Berita Terkini

INDEKS BERITA

Foto Warga Bantai Harimau di Pematangsiantar Tuai Kecaman

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 30 June 2015 | 19:03

Foto warga bantai harimau di Pematangsiantar tuai kecaman
Adegan Penyiksaan Harimau. Foto Facebook.com
BERITASIMALUNGUN.COM, Siantar-Seekor Harimau Sumatera telah tewas disiksa oleh sekelompok orang di Pemantangsiantar, Sumatera Utara. Harimau Sumatera tersebut juga berlumpuran darah dengan diikat oleh tali.

Pelaku pembantaian hewan yang dilindungi malah memposting foto Harimau Sumatera itu diFacebook dengan nama Manullang Aldosutomo. Berdasarkan foto yang diperoleh merdeka.com dari facebook. Penyiksaan Harimau Sumatera itu mengundang komentar banyak dari netizen. 

Salah satu pemilik facebook Muda Putra Siadari mengatakan binatang satwa tidak boleh disiksa apalagi dimusnahkan. "Hati-hati ngeshare foto Bang. Apa lagi membunuh binatang yang dilindungi. Bisa berurusan sama kepolisian kalau ada yang ngelapor," komentarnya.

Tak hanya itu, netizen lain Sugi menyebutkan sekelompok orang yang menyiksa Harimau Sumatera itu tidak mempunyai hati nurani. Sebab Harimau Sumatera adalah binatang satwa yang dilindungi oleh negara. 

"Kenapa harus diperlakukan seperti itu. Ini yang dinamakan manusia tapi bersifat layaknya binatang," cetusnya.

Foto ini menambah deretan binatang yang dibantai secara sadis, sebelumnya seekor orangutan tewas secara tragis di tangan manusia. Tak hanya jadi buruan, hewan ini juga dibantai bahkan dimasak sebagai santapan.

Tak malu dengan tindakannya itu, pelaku pembantaian hewan yang dilindungi malah memposting foto proses memasak di Facebook dengan nama Polo Panitia Hari Kiamat. Yang lebih parah, dia menulis orangutan itu dibakar untuk buka puasa.

"Teman-teman Aktivis dari Profauna pada tanggal 22 Juni 2015 mendapatkan laporan masyarakat tentang pembantaian orangutan yang sangat keji," demikian dikutip dari akun Forum Hijau Indonesia, Selasa (23/6) kemarin.(Merdeka.com)

Masuk ke Lokasi Pesawat Harus Tunjukkan Kartu Pers

Masuk ke Lokasi Pesawat Harus Tunjukkan Kartu Pers
Wartawan naik ke atas Mobil Pemadam Kebakaran, namun dilarang aparat. Lokasi jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU dengan nomor penerbangan A1310 di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 WIB. Foto : Tribun Medan/Risky Cahyadi
BERITASIMALUNGUN.COM, MEDAN - Pascajatuhnya pesawat Hercules di Jalan Djamin Ginting, KM 10, Medan Tuntungan, ratusan polisi dan TNIberjaga di sekitar lokasi. Sejumlah petugas TNI dan Polri berpangkat perwira yang bersiaga di lokasi melarang awak media untuk mendekat.

Bahkan, akibat pelarangan ini, sejumlah awak media sempat terlibat gesekan dengan petugas. "Tolong wartawan jangan ada yang dekat-dekat di sini. Tolong semua petugas jaga, jangan ada yang dikasih masuk wartawan-wartawan ini," kata sejumlah petugas TNI AU yang berjaga di sekitar lokasi, Rabu (30/6/2015) sore.
Karena ingin mendapatkan gambar dan video, sejumlah fotografer dan jurnalis televisi sempat berusaha kembali mendekat. Namun petugas Brimob langsung mendorong awak media hingga ke median jalan.
"Jangan ditolak-tolak lah bang. Kita sama-sama kerja. Kami kan enggak ganggu orang abang," teriak sejumlah rekan media.
Agar tak terjadi gesekan, seorang perwira berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) yang di lengannya tersemat logo Bag Ops itu kemudian mengarahkan awak media untuk berada di luar garis polisi.
"Mohon rekan-rekan wartawan agar tidak terlalu dekat. Kalau tak punya kartu pers, dilarang mendekat ke TKP ya," ungkap perwira berkacamata itu.
Usai mengarahkan awak media, perwira yang bertugas di Polda Sumut itu kemudian meminta wartawan untuk menunjukkan kartu pers.
"Mana kartu pers mu. Kalau wartawan, tunjukkan kartu mu. Kalau yang enggak ada, silahkan meninggalkan lokasi ini," tutur perwira tersebut.(Tribun.medan.com)

