini dalam situasi mencekam, kita juga jadi berhikmat dan makin bijak dan smart berpikir dalam menghadapi situasi ini.

Bagi kita, yang mempunyai sedikit lebih banyak dari mereka dan juga lebih banyak dari mereka, marilah kita saling memperhatikan.

Mungkin di samping rumah kita, atau, di sekitar kita, di sektor kita, segereja kita, lingkungan kita, di tumpuan sa huta, samarga, sekampung, sesekolah, bahkan orang orang yg serabutan, harian, tukang beca, gojek, cleaning service, partiga tiga di pinggir jalan, parombou, par musik, supir, kenek, PRT, tukang sorong, dll.

MEREKA juga kerakutan, kuatir, sesak nafas, frustrasi, sakit bukan karena terkena VIRUS CORONA 19 tetapi karena sulitnya kehidupan ekonomi yang mereka hadapi. Mereka tdk tahu mengadu pada siapa, mau berbuat apa, dan sampai kapan.

Mereka adalah saudara kita, sahabat kita, yang merindukan uluran tangan kita, mereka MUNGKIN ADA DISEKITAR KITA DAN PASTI ADA. Kalaupun kita disuruh jaga jarak, namun hati kita tidak jaga jarak, bahkan uluran tangan kita semakin di dekatkan bukan dijauhkan. "Edisi Jauh tapi Dekat".(*)

Pandemik Covid-19, Ephorus dan Pendeta GKPS Semangati Jemaat Lewat Lagu "Monang Do Ahu"

Pandemik Covid-19, Ephorus dan Pendeta GKPS Semangati Jemaat Lewat Lagu "Monang Do Ahu".(Kolase Video)
Pematangsiantar, BS-Dalam kondisi Pandemik Covid-19 yang melanda Dunia, dan juga Indonesia, Ephorus (Pimpinan Tertinggi) Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Pdt Martin Rumanja Purba bersama sejumlah Pendeta GKPS menyemangat Jemaat GKPS di seluruh Indonesia lewat sebuah Lagu "Monang Do Ahu".

Sebuah Lagu Rohani Simalungun yang diciptakan Pdt Dharma Sitopu dan dipopulerkan oleh Pdt Nantiaman Saragih ini memiliki makna penguatan Iman dalam menghadapi pergumulan hidup, termasuk sakit penyakit. 


Lagu  "Monang Do Ahu" yang dinyanyikan secara Smule oleh Pendeta GKPS ini dibuat oleh Director oleh Pdt Posma Purba STh, Editor oleh Sabastian H Saragih M.I Kom, Arasemen Musik oleh Noah Sumbayak. 

Diantaranya yang ikut menyanyikan Lagu "Monang Do Ahu" dalam Video yang berbagi di GWA, Facebook, Youtube, Twitter, IG ini adalah Pdt Paul Ulrich Munthe (Sekjen GKPS), Pdt Jaharianson Saragih (Dosen STT Abdi Sbda Medan), Pdt Jaksen Saragih (Praeses GKPS Distrik VI), Pdt Mardison Simanjorang (Pendeta GKPS Resort Bungo), Pdt Jhon Ricky R Purba (Pendeta GKPS Resort Raya Kota, Pdt Jhon Cristian Saragih (Pendeta GKPS Resort Cempaka Putih Jakarta).

Kemudian Pdt Mannes Purba (Pendeta GKPS Resort Depok), Pdt Jan Kris Sinaga, Pdt Dosmariani Sinaga (Pendeta GKPS Resort Sarimatondang), Pdt Erni Purba (Pendeta di GKPS Resort Tiga Dolok), Pdt Bona Tua Sinaga (Pendeta GKPS Resort Tiga Dolok), Pdt Posma Purba (Pendeta GKPS Resort Siantar I).(Asenk Lee Saragih)    


"Jiwa Ragaku Demi Simalungun"

WD-BISA.
Beritasimalungun-Sebagai Mantan Komandan Satuan Brimob tentu WD (Wagner Damanik) tidak asing lagi dengan semboyan ini. Hal ini juga yang dipegang dan diamini oleh sosok WD-BISA dalam pertarungan di Pilkada 2020 Simalungun. 

Muncul berbagai pertanyaan tentang keseriusan, seperti apa kesiapan WD BISA dalam menghadapi para kompetitornya yang cenderung "anggar materi" dalam perhelatan kali ini. 

Atas nama realita lapangan, mungkin mereka akan membuat pembenaran. Tapi yang jelas itu hanya retorika politik yang menutupi banyak kekurangannya selaku sosok Balon yang hadir untuk sekedar tampil.  

