}); August 2014 | BeritaSimalungun

Berita Terkini

INDEKS BERITA

Menguak Tabir Kepemimpinan Dr.JR.Saragih. SH.MM Diduga Terjadi Praktek Pencucian Uang

Written By Beritasimalungun on Saturday, 30 August 2014 | 20:56

Dr.JR.Saragih. SH.MM

BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Hasil pemeriksaan keuangan pemerintah Simalungun Tahun Anggaran 2013 yang dilakukan BPKP Sumut nomor 01.B/LHP/XVIII.MDN/04/2014 terdapat kejanggalan temuan adanya 2 nomor rekening Kas daerah dan 10 nomor rekening SKPD tanpa didasari SK Bupati Nomor 188.45/0203/DPPKA/2013 kuat dugaan sudah terjadi praktek pencucian uang.

Didapati 12 nomor rekening yang tidak didasari hukum disinyalir sebagai rekening penyalur maupun rekening siluman untuk mengotak atik anggaran yang bersumber dari APBD dan APBN. Hal ini juga menjadi pengelolaan Kas Daerah dan Kas di Bendahara Pengeluaran tidak tertib. Dalam penyajian neraca anggaran akhir tahun 2013 adanya perbedaan selisih dengan saldo  buku Kas Umum sebesar Rp. 7.369.681.336.- sesuai dengan LKPj Pemerintah Kabupaten Simalungun menyajikan saldo Kas pada neraca sebesar Rp. 30.849.175.851.83 namun pada buku Kas Umum Daerah disajikan saldo sebesar Rp. 23.479.494.515.83.-

Adanya perbandingan selisih anggaran sebesar Rp. 7Miliar disinyalir sebelum ditutupnya rekening nomor 220.01.02.000001-0 sudah ada terjadi penyalah gunaan anggaran, guna menutupi terciumnya penyimpangan Bupati Simalungun, Dr.JR.Saragih,SH.MM selalu gonta ganti struktural SKPD. Penyimpangan anggaran juga sangat kuat tercium akan tidak adanya Bendara Umum Daerah.

Banyaknya dugaan penyimpangan keuangan Pemerintah Kabupaten Simalungun disinyalir lemahnya pengawasan dari Inspektorat Simalungun, atau ada juga indikasi peran serta Inspektorat sudah melakukan kecurangan akan pengawasan keuangan baik global maupun secara instansi.

Penyimpangan lain ataupun modus praktek pencucian uang disinyalir dari pembangunan kantor Bupati baru yang terlihat sangat dipaksakan, karena saat ini kantor Bupati lama masih layak ditempati mengingat sudah ditempati Kodim Simalungun

Narasumber yang enggan namanya dipublikasikan menjelaskan sarat terjadinya tindak pidana korupsi keuangan Simalungun dengan semakin berkembang pesat pembangunan aset pribadi Sang Bupati, hal ini dirangkum dengan adanya bangunan hotel city Simalungun yang kerap digunakan untuk perumusan APBD maupun acara lainya yang dihadiri mulai dari jajaran perangkat desa sampai pejabat eselon

Sudah merupakan rahasia umum dikalangan masyarakat akan dugaan korupsi dilakukan nomor satu Simalungun yang terlihat kebal bahkan tidak tersentuh hukum, mulai pengadaan kantor Bupati baru lahan yang sangat dipertanyakan sampai penyalah gunaan wewenang oleh pejabat dalam mengelola anggaran.

"Semua kebijakan Bupati sangat bertentangan dengan warga Simalungun khususnya gonta ganti eselon SKPD yang hakekatnya sebagai PPA sangat kuat dugaan hanya menutupi belang akan penyimpangan" jelasnya

"Harusnya kan sudah berhak penegak hukum melakukan tindak lanjut atau langsung melakukan proses hukum akan temuan BPKP, masa ada 12 nomor rekening yang tidak didasari SK Bupati, jangan hanya dilihat sudah ditutupnya rekening tersebut tetapi dilakukanlah audit secara siknifikan akan rekening tersebut sebelum ditutup berapa kali adanya proses keluar - masuk saldo" ujarnya

"Inspektorat haruslah tegas dan diminta supaya mampu membeberkan segala penyimpangan hasil LHP BPK tersebut jangan ditutup tutupi, supaya warga mengerti akan kebobrokan Pejabat Simalungun yang sesuka hati menggunakan anggaran" pintanya

"Saldo yang dilaporkan dalam Kas dengan yang disajikan dalam rekening saja didapati perbedaan sebesar 7Miliar apa tidak sangat janggal, harusnya KPK sudah berhak turun mengaudit keuangan Simalungun, siapa yang menggunakan selisih uang tersebut, dianggarkan kmana, atas dasar hukum apa selisih uang digunakan, harusnya dijabarkanlah dan BPK harus tegas memberikan masukan maupun data yang disinyalir tidak sesuai kepada KPK" tambahnya

Kepemimpinan bak komando militer menjadi salah satu alasan kalangan PNSD merasa tidak nyaman dan waswas malah saat ini sudah banyak yang urungkan diri untuk mencita citakan dipilih menjadi pejabat struktural karena adanya uang kursi yang harus disetor begitu juga untuk menjadi Kepala Sekolah sekalipun harus memberikan setoran uang yang disebut sebut sebagai uang pulsa

Kantor Bupati baru yang dibangun diatas lahan bermasalah sangat terlihat dipaksakan dan adanya politikal kepentingan individual tanpa adanya persetujuan dari DPRD Simalungun, begitu juga dalam hal pembangunan kantor Bupati baru petinggi nomor satu Simalungun telah melakukan pembohongan publik

Bernhard Damanik Anggota DPRD Simalungun melalui selular, Kamis (28/8) pukul 17.33wib menjelaskan dalam rapat banggar sudah dibahas tentang penyimpangan anggaran maupun adanya nomor rekening yang tidak didasari hukum, begitu juga adanya selisi saldo sampai sebesar Rp. 7 Miliar sudah layak di audit dan para penegak hukum harus mengambil sikap tegas.

"Kantor Bupati lama yang diserahkan ke Kodim sudah melanggar perundang undangan karena tidak ada perstujuan DPRD tetapi hanya dasar kebijakan Sang Bupati, kan penyerahan hanya karena dikatakan tidak layak pakai tetapi keabshan surat uji kelayakan sampai saat ini tidak pernah diketahui" jelasnya

"Penyerahan kantor sudah adanya  pembongan dilakukan Bupati kepada DPRD khususnya publik dulu dikatakan gedung tersebut akan runtuh tetapi diserahkan ke Kodim" ujarnya

"Pembangunan kantor baru sampai saat ini dilakukan diatas lahan yang bermaslah dimana lahan tersebut diklaim oleh J. Sinaga merupakan tanah hak milik atas namanya, sampai saat ini masih dalam tahapan proses hukum di MK, sehingga dalam hal ini yang dirugikan warga Simalungun, bila mana Mahkamah memutuskan bahwa sepenuhnya hak milik tanah tersebut dimenangkan JS" tambahnya

"Setiap pelanggar maupun penyimpangan yang sudah merupakan temuan BPK sudah di bahas di DPRD dan diharapkan Badan Anggaran tegas guna menghindari kerugian keuangan Kas daerah dan diharapkan sekali lagi Penegak Hukum dalam waktu dekat melakukan audit dan proses akan penyimpangan yang dilakukan Bupati Simalungun" tutupnya.

Humas Pemkab Simalungun Kepala Dinas Pendapatan dan Aset Daerah tidak berhasil dijumpai diruang kerjanya dengan alasan rapat dan tugas lapangan, begitu juga saat dikonfirmasi melalui telepon selular tidak pernah bersedia memberikan informasi yang berimbang. (SyamP)


Kecewa Kinerja Pemkot Siantar, Warga Segel Pintu Roku Pemasangan Tower

Menampilkan ruko.jpg

Pintu Ruko Pemasangan Tower Jln Sriwijaya Disegel Warga Melayu. Foto SyamP

BERITASIMALUNGUN.COM, Siantar-Warga Kelurahan Melayu Kecamatan Siantar Utara menyegel pintu rumah pertokoan (ruko) yang di atasnya ada bangunan menara telekomunikasi setinggi 25meter. Penyegelan dilakukan warga karena tidak merasa puas akan kebijakan Pemerintah Kota Pematangsiantar yang tidak mengutamakan kepentingan hak hidup masyarakat.

Jauh hari sebelumnya warga yang berada didaerah radius sudah memberikan surat penolakan disertai lampiran foto copy KTP warga jalan Sriwijaya namun BPPT tidak mendengar keresahan warga tetapi terlihat mengutamakan kepentingan pemasukan yang tidak tau masuk ke kantong siapa. Begitu juga anggota DPRD Kota Siantar hanya memberikan janji palsu saat audiens dengan puluhan warga.

Tower yang berdiri tegak diatas ruko milik seorang tokoh masyarakat berinisial "BN" dijalan Sriwijaya Nomor 74 Kelurahan Melayu Kecamatan Siantar Utara Pematangsiantar, menurut warga setempat merupakan ancaman hak hidup disamping akan adanya radiasi begitu juga dengan mutu struktur bangunan yang tidak pernah diuji kelayakan menahan beban  oleh pihak operator telekomunikasi maupun Pemko sehingga mengancam hak hidup warga.

