. Maruli Wagner Damanik Kunjungi Desa “Jurang 1000 Meter” | BeritaSimalungun
Home » , , , » Maruli Wagner Damanik Kunjungi Desa “Jurang 1000 Meter”

Maruli Wagner Damanik Kunjungi Desa “Jurang 1000 Meter”

Written By Beritasimalungun on Sunday, 19 January 2020 | 10:26

Melayani di GKPS Huta Tinggi Saribu
St Irjen Pol (P) Drs Maruli Wagner Damanik MAP saat melayani (Kotbah) pada Ibadah Minggu di GKPS Tinggi Saribu, Minggu (19/1/2020). (Istimewa)
Pematangraya, BS-Perjalanan ke Desa Tinggi Saribu, Nagori Bahapal Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, ibarat terjun ke jurang 1000 meter dan mendaki ke puncak gunung 1000 Meter. Demikian sekelumit pengalaman Pdt Defri Judika Purba yang melayani di GKPS Tinggi Saribu yang terletak di Gunung Simbolon Simalungun.

Namun demikian, Bakal Calon Bupati (Balonbud) Simalungun dari Jalur Perseorang St Irjen Pol (P) Drs Maruli Wagner Damanik MAP tak mengurungkan niatnya untuk bisa melayani Ibadah Minggu di GKPS Tinggi Saribu, Minggu (19/1/2020). 

Bersama Istri tercinta yang setia (Maya Br Purba Pakpak), St Maruli Wagner Damanik mengunjungi Huta Tinggi Saribu, Nagori Bahapal Raya, Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun. Pria yang akrab dipanggil WD ini bersama keluarganya menyempatkan diri mengikuti kebaktian Minggu di GKPS Tinggi Saribu. Sebagai salah satu Sintua di GKPS yang juga Anggota Majelis Gereja, jemaat meminta WD untuk menjadi pengkotbah, menyampaikan berita suka cita.
Bersama Istri tercinta yang setia (Maya Br Purba Pakpak), St Maruli Wagner Damanik mengunjungi Huta Tinggi Saribu, Nagori Bahapal Raya, Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun, Minggu (19/1/2020). (Istimewa)


Usai kebaktian di GKPS Tinggi Saribu, WD dan keluarga dijamu makan siang sekaligus diberikan Kuliner Adat Simalungun “Dayok Nabinatur”, sebagai tanda suka cita serta semangat warga atas kehadiran WD ke Tinggi Saribu.

Pdt Defri Judika Purba juga ikut dalam Ibadah dan makan bersama tersebut. WD yang bakal maju pada Pilkada Simalungun September 2020 ini, menurut warga merupakan satu-satunya bakal calon bupati Simalungun yang langsung datang ke Tinggi Saribu, kampung di Gunung Simbolon dengan penduduk yang rata-rata masih di bawah garis kemiskinan.

Akses jalan yang masih sangat ekstrim, masih hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, itu pun hanya saat musim kemarau. Jika musim hujan, kondisi jalan licin dan sangat mengancam keselamatan. Maka sebagian besar warga memilih berjalan kaki untuk keluar atau masuk ke kampong Huta Tinggi Saribu.

Belum lagi ancaman longsor yang sewaktu-waktu terjadi pada musim hujan, yang menyebabkan akses tertutup, bahkan fasilitas air bersih dan PLN juga sering terimbas karena longsor.

Dusun Talun Kahombu, salah satu dusun terdekat dari Huta Tinggi Saribu. Namun dipisahkan jurang yang sangat dalam. Dari sisi jurang itulah warga membuat jalan dan kemudian melalui jembatan yang di bawahnya mengalir sungai yang cukup deras.

Warga Tinggi Saribu berharap WD kelak terpilih menjadi Bupati Simalungun ke depan, sehingga diharapkan pembangunan ke pelosok-pelosok seperti Tinggi Saribu menjadi prioritas, terutama dalam hal pembangunan jalan yang memadai.

“Kami yang berada di kampung ini semua bertani. Hidup kami sangat tergantung dengan harga hasil pertanian. Jika jalan rusak parah, dipastikan akan berimbas langsung dengan harga yang akan kami terima. Maka kami sangat mengharapkan pembangunan jalan,” kata warga saat ramah tamah dengan WD.

Pada kesempatan itu, warga juga berharap pemerintah ke depan lebih peka kepada kebutuhan masyarakat termasuk dalam mengarahkan pembangunan. Banyak bangunan yang akhirnya sia-sia karena tidak tepat sasaran, sementara masih banyak masyarakat yang belum tersentuh pembangunan, terutama warga kampung yang sering terlupakan.

Sementara M Wagner Damanik didamping istri Maya Purba menyampaikan terimakasih kepada warga Tinggi Saribu yang telah menjamu dan sekaligus bertukar informasi terkait kondisi warga Tinggi Saribu.