#1 APAKAH WDBISA DAN TIM SUDAH SIAP TEMPUR?

Tentu dengan meyakinkan dijawab "pasti siap". Pergerakan secara masif relawan WD BISA di 32 kecamatan (413 nagori/kelurahan) menjadi kekuatan potensial yang tidak dimiliki semua kompetitor. Selain itu tentu Relawan Keluarga Besar Damanik (Borbor Marsada, Naimarata, dan Silau Raja), Purba dan Gultom (Raja Sonang) ditambah Keluarga Besar Saragih (Parna) menjadi lokomotif yang luar biasa. 

Support juga dari keluarga YPPM (Yayasan Perduli Pendidikan Marsiurupan), Keluarga Besar Purnawirawan Polri memberikan rasa optimisme untuk pasangan WD-BISA. Tentu pasangan ini,  sebelum memutuskan turun ke Bumi Habonaron do Bona sudah mempetakan kondisi lapangan dan strategi yang akan diambil supaya menang dalam kontestasi ini. 

Tentu tim juga memiliki keuntungan dan kemudahan dalam mengenalkan sosok WD- BISA di lapangan karena disamping  berintegritas dan mumpuni juga Beliau pernah bertugas selaku Wakapolres Simalungun dan telah memiliki modal sosial yaitu seringnya tampil di beberapa event kegiatan sosial kemasyarakatan selama ini di Simalungun. Tidak ada catatan hukum atau "trackrecord" yang tidak baik dalam kehidupannya. 

Beliau juga sosok yang senang bermasyarakat dan tidak diskriminatif,  mau dan sabar mendengarkan keluhan dan keinginan masyarakat sebagaimana pemimpin Simalungun  kedepan.

#2 SEBANYAK APA PELURU WDBISA? 

Tentu pertanyaan ini sering kita dengar, baik di kalangan atas maupun bawah. Sah-sah saja, pertanyaan ini menjadi komsumsi publik,  karena ini juga faktor penentu untuk masyarakat menetapkan pilihannya. 

WD-BISA memiliki cara pandang berbeda untuk menjawab ini dibanding Balon yang lain yang siap untuk habis-habisan secara materi untuk menang. 

Kenapa?  Karena hitungan bisnis, setelah memberi, pasti akan mengambil guna mengembalikan modal yang keluar ditambah lagi keuntungannya Tentu ini kabar buruk bagi masyarakat yang sadar,  tetapi kabar baik bagi masyarakat yang harga dirinya murah dan dapat digadaikan. 

WD-BISA memiliki peluru yang cukup untuk menandingi bahkan melebihi perkiraan orang awam, percaya diri dengan strategi dan siasat yang akan dijalankannya. Diyakini banyak orang besar yang berperan di belakang sosok Jenderal Purnawirawan dan Pengusaha sukses ini. 

Kita antusias melihat kejutan dari pasangan WD-BISA. Bagi pasangan ini, materi bukan segalanya. Kebijakan dan strategi menjadi penentu hasil nantinya.

#3 KENAPA JENDERAL TURUN GUNUNG?

Sejujurnya ini pertanyaan yang selalu muncul dari warga simalungun yang penasaran dan heran dengan keputusan sosok sang "Jenderal".  

Beliau sudah selesai dengan dirinya dan keluarganya, hanya keterpanggilan dan keinginan hatinyalah hadir untuk membangun fondasi Simalungun yang lebih komprehensif dan baik akan menjadi "blueprint" yang kelak dipedomani oleh generasi Simalungun kedepan. 

Datang untuk memberi, tentu sangat realistis, yaitu memberikan kemampuan, waktu dan pikiran guna mewujudkan Simalungun Unggul. Bukan mengambil,  lebih realistis lagi,  karena tujuan dan niatnya tidak akan memperkaya dirinya, keluarganya maupun  kelompoknya dengan mengambil (materi) yang bukan haknya. 

WD-BISA adalah pasangan yang sudah selesai dengan diri mereka. Keserasian pasangan menjadi wujud kesepakatan dan komitmen untuk memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan menuju Simalungun yang hebat.

#4 WDBISA APAKAH SOSOK PASANGAN PETARUNG??

Pertanyaan yang menggelikan dan cenderung menguji karena pertanyaan ini tidak lagi muncul jika sudah melihat judul tulisan diatas. WD sosok yang tangguh,  Beliau di Kepolisian memulai karier dari Korps Brimob hingga menjadi Komandan Satuan Kewilayahan. 