Ardi (28) seorang karyawan swasta berkantor tidak jauh dari lokasi pendirian tower dijumpai didepan kantor, Kamis (28/8) pukul 12.46wib membenarkan penyegelan yang dilakukan warga menggunakan tali warna kuning, rantai untuk menggembok pintu ruko dan menempelkan tulisan " Mohon Berhentikan Pembangunan Tower Ini" menggunakan kertas karton.

"Pintu ruko nomor 74 ini disegel oleh warga sekitar 2minggu silam, karena informasi yang saya tau Pemerintah Siantar tidak pro rakyat sehingga rakyat bertindak sendiri guna mencegah akan ancaman hidup warga kedepan" jelasnya

"Pemerintah Siantar kok jadi pro kepada pengusaha bukanya mementingkan hak hidup warga, memang mulai pendirian tower sampai rencana pemasangan mesin yang ditolak warga tidak pernah ada kebijakan pemerintah untuk melakukan pengecekan uji kelayakan bangunan" tambahnya

IMB Nomor : 648/3060/BPPT/IV/2014 dan HO Nomor : 503/3062/BPPT/IV/2014 tanggal 03 April 2014  atas nama PT. Dayamitra Telekomunikasi /Budiono ditanda tangani Drs. Esron Sinaga,M.si seaku Ka.BPPT Kota Pematangsiantar sangat kuat dugaan telah adanya penyogokan yang dilakukan pelaksana untuk memudahkan proses penerbitan.

Terlihat  Lay out Radius gambar bagan yang dikeluarkan Junaedi A.Sitanggang,S.STP selaku Camat Siantar Utara, Mardiana,SH Kabid Verifikasi dan Perizinan, Lasidi Kasubbid Verifikasi, Sahben Siregar kasubbin Pengendalian yang tergabung dalam tim teknis sangat berbeda atau tidak sesuai dengan petaan lokasi yang sebenarnya. Ada juga indikasi penerbitan gambar bagan area radius yang sudah tidak sesuai hasil ukur sebelumnya di permainkan sehingga beberapa warga yang bermukim terkena radius sesuai panjang tower.

Konfirmasi pendapat warga atas pendirian tower telekomunikai milik PT. Datamitra Telekomunikasi dijalan Sriwijaya Radius 25meter yang diterbitkan dan ditanda tangani Junaedi A.Sitanggang Camat Siantar Utara Nomor : 700/1156/SU-X/2013 tanggal 27 Oktober 2013 hanya disetujui 5 orang warga. Terlihat kejanggalan akan surat telaah staf dimana tidak disetujui oleh warga setempat secara merata.

Boru Lubis (50) warga jalan Sriwijaya vokal menentang berdirinya tower tak ayal mendapat omongan pelecehan maupun makian dari LPM Kelurahan setempat yang pro kepada pihak pemborong yang melakukan pendirian tower

"Kilas balik sebelumnya oknum perangkat kelurahan meminta persetujuan warga akan pembangunan Antena Orari, bukan menara telekomunikasi tetapi kami tidak mengerti kenapa surat persetujuan pertama dari warga di salah gunakan oleh kecamatan guna memberikan surat rekomendasi" ujarnya

"Kami lakukan penyegelan karena kecewa akan tidak adanya sikap tegas Walikota untuk membongkar tower yang mengancam kelayakan hidup kami, sebelumnya juga DPRD Siantar pernah menyampaikan akan menghentikan pendirian tower sebelum adanya penyelesaian antara rekanan dengan warga setempat tetapi semua hanya bualan saja tidak ada relaitanya, mungkin DPRD yang merupakan wakil rakyat hanya mementingkan pemasukan kantong sendiri bukan mendengar jeritan rakyat" jelasnya

"Penyegelan pintu lipat ruko yang terbuat dari besi guna menjamin kesehatan dan terhindarnya warga setempat akan ancaman rubuhnya tower karena tidak pernah dilakukan uji kelayakan konstruksi bangunan" kesalnya

Mardiana,SH Kabid Verifikasi Perizinan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu selaku Koordinator Tim Teknis pendirian Tower yang bermasalah sebelumnya menjelaskan sudah dilakukan uji konstruksi bangunan sesuai prosedur oleh rekanan, lain dengan pernyataan warga setempat yang menjelaskan tidak ada dilakukan uji ukur kelayakan bangunan oleh pihak mana pun sehingga sangat meresahkan akan rubuhnya tower bisa menimbulkan kematian warga.

Drs. Esron Sinaga, M.Si selaku Ka.BPPT Pematangsiantar disambangi dikantornya berulang kali tidak pernah berada diruang kerja, begitu juga dikonfirmasi melalui hubungan selular dan pesan singkat tidak pernah bersedia memberikan informasi

Warga Melayu berharap Hulman Sitorus,SE selaku Walikota Pematangsiantar memberikan sanksi kepada Esron Sinaga yang jarang masuk kantor dan mengeluarkan IMB-HO tanpa melakukan Verifikasi dan pemetaan sesuai aturan yang berlaku. Ketegasan Walikota untuk mengeluarkan surat perintah kepada Kakan Satpol PP guna membongkar tower yang menjadi ancaman hak hidup warga sudah layak diterbitkan dalam waktu dekat.(SyamP)


19 Pati Polri Dimutasi, Kapolda Sumut Dijabat Irjen Pol Drs Eko Hadi Sutedjo SH

 Irjen Pol Drs Eko Hadi Sutedjo SH

BERITASIMALUNGUN.COM, Jakarta-MabesPolri kembali melakukan mutasi bagi para jajarannya. Kali ini ada 19 Pati Polri yang mendapat mutasi.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Ronny Franky Sompie membenarkan adanyamutasi tersebut.

"Ada 19 Pati Polri yang mendapatkan mutasi jabatan," singkat Ronny dalam pesan singkatnya, Rabu (27/8/2014) malam.

Berikut beberapa pejabat Polri yang dimutasi :
1. Kapolda Sumut dimutasi menjadi Sahli Kapolri bidang Sosbud, dan digantikan oleh Irjen Pol Drs. Eko Hadi Sutedjo, SH yang sebelumnya menjabat sebagai Gubernur Akpol.

2. Gubernur Akpol digantikan Irjen Pol Drs. Pudji Hartanto, yang sebelumnya menjabat Kakorlantas Polri.

3. Kakorlantas Polri digantikan Brigjen Pol Drs Condro Kirono, yang sebelumnya Kapolda Riau.

4. Kapolda Riau digantikan Brigjen Pol Drs Dolly Bambang Hermawan.

5. Kapolda Kaltim digantikan Irjen Pol. Drs. Andayono.

6. Wairwasum Polri digantikan Irjen Pol Drs Dicky Atotoy ;
Brigjen Pol Drs Bambang Sudarisman, SH (Foto Tengah)
7. Kapolda Jambi digantikan oleh Brigjen Pol Drs Bambang Sudarisman, SH menggantikan  Brigjen (POL) Satria H Prasetya. Bambang Sudarisman juga pernah menjabat Kapotabes Jambi.

8. Kapolda Kepri digantikan Brigjen Pol Drs Arman Depari, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim. (Tribunnews.com-Penulis: Theresia Felisiani Editor: Hendra Gunawan)

Inggou Victory Children Voice GKPS Raih Medali Emas di 3rd Bali International Choir Festival

Inggou Victory Children Voice (IVORY) GKPS mendapatkan Gold Medali Champion berfoto bersama usai pengumuman pemenang.
Inggou Victory Children Voice (IVORY) GKPS mendapatkan Gold Medali Champion berfoto bersama usai pengumuman pemenang. IST

BERITASIMALUNGUN.COM, Siantar-Inggou Victory Children Voice (IVORY) GKPS menjadi paduan suara pembuka pada acara 3rd Bali International Choir Festival (BCIF), Selasa (26/8/2014). Inggou Victory dalam kesempatan ini mengikuti tiga kategori, yaitu kategori Children, Teenager dan Musica Sacra.

Dan, Kamis (28/8/2014) menjadi sejarah baru bagi Inggou Victory Children Voice GKPS. Dari tiga kategori yang diikuti, Children dan Teenager mendapatkan Gold Medal Champion yang menjadi tiket untuk merebut Champion in Grand Prix Championship. Untuk kategori Musica Sacra, IVORY meraih Gold Medal.

Dibalut perpaduan kostum modern tradisional, Inggou Victory GKPS berhasil memukau 5.000-an penonton yang memadati Gedung GBI Rock, Lembah Pujian, Denpasar, Bali, yang menjadi tempat diselenggarakannya pertandingan perebutan ‘Sang Juara’ di level tertinggi, Grand Prix. Dengan membawakan enam lagu, Ampeu Shelo Heo, Non Nobis Domine, Inday Sabalitaw, Orde E, O Magnum Misterium dan Jubilate Deo, IVORY GKPS dinobatkan menjadi The Grand Champion in Grand Prix Championship pada the 3rd Bali International Choir Festival 2014 ditambah dengan medali emas tertinggi. Prestasi ini diraih IVORY GKPS  setelah bersaing dengan 87 kontingen paduan suara yang mengikuti acara ini.