Demi Lihat Hercules, Warga Medan Rela Batalkan Puasa

Demi Lihat Hercules, Warga Medan Rela Batalkan Puasa
Warga memanjat pohon untuk dapat menyaksikan pesawat Hercules yang jatuh di Jalan Jamin Ginting, Simalingkar, Medan, Selasa (30/6/2015). Foto Tribun Medan / Abul Muamar
BERITASIMALUNGUN.COM, Medan-Hingga sore menjelang petang, dan hari tak lagi terik, jibunan warga yang ingin melihat pesawat Herculesyang jatuh tak juga berkurang. Biarpun banyak warga yang telah balik kanan, tapi jumlah mereka yang baru datang tak kalah banyaknya.
Akibatnya, kerumunan warga tak berkurang sama sekali sejak tadi siang. Mereka yang datang pada mengabadikan bangkai pesawat yang telah hancur dengan smartphone-nya.
Pantauan Tribun, warga begitu ngotot ingin mendekati titik pesawat jatuh. Meski harus berjalan kaki cukup jauh, sekitar 2 Km karena mereka tak boleh melintas dengan kendaraan, mereka tetap ngotot. Mereka terpaksa memarkirkan kendaraan cukup jauh dari lokasi jatuhnya pesawat.
Sekalipun para petugas TNI dan Polri melarang mereka, mereka tetap tak mundur selangkah pun dari garis polisi. Banyak pula dari mereka yang mengaku wartawan agar dapat diperbolehkan mendekat. Ada pula dari mereka yang sampai memanjat pohon untuk dapat melihat bagaimana bangkai pesawat tersebut. Mereka bahkan tak turun-turun berada di atas pohon.
Selain itu, akibat kelelahan dan rasa haus yang tak tertanggungkan, banyak warga muslim yang membatalkan puasanya karena tak tahan.
Sementara itu, arus lalu lintas dari Jalan Jamin Ginting menuju Brastagi lumpuh sejak tadi siang. Lalulintas hanya lancar dari mulai depan Hotel Crystal menuju Simpang 4 Simalingkar.(Tribun.medan.com)

Ini Sosok Kapten Pilot Pesawat Hercules

Kapten Penerbang Sandy Permana (Photo Istimewa)
BERITASIMALUNGUN.COM,-Kapten Penerbang Sandy Permana, Pilot yang mengusung Pesawat Hercules C-130 dikabarkan ikut jadi korban tewas. Pria kelahiran Parititiga Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka-Belitung.
Sandy anak dari Radmojo, seorang pensiunan guru di SD di Parittiga Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka-Belitung. “Sandy anak pak Radmojo. Dia sekolah di SMP Negeri 1 Jebus, SMA Jebus juga kemudian lulus Akmil,” kata Suparno warga Parititiga, Kabupaten Babar yang dilansir Bangkapos.com, Selasa (30/6/2015).
Kapten Penerbang Sandy adalah prajurit TNI AU yang berprestasi. Dia dianugerahi gelar siswa terbaik Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara (Sekkau) Angkatan ke-97 pada 15 Juni 2015.
Dikutip dari situs TNI AU, dalam artikel “Sekkau Angkatan ke-97 Ditutup” disebutkan Sandy menjadi siswa terbaik. Tampak foto Sandy diberi piagam dan ucapan selamat oleh Dankodikau Marsekal Muda TNI Ras Rendro Bowo.
Pesawat terbang dari Lanud Soewondo menuju Tanjung Pinang. Pesawat take off pukul 11.48 WIB, dan saat akan ditransfer ke Medan, pilot sempat meminta kembali ke pangkalan atau return to base (RTB). Pesawat kemudian berbelok ke kanan dan crashed sebelum kontak dengan APP (Angkasa Pura II) Medan.
Namun saat berbelok sekira pukul 12.14 WIB, pesawat jatuh menimpa pemukiman penduduk dan langsung meledak. Korban tewas diperkirakan sekitar 30 orang.(dtk)

Hercules C-130 Jatuh Tepat di Saat Kota Medan Ulang Tahun

Hercules C-130 Jatuh Tepat di Saat Kota Medan Ulang Tahun
Kapolda Sumut Irjen Eko Hadi Sutejo saat berada dilokasi kejadian jatuhnya pesawat Hercules C-130 di kawasan Medan Selayang . Foto Abul Muamar

BERITASIMALUNGUN.COM, Medan-Hari ini, segenap pejabat Pemko Medan berdandan cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Yang pria mengenakan setelan jas lengkap dengan peci, yang perempuan berhias dengan gaun nan anggun. Mereka lantas berduyun-duyun berangkat menuju Gedung DPRD Medan di Jalan Maulana Lubis.