Menyelesaikan masalah-masalah rumit sekalipun sudah makanan ringan di setiap kehidupan dan tugas Beliau sebagai abdi negara.  Beliau sering berpesan: "Opsesi saya hanya satu, yaitu; "memberikan segala kemampuan  yang saya miliki hanya untuk Simalungun,  dan jika sudah dimulai maka akan berakhir dengan keberhasilan"

Simalungun adalah Bumi Habonaron Do Bona. Yang berhak dan layak untuk memimpin adalah sosok yang tulus dan berintegritas. Tentu hal tersebut ada dalam kombinasi sosok WD-BISA. 

#SIMAPOLITICA. (Rel-Tim WD-BISA)

Kisah Di Balik Photo

"Semogalah (Ompung) kakek dan nenek bayi ini selalu sehat untuk mencari rezeki". Bahapal Raya, 29 Maret 2020.(Foto Pdt Defri Judika Purba)
Oleh : Pdt Defri Judika Purba

Beritasimalungun-Hari ini saya melayani ibadah minggu di salah satu rumah jemaat yang saya layani. Ini adalah minggu pertama, ibadah minggu dilaksanakan di rumah masing-masing akibat perkembangan covid-19 yang semakin masif.

Jauh sebelum perkembangan covid 19 ini terjadi, keluarga ini sudah berencana membawa bayi ini untuk dibaptis di gereja. Apa daya, sesuai hasil keputusan sinode resort, ibadah minggu di gereja sementara waktu dialihkan ke rumah masing-masing.
Khusus kepada keluarga ini, saya berpesan kepada majelis setempat, kalau seandainya bersedia, sakramen baptisan tetap bisa dilaksanakan di rumah mereka, saya akan bersedia datang. Keluarga pun setuju dan jadilah acara baptisan hari ini.

Itulah latar belakang photo ini. Selanjutnya saya akan membagikan kisah dibalik photo ini.

Inilah kisahnya.

Orangtua yang membaptiskan bayi di gambar ini bukanlah orangtua dari bayi tersebut. Mereka adalah kakek dan nenek dari bayi tersebut. 

Dimanakah orangtuanya? Ayahnya saat ini tinggal dan bekerja di daerah pekanbaru. Ibunya sudah meninggal, dua bulan sejak dia lahir. 

Oleh keluarga, bayi pun dibawa ke rumah kakek/nenek dari pihak ayahnya. Kakek dan nenek dari pihak ibunya, tidak ada lagi.

Kisah kakek dan nenek yang membawanya dari Pekanbaru menuju Bahapal, memuat cerita yang membuat hati ini terharu. Usianya saat itu masih dua bulan. 

Mereka naik mobil bus Berlian Baru dari Pekanbaru. Sepanjang perjalanan, mereka merasa tatapan heran penumpang yang lain. Dalam pikiran mereka, ada dua dugaan yang muncul. Pertama, apakah mereka menculik bayi? Kedua, aneh sekali pasangan ini, sudah tua pun, masih punya bayi.

Cerita lain yang tidak kalah mengharukan adalah kisah tentang harapan atau kejadian yang kadang tidak masuk akal.

Ayah dari bayi ini, sudah dua puluh tahun tidak pernah pulang ke rumah. Orang tua pun menganggap anaknya ini sudah meninggal. 

Tapi aneh, dua tahun yang lewat beliau pun pulang, lengkap bersama keluarganya. Saat itu saya hadir menyaksikan bagaimana keheranan itu terjadi, ketika keluarga membuat acara syukuran.

Tetapi, saat sukacita itu hanya sebentar saja. Setelah mereka kembali ke perantauan, selang beberapa waktu, ibu dari bayi ini pun meninggal.

"Pitah pailong-ilongkon dassa hape pandita, " ujar kakek bayi ini kepada saya.

Saat membaptis dan memberkati bayi ini, hati ini dipenuhi berbagai perasaan yang campur aduk. Sedih, miris, dan terharu. 

Bukan hanya kepada bayi ini tetapi juga kepada kakek dan neneknya. Di saat usia sudah senja, mereka harus diperhadapkan pada sebuah beban dan tantangan yang mungkin tidak pernah mereka sangka.

Semogalah (Ompung) kakek dan nenek bayi ini selalu sehat untuk mencari rezeki. Bahapal Raya, 29 Maret 2020.(*)

"Unang Tadikkon Au Da Mak!!!"

Written By Beritasimalungun on Sunday, 29 March 2020 | 12:07

"Unang Tadikkon Au Da Mak!!!"
Oleh: Pdt Renny Damanik

Beritasimalungun-"UNANG TADIKKON AU DA MAK". (Itu kau bilang saat menutup peti jenazah). Airmataku bercucuran, saat aku belum menutup Agendaku, saat aku mendengar tangisanmu, dan kau rebahkan tubuhmu adikku kecil. 