Penyerahan medali emas, trofi dan seritikat untuk IVORY GKPS secara langsung diberikan Prof Andre Quadros selaku Artistik Director yang berasal dari Amerika. Hadiah kemenangan ini langsung diterima Roynaldo H Saragih dalam hal ini sebagai music director IVORY GKPS dan seluruh tim.

“Ini benar-benar di luar dugaanku, Allah sungguh luar biasa kepada kami semua, anak kampung jadi Juara tingkat internasional yang dinilai oleh para juri paduan suara terkemuka dan terkenal di dunia,” ujar Roynaldo Saragih.

“Selamat atas prestasi yang diraih oleh IVORY GKPS pada 3rd Bali International Choir Festival 2014. Prestasi ini perlu ditingkatkan ke depan dalam meraih prestasi yang lebih lagi. Kepada tim pokja, saya harapkan meningkatkan semangat dan kebersamaan dalam pelayanan ini,” kata Ketua Pokja Juniamer Purba.

Wajah gembira dan rasa haru terlihat di wajah anak-anak IVORY GKPS saat mengetahui tercatat sebagai peraih medali emas tertinggi dari seluruh kategori yang ada. Pulau Dewata, Bali memberikan sejuta pesona dan kenangan yang tidak terlupakan bagi Inggou Victory.

Kemenangan ini sekaligus menjadi undangan terhormat kepada IVORY GKPS untuk mengikuti The London International Music Festival 2016 mendatang. (Rel/Lee)

Gamawan Fauzi: Pemekaran Kabupaten Simalungun Masih Sulit Diwujudkan


Gamawan Fauzi
BERITASIMALUNGUN.COM, Jakarta-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, belum bersedia membeber apakah usulan pemekaran Kabupaten Simalungun Hataran menjadi bagian yang memenuhi syarat untuk dimekarkan dari 65 pakret Rancangan Undang-Undang Daerah Otonomi Baru (DOB), sebelum berakhirnya masa bakti DPR periode 2009-2014. Demikian halnya dengan Provinsi Tapanuli (Protap).


"Kan sedang dibahas. Kalau sudah clear (rampung) pembahasan antara kita dengan dewan (DPR,red) itu pengambilan keputusan, saya akan lapor presiden,” ujarnya di Jakarta, Jumat (29/8/2014).

Menurut Gamawan, pembahasan masih akan dilanjutkan dengan DPR dalam waktu dekat. Meski begitu pemerintah katanya, telah mengantongi hasil kajian-kajian yang dilakukan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 tentang tata cara pembentukan, penghapusan dan penggabungan daerah.

“Kajian sudah selesai dan aturannya sudah diinventarisasi. Sekarang tergantung DPR dalam pembahasannya. Kita sudah sampaikan alasan dan pendapat,” katanya.

Saat kembali coba ditanya berapa persen dari 65 RUU DOB yang memenuhi syarat untuk disahkan pada masa bakti DPR 2009-2014, Gamawan menegaskan Kemendagri tidak ada memiliki target.

“Targetnya, ya yang memenuhi syarat. Tadi pagi saya sudah bicara dengan pak Djo (Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Prof Djohermansyah Djohan, red). Dari 65 ini didalami terus persyaratan-pesyaratannya menurut PP 78. Kalau memenuhi syarat, saya akan lapor ke pak Presiden dalam hal pengambilan keputusan nanti,” katanya.

Pandangan senada juga dikemukakan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Abdul Hakam Naja. Menurutnya, DPR tidak memiliki target berapa dari 65 DOB yang diusulkan akan disahkan dalam waktu dekat. “Untuk DOB, kami tidak ada target berapa persen. Hanya daerah yang memenuhi syarat saja,” katanya.

Meski begitu, ia optimistis beberapa usulan dari 65 RUU DOB yang diajukan segera dirampungkan. “Pekan depan di awal September kita akan segera mengesahkan daerah yang memenuhi syarat dari 65 DOB yang ada,” katanya.

Secara terpisah, Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso juga meyakini pandangan Hakam. Menurutnya, usulan yang memenuhi syarat akan segera disahkan sebelum DPR periode 2009-2014 berakhir. “Yang tidak memenuhi syarat ya gak diberikan (tidak disahkan, red),” katanya di Gedung DPR RI Jakarta, Jumat petang.

Keyakinan Priyo hadir karena menurutnya Panja DOB yang dpimpinan Agun Gunanjar Sudarsa kini sudah melakukan koordinasi dengan Kemendagri. “Prosesnya masih berjalan di Komisi II. Sudah koordinasi (dengan pemerintah). Jadi (kesepakatannya) hanya daerah yang memenuhi syarat,” katanya.

Ditanya terkait informasi akan ada paripurna pengesahan RUU DOB 5 September mendatang, Priyo mengatakan belum ada jadwal. Menurutnya, rapat paripurna baru akan ditetapkan sampai ada sinyal dari Komisi II. (Ant/Lee)

Inilah Karya-Karya Taralamsyah Saragih

Written By Beritasimalungun on Friday, 29 August 2014 | 14:44

Taralamsyah Saragih
BERITASIMALUNGUN.COM, Siantar-Taralamsyah Saragih memang sudah tersohor di Tanah Air dan juga karya-karyanya. Berikut ini Karya-karya Taralamsyah:
A. Tarian
1. Sitalasari (1946)
2. Pamuhunan, Simodak odak, Haro haro (1952)
3. Sombah (1953)
4. Runten Tolo (1954)
5. Nasiaran (1955)
6. Makkail dan Manduda (1957)
7. Haroan Bolon (1959)
8. Uou (1960)
9. Tari Tembakau (1964)
10. Panak Boru Napitu (1966)
11. Oratorium Kelahiran Nabi Isa (1966)
12. Sendra Tari Yassin (1967)
13. Erpangir (1968)
14. Sendra Tari Ramayana (1970)
15. Sejumlah tarian Melayu juga dia ciptakan

B. Karya Musik Berupa Lagu:
1. Eta Mangalop Boru
2. Parmaluan
3. Hiranan
4. Inggou Parlajang
5. Tarluda
6. Parsonduk Dua
7. Padan Na So Suhun
8. Tading Maetek
9. Pamuhunan
10. Paima Na So Saud
11. Sihala Sitaromtom
12. Sanggulung Balun-balun
13. Ririd Panonggor
14. Marsialop Ari
15. Mungutni Namatua
16. Pindah-Pindah
17. Inggou Mariah
18. Uhur Marsirahutan
19. Poldung Sirotap Padan
20. Bujur Jeham
21. Simodak Odak (ciptaan bersama dengan Tuan Jan Kaduk Saragih)
22. Ambit pori
23. Paima Na So Saud
24. Andeka
25. Doding Manduda
26. Parsirangan
27. Hira hira nasimbei
28. Pindah pindah
29. Ilah Bolon
30. Ilah Nasiholan
31. Inggou Mariah
32. Inggou Parlajang
33. Sermadengan dengan
34. Ippol Marpanayok
35. Mariah Sibahuei
36. Sitalasari
37. Martomu Samon
38. Mase
39. Tuan ma gunung Malela
40. Runten tolo

Karya Lagu yang di gubah kembali:
1. Parsirangan
2. Doding Manduda (gubahan ilah tradisi dari Ilah I Losung)
3. Ilah Nasiholan
4. Marsigumbangi
5. Na Majetter (gubahan ilah tradisi dari Ilah Bolon)

ABG Cantik Dea Syahfitry Damanik Gadaikan Motor Pinjaman

Menampilkan IMG-20140828-00893.jpg
Dea Saat memohon untuk tidak dibawa kekantor Polisi.Foto SyamP
BERITASIMALUNGUN.COM, Siantar-Dea Syahfitry Damanik (18) warga BTN Tojai Samping dengan bermodalkan wajah cantik nekat menggelapkan sepeda motor Yamaha Mio Seoul BK 4028 XW kesalah seorang penadah bernama Andra.
Dea ditemukan di salah satu teras rumah warga Tanjung Tongah, Rabu (27/8/2014) pukul 23.30Wib yang sudah lama di incar dan dicari pemilik sepeda motor. 

Tanpa adanya perlawanan wanita ABG berambut hitam warna kulit sawo matang poros wajah cantik dibawa kerumah kediaman Chandra dijalan Silau Raya Kelurahan Siopat Suhu Kecamatan Siantar Timur
Dengan ratapan air mata memohon supaya tidak dibeserahkan kepihak kepolisian Dea membenarkan dirinya bersama temanya Intan Siregar (20) warga Jalan Kavileri Pematangsiantar menggadaikan sepeda motor milik Chandra yang dipinjam dengan alasan mengambil Hand Phone (HP)

"Saya dengan Intan yang menggadaikan kreta si Dedek (Nama panggilan Chandra) pak melalui teman kami bernama Andra anak tanjung pinggir rumahnya arah koperasi" jelas Dea

"Kami menggadaikan kretanya sebesar Rp.1.000.000.- uangnya kami pakai untuk jalan jalan ke Medan pak. Tolonglah pak jangan dibawa saya kekantor polisi. Kita kerumah nenek saya pak di perumahan BTN Tojai supaya kita tebus pak. Tolong saya pak saya disini tinggal sama nenek saya sejak kecil karena kedua orang tua saya tinggal dibatam" pintanya

"Saya minta maaf pak saya akui kesalahan saya, kita kerumah saja pak supaya saya minta uang nenek kita tebus kretanya tapi janganlah saya dibawa kekantor Polisi pak, karena teman saya Intan tidak pernah kelihatan lagi pak, kami sudah pisah, kami hanya menggadaiakan keretanya pak karena tanpa STNK" jeritnya

Kurang puas dengan perangai Dea yang begitu terlihat sangat menyesalkan perbuatanya Syafrudin (Orang tua Chandra) langsung menghampiri kantor Polsek Siantar Timur yang tidak jauh dari kediamanya.