Ya, hari ini, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Medan yang ke-425, eksekutif dan legislatif Pemko Medan pun menggelar rapat paripurna. Rapat yang dianggap sebagai refleksi tentang perkembangan dan pembangunan Kota Medan. Para pejabat Pemko Medan pun lantas bercengkerama satu sama lain sebelum akhirnya rapat digelar molor satu jam.

Namun, selang tak lebih satu jam dari rapat tersebut selesai, kabar pesawat jatuh di Simalingkar, tepatnya Jalan Jamin Ginting, beredar melalui berbagai media sosial.

Kabar tersebut ternyata A1 alias benar adanya. Adalah pesawat Hercules A130 milik TNI AU yang kali ini menjadi korban. Sekitar 50 orang dikabarkan tewas dalam kecelakaan luar biasa ini. Data tersebut belum final karena pesawat jatuh menimpa tiga rumah warga dan satu tempat pijat.

Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin langsung bertolak ke lokasi. Ia sendiri sejatinya harus berangkat lagi ke Gedung DPRD untuk mengikuti rapat paripurna penyerahan rekomendasi LKPj Akhir Masa Jabatan.
Jika ditilik agak sedikit ke belakang, Kota Medan masih belum aman. Kriminalitas masih marak terjadi. Begitupun peredaran narkoba dan bisnis prostitusi.

Belum lagi segelintir pejabat yang terlibat korupsi, memakan apa yang harusnya menjadi hak rakyat banyak, menghambur-hamburkan uang APBD, sembari bekerja dengan goyang-goyang kaki.

Bisa jadi, peristiwa ini memiliki pertanda tersendiri bagi Kota Medan. Sebab, di saat yang sangat kebetulan sekali, saat Kota Medan tengah mencapai usianya yang ke-425, pesawat itu jatuh. Dan 50-an nyawa melayang sia-sia. Dan para pejabat Pemko Medan, baik eksekutif maupun legislatif, mungkin juga perlu merefleksi diri sendiri.(TRIBUN.MEDAN)

Kasdam I/BB Pastikan Jumlah Korban Masih 45 Orang


BERITASIMALUNGUN.COM, Medan-Kasdam I/ Bukit Barisan, Brigjen Cucu Sumantri mengatakan, data terakhir dihimpun TN AD menyebutkan bahwa korban tewas yang meninggal dalam kecelakaanHercules mencapai 45 orang.

"Bukan 50 orang, sekarang masih 45 orang, besar kemungkinan bisa bertambah. Karena hingga sekarang TNI AU belum berikan data jumlah penumpang pesawat Hercules," katannya saat ditemui di Lokasi Kejadian, Selasa (30/6/2015).

Dia menambahkan, sebelumnya pesawat Hercules terbang dari Bandara Halim Perdana Kusuma, transit di Pekanbaru dan Kota Medan. Selanjutnya akan meneruskan perjalanan ke Tanjungpinang, Natuna dan Pontianak.

"Lebih dari 50 penumpang, begini data yang saya peroleh dari Pekanbaru ada 10 TNI dan 30 anggota keluarga prajurit. Untuk Medan ada tujuh tentara dan 20 keluarga. Kemudian kru pesawat ada 12 orang," ujarnya.

Dia menuturkan, pesawat Hercules di Indonesia pada umumnya buatan tahun 1960-an dan 1970-an. Namun, ia menolak menyebutkan tahun buatan pesawat yang jatuh di permukiman penduduk di Jalan Jamin Ginting Simalingkar.

"Kalau lebih jelas pesawat yang jatuh ini. Sama TNI AU saja ditanya karena harus melalui proses inditifikasi yang belum dalam lagi. Saya bukan berwenang," katanya.

Ia menyebutkan pesawat jatuh bebas ke permukiman pendudukan di Simalingkar, setelah lima menit lepas landas dari Lapangan Terbang Soewondo Medan menuju Tanjungpinang. Adapun nama-nama korban jatuh masih menunggu tes DNA.