Kau menjerit adikku kecil, dan berkata:" Makkkkkkkk.......... Jangan  tinggalkan aku. "Aku langsung menjamahmu, aku terharu, saat itu. Ku peluk kalian berdua yang masih kecil, dan adik kecil menangis menatap kepergian inang itu di atas hartop dengan hujan yang deras.

Ku tatap rumah kalian ini dengan terharu, dan ibumu meninggal karena kurang darah. Pikiranku jauh menerawang, aku pingin juga menjerit bersamamu, melihat keadaan nasiam. 

Baca: Lewat Pdt Renny Damanik, Tali Kasih Itu Menolong Tiga Anak Tanpa Ibu


Menusuk hu bagas atei atei, bahkan bapak-bapak yang disanapun menangis, mendengar jeritanmu. Kubayangkan, karena si covid 19 ini juga, orang pun tak seberapa datang, acara pun dipersingkat, sempurnalah penderitaan kalian. 

Hujan pun deras....Dan sangat deras. Ditambah adalah campur kekuatiranku sedikit, mengingat jika aku berbasah basah takut flu dan mengingat tidak boleh kurang fit, nanti datang si korona menghampiri. 

Ampun dah.... Lalu....... kuambil payungku untuk anak yang dua ini. Saat itu aku memohon pada sseorang bapa, minta tolong supaya Hartopnya diizinkan mengantar jenazah, dan ada jalan kami ke kuburan, karena hujan deras. 

Ternyata, dia baik dan memberi mobilnya, jika sedianya dibayar, aku bersedia membayarnya, ternyata tidak, dan mereka masih ada hubungan keluarga, terimakasih bapa atas pertolongannya. 

Di mobil harus memangku vikar, supaya bisa duduk di depan, keramlahhhh kakiku, syukur ditengah jalan, hujanpun reda. Aku bersyukur padaMu ya Tuhan, hujan reda, penguburan selesai.

Adikku yang kecil... Semangat kalian ya, rajin belajar, selalu ada jalan Tuhan untuk menolong kalian bersekolah, rajin beribadah dan tetap berdoa. Hapuslah air matamu adekku, dan tatap lah masa depan, doakan supaya si covid cepat pergi, dan tidak datang lagi.(29 Maret 2020). (*)




Faisal Basri: Segera "Lockdown", Supaya Ekonomi Cepat Pulih

Written By Beritasimalungun on Saturday, 28 March 2020 | 16:24

Ekonom senior INDEF, Faisal Basri. ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Jakarta, BS– Ekonom Senior Institute for Development of Economins and Finance (Indef), Faisal Basri menilai keputusan karantina wilayah atau lockdown harus segera diambil pemerintah. Pasalnya, penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia sudah semakin meluas dengan grafik kurva pertumbuhan kasus yang semakin tinggi.

Meskipun keputusan lockdown bisa menurunkan perekonomian Indonesia, Faisal meyakini dengan melakukan lockdown lebih cepat, maka penyebaran Covid-19 menjadi lebih terbatas, sehingga nantinya upaya pemulihan atau recovery yang dilakukan menjadi lebih mudah.

"Bila keputusan lockdown diambil, mau tidak mau kita akan mengalami kemerosotan ekonomi atau pahitnya resesi. Tetapi percayalah, rebound-nya akan lebih cepat. Tetapi kalau polanya masih seperti ini, yang semakin lama dalam ketidakpastian, ketika nantinya negara lain sudah rebound, maka kita akan lebih lama dari mereka,” kata Faisal Basri di acara Indef Talks, Jumat (27/3/2020).

Faisal Basri mengibaratkan penyebaran virus corona seperti berperang dengan 'hantu', sehingga menjadi lebih sulit untuk dikalahkan. Bila penangannya lamban, maka ongkos yang harus dibayar akan jauh lebih besar, bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga nyawa manusia.

"Saat ini kita seperti sedang berperang melawan hantu, tidak tahu mereka di mana dan berapa besar kekuatannya. Jangan-jangan sudah ada di depan rumah kita, di jantung pertahanan kita. Inilah perlunya dilakukan pembatasan atau lockdown, sehingga kita bisa melakukan pemeriksaan satu per satu, dari rumah ke rumah. Kalau seperti sekarang dengan mobilitas yang masih tinggi, apapun yang dilakukan akan menjadi terbatas. Berapa pun rapid test yang dilakukan akan menjadi sulit,” kata Faisal Basri.