Alhasil dua orang personil Polsek, Kamis (28/8/2014) pukul 00.58wib langsung terjun kerumah kediaman Syafrudin dan membawa Dea untuk penyelidikan secara prosedur hukum
Setibanya di Polsek malah personil Polsek Siantar Timur menyuruh Syafrudin supaya melakukan laporan kehilangan di kantor Polsek Siantar Martoba menimbang Tempat Kejadian Perkara (TKP) diwilayah hukum Polsek Martoba.

Syafrudin dibantu dengan anaknya Chandra dan dua orang saudara yang sudah lama mencari keberadaan Dea terlihat sangat puas karena berhasil menemukan Dea yang sedang duduk diteras salah satu rumah warga bilangan Tanjung Tongah Siantar Martoba.(SyamP)

Jelang Pilkada, Pemkab Simalungun Naikkan Aparat Desa

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 27 August 2014 | 14:39

Pangulu Ujung Mariah Kecamatan Pamatang Silimakuta Kab Simalungun, Lumumba Sidauruk (kiri). Foto Asenk Lee Saragih
BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Simalungun, Pemkab Simalungun menaikkan gaji jajaran aparat desa terhitung mulai tahun 2015 sebagai upaya meningkatkan semangat kerja dalam melaksanaan program pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Gaji untuk lurah menjadi Rp3 juta per bulan, Pangulu (kepala desa) Rp2,5 juta, sekretaris desa (nonPNS) Rp1.750.000, kepala urusan umum Rp1.250.000, Gamot (kepala lingkungan), Rp1.000.000, dan LKMD Rp300.000, kata Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih, Selasa. (Baca Juga Indikasi Pangulu Terlibat Politik Uang)

Ia berharap para Pangulu beserta perangkat desa lainnya akan lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan lebih sering turun ke tengah-tengah masyarakat.

"Mereka (Pangulu dan perangkat desa) inilah ujung tombak dalam memberikan pelayanan di masyarakat dan sebagai motor penggerak suksesnya program pemerintahan di desa," katanya.

Bupati juga menyampaikan bahwa pada tahun 2015, Pemkab Simalungun mengusulkan kenaikan tambahan penghasilan sesuai dengan beban kerja (insentif) kepada para staf sebesar Rp1 juta per bulan.

Terkait tenaga honorer, bupati mengimbau kepada pimpinan SKPD dimasing-masing unit kerja untuk mendata kembali dan disampaikan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

"Ini untuk memudahkan penggajiannya. Saya menginginkan gaji honorer minimal sama dengan Upah Minimun Regional (UMR)," jelas Bupati.(Ant/Lee)

Petani Desa Hunalang Mendulang Rupiah dari Kotoran Sapi

"Gereta Horbo" Transportasi Pertanian di Simalungun, Khususnya di Kecamatan Silimakuta.IST
*Kelompok Tani Binaan Bank Indonesia

BERITASIMALUNGUN.COM, Purba-Di pedalaman Nagori (desa) Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara nun asri, semangat para petani  yang tergabung dalam Kelompok Tani Maju (salah satu kelompok tani binaan  Bank Indonesia) tak kalah dengan hiruk pikuk perkotaan yang berkejaran dengan  putaran roda waktu.

Berbekal semangat dan keahlian bercocok tanam yang diwarisi secara turun temurun, kelompok tani di desa ini perlahan mulai melihat secercah harapan akan hari esok yang lebih baik. Bukannya mimpi di siang bolong, harapan itu tidak hanya sebatas angan-angan penggembala yang tertidur di bawah pohon  Hariara.

Jika sebelumnya petani yang tergabung dalam kelompok ini hanya dihadapkan dengan cangkul dan kotoran ternak, sejak kehadiran Bank Indonesia lewat Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) pada tahun 2012 silam. 

Sekitar 20 orang petani yang tergabung dalam UMKM kelompok tani Maju di desa ini mulai merasakan dampak positif dari usaha mereka, baik dari segi peningkatan produksi pertanian  maupun ilmu pengetahuan , serta kesadaran mereka akan lingkungan hidup.

Sebelumnya kelompok ini sudah terbentuk sejak sekitar empat tahun silam, namun hanya sekadar sekawanan petani yang sering berkumpul dan berbagi cerita saja. 

Hingga akhirnya Bank Indonesia melakukan pendekatan yang menyentuh secara langsung (promotionale role), mulai dari kegiatan pelatihan, penyediaan informasi, hingga pemberian bantuan teknis.

Kelompok ini akhirnya diarahkan dan dibina lewat beberapa program yang telah berhasil dikembangkan BI di tempat lain.

Sepuluh ekor sapi milik anggota kelompok yang sebelumnya ditambatkan di sekitar rumah masing-masing akhirnya disatukan di dalam satu kandang. Namun anggota yang memiliki ternak tidak diberatkan dengan biaya pembuatan kandang, melainkan dengan menggunakan bantuan berupa hibah yang diberikan BI.

Anggota kelompok ini pun diajarkan tentang keuntungan yang akan didapat dengan pola baru tersebut. Sepuluh ekor sapi yang sebelumnya tergembala tak beraturan, kini sudah ditempatkan di satu kandang. Sebelumnya sapi – sapi milik petani ini tanpa disadari telah  ikut menyumbangkan kerusakan lingkungan dan pemanasan global (global warming ) lewat  gas metana dari kotoran sapi yang  terbuang lepas ke udara.

Seperti dikutip dari  “laporan PBB (FAO) yang berjudul livestock’s long shadow: enviromental issues and options (dirilis bulan november 2006), PBB mencatat bahwa industri peternakan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang paling tinggi (18%), jumlah ini melebihi gabungan dari seluruh transportasi di seluruh dunia (13%). 

PBB juga menambahkan bahwa emisi yang dihitung hanya berdasarkan emisi co2 saja, padahal industri peternakan juga merupakan salah satu sumber utama pencemaran tanah dan air bersih. 

Peternakan melepaskan 9 % karbondioksida dan 37 % gas metana (23 kali lebih berbahaya dari co2). Selain itu, kotoran ternak menyumbang 65 % nitrooksida (296 kali lebih berbahaya dari co2), serta 64 % amonia penyebab hujan asam.”

Di Nagori Hinalang , Kelompok Tani  Maju , tak lagi membiarkan  kotoran sapi  merusak lingkungan, dengan  Bio digester  yang juga dihibahkan Bank Indonesia, kotoran sapi  ini diolah menjadi biogas yang  menghasilkan  bahan bakar gas yang bisa digunakan sebagai sumber energi panas. 

Tak hanya sampai disitu, kotoran sapi yang biasanya mereka  gunakan sebagai pupuk  untuk pertanian mereka kini dapat dimanfaatkan lebih efisien dan praktis . Kini mereka menggunakan Sellury  (pupuk  dari proses bio digester  yang sudah berbetuk cairan ) , praktis dan ramah lingkungan.

Saat berkunjung ke lokasi tersebut, penulis  mendapat penjelasan dari Mansen Sipayung (54) salah seorang anggota kelompok yang begitu bersemangat  bercerita tentang kelompoknya.

Mansen, petani yang memiliki tiga orang anak ini  menjelaskan sebelumnya ia sempat  meninggalkan profesinya sebagai petani , ia memilih jadi pedagang sayuran yang membawa hasil bumi dari desanya ke  pusat pasar di Pematag Siantar. Namun karena  faktor  financial yang tak mencukupi dari hasil berdagang , ia pun kembali bertani untuk memenuhi kebutuhan 3 anak  dan istrinya.

Dua  ekor sapi miliknya pun digabungkan satu andang dengan milik rekan kelompoknya. Setiap harinya  tiap pemilik sapi member makan  sapi milik masing- masing sedangkan untuk sellury yang dihasilkan dari biodigester mereka manfaatkan secara bersama –sama untuk lahan pertanian cabe dan tomat .  

 Ia juga mengaku  kalau  saat ini  biogas yang dihasilkan dari biodigester kelompoknya telah mampu menyuplai kebutuhan bahan bakar gas   untuk empat rumah tangga. Namun karena rumah nasing-masing anggota  letaknya agak jauh dari lokasi kandang maka  sementara waktu mereka memberikannya secara cuma-cuma  kepada warga sekitar.

“ Untuk saat ini   sellurry  dari bio digester ini masih mencukupi untuk kebutuhan  pertanian kami, sedangkan gasnya uda bias dipake empat  rumah tangga. Tapi sementara ini kami kasi gratis dulu lah sama warga, rumah kami agak jauh “. Jelas Mansen.

Harapan  Mansen dan kelompoknya agar  Bank Indonesia tetap mendampingi mereka . “ Saat ini memang kami belum mendapatkan uang yang begitu besar secara langsung dengan adanya bio digester ini, namanya juga baru permulaan. Tapi kami yakin kedepan ini akan menghasilkan keuntungan yang besar” . jelasnya lagi.