"Nama-nama sama TNI AU, saya belum tahu. Mungkin saja dapat diberikan setelah dilakukan Tes DNA takutnya ada kesalahan kalau di kasih sekarang ini," ungkapnya.(tribun.medan)
Kasdam I/BB Pastikan Jumlah Korban Masih 45 Orang

Lokasi jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU dengan nomor penerbangan A1310 di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 WIB. Berikut ini Foto Lokasi Kejadian dan Puing-puing Pesawat. Foto  Jefri Susetio

Dua Copet Ditangkap di Lokasi Hercules Jatuh

Dua Copet Ditangkap di Lokasi Hercules Jatuh
Seorang copet digiring aparat setelah tertangkap mencopet di tengah kerumunan. Tribun Medan/Array A Argus
BERITASIMALUNGUN.COM, Medan-Di tengah kerumunan massa di lokasi jatuhnya pesawat Hercules di Jl Djamin Ginting, KM 10, Medan Tuntungan, dua orang pelaku pencopetan memanfaatkan kesempatan. Saat beraksi, seorang pencopet diketahui bernama Ardin tertangkap warga.
Sontak, lokasi jatuhnya pesawat riuh. Kedua pencopet ini nyaris tewas dihakimi ratusan warga yang tengah menyaksikan evakuasi pesawat.
"Copet, copet! Tangkap itu!" teriak seorang pemuda sembari mengejar pelaku bernama Ardin yang tidak mengenakan baju tersebut, Rabu siang (30/6/2015).
Mendengar teriakan ada copet, warga lainnya refleks dan langsung menghajar tersangka.
"Matikan aja, enggak ada otaknya itu. Tangkap-tangkap," kata pemuda berlogat karo.
Tak mau tersangka menjadi bulan-bulanan warga, sejumlah petugas Brimob yang siaga di sekitar lokasi langsung menarik leher tersangka. "Jangan ada yang mukuli. Tolong, tolong," kata petugas Brimob sembari menggiring tersangka.
Sementara itu, korbannya bernama Nurmala Sari mengaku kejadian secara tiba-tiba. "Tadi saya berdiri di dekat situ. Tiba-tiba dia ambil dompet saya," ungkap korban yang tampak panik.
Untuk menghindari amukan massa, pelaku kemudian dibawa ke kantor Sabhara Polda Sumut yang berada di Jl Djamin Ginting. Hingga saat ini, lokasi kejadian masih dipenuhi sesak para warga.(tribun.medan)

Hercules Bawa Amunisi, Proses Evakuasi Korban Ekstra Hati-hati


Lokasi jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU dengan nomor penerbangan A1310 di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 WIB. Berikut ini Foto Lokasi Kejadian dan Puing-puing Pesawat. Foto Forum Hijau Indonesia.
BERITASIMALUNGUN.COM, Pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Medan, Sumatera Utara (Sumut) juga membawa amunisi. Keberadaan amunisi itu membuat proses evakuasi untuk mencari korban harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo menyatakan, berdasarkan informasi yang disampaikan kepadanya, pesawat nahas itu membawa personel militer. Selain itu juga membawa amunisi. 

"Di bagian atas pesawat ada amunisi," ujar Eko kepada wartawan di lokasi kejadian, Jalan Djamin Ginting Km 10,5 Medan, Selasa (30/6/2015).

Eko tidak merinci lebih lanjut tentang amunisi itu. Hanya saja, aspek amunisi ini menjadi pertimbangan dalam proses evakuasi.

Eko juga menyebut, berdasar manifes pesawat itu membawa 50 penumpang. Secara terpisah, KSAU menyebut jumlah kru di pesawat itu ada 12 orang.

Pesawat Hercules C-130 lepas lantas dari Lanud Soewondo, Medan, sekitar pukul 11.48 WIB. Sekitar 2 menit kemudian pesawat terhempas di permukiman warga yang berada di Jalan Djamin Ginting Km 10,5 Medan. (dtk)

JK Sebut Hercules yang Jatuh Pesawat Tua dan Berumur 50 Tahun

JK Sebut Hercules yang Jatuh Pesawat Tua dan Berumur 50 Tahun
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) 
BERITASIMALUNGUN.COM, Jakarta - Pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Medan, Sumatera Utara mengangkut puluhan penumpang. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) atas nama pemerintah mengucapkan belangsungkawa pada tragedi Hercules.

"Tentu pemerintah, saya sendiri mengucapkan belasungkawa atas kecelakaan yang terjadi pada Hercules tadi siang," ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2015).

"Mudah-mudahan ada yang selamat. Tapi dari laporan terakhir, puluhan orang, tentara di atas itu (jadi korban)," tambahnya.