Karena yang dihadapi adalah virus, menurut Faisal, yang harus menjadi pemimpin dalam menghadapi ancaman ini haruslah ahli-ahli virus atau ahli kesehatan masyarakat. Sehingga setiap keputusan yang diambil harus berdasarkan kajian ilmiah.

Faisal juga mengingatkan keterbatasan tenaga dokter yang dimiliki Indonesia, sehingga kondisinya bisa menjadi berbahaya apabila masyarakat yang terjangkit Covid-19 sudah semakin banyak. Jumlah dokter per 1.000 penduduk di Indonesia hanya 0,4. Sehingga fokus utama yang harus dilakukan pemerintah adalah menghentikan penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas.

"Kelihatannya pemerintah terlalu bias untuk menjaga ekonomi, seolah-olah ekonomi itu jadi panglimanya. Ini juga sejalah dengan upaya untuk mengakselerasikan pertumbuhan, dengan Undang-undang Cipta Kerja dan sebagainya. Jadi kelihatannya lebih mengutamakan untuk menjaga ekonomi. Padahal, kalau kondisinya dibiarkan seperti sekarang, maka tidak ada yang bisa untuk menghambat terjadinya resesinya di dunia dan kemungikinan juga di Indonesia. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana untuk meredam agar resesi itu selunak mungkin dan kita bisa recovery cepat,” ujar Faisal.(*)



Sumber: BeritaSatu.com

Cegah Corona, Kurangi Kopi dan Makanan Pedas Saat Isolasi Mandiri

Pengunjung melihat proses penyeduhan kopi pada acara sosialiasasi budaya minum kopi "Ngopi Sarosna" di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. ( Foto: Antara )

Jakarta, BS- Ahli gizi dan guru besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Ali Khomsan mengatakan masyarakat sebaiknya mengurangi konsumsi kopi serta makanan pedas dalam situasi tidak nyaman atau stres. Hal tersebut juga perlu dilakukan saat mulai melakukan isolasi mandiri menghindari penyebaran corona (Covid-19).

"Masyarakat sudah mulai isolasi mandiri. Jika salah satu efeknya ialah stres, maka yang pertama harus dikurangi adalah minum kopi," katanya, Sabtu (28/3/2020).

Dikatakan, sebaiknya saat stres tidak banyak makan yang pedas-pedas serta mengurangi konsumsi makanan yang membuat lambung tidak nyaman.

Demikian juga, mengurangi makan makanan yang terlalu manis saat dalam kondisi stres. Sebab, hal itu dapat memboroskan vitamin-vitamin B yang sudah masuk ke dalam dan itu tidak baik.

Ia mengatakan pola makan perlu diperhatikan sebab saat seseorang stres, maka hal itu biasanya berhubungan dengan kondisi lambung yang menjadi bermasalah. "Selain itu, pasokan makanan empat sehat yakni karbohidrat, lauk, sayur dan buah juga harus tetap diperhatikan dan dikonsumsi," katanya.

Selain menghindari sejumlah makanan saat berada dalam kondisi tidak nyaman atau stres, ia juga menganjurkan masyarakat untuk terus mengupayakan agar tubuh tetap bergerak dalam rangka antisipasi penyebaran Covid-19.

Setidaknya masyarakat bisa olahraga secukupnya di teras rumah masing-masing sehingga tubuh tidak mengalami kelebihan kalori yang masuk namun tidak dikeluarkan. "Jadi usahakan agar tetap bergerak meskipun hanya di teras masing-masing," katanya.

Bahkan, jika biasanya seseorang bisa menghabiskan 50 menit hingga satu jam untuk berolahraga, namun dalam situasi terbatas sebagaimana terjadi saat ini, hal itu cukup dilakukan 20 hingga 25 menit per hari, demikian Ali Khomsan.

Sebelumnya, dia juga menyarankan asupan air dalam tubuh tetap dapat terpenuhi selama bulan puasa sehingga tidak perlu cemas kekurangan cairan apabila Covid-19 masih mewabah hingga Ramadan.
"Sebenarnya ketika puasa itu yang berkurang terutama adalah asupan kalori, tapi kalau asupan air harusnya tidak terlalu sulit untuk dipenuhi," katanya.(*)

Sumber: ANTARA

Cegah Corona, 12 Jalan di Medan Lockdown Mulai Sabtu

Lalulintas-IST
Medan, BS- Untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), sejumlah ruas jalan di Kota Medan akan diberlakukan lockdown lokal mulai, Sabtu (28/3/2020). Penutupan ruas jalan ini dibagi dalam dua termin yakni pada pagi mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB dan pukul 19.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB.