Setiap harinya  dari 10 ekor ternak sapi Bio digester  kelompok ini  dapat menghasilkan sampai sekitar 300 liter sellury. Kepada warga yang ingin membeli Sellury  , kelompok ini menjualnya senilai  Rp 3000 / jerigen (20 liter). Harga ini memang masih jauh lebih rendah disbanding harga yang dibanderol peternak di Jawa yang  mencapai  Rp 500 – 1000  per liternya.

Dengan demikian  “Kotoran Sapi” milik  kelompok tani ini sudah dapat menghasilkan rupiah yang lumayan. Asumsinya , jika  tiap rumah tangga mengabiskan 3 tabung gas elpiji 3 kg perbulannya . Maka  Bio digester ini telah dapat menyuplai  12 tabung gas perbulan , dengan rincian harga sekitar  Rp 15 ribu pertabungnya . 12 tabung  x  Rp15000 =  Rp180 ribu  perbulanya akan dihasilkan dari penjualan biogas.

Ditambah lagi dari hasil penjualan sellury , dengan asumsi  300 liter  x  30 hari  = 9000 liter. Jika  1 liter sellury bernilai Rp 500 maka  9000 liter x Rp 500 = Rp 4,5 juta akan dihasilkan tiap bulannya dari sellury.

Ini baru dihasilkan 10 ekor sapi, sementara kandang dan biodigester yang dihibahkan  Bank Indonesia   dapat menampung 20- 25 ekor sapi. Dengan demikian  hasilnya akan bertambah dua kali lipat. Sebelumnya pihak Bank Indonesia juga sudah pernah memberi bantuan hibah dana  sebesar  Rp 14 juta  untuk  modal budia daya cabe dan sayuran.

Asumsi ini dibenarkan oleh Frans Gustav Sirait, Konsultan Pengembangan Usaka Mikro Kecil dan  Menengah(UMKM) Bank Indonesia Siantar.”Idealnya 2-3 ekor sapi dapat menyuplai kebutuhan  energy panas dalam bentuk gas, untuk dsatu rumah tangga. Jadi kalau 10 ekor sapi bisa menyuplai kebutuhan gas  4-5 rumah tangga.Kapasitas Bio Digester bantuan Bank Indonesia ini dapat menampung 20- 25 ekor sapi.” Jelasnya.

Program ini sendiri  merupakan peran Bank Indonesia dalam membantu pengembangan  dan pemberdayaan UMKM dalam rangka mencapai  pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan, sesuai dengan fungsi dan tugas nya  sebagai  bank sentral. Dimana saat ini Bank Indonesia tidak lagi  memberikan bantuan  keuangan dan kredit likuiditas.

Kepala KPw.BI Pematangsiantar, Agus Budiono mengatakan, kepedulian kepada masyarakat sekitar/relasi komunitas kata dia, dapat diartikan sangat luas. selain wujud penerapan prinsip Good Corporate Governance juga terkait untuk mendukung pencapaian tujuan Millenium Goals Development.

Agus Budiono didampingi, Kasi Kelommpok Pemberdayaan Sektor Riil dan UMKM, James Lumbantobing, Kasi Survey dan Statistik, Siska Sihaloho, dan Konsultan Pengembangan UMKM, Frans Gustav Sirait beberapa waktu lalu pun mendatangi  kelompok tani binaannya.( Rivay Bakkara/Kompasiana)

Agusto Maniel Silalahi Bicara Soal Kelemahan Pemkot Siantar Semasa Kepemimpinan Hulman Sitorus

Agusto Maniel Silalahi.Ist FB
BERITASIMALUNGUN.COM, Saintar- Salah seorang pemuda Siantar yang disebut-sebut akan mencalonkan diri menjadi Walikota Pematangsiantar, Agusto Maniel Silalahi, mengatakan kelemahan pemerintah selama ini adalah kurang memberikan peluang bagi kaum muda. Ia berharap pemerintah selalu memberikan kesempatan kepada kaum muda karena lebih energik, bebas dan mampu mengeluarkan ide-ide yang cemerlang.

Selain itu, ia juga berharap sukses Pilkada 2015 akan muncul dari kaula muda yang dapat membangun Siantar dengan image baru dan masyarakat yang maju.

"Kepada generasi muda, jangan merasa rendah diri, miskin atau tidak dari status sosial yang hebat. Semua pasti punya kesempatan. Indonesia masih gelap karena kurang peran pemimpin muda yang tangguh. Siantar butuh pemimpin muda yang tangguh," katanya, Selasa (26/8/2014).

Sementara itu, pengamat politik di Siantar Sarmedi Purba, mengatakan ide untuk membangun demokrasi agar menyejahterakan masyarakat tidak harus diajukan dengan maju jadi pemimpin. Sebab, tanpa maju pun, masyarakat juga mampu menyampaikaan ide-ide cemerlang untuk membangun demokrasi. "Kalau selama memimpin tidak baik, ya jangan pilih lagi. Tidak perlu kita ributi," katanya.

Sementara menurut aktifis sosial Rocky Marbun, kaum muda akan lebih energik dalam konteks Pilkada yang dipilih rakyat. Tetapi, dalam konvensi rakyat, rakyat harus mampu memilih pemimpinnya tanpa adanya traksaksi.

"Kebutuhan rakyat harus dikordinir calon pemimpin, maka bagaimana rakyat memilih calonnya karena saat ini orang menang jika punya uang. Kemudian, setelah pemimpin terpilih, persoalannya Siantar mau diapai. Di situlah peran pemimpin sangat dibutuhkan, pemimpin juga harus mampu berdampingam dengan rakyat," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Komisioner KPU Pematangsiantar Batara Manurung mengatakan, bagi calon independen yang ingin menjadi calon Walikota Siantar, diperlukan sedikitnya 14.500 dukungan suara awal yang ditunjukkan dengan menyerahkan KTP pendukung kepada KPU.

"Untuk perorangan, dia harus punya lima persen dukungan suara dari jumlah penduduk Siantar. Kalau kita lihat dari jumlah penduduk sekarang, maka itu berarti sekitar 14.500 atau 15.000 dukungan KTP yang harus diajukan kepada KPU," ujarnya, dalam diskusi politik jelang Pilkada 2015 dengan tema "Dimana pemuda dalam kontestasi Pilkada", di Hotel Siantar.(Tribun.com)

TARI DENGAN HASIL KOREOGRAFI TARALAMSYAH

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 26 August 2014 | 14:48


Tarian Sitalasari Oleh Penari Simalungun dari SMA 1 P Raya di Lomba tari Daerah Sumut di Open Stage Dalam rangka PDT 28 DES 2011.Foto Asenk Lee Saragih
BERITASIMALUNGUN.COM-Taralamsyah Saragih bukan saja bergerak dibidang seni tarik suara. Seniman Simalungun yang lama di Jambi ini juga ternyata menggeluti koregrafi Tarian Simalungun. Berikut ini tarian hasil koreografi Taralamsyah Saragih.

TARI DENGAN HASIL KOREOGRAFI TARALAMSYAH
Dalam ranah tari Simalungun, banyak jenis tari lahir dari koreografinya. Sebut saja:
1. Tari Sitalasari (1946)
2. Pamuhun, Simodak odak, Haro-haro (1952)
3. Sombah ( merupakan penyelarasan tortour Sombah yang telah lahir dari akar leluhur, 1953)
4. Runten Tolo (1954)
5. Nasiaran (1955),
6. Makail, Manduda (1957)
7. Haroan Bolon (1959),
8. Uou (1960),
9. Tembakan (1964),
10. Panak Boru Napitu (1966),
11. Erpangir (1968) serta banyak lagi tari dan sendratari yang ia ciptakan dari tangan dinginnya.
Catatan: Dari blog Muhar Omtatok.

(DRAF FINAL) Keluarga Taralamsyah Saragih Tak Pernah Menerima Royalti

Taralamsyah Saragih (Alm) .Dok Simon Saragih
BERITASIMALUNGUN.COM-Dengan nama yang begitu besar dan karya-karya yang terus bergema hingga sekarang, apakah Taralamsyah makmur? Ternyata tidak. Jangankan makmur, hidup secara rata-rata pun tidak bisa. Edy Taralamsyah putra dan ahli warisnya tanpa ragu mengatakan demikian. “Kami tidak ditinggalkan warisan apapun,” kata Eddy.
 
Nama besar Taralamsyah melampaui banyak nama para elite masa lalu Simalungun. Akan tetapi jangan membayangkan dia memiliki harta banyak seperti yang dimiliki para direktur perkebunan, pejabat Simalungun yang pernah menduduki jabatan tinggi di pemerintahan.

Jangan pula bayangkan dia tinggal di rumah mewah sebagaimana dimiliki para elite kaya Simalungun. Taralamsyah tinggal di rumah kontrakan di Jambi seperti terlihat dari gambar di atas.

Hal itu dibenarkan James Purba Tanjung, Wakil Presiden Direktur PT Pos Indonesia, yang dalam kunjungannya ke Jambi menyempatkan diri bertemu para putri Taralamsyah. James pun memotret gambar rumah tampak luar seperti pada gambar di atas.