JK mengakui bahwa pesawat yang jatuh di Medan tersebut adalah pesawat tua dan berumur sekitar 50 tahun. "Tapi ini mau diretrofit. Semua memang kita punya 20 Hercules. Kita, tentara itu baru beli pesawat tahun 50-60, waktu zamannya Bung Karno dan zaman Jenderal Yusuf. Tahun 60 itu awal-awal Hercules," terangnya.

Selain korban prajurit TNI, di dalam pesawat tersebut juga ada warga sipil. JK mengatakan pemerintah akan memberikan santunan kepada warga sipil.

"Tergantung kondisinya. Kita belum tahu aturannya," ucapnya.

Soal penyebab jatuhnya pesawat, JK menyebut ada berbagai faktor yang menyebabkannya seperti masalah teknis, manusia dan alam. "Tapi ini kelihatannya karena teknis. Saya baca laporannya dia mau kembali," terangnya.(dtk)


Lokasi jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU dengan nomor penerbangan A1310 di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 WIB. Berikut ini Foto Lokasi Kejadian dan Puing-puing Pesawat. Foto Forum Hijau Indonesia.

Kopilot 1 Pesawat Hercules Baru Menikah Dua Bulan Lalu

Kopilot 1 Lettu Pnb Pandu Setiawan.KOMPAS.com/Wijaya Kusuma
BERITASIMALUNGUN.COM, YOGYAKARTA-Isak tangis Dewi Wulandari tak terbendung setelah mendengar kabar bahwa pesawat Hercules yang membawa suaminya, Lettu Pnb Pandu Setiawan, jatuh di Medan, Selasa (30/6/2015) siang. Dia tak menyangka, pria yang baru dinikahinya dua bulan lalu itu disebutkan menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

"Tadi saya belanja di pasar, lalu mendapat telepon diminta segera pulang ke rumah," ungkap Dewi saat ditemui di rumahnya di Dusun Patukan, Desa Ambarketawang, Gamping, Selasa sore.

Dewi menuturkan, saat sampai di rumah, dia diberi tahu oleh keluarga bahwa pesawat Hercules dengan nomor penerbangan A1310 itu mengalami kecelakaan. Suaminya menjadi kopilot 1 di pesawat tersebut.

"Kaget, di rumah diberi kabar itu," tuturnya lirih.

Dewi menuturkan, Pandu adalah sosok suami yang pengertian dan sangat menyayangi keluarga. 

"Pengertian, sangat sayang keluarga, periang," ungkapnya. 

Dewi mengungkapkan, sampai saat ini, dia dan pihak keluarga belum mendapat informasi mengenai kondisi suaminya. Namun, dia juga berharap suaminya dapat selamat dari peristiwa kecelakaan tersebut. 

"Belum ada informasi, harapannya bisa selamat," ucapnya. 

Haryoto, ayah Dewi, mengatakan, putrinya sempat berkomunikasi dengan menantunya itu pada Selasa pagi.

Menurut Haryoto, Pandu dan Dewi kerap berkomunikasi secara jarak jauh karena menantunya bertugas di Lanud Malang, Jawa Timur. Bahkan, setiap dua minggu sekali, Dewi berangkat ke Malang untuk menemui Pandu. 

Haryoto mengungkapkan, Pandu dan putrinya baru saja menikah pada 26 April lalu. 

"Pandu itu baru menikah pada 26 April 2015 lalu. Setelah unduh mantu, baru berangkat lagi," ungkap Haryoto.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan, keluarga dan para tetangga mulai berdatangan ke rumah keluarga Pandu.

Sebelumnya diberitakan, pesawat ini jatuh di kawasan permukiman di Jalan Jamin Ginting, Medan, menghantam dua ruko dan sebuah mobil.

Kepala Dinas TNI AU Marsma Dwi Badarmanto mengatakan, pesawat Hercules jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6/2015), saat akan mengantar logistik untuk beberapa pangkalan udara TNI Angkatan Udara, seperti ke Lanud Halim Perdanakusuma, Pekanbaru, Dumai, Medan, Tanjung Pinang, Ranai, dan Pontianak.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Fuad Basya menyebutkan, pesawat itu jatuh sekitar lima kilometer dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Soewondo. Ketika itu, pesawat akan berangkat menuju Tanjung Pinang dan mengangkut logistik.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Helfi Assegaf menyampaikan bahwa pesawat Hercules TNI AU jenis C-130 diperkirakan membawa 50 penumpang, termasuk para kru.(kompas.com)

Lokasi jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU dengan nomor penerbangan A1310 di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 WIB. Berikut ini Foto Lokasi Kejadian dan Puing-puing Pesawat. Foto Forum Hijau Indonesia. 