WD juga menyampaikan terimakasih atas tumpangan sepedamotor, atau yang disebut kereta, yang mengantarkan mereka dari Talun Kahombu ke Tinggi Saribu. Walau hanya diboncengan, WD mengaku was-was karena kondisi jalan yang sangat ekstrim.

WD memohon didoakan agar cita-citanya menajadi Parhobas di Simalungun dapat terwujud, sehingga rakyat di Bumi Habonaron do Bona, terutama di kampung-kampung yang selama ini cenderung terlupakan, merasakan kehadiran pemerintah melalui pembangunan yang mendukung roda perekonomian warga. 

Kunjungan WD ke Huta Tinggi Saribu, Nagori Bahapal Raya, Kecamatan Raya dalam rangka kebaktian bersama sekaligus menyapa warga. Juga berawal dari undangan salah satu tokoh masyarakat setempat saat berkunjung ke Bahapal Raya pada September 2019 yang lalu. 

“Saya datang memenuhi undangan tersebut sekaligus ingin bertegur sapa dengan warga. Hal ini saya lakukan untuk "belanja masalah" agar mengetahui kebutuhan mereka jika kelak saya dipercayakan jadi "Parhobas Simalungun",” ujar WD.

“Sekali lagi Saya berterimakasih kepada warga Tinggi Saribu yang memberikan tumpangan sekalipun melalui medan yang berat dan penuh perjuangan mencapai huta yang berada di atas gunung. Saya senang dan bahagia dapat melayani dan bertemu dengan saudara-saudara saya di Tinggi Saribu semoga harapan kita terwujud dan Bumi Habonaron do Bona semakin hebat,” kata WD.(Asenk Lee Saragih)
St M Wagner Damanik didampingi Istri M Br Purba memberikan Jubah kepada Majelis GKPS Tinggi Saribu, Minggu (19/1/2020).

Usai kebaktian di GKPS Tinggi Saribu, St Irjen Pol (P) Drs Maruli Wagner Damanik MAP dan keluarga dijamu makan siang sekaligus diberikan Kuliner Adat Simalungun “Dayok Nabinatur”, sebagai tanda suka cita serta semangat warga atas kehadiran WD ke Tinggi Saribu.

Bersama Istri tercinta yang setia (Maya Br Purba Pakpak), St Maruli Wagner Damanik mengunjungi Huta Tinggi Saribu, Nagori Bahapal Raya, Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun, Minggu (19/1/2020). 


Share this article :

Post a Comment

Halaman FB Media Lintas Sumatera

Mengucapkan

Mengucapkan
KLIK Benner Untuk Beritanya

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan

DANRINDAM I BB/ Mengucapkan
DIRGAHAYU TNI ' Semoga TNI Selalu di Hati Rakyat, Menjadi Kebanggaan Ibu Pertiwi, Sinergi, dan Maju Bersama Negeri, AMIN

Kaldera Toba Akhirnya Diakui UNESCO Global Geopark

Kabar Hun Simalungun

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung

St Dr Bonarsius Saragih Dilantik Jadi Pembantu Ketua I Sekolah Tinggi Hukum Bandung
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik

Tinuktuk Sambal Rempah Khas Simalungun Dari Devi Damanik
Tinuktuk adalah Sambal Rempah Khas Simalungun yang berkhasiat bagi tubuh dan enak untuk sambal Ikan Bakar atau sambal menu lainnya. Permintaan melayani seluruh Indonesia dengan pengiriman JNT dan JNE. Berminat hubungi HP/WA Devi Yusnita Damanik 0815 3445 0467 atau di Akun Facebook: Devi Damanik.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba)
Hinalang- Pdt Jhon Rickky R Purba MTh melakukan peletakan batu pertama pembangunan Pusara “Monumen Makam Hinalang” (St RK Purba) di Desa (Nagori) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (22/10/2019). Acara Peletakan Batu Pertama dilakukan sederhana dengan Doa oleh Pdt Jhon Rickky R Purba MTh. Selengkapnya KLIK Gambar

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”

Catatan Kecil Lomba Cover Lagu Simalungun “Patunggung Simalungun”
“Lang jelas lagu-lagu Simalungun sonari on. Tema-tema pakon hata-hata ni lagu ni asal adong. Irama ni pe asal adong, ihut-ihutan musik sonari. Lagu-lagu Simalungun na marisi podah lang taridah.” (Semakin kurang jelas juga lagu-lagu Simalungun belakangan ini. Tema dan syairnya asal jadi. Iramanya pun ikut-ikut irama musik zaman “now” yang kurang jelas. Lagu-lagu Simalungun bertema nasehat pun semakin kurang”.