Edy tanpa malu mengatakan, “Sebenarnya kami terlantar secara keuangan di masa kecil.” Saat masih tinggal di Medan pun, mereka menempati rumah milik keluarga Siregar, keluarga dari Siti Mayun Siregar, istri Taralamsyah.

Keluarga pun tidak menerima royalti lagu-lagu Simalungun yang terus didaur ulang ke dalam berbagai versi. “Sering kita lihat lagu-lagu karya bapak direkam ulang tetapi kami tidak menerima royalti. Pernah memang kami mendapatkan royalti tetapi itu sangat jarang,” kata Edy.

“Karena itu begitu bapak pensiun sebagai pegawai di Pemda Jambi, keluarga tinggal di rumah kontrakan dan tidak lagi di rumah dinas,” kata Edy seraya mengatakan bahwa secara ekonomi keluarga tidak diuntungkan dari karya musik Taralamsyah. 

“Hanya sekali saya pernah menerima uang Rp 500.000 karena ada yang paham soal hak cipta,” kata Edy yang tidak mengingat lagi siapa pemberi royalti itu.

Namun demikian keluarga tidak menyesali semua itu. Baik Edy maupun para putri Taralamsyah tetap bangga pada torehan karya bapak mereka yang masih terdengar hingga sekarang.

Bagi keluarga ini materi bukan ukuran kebesaran nama Taralamsyah. Mereka sudah sangat bangga saat mengetahui bahwa bapak mereka masih diingat dan dihargai. Keluarga Taralamsyah juga unik, tidak merasa perlu menuntut hak royalti dan penghargaan lainnya.

Meski demikian, adalah kesadaran hukum dari para penyanyi dan perusahaan dapur rekaman untuk menghargai kekayaan hak intelektual milik Taralamsyah.(Simon Saragih)

JR Saragih Mulai Atur Strategi untuk Muluskan Periode Ke Dua Bupati Simalungun

Kantor Bupati Simalungun yang lahannya masih dalam sengketa.
BERITASIMALUNGUN.COM, P Raya-Kini Bupati Simalungun JR Saragih mulai menyusun strategi untuk mematahkan mitos hanya satu periode Bupati Simalungun sejak Pilkada Langsung di lakukan. Setidaknya ada 6 poin strategi mengambil simpatik elemen masyarakat dan birokrasi di Simalungun.

Berikut ini ungkapan Choir Nasution, seorang penggiat aktifis di Kabupaten Simalungun dalam status akun jejaring sosialnya.

6 Kekuatan mulai di susun Bupati Simalungun (JR Saragih Dalam memecahkan Mitos 1 Periode.......!
1. Menaikkan Gaji Aparatur Desa (Pangulu)
2. Mengeluarkan segala insentif bagi PNS di Pemkab Simalungun.....
3. Mencairkan Dana Sertifikasi Guru Yang sudah lama terhambat.....
4. Menaikkan Beasiswa Bagi Para Siswa
5. Memberikan pelayanan kesehatan gratis......!
6. Mengganti atau memutar semua Pejabat eselon Di lingkungan Pemkab Simalungun awal april atau awal mei 2015
Bupatiku baik ..... Rakyatnya pun sangat baik....!
Tiada tandingnya bupatiku.....!


Benny Purba Janji Sanggub Benahi PDAM Tirtalihou

Foto Penarakyat.com
BERITASIMALUNGUN.COM, P Raya-Dinilai banyak pihak tak kapabel, Dirut PDAM Tirtalihou yang baru saja dilantik beberapa waktu lalu, Benni Purba, mengatakan ia akan membuktikan bahwa dirinya mampu. Ia pun mengaku punya banyak sertifikat bahwa dirinya cukup berpengalaman dalam urusan air minum.

"Mengenai sertifikat tidak ada menjadi persyaratan dibuat oleh tim penjaringan. (Tapi) Kalau dibutuhkan saya punya banyak sertifikat baik dalam negeri maupun luar negeri. Kalau tentang pengalaman mengenai air minum ada 20 tahun lebih," katanya, Minggu (24/8/2014), saat dikonfirmasi mengenai kapabilitasnya memimpin PDAM.

Terkait tudingan yang mengatakan bahwa ada tindakan mark-up yang dilakukan saat pengangkatan dirinya dan dua direksi lainnya, Benni mengatakan bahwa jumlah pelanggan PDAM Tirtalihou saat ini 30.200, sedangkan pelanggan aktif 27.300.

"Jumlah pelanggan 30.200, tapi yang aktif 27.300," katanya. Benni pun mengaku tak tahu soal adanya unsur nepotisme dalam penyaringan beberapa waktu lalu.

"Kalau masalah nepotisme itu urusan tim penjaringan direksi. Yang jelas saya tidak mempunyai hubungan darah dengan tim penjaringan dan bupati Simalungun," katanya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi Simalungun Mixnon Andreas Simamora mengatakan, pengangkatan direksi PDAM Tiratalihou telah sesuai prosedur. Ia juga menyebut bahwa pengangkatan tiga direksi PDAM juga tak menyalahi Permendagri Nomor 2 tahun 2007, seperti yang ditudingkan banyak pihak.

"Kenapa dilanggar? Gak ah. Yang lama saja pun tiga direksinya, dengan pelanggannya 27 ribu. Kalau memang salah, berarti kan kalau begitu selama ini juga sudah salah," ujarnya.

Sebelumnya anggota DPRD Simalungun Bernhard Damanik, mengatakan bahwa kapabilitas Benni memimpin PDAM diragukan. Pasanya, selain gagal membawa PD Agromadear maju, Benni juga pernah gagal saat memimpin PDAM pada periode 2006-2010, tegasnya. (Sumber:Tribun.com)

Dipertayakan Kontruksi Jembatan Jalur Lintas Siantar-Tanahjawa yang Amblas




BERITASIMALUNGUN.COM, Simalungun-Jembatan sementara Bahbiah Anak atau yang lebih dikenal dengan nama Jembatan Marihat 122, di Jalan Melanthon Siregar, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, kemarin, amblas. Lalulintas dari arah Pematangsiantar menuju Tanahjawa maupun sebaliknya lumpuh, Senin (25/8/2014).

Menurut Pendi, salah seorang warga sekitar, jembatan sementara yang terbuat dari batang pohon kepala itu amblas tadi malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Jembatan amblas akibat hujan deras yang mengguyur sepanjang malam, yang menyebabkan tanah di sisi jembatan longsor.

"Tadi malam kan hujannya deras kali. Airnya sampai meluap. Itu tingginya segitu itu. Kan nampak sampah-sampahnya itu nyangkut. Terkikis tanahnya kan, amblaslah," ujarnya.

Pendi mengatakan, tidak ada korban saat peristiwa terjadi. "Aku pas kebetulan jam 12 (24.00) mau pulang kan. Kutengok udah amblas. Gak ada orang. Kurasa gak ada korbanlah," katanya.

Pendi mengatakan, jembatan sementara tersebut dibuat sekitar sebulan yang lalu, ketika masa-masa Lebaran, mengingat perbaikan jembatan yang asli masih dalam proses pengerjaan.

"Kurang lebih sebulanlah. Kalau gak salah pas Lebaran kemarin. Iya, pas Lebaran kemarin," ujarnya.

Adapun Jembatan Bahbiak Anak menghubungkan jalur lintas Sumatera, dari Pematangsiantar ke Tanahjawa, BP Mandoge, maupun ke Perdagangan.

Jembatan aslinya sejak 17 Juni 2014 mulai dikerjakan dengan nilai kontrak Rp 4.394.832.054, dengan masa pelaksanaan 180 hari.

Pekerjaan merupakan naungan dari Dinas Bina Marga Sumatera Utara (Sumut), dengan dana bersumber dari APBD Provinsi Sumut. Sementara kontraktor pelaksana adalah PT Parik Sabungan. (Sumber: Tribun.com)

Rencana Rehabilitasi Gedung Dinkes Siantar Beraroma Sarat Kepentingan

Written By Beritasimalungun on Monday, 25 August 2014 | 10:41

Menampilkan IMG-20140822-00866.jpg
Kondisi Kantor Dinkes Siantar yang terlihat masih kokoh. Ft SyamP
BERITASIMALUNGUN.COM, Siantar-Rencana rehabilitasi Gedung Dinas Kesehatan Pematangsiantar dituding sarat kepentingan. Pasalnya kini kondisi bangunan kantor Dinas Kesehatan Jalan Sutomo No. 246 Pematangsiantar  hanya mengalami keretakan di beberapa dinding alias masih bisa dilakukan renovasi ringan guna mendempul bagian yang rusak melihat kekuatan bangunan masih sangat kokoh. Namun Pemkot Siantar berencana merehabilitasi gedung tersebut.
Bangunan yang kondisi masih bagus tpi akan dibongkar sehingga adanya terihat penghamburan uang, bahkan DPRD Kota Siantar diduga dalam hal ini sudah kecolongan bila menyetujui rencana yang dianjurkan Pemko Siantar, melihat masih banyak bangunan yang merupakan aset Pemko lebih layak lagi dilakukan rehabilitasi berat

Rencana rehabilitasi berat gedung kantor Dinkes dengan kode lelang 137526 dengan penentuan pemenang lelang sampai saat ini masih dalam tahapan Pascakualifikasi menggunakan metode pengadaan e-Lelang namun dalam hal pemilihan pemenang tender harus adanya pengawasan ekstra dari inspektorat, DPRD begitu juga dengan aparat penegak hukum yang memiliki wewenang dalam penanganan penyimpangan keuangan

Sumber anggaran APBD Tahun Anggaran 2014 dengan besar pagu dana senilai Rp 4.155.000.000,- sangat terlihat dipaksakan melihat hasil pantauan langsung hanya ditemukan 10 titik keretakan diantaranya 2 titik keretakan yang sangat fatal. Rencana pembongkaran  Dinkes tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan akan penghancuran bangunan aset Negara maupun Daerah harus terlebih dahulu melakukan cek uji kelayakan gedung bangunan yang dilakukan staff ahli sertifikat yang diakui negara.