49 Jenazah Dievakuasi di Lokasi Hercules Jatuh, 23 Sudah Dikenali

Lokasi jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU dengan nomor penerbangan A1310 di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 WIB. Berikut ini Foto Lokasi Kejadian dan Puing-puing Pesawat. Foto Forum Hijau Indonesia.

(KLIK Foto Lengkap Proses Evakuasi)
BERITASIMALUNGUN.COM,Jakarta - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriyatna memastikan, ada 49 jenazah yang dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat Hercules di Medan, Sumatera Utara. Dari jumlah itu, 23 di antaranya sudah diidentifikasi.

"49 Jenazah sudah dievakuasi dan 23 sudah diidentifikasi," kata Agus di lokasi kecelakaan pesawat di Jl Djamin Ginting, Medan, Sumut, Selasa (30/6/2015).

Proses evakuasi saat ini masih dilakukan. Menurut Agus, pihaknya masih berusaha mengangkat bangkai pesawat dan reruntuhan bangunan.

"Mudah-mudahan bangkai pesawat cepat diangkat sehingga para mayat cepat dievakuasi ke rumah sakit," terangnya.

TNI AU memastikan jumlah orang di dalam pesawat lebih dari 12 orang, seperti yang disampaikan sebelumnya. Selain prajurit, ada juga warga sipil kerabat para anggota TNI di pesawat tersebut. Ada yang menyebut angkanya 50 orang, namun ada yang menduga lebih dari itu.(dtk)

Inilah Foto Lengkap Proses Evakuasi Puing Hercules yang Jatuh di Medan

Lokasi jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU dengan nomor penerbangan A1310 di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 WIB. Berikut ini Foto Lokasi Kejadian dan Puing-puing Pesawat. Foto Forum Hijau Indonesia.

BERITASIMALUNGUN.COM, Medan-Masyarakat Kota Medan berbondong-bondong ingin mengabadikan lokasi jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU dengan nomor penerbangan A1310 di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 WIB. Berikut ini Foto Lokasi Kejadian dan Puing-puing Pesawat. Foto Forum Hijau Indonesia.
Proses Evakuasi Korban jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU dengan nomor penerbangan A1310 di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 WIB.
Proses Evakuasi Korban jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU dengan nomor penerbangan A1310 di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 WIB.
Lokasi jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU dengan nomor penerbangan A1310 di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 WIB.
Lokasi jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU dengan nomor penerbangan A1310 di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 WIB.
Lokasi jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU dengan nomor penerbangan A1310 di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 WIB.

Warga Medan Abadikan Lokasi Jatuhnya Hercules

Melihat Lokasi Jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 WIB. Foto FB Juli Manker Purba


Melihat Lokasi Jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 WIB. Foto FB Juli Manker Purba


Melihat Lokasi Jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 WIB. Foto FB Juli Manker Purba

Ini 31 Nama Penumpang yang Naik Hercules dari Halim

Ini 31 Nama Penumpang yang Naik Hercules dari Halim
Situasi di lokasi Hercules jatuh (Jefris Santama/detikcom)
BERITASIMALUNGUN.COM, -Jakarta - Ada 31 orang (sebelumnya disebut 30 orang) yang naik ke Hercules C-130 dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Selain dari anggota TNI aktif, penumpang yang naik juga dari kalangan sipil siperti keluarga anggota TNI dan pegawai honorer TNI.

Berikut ini nama 31 penumpang yang terdaftar dalam manifes penerbangan yang didapatkan detikcom dari sumber Lanud Halim, Selasa (30/6/2015):

Penumpang dari Penerbad:
1. Serka Lutfi
2. Serda Joko
3. Serda Nofik
4. Serda Sri Febdri

Penumpang dari Keluarga Sertu (Alm) Kusno:
5. Ny Sufiyah
6. AA Perdana
7. Sanda 14 thn
8. Edi

Penumpang dari Keluarga Lettu Pnb Aries:
9. Biakti Nugraha
10. Ananda Putri

11. Letda Kal Bayu Perdana
12. Letda Kal Agus Sriyadi

Penumpang dari Keluarga Mayor Pom Fanny PH:
13. William Habijary

Penumpang dari Keluarga Serda Amir:
14. Junita
15. Wildan

Penumpang dari Keluarga Pelda Arie Budi W:
16. Armiyanti
17. Lenardo
18. Revaldo
19. Messiliano