Sejumlah ruas jalan yang akan ditutup yakni, Jalan Sisingamangaraja simpang Jalan Sakti Lubis, Jalan Brigjen Katamso simpang Jalan Alfalah, Jalan Brigjen Katamso simpang Jalan Sakti Lubis. 

Kemudian Jalan Jamin Ginting simpang Dr Mansur, Jalan Setia Budi simpang Dr Mansyur, Jalan Gatot Subroro simpang Jalan Kapten Muslim, Jalan Sunggal simpang Sei Batanghari.

Kemudian, Jalan Yos Sudarso simpang Jalan H Adam Malik, Jalan H Adam Malik simpang Tengku Amir Hamzah. Kemudian Jalan Gaharu simpang Perintis Kemerdekaan, Jalan Perintis Kemerdekaan simpang Jalan Timor dan Jalan Sutomo Simpang HM Yamin.

"Ada 12 titik ruas jalan yang ditutup. ini langkah kita untuk antisipasi penyebaran virus corona," kata Kasat Lantas Polrestabes Medan Kasat Lantas Polrestabes Medan Kompol Reza Chairul dikonfirmasi, Jumat (27/3/2020).

Penutupan ruas jalan ini sendiri dilakukan setelah rapat koordinasi yang dihadiri oleh jajaran Satlantas Polrestabes Medan, Denpom 1/5 dan Dishub Medan.

"Peraturan ini berlaku mulai besok hari Sabtu, dan dicabut melihat perkembangan situasi," sebut Kasat Lantas.

Peraturan ini juga berlaku bagi para sopir angkutan kota. Untuk sopir angkutan kota akan diatur oleh Dishub mengenai rute yang ditempuh.

"Bagi masyarakat terdampak atas kebijakan ini, jika benar-benar urgen kepentingan di jalan ini akan kita selektif," sebutnya.(*) 

Sumber: BeritaSatu.com

Pemerintah Siapkan Aturan "Lockdown"

Menko Polhukam, Mahfud MD.
Jakarta, BS- Menko Polhukam, Mahfud MD mengemukakan, pemerintah sedang menyiapkan aturan lockdown atau penghentian sementara seluruh akitivitas masyarakat. Lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid 19 secara masif di seluruh tanah air.

"Kita sekarang, pemerintah ini sedang menyiapkan rancangan peraturan pemerintah untuk melaksanakan apa yang disebut karantina kewilayahan. Nanti akan diatur kapan sebuah daerah boleh melakukan pembatasan gerakan yang secara umum sering disebut lockdown," kata Mahfud dalam video conference dengan wartawan di Jakarta, Jumat (27/3/2020).

Mahfud menjelaskan, dalam aturan itu nanti memuat apa syaratnya, apa yang dilarang dilakukan dan bagaimana prosedur lockdown tersebut.

"Sekarang sedang disiapkan. Inyaallah nanti dalam waktu dekat akan keluar peraturan itu, agar ada keseragaman tentang hal itu," jelasnya.

Mahfud menegaskan, teknis atau prosedur lockdown berupa Kepala Gugus Tugas Wilayah Provinsi mengusulkan kepada kepada Kepala Gugus Tugas Nasional. Setelah itu, Kepala Gugus Tugus Nasional akan berkoordinasi dengan menteri-menteri terkait karena karantina kewilayahan berhubungan dengan kewenangan beberapa menteri.

"Misalnya, soal perhubungan juga Menteri Perhubungan diajak bicara. Soal kesehatan, Menteri Kesehatan, soal perdagangan Menteri Perdagangan. Nanti secepatnya sesudah itu keputusan akan diambil satu daerah itu boleh melakukan karantina wilayah apabila nanti yang dibatasi itu seumpanya terjadi karantina wilayah," ujar Mahfud.

Jika itu kebijakan lockdown tersebut dilakukan, maka yang tidak boleh dilarang lalu lintas jalur terhadap kendaraan atau kapal yang membawa bahan pokok. Kemudian toko-toko atau warung-warung yang menyediakan kebutuhan masyarakat sehari-hari tidak boleh ditutup. Namun, pengoperasiannya dalam pengawasan ketat aparat.