Pembongkaran gedung kantin dibelakang kantor Dinkes yang merupakan satu pondasi dinding sangat kuat dugaan penyalahan wewenang atau sudah dilakukan tanpa adanya prosedur pembongkaran aset negara / daerah, dilihat dari ULP resmi Pemko Siantar sampai saat ini masih dalam tahap pembukaan penawaran dan  belum ada SPK  namun informasi yang didapat pemenang tender akan dimenangkan salah seorang rekanan berinisial "BS"

LSM Badan Pemantau dan Penyelamat Aset Negara (BP2AN) melalui  Ketua Umum D. Manurung dijumpai dikantor sekretariat Perumahan Merantai Permai Nomor 4 Pematangsiantar, minggu (24/8) pukul 13.40wib  menjelaskan adanya temuan indikasi telah ditetapkan pemenang tendernya secara sepihak. Sampai saat ini paket kegiatan secara e-lelang masih tahap verifikasi dan pembukaan tender lelang tetapi sudah ada kegiatan pembongkaran salah satu ruangan walapun hanya ruangan kantin harusnya sesuai dengan peraturan ketentuan pembongkaran aset negara/daerah.

"Dalam hal rencana rehabilitasi berat kantor Dinkes Siantar yang dilakukan secara e-lelang dengan ketentuan verifikasi tertentu sangat kuat dugaan adanya pencaturan yang dilakukan pejabat untuk menentukan perusahaan pemenang tender" jelasnya

"Sampai saat ini masih tahapan pembukaan tender kok sudah ada pembongkaran gedung kantor sekalipun  itu dibangun pemilik kantin dan untuk menjaga reruntuhan langsung diadakan pembongkaran, padahal itu kan bangunan berada diatas aset pemko ya berarti itu kan harus sesuai peraturan yang berlaku, malah dibongkar sesuka hati" kesalnya

Seorang staff ditemui dihalaman kantor Dinkes enggan menyebutkan namanya, jumat (22/8) pukul 11.05wib  menjelaskan bahwa Kadis berada disalah satu ruang pertemuan mengikuti  acara Halal bi halal. Rencana rehabilitasi berat gedung kantor yang terlihat masih kokoh hanya mengalami keretakan dibeberapa titik sudah hampir selesai dikosongkan.

"Setau saya Pak Kadis diruang belakang bang dalam acara halal bi halal langsung aja bang jumpai beliau untuk konfirmasi tentang hal itu bang,  tapi memang benar kami disuruh untuk mengosongkan bangunan ini padahal tujuan pastinya kami tidak tau" jelasnya

"Informasi juga sampai ketelinga saya gedung nomor 246 akan dirubuhkan guna pembangunan gedung baru mulai dari dasar, memang saat ini terlihat bangunan sudah banyak yang retak di beberapa titik dindingnya, bahkan dinding sebelah kiri bangunan ini keretakanya sudah amat panjang kuat penilaian akan tidak tahan lagi" ungkapnya

Kepala Dinas Kesehatan Pemko Pematangsiantar saat disambangi kekantornya tidak berada diruang kerja, jumat (22/8) pukul 13.25wib saat dikonfirmasi melalui pesan singkat tidak bersedia memberikan informasi tetapi hanya memberitahukan bahwa Kadis sedang berada di kota Medan tanpa alasan kedinasan

Daniel Siregar selaku Humas Pemko Siantar juga sangat tertutup dalam rencana rehabilitasi kantor Dinkes Jalan Sutomo Nomor 246 Pematangsiantar, bahkan saat dikonfirmasi melalui telepon begitu juga dengan pesan singkat tidak ada respon, hal ini menjadi semakin menguatkan buruknya citra kepemimpinan Hulman Sitorus,SE dalam memberikan pengarahan kepada SKPD untuk menjadi mitra yang baik dalam pemberian informasi keterbukaan publik. (SyamP)

Kepemimpinan Hulman Sitorus Dinilai Belenggu Penderitaan Rakyat Siantar

Menampilkan Hulman Sitorus.jpg

BERITASIMALUNGUN.COM, Siantar-Kepemimpinan Walikota Siantar Hulman Sitorus dinilai sebagai belenggu penderitaan rakyat kurun waktu 4 tahun belakangan. Penderitaan rakyat semakin berat  akibat kebijakan Hulman Sitorus terkait kebijakan pelayanan publik. Seperti menaikkan Tarif Dasar Air Minum PDAM Tirta Uli sampai sebesar 300%. Sehingga warga sangat merasakan hak hidup telah dirampas oleh Pemko Siantar  begitu juga dengan kebijakan lain seperti penerbitan izin minimarket tanpa adanya pembatasan kuota jumlah toko ritel.
Kebijakan Walikota sarat penyimpangan terlihat adanya penerbitan Perwa (Peraturan Walikota) yang menyalahi Perda No. Tahun 20  tentang Advis planing tentang  penerbitan IMB serta izin opersional Hypermart, Hotel Horison Simpang Rami Jalan Medan KM 5.5 Pematangsiantar. 
Bangunan megah yang berdiri diatas ruang bebas bahu jalan bahkan anehnya batas bangunan dari garis As Jalan Medan hanya 12Meter dan 8Meter dari As Jalan Rangkutta Sembiring. Kejanggalan lainya sangat kuat dugaan  adanya campur tangan petinggi nomor satu Siantar untuk memuluskan pengeluaran IMB dan izin lainya  dimana pada acara Opening dan Peresmian  Hypermart - Hotel Horison terlihat Hulman Sitorus,SE duduk dengan bangganya disofa kehormatan diantara para tamu undangan lainya.
Begitu juga dengan penerbitan IMB - HO pendirian tower diatas bangunan gedung yang tidak memperdulikan keselamatan dan kesehatan warga setempat, seperti baru baru ini yang dialamai warga Melayu Siantar Utara khususnya yang bermukim di Jalan Sriwijaya sudah melakukan protes bahkan dibubuhi surat berisikan 26 tanda tangan dan foto copy KTP yang menolak atau tidak setuju akan pendirian tower diatas ruko milik H.Burhanudin Nasution.
Hal itu karena tanpa adanya telaah staf yang benar benar dilakukan Camat Siantar Utara bersama pihak ketiga pelaksana bangunan tower, hal ini sudah sampai ke DPRD Kota Siantar dan Pemko namun suara rakyat hanya diacuhkan tanpa adanya titik terang kebijakan dari Walikota dalam penyelesaian namun hanya janji janji palsu yang diterima warga.
Permasalahan lain akan  kelayakan hidup warga kedepanya akan adanya ancaman banjir karena sudah semakin menyempitnya aliran sungai akibat bangunan perumahan dilahan hijau, seperti pembangunan perumahan dijalan Panei kelurahan Tomuan Siantar Timur berada di atas DAS namun Drs. Esron Sinaga Ka. BPPT bekerja sama dengan Lukas Barus selaku Kadis Tarukim Siantar  bak membalikan telapak tangan menerbitkan IMB dan Master plan yang duduga sangat bertentangan dengan perundang undangan yang berlaku

Kepemimpinan sang Walikota yang dilihat bak diambang kehancuran semata mata bukan hanya kebijakan yang menyengsarakan rakyat tetapi adanya muncul Walikota Banyangan yang mampu melakukan suasana tidak tenang bagi pajabat eselon dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan prima, dilain sisi ambang kehancuran kepemimpinan terlihat dari proses hukum dugaan hasil tes Urine dan Ijazah Palsu SMP begitu juga dengan opini yang mencuat dikenlontarkan Hulman Sitorus,SE tentang Insan Pers - LSM menghambat pembangunan dikota Siantar.