20. Serda Agung

Penumpang dari Keluarga Pelda Endang:
21. Anjar

22. Lettu Tek Rachmad Samdany
23. Serka Kalimanan
24. Serka Sutrisno
25. ertu Aang Subarya
26. Serda Syamsir Wanto
27. Peltu (Purn) Mulyono (Terusan)

Honororer (Pegawai TNI AU)
28. Arifin
29. Rusti
30. Nurhalimah
31. Halimah (Keluarga Kapten Tek Ravin)  


Belum diketahui dengan jelas nasib para penumpang ini. Jumlah total penumpang yang naik Hercules dengan registrasi A 1301 ini juga belum diketahui karena pesawat melakukan beberapa kali pemberhentian seperti di Pekanbaru dan Medan sebelum akhirnya jatuh di Jl Djamin Ginting dalam penerbangan menuju Tanjung Pinang dan Natuna. (dtk)

Gubernur Sumut: Medan Berduka Atas Tragedi Hercules

Gubernur Sumut: Medan Berduka Atas Tragedi Hercules
Lokasi Jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 .FT IST
BERITASIMALUNGUN.COM, Medan-Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho menyampaikan bela sungkawa atas tragedi jatuhnya pesawat Hercules di Medan, Sumut. Gatot sudah memerintahkan seluruh perangkat Pemprov hingga Pemkot bergerak memberikan bantuan.

“Medan berduka,” jelas Gatot, Selasa (30/6/2015).

Gatot berharap, ada mukjizat di tengah musibah ini. “Kondisi pesawat hancur sekali, tempat sauna juga. Kami berharap ada mukjizat di Ramadan ini,” tambah dia.

Sejauh ini aktivitas di Kota Medan masih normal, walau ada ratusan warga yang memadati lokasi kecelakaan di Jl Djamin Ginting.

Korban kecelakaan pesawat sudah dibawa ke RS Adam Malik. Ada 36 korban tewas yang sudah diketahui. (dtk)

Foto Situasi Korban Hercules yang Jatuh di Medan

Ribuan Warga Berbondong-bondong Ingin Melihat Lokasi Jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 WIB. Foto FB Joan Berlin Damanik Part II
Ribuan Warga Berbondong-bondong Ingin Melihat Lokasi Jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 WIB. Foto FB Joan Berlin Damanik Part II
Situasi Lokasi Jatuhnya Pesawat
Lokasi Jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 WIB. 

Lokasi Jatuhnya Pesawat Hercules TNI AU di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015) Pukul 12.14 WIB. 



Jenazah Korban Hercules. Foto-foto FB Jhon Walker

Daftar Nama 11 Awak Pesawat Hercules TNI AU yang Jatuh di Medan

Warga berkerumun di lokasi jatuhnya pesawat Hercules milik TNI AU di Simalingkar B, Medan, Selasa (30/6/2015)
BERITASIMALUNGUN.COM, Medan-Pesawat Hercules TNI Angkatan Udara jatuh di kawasan permukiman di Jalan Jamin Ginting, Medan, Selasa (30/6/2015). Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Fuad Basya mengatakan, lima jenazah ditemukan tewas akibat kecelakaan itu.
Hingga saat ini, belum diketahui nama korban tewas. Pesawat Hercules dengan nomor penerbangan A1310 itu diketahui mengangkut 11 awak di dalamnya.
Mengutip Kompas TV, berikut nama-nama awak yang berada di dalam pesawat Hercules itu:

- Pilot: Kapten Pnb Sandy Permana
- Kopilot 1: Lettu Pnb Pandu Setiawan
- Kopilot 2: Lettu Pnb Dian Sukma P
- Navigator: Kapten Nav Roni Setiawan
- Juru Radio Udara: Serma Bambang H
- Juru Mesin Udara: Peltu Ibnu Kohar
- Juru Mesin Udara: Peltu Andik S
- Juru Mesin Udara: Pelda Parijo
- Instruktur Load Master: Peltu Ngaserman
- Load Master: Peltu Yahya
- Load Master: Pelda Agus P
Sebelumnya, petugas Humas Rumah Sakit Adam Malik, Sairi M Saragih, mengatakan, pihaknya sudah menerima 11 kantong jenazah. 
RS Adam Malik juga belum memberi informasi detail mengenai kondisi korban luka yang dibawa ke rumah sakit itu. Sementara itu, ada satu warga yang tengah menjalani perawatan intensif.
"Satu perempuan 45 tahun dengan luka bakar sedang dirawat di UGD," ungkapnya dalam wawancara dengan Metro TV, Selasa siang.
Adapun Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya mengatakan, pesawat Hercules itu jatuh pada pukul 12.08. Pesawat sudah lepas landas dan sempat terbang sekitar dua menit. 
Menurut Fuad, lokasi jatuhnya pesawat sekitar 5 kilometer dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Soewondo. Ketika itu, pesawat akan berangkat menuju Tanjung Pinang dan mengangkut logistik.

Kapuspen TNI: Hercules Jatuh pada Pukul 12.08, Dua Menit Setelah "Take Off"


Pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara jatuh di Kelurahan Simalingkir B, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Selasa (30/6/2015). Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Fuad Basya membenarkan peristiwa tersebut.
"Informasinya benar seperti itu. Pesawat jatuh pada pukul 12.08, baru take off (lepas landas) sekitar dua menit," ujar Mayjen Fuad Basya saat dihubungi Kompas.com, Selasa.
Menurut Fuad, lokasi jatuhnya pesawat sekitar lima kilometer dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Soewondo. Ketika itu, pesawat akan berangkat menuju Tanjung Pinang dan mengangkut logistik.
Meski begitu, Fuad Basya belum bisa memberikan informasi yang lebih detail mengenai peristiwa itu.
"Belum tahu kondisinya seperti apa, jatuhnya kenapa. Panglima TNI sudah memerintahkan untuk investigasi," tuturnya.
Lokasi jatuhnya pesawat Hercules C130 di Medan, Selasa (30/6/2015).

Petugas Humas RS Adam Malik: Ada 11 Kantong Jenazah dan Satu Perempuan Dirawat


Petugas Humas Rumah Sakit Adam Malik, Sairi M Saragih, mengatakan, pihaknya sudah menerima 11 kantong jenazah pasca-jatuhnya pesawat Hercules TNI AU di kawasan permukiman di Jalan Letjen Jamin Ginting, Padang Bulan, Medan, Selasa (30/6/2015). Sementara itu, ada satu warga yang tengah menjalani perawatan intensif.

"Satu perempuan 45 tahun dengan luka bakar sedang dirawat di UGD," ungkapnya dalam wawancara dengan Metro TV, Selasa siang.

Sebelumnya diberitakan, Kapuspen TNI Mayjen TNI Fuad Basya mengatakan, berdasarkan informasi dari lapangan, lima jenazah ditemukan di lokasi jatuhnya pesawat Hercules TNI AU. 

Fuad Basya mengatakan, pesawat jatuh sekitar pukul 12.08 WIB setelah dua menit take off dari Pangkalan Udara TNI AU Soewondo. 

Menurut Fuad, lokasi jatuhnya pesawat sekitar 5 kilometer dari Lanud Soewondo. Ketika itu, pesawat akan berangkat menuju Tanjung Pinang dan mengangkut logistik.

Pesawat Hercules yang Jatuh Hendak Antar Logistik ke Lanud

Pesawat Hercules yang jatuh di Jalan Jamin Ginting, Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6/2015), hendak mengantar logistik untuk beberapa pangkalan udara TNI Angkatan Udara.
Kepala Dinas TNI AU Marsma Dwi Badarmanto mengatakan, pesawat itu berasal dari Skuadron 32 di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, dengan pilot Kapten Penerbang Sandi.
Pesawat tersebut, kata Dwi, hendak mengantar logistik ke Lanud Halim Perdanakusuma, Pekanbaru, Dumai, Medan, Tanjung Pinang, Ranai, dan Pontianak.
Dwi belum tahu berapa jumlah orang di dalam pesawat itu. Pihaknya masih mengumpulkan data soal penerbangan tersebut.
"Baru dalam penyelidikan. Kita sudah kirim tim untuk evakuasi ke TKP," kata Dwi dalam wawancara dengan KompasTV.
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayen Fuad Basya mengatakan, pesawat itu jatuh dua menit setelah lepas landas pada pukul 12.06 WIB. Pesawat hendak menuju Tanjung Pinang.
"Jatuh sekitar lima kilometer setelah lanud," kata Fuad.
Fuad mengatakan, pihaknya akan mengirim tim untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut. Ia hanya memastikan bahwa pesawat dalam kondisi layak terbang. (kompas.com)

IKLAN LAGI

IKLAN 1

IKLAN

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun
Buatlah Bangga Orang Tuamu


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Berita Lainnya

.

.
.