"Sekarang ini kami sedang menyiapkan lockdown yang dalam bahasa resmi hukum Indonesia adalah karantina kewilayahan. Sebenarnya lockdown itu karantina kewilayahan. Saat ini, saya sedang berkumpul dengan teman-teman untuk menyiapkan semacam rancangan peraturan pemerintah. Karena memang harus diatur oleh peraturan pemerintah," tutup Mahfud.(*)



Sumber: BeritaSatu.com

Pegawai Kutip PDAM Tirtalihou Haranggaol Bantah Tudingan Kutip Uang Meteran Tanpa Bukti

Bukti Kertas Tagihan Pelanggan PDAM di Haranggaol yang bandal membayar selama Ariesta Br Manihuruk sebagai Pegawai PDAM pengutip meterandi Haranggaol. (Istimewa)
Haranggaol, BS-Pegawai PDAM Tirtalihou bidang penagihan meteran di Haranggaol, Ariesta Br Manihuruk membantah kalau dirinya dituding melakukan kutiman meteran PDAM tanpa bukti, seperti yang diberitakan Haranggaol.Sideka.Id dengan judul “Gawat, Pegawai PDAM Tirta Lihou Kutip Uang Meteran Tanpa Bukti?”.

Ariesta Br Manihuruk kepada Jurnalis Beritasimalungun.com lewat sambungan telepon, Sabtu (28/3/2020) pagi mengatakan, pada Kamis (26/3/2020) lalu, Pejabat PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun dari Pematangraya turun ke Haranggaol guna menertibkan warga yang bandal tak bayar uang air PDAM selama bertahun-tahun.

“Tapi ada warga sengaja membuat keributan terkait dengan tunggakan meteran PDAM tersebut. Warga menuding saya yang salah total karena tidak melakukan penagihan dengan bukti kwitansi. Padahal warga memang tak pernah bayar kepada saya saat saya menagih. Bahkan setiap ada penagihan selalu saya sertakan bukti pembayaran dan bukti itu saya simpan,” ujar Ariesta Manihuruk.

Menurut Ariesta Br Manihuruk, ada pelanggan atas nama Donald Saragih, menuntut kepada pihak PDAM Simalungun agar dirinya tidak dipakai untuk pegawai PDAM di Haranggaol, karena dirinya pindah rumah ke Simpang Haranggaol.

“Padahal selama saya pindah rumah ke Simpang Haranggaol, saya jalankan tugas sebagai pegawai kutip uang meteran PDAM Tirta Lihou di Haranggaol. Tiap bulan saya turun ke Haranggaol mengutip uang air. Tapi ada pelanggan yang melaporkan ke atasan saya bahwa saya tak pernah mangutip. Itu tidak benar,” jelas Ariesta Manihuruk.
Bukti tagihan rekening meteran pelanggan PDAM Tirtalihou di Haranggaol atas nama Amat Purba yang mendapat surat peringatan dari PDAM Tirtalihou karena menunggak rekening tahunan. (Istimewa)

Ariesta Manihuruk juga meminta agar media Portal Haranggaol.Sideka.Id untuk meluruskan pemberitaan yang menuding dan mempertayakan dirinya mengutip uang meteran tanpa bukti.

Salah satu pelanggan itu adalah N. Purba, mengaku sudah membayar bulan Maret 2018, tetapi masih dikutip dari Maret 2018 hingga sekarang.

“Orang itu datang, kami mengeluh. Setelah itu gak datang lagi mengutip. Tiba mengutip pembayaran kami sampai Rp 2 juta sekian. Katanya dari tahun yang lalu sampai sekarang. Kuminta kwitansi dan mau ku banding kan sama punyaku, tidak dikasih, ” kata N br Purba saat di konfirmasi, Sabtu (28/3/2020), seperti dilansir Haranggaol.Sideka.Id.(Asenk Lee Saragih)

Ide Gemilang Radiapoh Sinaga, "Saling Tolong Menolong Berbasis Komunitas" Dampak Covid-19

St Radiapoh Hasiholan Sinaga SH
Oleh: Birgaldo Sinaga

Jakarta, BS-Sebagai sebuah bangsa, kita sudah melewati begitu banyak ujian dan bencana musibah. Bencana alam Tsunami Aceh misalnya, ada ratusan ribu jiwa tewas diterjang badai tsunami pada penghujung tahun 2004.

Sebagai sebuah bangsa, kita langsung bergerak membantu menolong saudara2 kita di Aceh. Walhasil, Aceh dalam hitungan satu tahun cepat pulih recovery.

Awal Maret 2020, bencana non alam berupa pandemi Covid 19 menyerang negeri kita. Kita gagap. Kita bingung. Kita tidak tahu mau berbuat apa.

Ancaman wabah Covid 19 bukan saja mengancam keselamatan nyawa, lebih besar dari itu adalah dampak ekonomi yang terjun bebas. Harga saham rontok. Mata uang rupiah jatuh. 