Kinerja yang tidak berpihak kepada rakyat disamping kebijakan kebijakan yang sangat menyengsarakan potret semakin diambang kehancuran kepemimpinan Walikota fenomenal. Pelaksanaan APBD yang diduga sangat tertutup bahkan disinyalir guna menutupi segala penyimpangan akan PAD maupun Belanja Daerah yang seharusnya di informasikan secara up to date untuk menumbuhkan jiwa masyarakat peduli akan pemggunaan dan pemanfaatan uang negara

Seorang PNS Pemko Siantar yang tidak bersedia namanya dipublikasikan menjelaskan kepemimpinan Walikota saat ini sangat membuat SKPD merasa tenang karena tidak sering terjadi mutasi maupun pergantian jabatan.
Tetapi dalam kepemimpinan yang sekarang dimana antara Walikota dengan Wakilnya terjadi perpecahan sehingga mengakibatkan Siantar bak 2 matahari, sisi lain keresahan terkadang dirasakan para staff ada peran serta kroni kroni yang mengatas namakan team harus dilayani sama seperti Walikota, selain seorang PNS Pemko Siantar dimana sebagai masyarakat umum juga merasakan kegundahan atas dampak kenaikan tarif dasar air minum yang sangat tinggi
"Memang benar Beliau selama kepemimpinanya menjadi Walikota Siantar para pejabat eselon, kepala sekolah, kepala puskesmas, lurah, camat dan staff lainya merasa nyaman karena tidak adanya ancaman gonta ganti maupun mutasi yang dilakukan" jelasnya

" Saya selain PNS kan juga masyarakat yang tiap bulanya harus membayar Air PDAM, itulah hal yang kita sayangkan akan kebijakan yang terlihat sepihak ini, harusnya Beliau dengan tidak mengurangi rasa hormat dan tidak niat menggurui atau mengajari terlebih dahulu melakukan tinjau lapangan akan kemampuan warganya membayar retribusi" ujarnya

"Terkadang juga ada seseorang yang terlihat arogan dalam mengurus sesuatu berkas bahkan tak ayal menyerukan dirinya team Walikota, kita juga dengar info mereka mereka merupakan Walikota Bayangan, masa bisa mengatur maupun memberikan komando kepada pejabat eselon bak seperti Walikota" kesalnya

"Kejanggalan lain juga terlihat dari ketidak harmonisan antara Pak Walikota dengan Wakilnya dimana setiap ada acara maupun kegiatan resmi jarang terlihat duduk berdampingan, harusnya kan Beliau-beliau harus mampu membuang rasa egois dan mampu mengutamakan kepentingan rakyat demi membawa siantar semakin maju dan sejahtera" pintanya

Mario Ginting pemerhati pembangunan ditemui dikediamanya dibilangan kota Siantar, Minggu (24/8) pukul 12.30wib menjelaskan banyak terlihat kebijakan yang diterbitkan Walikota Siantar beserta jajaranya yang tidak memikirkan kelangsungan hidup warga Siantar. Hal ini disampaikan dengan alasan penyala gunaan perawat meteran air minum PDAM Tirta Uli, karena sampai sekarang masih ada digunakan meteran air yang sudah berusia puluhan bahkan 20tahun yang menjadi potret kurang baiknya pelayanan yang diterapkan Pemko Siantar maupun BUMD Pematangsiantar

"Kebijakan Walikota yang kurang pro rakyat terlihat sampai saat ini masih banyak meteran air yang sudah puluhan tahun bahkan sudah ada yang berumur 20tahun kemana anggaran perawatanya" ungkapnya

"Selain itu retribusi sampah yang dikutip loket pembayaran PDAM Tirta Uli sebesar Rp. 3.000.- setiap bulanya itu anggaranya kemana harusnya kan adanya keterbukaan penggunaan anggaran, malah sampah berserakan dimana mana dengan alasan tidak ada truk pengangkutan, kan penghasilan perbulan dari retribusi dikalkulasikan sampai mencapai ratusan juta rupiah sudah bisa pengadaan truk pengangkut sampah" tambahnya

Lagi lagi potret ketidak terbukaan dan pelayanan informasi publik yang sangat buruk dipertontonkan oleh Humas Protokoler Pemko Siantar, Daniel Siregar yang tidak pernah bersedia dikonfirmasi tentang buruknya pelayanan serta terbitnya kebijakan kebijakan Walikota yang tidak pro rakyat. (SyamP)

Radio Mora Sumut Aksi Sosial ke Panti Asuhan Pria Muhammadyah Kisaran

St Monang Saragih SH dan Jajaran Bersama Panti Asuhan Pria Muhammadyah Kisaran. Ft Silver Silalahi
St Monang Saragih SH
BERITASIMALUNGUN.COM, Siantar-Presiden Direktur Radio Mora Group, St Monang Saragih SH beserta Crew Radio Mora Sumut 91.30 FM melakukan banti sosial di Panti Asuhan Pria Muhammadyah Kisaran, Minggu 24 Agustus 2014. 
presiden direktur.ndalam rangka menyambut hari

Kegiatan itu dalam rangka menyambut HUT Radio Mora Sumut ke-9 yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu-Minggu tanggal 13-14 September 2014 di Siantar.
 
Radio Mora Sumut melalui Yayasan Mora Peduli mengunjungi Panti Asuhan Pria Muhammadiyah di Jalan Setia Budi Kisaran Kabupaten Asahan. 
 
Aksi sosial ini guna melihat anak-anak yatim piatu serta memberikan tali asih. Kegiatan dibuka Ustad Asmen S.Pd M.Pd yang juga Ketua Panitia HUT Radio Mora Sumut Hendro Purba.
 
Hendro Purba mengatakan, bahwa dalam rangka perayaan ulang tahun, Radio Mora Sumut dan pendengar Radio Mora terpanggil untuk mengunjungi panti asuhan.
 
"Pancasila sila ke-5,keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengingatkan bahwa kita berkewajiban untuk saling tolong-menolong dan peduliantar sesama," katanya.
 
Hendro purba yang juga penyiar Radio Mora Sumut berharap agar anak-anak panti asuhan tetap bersemangat untuk menjalani kehidupan dan capailah cita-cita agar nantinya diridhoi oleh Tuhan.
 
"Dan tak lupa kami sampaikan rasa hormat dan rasa bangga kepada Pengurus Panti Asuhan Pria Muhammadiyah Kisaran yang sudah berupaya mengelola panti asuhan ini," sambung Hendro Purba yang diamini oleh Rusli salah seorang penyiar Radio Mora Sumut yang juga salah seorang pengurus di Mora Peduli. 
 
Selanjutnya pemberian tali asih kepada Ketua Panti Asuhan Sudirman Latsah S.Pd.I yang langsung diserahkan oleh Hendro Purba, Ustad Asmen dan Rusli serta disaksikan Monang Saragih S.H selaku Presiden Direktur Mora Group.
 
Sudirman dalam sambutannya sangat terharu akan kepedulian radio mora sumut terhadap sesama ciptaan Tuhan yang kurang mampu. "Kami sangat berterima kasih kepada Radio Mora yang jauh-jauh datang dari Kota Pematangsiantar. Dan semoga Radio Mora semakin jaya dan sukses selalu," kata Sudirman.
 
Lebih lanjut Sudirman menerangkan, dari beberapa panti asuhan yang ada di Kabupaten Asahan, cuma Panti Asuhan Muhammadiyah yang terdaftar di Kementrian Sosial. Karena sudah berdiri sejak tahun 1986.
 
"Namun sampai saat ini belum ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten Asahan dibawah kepemimpinan Bupati Asahan Gama Taufan Simatupang. Padahal panti asuhan ini membutuhkan Rp 13 juta rupiah setiap bulan nya," lanjutnya.
 
Sudirman lebih terbuka mengatakan bahwa dari pusat,mereka hanya dapat bantuan Rp.2.100 setiap anak. "Sekali lagi saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besar nya untuk Radio Mora"katanya.

Sementara Monang Saragih mengatakan, sangat mengapresiasi kinerja Pengurus Panti Asuhan Muhammadiyah, dan salut juga hormat akan upaya dan partisipasi pengurus dalam membina anak-anak kurang mampu.
 
"Saya sampaikan hormat dan salut saya buat para pengurus yang mau menderita dan bersusah payah untuk mengurus panti asuhan. Ini adalah tindakan berani mati demi kebaikan. Saya selaku orang Kristen dan salah satu pengurus gereja sangat terpanggil untuk membantu sesama tanpa membeda-bedakan agama dan kepercayaan juga suku budaya."katanya.
 
Lebih lanjut Monang Saragih menjelaskan, bahwa Radio Mora adalah radio seluruh umat yang memiliki semangat kebersamaan karena ini adalah tanggung jawab kita bersama.
 
"Aneh bin ajaib negara kita ini. Ada uang yang dikorupsi, namun bantuan untuk orang-orang kurang mampu tidak ada. Saya kira ini adalah salah satu semangat untuk Crew Radio Mora dan seluruh pendengar Radio Mora agar lebih peduli terhadap sesama. Jangan kita bermimpi akan disantuni oleh orang kaya, karena justru orang-orang kurang mampulah yang sebenarnya yang mempunyai jiwa kebersamaan," ujarnya.
 
Monang Saragih juga menekan kan bahwa Yayasan Mora Peduli lebih menekankan kepedulian terhadap bidang kesehatan dan bidang pendidikan.
 
Monang Saragih berharap agar kedepan nya Panti Asuhan Muhammadiyah tidak segan-segan berkoordinasi kepada Radio Mora guna pengembangan panti asuhan tersebut ke arah yang lebih baik. 
 
Kegiatan kunjungan Yayasan Mora Peduli ke Panti Asuhan Muhammadiyah diakhir dengan doa penutup yang dibawakan oleh Drs.H.L.Warto selaku Bapak Asuh Putera Panti Asuhan Muhammadiyah Kisaran. (Silver Silalahi/Lee)

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba

Sapu Bersih Rencana Gubsu Soal Wisata Halal Syariah di Kawasan Danau Toba
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti

St Adriani Heriaty Sinaga SH MH (Srikandi Simalungun) Itu Purna Bakti
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Berita Lainnya

.

.
.