Menteri Keuangan sudah memberi sinyal bahwa pertumbuhan ekonomi kita bisa nol persen tahun ini. Sebagian pengamat ekonomi mengatakan bisa lebih berat lagi. Bisa kontraksi minus 1  persen.

Kelompok menengah atas secara ekonomi juga terpukul bisnis dan incomenya. Seiring matinya produksi pabrik, mangkraknya pekerjaan proyek juga rendahnya permintaan barang dan jasa dari masyarakat. Yang paling parah tentu bisnis pariwisata dan turunannya. 

Kelompok masyarakat bawah menjadi kelompok yang paling menjerit dari dampak wabah ini. Kelompok ini berada pada rantai paling hilir dari mata rantai ekonomi. Mereka pekerja informal.  

Kemarin, Ketua PPTSB Kepri (Perkumpulan Marga Sinaga) Radiapoh Hasiholan Sinaga menghubungi saya. Kami berdiskusi panjang tentang kondisi ekonomi anggota perkumpulan PPTSB yang sebagian besar terkena dampak ekonomi.

Seorang teman semarga, curhat keadaan ekonominya yang lumpuh. Ia punya anak 3 masih kecil. Topangan ekonomi selama ini dari berjualan pakaian bekas. Rumah masih ngontrak. Sekarang dagangannya gak ada pembeli. Laku satu saja sudah sukur. Sementara kios harus dibayar sewanya setiap bulan. Rumah harus bayar sewa.

Saya membaca banyak jeritan yang sama dengan teman saya ini. Intinya pemasukan tidak ada lagi. Bahkan untuk membeli beras sudah tidak ada. Kelompok bawah tidak punya tabungan. Mereka berada dalam siklus pagi kerja, sore makan.

Tapi hidup harus jalan terus. Life must go on. Apapun yang terjadi. Radiapo Sinaga yang juga kandidat Calon Bupati Simalungun mengajak saya memikirkan persoalan ini.

"Kita harus bergandengan tangan sebagai sebuah keluarga. Kita harus membantu secara bergotong royong. Yang kuat menolong yang lemah. Jangan kita biarkan air menyentuh hidung anggota kita", ujar Radiapoh di telepon.

"Bagaimana caranya Bang", tanya saya. Radiapoh punya cara. Cara sederhana sebenarnya. Cara yang sudah dilakukan turun temurun oleh nenek moyang kita. Saat masa paceklik gagal panen karena diserang hama, para petani yang punya padi di lumbung membantu petani yang gagal. Mereka diberi gabah untuk bisa bertahan dulu.

Radiapoh lalu membuat rencana. Ada 2500 kepala keluarga anggota PPTSB. Populasi terbesar berada di lapisan bawah piramida ekonomi. 

Radiapoh berencana membuat gerakan solidaritas untuk korban dampak ekonomi. Apa itu?

Gerakan bersama menyisihkan sebagian donasi untuk menolong anggota yang dalam status sekarat. Untuk anggota yang membeli beras saja sudah tidak mampu. 

Tentu tidak mudah memang menjalani hari-hari ke depan. Dampak wabah Covid 19 ini begitu memukul. Kita seperti berada dalam lingkaran hidup segan mati tak mau. Ambang batas pertahanan ekonomi kelompok masyarakat bawah sudah level merah. 

Apa yang dipikirkan Ketua PPTSB Kepri Radiapoh Hasiholan Sinaga ini tentu tidak akan memenuhi semua kebutuhan keluarga seperti susu untuk bayi anggota. 

Tapi setidaknya dengan memberi sembako bagi anggota yang sekarat ekonominya bisa memperpanjang nafas mereka untuk bertahan. Sampai keadaan negara kita normal kembali.

Saya pikir, gerakan solidaritas berbasis komunitas yang dipikirkannya bisa menjadi model saling tolong menolong masyarakat Indonesia.

Jejaring pengaman sosial dalam klaster terkecil ini bisa seperti jejaring laba-laba jika semua komunitas masyarakat bergerak dan bersolidaritas.

Yang terpenting yang kuat harus ikut menolong yang lemah. Solidaritas berbasis komunitas akan banyak menolong orang yang sudah buntu dan menyerah. Ini ide brilyan Bang Radiapoh Hasiholan Sinaga. Terimakasih. Semoga Tuhan menolong kita. Salam perjuangan penuh cinta. (Penulis Adalah Pegiat Sosmed)

Editor: Asenk Lee Saragih

Berita Lainnya

.

.
.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun

Ikan Bawal Seberat 9 KG Dapat (Tabu-tabu) di Danau Toba Hutaimbaru Simalungun
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya





MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya