}); August 2016 | BeritaSimalungun

Berita Terkini

INDEKS BERITA

Anakku di Samosir.... (Sebuah Kisah Nyata Kasat Mata Tongam Sirait)

Written By Beritasimalungun on Wednesday, 31 August 2016 | 15:26

Anakku di Samosir..
Oleh: Tongam Sirait

Anakku di Samosir..

Ketika air hujan turun rintik2
Dipersimpangan jalan parmonangan
Seorang anak SD,melambaikan tangan
"Tulang...tulang dohot ahu !!"


Tersentak kaget aku melihat gadis kecil itu
Dengan sepatu ditangan..akupun mengajaknya
Naik motor yg kukendarai..


Tujuan kami dengan Tasha Band
Kesosor tolong diatas bukit Tomok..


Setelah mereka kutinggalkan disana
Aku bertanya pada gadis kecil dibelakangku,dimana rumahmu??
Masih jauh tulang..sudah 5 km 


Masih jauh???"kataku dengan lirih..di Sihombing
Do hutaku tulang katanya sambil 


Kulihat rona wajahnya yg membuatku
Sedih,akupun mengantarkannya diatas
Bukit itu,sambil bertanya..naso dialap oma
Dohot Bapa doho?mangula do nasida katanya
Sekitar 6 km lagi aku harus mengendarai..


Dang adong huroha bus??adongdo tulang..namun dia gelisah..saya yakini Dia tidak punya uang...


Anak gadis sekecil ini harus berjalan 10 km..
Mendaki,tak beralas kaki..aku terenyuh
Rasanya dadaku sesak..bukankah ini 


"Tanah subur kepingin sorga?"apakah hanya
Akan segelintir orang yg merasakan indahnya
Danau Toba??bukankah landasan sebuah kesepakatan adalah sejahtera??tertoreh


Hatiku menangis..
Kawanku berkata"air dan apapun itu harus
Kita bayar di negeri ini..


Anakku tetaplah berjuang dinegeri
Yg sombong ini.."monaco of asia"
Karena kamu dan aku hanya butir2
Yg jatuh dikegelisahan akan apa
Dan bagaimana ..

Mantan Kadis Pendidikan Simalungun Dituntut Tiga Tahun Penjara

Mantan Kadis Pendidikan Simalungun, Drs Masri digelandang jaksa usai persidangan di Pengadilan Tipikor Medan.Ist
BeritaSimalungun.com, Medan-Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Medan diminta menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara kepada Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Masri.

Dalam persidangan yang digelar Senin  (29/08/2016) kemarin, JPU Zulfahmi Fitri, sebagaimana dilansir Tribun Medan.com, menyebutkan, Masri, yang juga mantan Kadis Pendidikan Sumut di era kepemimpinan Gatot Pujo Nugroho ini diyakini bersalah dan bertanggung jawab atas terjadinya tindak pidana korupsi dalam proyek revitalisasi perlengkapan praktik dan perlengkapan pendukung teknik permesinan tahun anggaran (TA) 2014, senilai Rp 11,57 miliar.

“Meminta majelis hakim supaya menjatuhkan terdakwa Masri penjara selama tiga tahun, denda Rp 150 juta. Dengan ketentuan apabila tidak dibayar akan digantikan kurungan selama satu tahun,” kata Zulfami Fitri.

Sementara M Rais Kepala Sekolah SMKN Binaan Provinsi Sumut selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) SMKN Binaan Pemprov Sumut Riswan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan masing-masing dituntut penjara selama empat tahun.

Kedua juga dibebankan membayar denda sebesar Rp 150 juta subsider kurungan satu tahun. JPU menilai ketiga terdakwa terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(Rodo)

PDIP Sumut Siap Dukung Maruarar Sirait

Maruarar Sirait
Maruarar Sirait 
BeritaSimalungun.com, Medan-Banyak pihak merespons positif munculnya nama politisi PDIP, Maruarar Sirait sebagai bakal calon Gubernur Sumut (Gubsu) periode 2018-2023. Setelah namanya mencuat di media sosial (medsos), dukungan terhadap Maruarar Sirait alias Ara dari berbagai pihak terus mengalir.

Anggota DPR RI dari FPDIP, Eva Kusuma Sundari mengatakan, Maruarar Sirait sangat pantas dan layak menjadi calon gubernur Sumut. "Dia memiliki rekam jejak yang bagus, pernah menjadi ketua DPP PDIP beberapa periode, bersih, jujur, capable dan masih muda," kata Eva di Jakarta, Selasa (30/8).

Dikatakan, sebagai anggota DPR RI, Ara terbukti selalu membela dan menyuarakan kepentingan rakyat Indonesia, tidak hanya kepentingan daerah pemilihannya.

"Ini bukti Ara adalah wakil rakyat yang berjuang untuk kesejahteraan rakyat. Kalau dia maju jadi calon gubernur, ini momentum tepat bagi Sumut untuk jadi provinsi yang maju," katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), Sutrisno Pangaribuan, mengatakan, Maruarar Sirait mempunyai peluang besar jika maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur Sumut (Gubsu) untuk periode 2018-2023 mendatang.

"Seluruh kader PDI Perjuangan tentunya akan memberikan dukungan dan siap memenangkan Maruarar Sirait jika sudah diputuskan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) nantinya," kata Wakil Bendaraha FPDIP Sumut itu.

Sutrisno mengatakan, peluang Bang Ara untuk memimpin daerah tersebut, sangatlah besar. Sebab, Maruarar merupakan tokoh nasional dan anggota DPR RI selama beberapa periode.

"Bang Ara belum memiliki cacat selama menjadi anggota DPR. Rakyat sudah mengenal dan mengetahui sepak terjangnya. Track record-nya pun sudah jelas, antikorupsi dan memiliki semangat membangun," jelasnya.

Menurutnya, PDI Perjuangan Sumut akan menjaring nama-nama pasangan calon yang nantinya memiliki elektabilitas tinggi, termasuk Maruarar Sirait.

"Nama-nama itu nantinya diserahkan kepada DPP PDI Perjuangan sebagai pengambil keputusan calon yang diutus sebagai petugas partai," kata Sekretaris Komisi C DPRD Sumut itu.(SP)

Penghasilan Di bawah Rp 4,5 Juta/Bulan Tidak Perlu NPWP, Tidak Perlu Bayar Pajak Penghasilan

Written By Beritasimalungun on Tuesday, 30 August 2016 | 21:46

Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi
BeritaSimalungun.com, Jakarta-Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiasteadi menegaskan, orang yang memiliki penghasilannya di bawah Rp4,5 juta per bulan, tidak perlu punya NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak, dan tidak perlu membayar pajak penghasilan (PPh). Karena itu, mereka juga tidak perlu mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty.

“Sesuai Peraturan Dirjen Pajak Nomor 11/PJ/2016 sebagai peraturan pelaksanaan UU Pengampunan Pajak, kelompok masyarakat berpenghasilan di bawah Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sebesar Rp4,5 juta per bulan tidak wajib mengikuti program amnesti pajak,” kata Ken dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (30/8) siang.
Menurut Dirjen Pajak, kelompok masyarakat yang masuk dalam kategori penghasilan di bawah PTKP Rp54 juta setahun adalah buruh, pembantu rumah tangga, nelayan dan petani, serta pensiunan yang hanya memiliki penghasilan semata-mata dari uang pensiun.
“Supaya tidak ribet, orang yang penghasilannya Rp4,5 juta per bulan, tidak perlu punya NPWP, tidak perlu bayar pajak penghasilan, apalagi ikut tax amnesty. Jadi lupakan pembantu rumah tangga, nelayan dan petani untuk ikut program ini,” tegas Ken.
Selain itu, kelompok subjek pajak warisan belum terbagi yang tidak menghasilkan penghasilan di atas PTKP dan penerima harta warisan namun tidak memiliki penghasilan atau memiliki penghasilan di bawah PTKP, menurut Dirjen Pajak, juga tidak perlu mengikuti program amnesti pajak.
Kelompok masyarakat lain yang tidak wajib mengikuti program tax amnesty ini, menurut Dirjen Pajak, adalah wajib pajak yang memilih untuk membetulkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) dan wajib pajak yang hartanya sudah dilaporkan dalam SPT Tahunan oleh salah satu anggota keluarga.
Kelompok subjek pajak lainnya, lanjut Dirjen Pajak , merupakan para warga negara Indonesia (WNI) yang telah tinggal di luar negeri selama lebih dari 183 hari dalam setahun, dan dipastikan tidak mempunyai penghasilan dari Indonesia.
“Sanksi Pasal 18 ayat 2 dalam UU Pengampunan Pajak, yaitu nilai harta tersebut diperlakukan sebagai penghasilan pada saat ditemukan oleh Direktur Jenderal Pajak, tidak berlaku bagi masyarakat atau subjek pajak tersebut,” tegas Ken.
Dirjen Pajak memastikan seluruh wajib pajak berhak mengikuti amnesti pajak apabila ingin memanfaatkannya, termasuk para aparatur sipil negara seperti pejabat negara, aparat penegak hukum, dan tidak terkecuali para pegawai Direktorat Jenderal Pajak.
“Kami mendorong seluruh pejabat publik untuk memanfaatkan amnesti pajak sesuai dengan situasi masing-masing karena dipastikan UU Pengampunan Pajak menjamin kerahasiaan semua data dan identitas wajib pajak yang mengikuti program ini,” kata Ken.
Sementara itu, terhadap harta yang diperoleh dari penghasilan yang telah dikenakan pajak penghasilan atau harta yang diperoleh dari penghasilan yang bukan objek pajak penghasilan serta belum dilaporkan dalam SPT, menurut Dirjen Pajak, bisa dilakukan pembetulan SPT maupun pelaporan harta tersebut dalam SPT.
Sedangkan, nilai wajar harta selain kas atau setara kas yang dilaporkan dalam Surat Pernyataan Harta, lanjut Ken, adalah yang sesuai dengan penilaian wajib pajak dan tidak akan dilakukan koreksi maupun pengujian oleh Direktorat Jenderal Pajak. (ANT/ES)

Dalam Rekaman Video Freddy Sebut Tiga Nama Pejabat Polri

Dalam Rekaman Video Freddy Sebut Tiga Nama Pejabat Polri
lustrasi--Terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman, berdoa saat akan menjalani sidang PK lanjutan di Pengadilan Negeri Cilacap, Jateng, Rabu (1/6)--Antara/Idhad Zakaria
BeritaSimalungun.com, Jakarta-Tim Independen telah melihat rekaman video testimoni Freddy Budiman sebelum dieksekusi. Tim independen mengantongi tiga poin yang bisa dibeberkan kepada publik terkait testimoni Freddy.


Anggota Tim Independen Hendardi mengatakan, secara umum ada tiga bagian dalam video tersebut. Bagian pertama berdurasi 39 detik, kedua berdurasi 18 menit 43 detik, dan ketiga 1 menit 25 detik.

Ia melanjutkan, video itu dibuat pada 28 Juli 2016 sekitar pukul 17.00 WIB secara berurutan. Namun demikian, tim hanya bisa mempublikasikan tiga temuan dari rekaman video itu.

"Pertama, video itu berisi perjalanan spritual pribadi Freddy Budiman selama di penjara hingga menjelang proses eksekusi, yang mengaku telah bertobat," ujar Hendardi lewat siaran pers yang diterima Metrotvnews.com, Senin (29/8/2016).

Kemudian, video itu juga berisi semacam evaluasi dan saran menyangkut penanganan narapidana di lembaga pemasyarakatan. Tidak hanya itu, dalam video, Freddy juga berbicara soal kaitannya dengan upaya menghapuskan praktik peredaran narkoba di LP.

Hendardi--ANTARA/Rivan Awal Lingga

Hendardi menambahkan, dalam video tersebut, Freddy juga mengimbau penanganan napi narkoba dilakukan secara ketat, tidak dipindahkan dari satu penjara ke penjara lain. Hal ini termasuk keharusan adanya isolasi dari napi lain.

Terakhir, menyangkut nama-nama aparat, Hendardi membenarkan bahwa benar Freddy setidaknya menyebut tiga nama pejabat Polri. Namun, hal itu tidak dalam kaitannya dengan aliran dana sebagaimana kesaksian Freddy Budiman kepada Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS) Haris Azhar.


Tim independen juga belum akan membuka nama-nama yang disebut Freddy dalam video testimoni tersebut. Ini bertujuan menghindari interpretasi yang keliru, karena berpotensi mengganggu proses penyelidikan lebih lanjut, termasuk memastikan adanya perlindungan hak bagi seseorang.

"Video hanya salah satu petunjuk awal di tengah keterbatasan petunjuk-petunjuk awal dari kesaksian Freddy Budiman. Tentu saja masih perlu dicari petunjuk-petunjuk lain yang memperkuat," tegas dia.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia merekam testimoni gembong narkoba Freddy Budiman. Video dibuat sehari sebelum Freddy dieksekusi mati di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Direktur Jenderal Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sutrisman mengatakan, pembuatan rekaman video tersebut sebagai sarana pembinaan narapidana lain. Sebab, Freddy dinilai berperilaku positif selama menghuni lapas.
 
"Kami mendengar mendiang Freddy rajin sembahyang (salat), hatam Alquran, sering mengaji, itu sesuatu yang menarik," kata Sutrisman kepada Metrotvnews.com, Jumat 19 Agustus.
 
Beberapa waktu lalu Koordinator LSM KontraS Haris Azhar menyebut pejabat Polri diduga menerima uang dari Freddy Budiman, terpidana mati kepemilikan 1,4 juta pil ekstasi yang dieksekusi pada 29 Juli.

Haris mengaku mendengar cerita tersebut langsung dari Freddy ketika keduanya bertemu di Lapas Nusakambangan pada 2014. Selain itu, Haris mengaku diceritakan oleh Freddy bahwa dirinya memberikan upeti kepada oknum di Badan Narkotika Nasional dan mendapat fasilitas dari jenderal TNI saat membawa narkoba dari Medan ke Jakarta. (*)


Sumber: Metrotvnews.com

Begini Bentuk Alat Bantu Seks Pemuas Wanita yang Ditemukan di Rumah Gatot Brajamusti

Gatot Brajamusti Ist
BeritaSimalungun.com, Jakarta-Tertangkapnya Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) periode 2016-2021 Gatot Brajamusti mengagetkan publik.

Bukan karena terjerat narkoba namun sebuah bukti ini bikin heboh, Senin (29/8/2016). Netizen kembali dihebohkan dengan berita tentang guru spiritual artis yang tertangkap tangan sedang pesta narkoba.

Gatot Brajamusti tertangkap usai terpilih kembali sebagai Ketua Umum Parfi pada kongres ke-15 yang berlangsung di Kota Mataram, NTB pada Minggu (28/8/2016) dini hari.

Namun bukan alat-alat bukti narkoba yang menjadi fokus bahasan, netizen justru terpaku pada sebuah alat bukti yang tak lazim. Ada sebuah alat bantu seks, vibrator yang berwarna merah muda yang ditemukan.

Setelah melakukan pengembangan dari tertangkapnya di hotel di Mataram rumah mewah milik Gatot yang berlokasi di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan digeledah polisi dini hari tadi, sekitar pukul 04.00 WIB.Dirilisnya barang bukti vibrator seks untuk wanita bikin kaget netter.

Beberapa komentar berujung pada dugaan buruk dengan keberadaan vibrator dan dikaitkan dengan sejumlah artis yang pernah jadi murid spiritualnya.

Sebut saja Reza Artamevia dan elma Theana yang dikabarkan pernah dekat dengan Gatot. Beberapa netizen langsung menanyakan apa yang kira-kira dilakukan dengan alat tersebut.

Sementara beberapa netter menyatakan keprihatinan kenapa hal pribadi seperti alat bantu seks harus dirilis. Netter menilai hal tersebut makin memperburuk citra Gatot dan alat bantu seks dinilai tak ada kaitan dengan kejahatan narkoba yang ditudingkan padanya.

Namun netter yang berkomentar tentang ini justru jadi bulan-bulanan netizen lain.Dianggap sebagai fans bahkan dituding juga memiliki alat bantu seks seperti yang ditemukan di rumah Gatot.

Begini penampakannya.
TRIBUNNEWS/THERESIA FELISIANI
Barang bukti yang dirilis polisi, satu di antaranya menarik perbhatian publik yakni alat bantu seks untuk memuaskan wanita warna merah muda.

Berikut 7 fakta kehidupan Gatot Brajamusti alias Aa Gatot.
1. Ketua Umum PARFI

Aa Gatot terpilih pada kongres ke-15 yang berlangsung di Kota Mataram, NTB, Minggu (28/8/2016) dini hari.
Dirinya Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia atau PARFI periode 2016-2021.

2. Ahli spiritual artis
Gatot atau yang beken disapa Aa Gatot merupakan ahli spiritual beberapa artis.
Nama-nama artis yang pernah menjadi 'murid' Gatot di antaranya penyanyi Reza Artamevia dan aktris Elma Theana.

3. Kabar nikah siri

Sejak bercerai dari almarhum Adjie Massaid, Reza Artamevia selalu dikaitkan dengan guru spiritualnya, Aa Gatot.

Hubungan keduanya memang cukup dekat.

Tak heran jika ada kabar yang menyebutkan jika keduanya telah menikah siri. Akan tetapi, hal itu dengan tegas dibantah Reza dan Gatot.



Seperti dilansir dari METRO BANJAR, Gatot juga disebut-sebut telah melarang Reza untuk bekerja. Padahal, nama Reza sempat melejit sebagai penyanyi solo di era 1990-an.

"Tidak sedikit ada komentar miring, alhamdulillah bisa lihat sendiri. Itu semua tidak benar, saya ingin buktikan juga kalau isu saya jarang tampil karena Aa Gatot itu nggak benar," bantah Reza saat diwawancarai di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, pada 24 November 2014 silam.

4. Tiga kali menikah

Gatot menikah dengan Dewi Aminah yang merupakan istri ketiganya pada 13 Agustus 1995. Pernikahan mereka dikaruniai tiga anak, yakni Suci Patiah, Nuendo, dan Alfa.

Sebelumnya, Gatot pernah menikah dua kali. Istri pertamanya bernama Dedeh Haryati dan dikaruniai tiga anak. Istri keduanya bernama Mimin dan dikaruniai anak perempuan bernama Sarah Fitaloka.

5. Band Brajamusti

Gatot sempat mendirikan grup musik bernama Brajamusti Band.
Band ini dipimpin oleh Aa Gatot Brajamusti yang beranggotakan, AA Gatot Brajamusti (Vokal), Adhe Brajamusti (Backing Vokal), Marbella Brajamusti (Backing Vokal), Zanattaba ( Backing Vokal), Najam yardo (Gitar), Ricky Brata ( Bass), Apap (Perkusi), Haris (Drum), Azis (Keyboard), Adi Ndut (Perkusi).

Brajamusti Band ini sempat melakukan peluncuran album perdananya yang bertajuk 'Subhanallah' di Villa Danau, Cianjur, Jawa Barat, 28 Juli 2013 silam.

6. Merilis album religi

Gatot merilis album religi pada bulan Ramadhan 1429 H (September 2008). Album yang berjudul "Tunjukan Jalan Yang Lurus" ini merupakan persembahan khusus Gatot kepada istri tercintanya, Dewi Aminah. (*)

Sumber: Tribunews.com

Ayah 3 Anak Bunuh Diri di Siantar Sitalasari

Written By Beritasimalungun on Monday, 29 August 2016 | 21:28

Jalan Sibatu-batu, Kelurahan Bah Sorma, Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar.Ist
BeritaSimalungun.com, Siantar-Alexius Girsang (38) nekad mengakhiri hidupnya dengan cara meminum racun. Sebelum diketahui meninggal, pria yang memiliki 3 orang anak ini masih sempat mengantarkan anaknya ke sekolah, Senin (29/08/2016) pagi.

Menurut sejumlah tetangga Alexius, di Jalan Sibatu-batu, Kelurahan Bah Sorma, Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar, mengatakan, pagi hari Alexsius sempat terlihat keluar rumah untuk mengantarkan dua buah hatinya ke sekolah, seorang anaknya lagi pergi bersama istrinya. 

 “Istrinya kerja di Rumah Sakit Umum (RSUD Djasamen Saragih, red). Biasanya kalau pagi istrinya sama anaknya yang kecil, tadi pagi pun masih terlihat si Alex ini ngantar anaknya yang SD ke sekolah, mungkin habis antar anaknya sekolah dia minum racun, karena katanya dia pertama kali dilihat udah kaku,” ucap warga ditemui di kediaman Alexius.

Setelah itu, Alexius tidak terlihat hingga istrinya Nurayana boru Sinaga pulang kerja sekira pukul 11.00WIB. Saat itu, Nurayana menggedor pintu rumah. 

Seperti biasanya, bila pintu di ketuk Alexius yang memiliki depresi ini akan membukakan pintu, tapi siang itu Alex tidak membukakan pintu hingga Nurayana meminta bantuan tetangganya. Setelah diintip dari jendela rumah, Alex tidak terlihat dan Nurayana mencium aroma racun rumput yang begitu menyengat dari dalam rumah.

Dibantu tetangganya, Nurayana membuka paksa pintu belakang rumahnya, karena saat itu seluruh pintu dalam keadaan terkunci dari dalam. “Pas dibuka dan dicari ternyata Alex sudah meninggal di dalam kamar mandi,” ucap warga lainnya.

Sementara itu, pihak Polsek Siantar Martoba yang mendapatkan informasi langsung turun ke lokasi kejadian dan sempat memasang police line di sekitar rumah Alex. 

“Tadi polisi ramai di sini, nggak ada otopsi karena keluarga yakin kalau Alex meninggal karena bunuh diri,” ucap Roy salah seorang tetangga almarhum Senin sekira pukul 14.00 WIB.

Pantauan di rumah korban menunjukkan, korban masih terlihat dimandikan untuk disemayamkan, sementara pihak keluarga sempat melarang wartawan untuk mengambil foto Alex yang meninggal akibat meminum racun.(Rodo) 

JR Saragih : Saya Hanya Ingin Membawa Simalungun Maju

BeritaSimalungun.com, Raya-Bupati Simalungun Dr JR Saragih SH MM mengatakan bahwa kehadirannya di Kabupaten Simalungun adalah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan mengantarkan Simalungun ke depan lebih baik.

“Saya ingin mengantarkan Simalungun yang lebih baik,”kata Bupati Simalungun saat memberikan kata sambutan pada peletakan batu pertama pembangunan rumah dinas bupati di Pamatang Raya,Senin 29/06/2016.
Ephorus Memimpin Doa Peletakan Batu Pertama Rumah Dinas Bupati Simalungun
Ephorus Memimpin Doa Peletakan Batu Pertama Rumah Dinas Bupati Simalungun
Pelatekan batu pertama tersebut juga di lakukan oleh Ephorus GKPS Pdt M Rumanja Purba MSi, ahli waris diwakili Kanes Purba, perwakilan raja marpitu, Bupati Simalungun, Danrindam I/BB, Dandim 0207 Simalungun, Kapolres Simalungun, Ketua DPRD, tokoh agama dan mewakili pekerja.

Menurut Bupati, sejak menjadi pimpinan di Kabupaten Simalungun yang di mulai pada 2010 hingga saat ini masih bertempat tinggal di mess Pemkab Simalungun di Pamatang Raya. “Selama inisaya tinggal di mess, dan rumah ini dibangun olehPemkab Simalungun bukan untuk kepentingan saya,dan bukan rumah pribadi saya,  tapi rumah masyarakat Simalungun,”ujarnya.

“Rumah ini untuk kepentingan pelayanan masyarakat dan untuk bersilahturrahmi. SemogaKabupaten Simalungun menjadi daerah yang lebih maju dimasa yang akan datang,”tandas Bupati.

Kepada seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan camat, Bupatimengharapkan untuk melakukan yang terbaik kepada masyarakat. 

Disamping itu ciptakan komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat.“Semangatlah selalu, jadilah garam dan terangditengah-tengah masyarakat. Saya tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari seluruh elemen masyarakat termasuk SKPD dan camat,” himbaunya.

Ketua DPRD Simalungun Drs Johalim Purba,dalam kesempatan itu mengatakan rumah dinas yang dibangun ini diharapkan menjadi rumah yang membawa berkad dan siapapun nantinya yang pulang dari rumah ini selalu bergembira.
Ketua DPRD Johalim Purba Meletakkan Batu Pertama
Ketua DPRD Johalim Purba Meletakkan Batu Pertama
Sementara itu, tokoh masyarakat Jasarlim Purba mengharapkan agar rumah dinas ini dibangunbernuasa ornamen Simalungun.  “Acara peletakanbatu pertama ini dilaksanakan dengan baik,diharapkan selesai-nya juga dengan baik, bangunlah rumah ini bernuansa Simalungun. Kami sangatmendukung program bupati,”ujar pria 72 tahun itu.

Sebelumnya, peletakan batu pertama pembangunan rumah dinas Bupati Simalungun diawali dengan  “Manurduk demban” yang dilaksanakan olehtokoh adat disampaikan kepada Ephorus GKPS Pdt M Rumanja Purba MSi, ahli waris diserahkan kepada Kanes Purba, kepada perwakilan raja marpitu, BupatiSimalungun, dan kepada pekerja yang diterima oleh kepala tukang.
Bupati berikan ulos pamotting kepada kepala tukang
Disela-sela acara itu, Plt Kadis Tarukim Benny Saragih ST mengatakan bahwa luas bangunan rumah dinas Bupati Simalungun sekitar 1000 M² terdiri dari rumah dan pendopo. Benny berharap rumah tersebut selesai pada tahun ini. “Sebelum Natal kita berharap rumah ini sudah selesai, tidak sampai tahun depan,”katanya.

Selanjutnya acara peletakan batu pertama juga  diawali dengan  Kebaktian dipimpin Ephorus GKPS. Dalam khotbahnya, antaralain Ephorus mengajak agar rumah ini dibangun bersama Allah yang baik. Dengan membangun rumah bersama Allahrumah ini memberikan berkad bagi yang menempati dan bagi masyarakat. 

“Rumah ini harus cantik, jangan terkesan asal-asal ada, sehingga rumah ini dapat melengkapi ibukota ini. Dapat memberikan inspirasi bagi yang datang dan memberikan semangat baru bagi kita masyarakat Simalungun,”katanya.
Simalungun letakkan batu pertama
Bupati Simalungun peletakkan batu pertama
Tampak hadir dalam kesempatan tersebut mewakili Danrem 022/PT, Sekda, Staf Alhi Bupati, Asisten, Pimpinan SKPD, Camat, para lurah dan pengulu serta masyarakat Kecamatan Raya. (Rls)

Polisi Diminta Tangkap Kepala BPMPN Simalungun

BeritaSimalungun.com, Raya-Kepala BPMPN Simalungun, Imman Nainggolan, dituding memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkaya diri sendiri lewat perbuatan korupsi. Pelaksanaan Pemilihan Pangulu Nagori (Pilpanag) serentak di Kabupaten Simalungun menyisakan persoalan. 

Tudingan ini dilontarkan sekelompok warga dari Kabupaten Simalungun, ketika menggelar unjuk rasa di Mapolda Sumut, Jalan Sisingamangaraja Medan – Tanjung Morawa, Senin (29/08/2016) siang tadi. Mereka juga mendesak polisi tanggap, dan segera ‘menyeret’ Imman ke meja hijau terkait persoalan ini.

Perbuatan korupsi yang diduga dilakukan oleh Imman Nainggolan itu, menurut keterangan para pengunjuk rasa dilakukan dengan cara ‘menyunat’ anggaran untuk masing-masing Nagori (Desa) yang menggelar pemilihan Pangulu. 

Besaran dana yang berhasil diraup pun, konon, jauh lebih besar dibandingkan dengan dana yang didistribusikan ke seluru panitia pelaksana pemilihan.

“Anggaran Pilpanag se Simalungun yang dialokasikan dalam APBD 2016 totalnya mencapai Rp10,6 miliar. Ini merupakan akumulasi dari dua kali pengajuan masing-masing sebesar Rp4,9 miliar dan Rp6 miliar. 

Faktanya, mayoritas panitia pemilihan di 258 Nagori mengaku bahwa dana pelaksanaan Pilpanag yang mereka terima hanya Rp10 juta per nagori atau total keseluruhan Rp2,58 miliar untuk semua nagori. Lah, sisanya kemana?,” kata L Simanjuntak, salahseorang orator dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Bukan cuma persoalan ‘penyunatan’ anggaran, kala bertemu dengan Kompol J Siahaan yang mewakili Polda Sumut, Simanjuntak dan rekan-rekannya juga menyebutkan, jika Imman Nainggolan juga telah mengkoordinir anak buahnya di BPMPN Simalungun untuk ‘memeras’ calon Pangulu terpilih masing-masing senilai Rp6,7 juta.(Rodo)

Cerita Kronologis Nitizen Soal Bom Bunuh Diri di Gereja Stasi Santo Yosef Medan

Written By Beritasimalungun on Sunday, 28 August 2016 | 20:36

Pastor Albret S. Pandingan mengalami luka ringan di Bagian lengan kiri.Ist
 BeritaSimalungun.com, Medan-Peristiwa percobaan bom bunuh diri di salah satu rumah ibadah di Medan menjadi perhatian publik dan media nasional dan internasional. Berikut ini tulisan kronologis peristiwa tersebut dari salah satu nitizen di Medan.

Telah terjadi percobaan Bom Bunuh Diri Di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Jln. Dr Mansur Medan yang mengakibatkan Pastor Albret S. Pandingan mengalami luka ringan di Bagian lengan kiri dan sampai saat ini situasi aman terkendali.

Kronologis Peristiwa

Pada Hari Minggu 28 Agustus 2016, kurang lebih jam 08.50 seorang laki-laki atas nama Ivan Armadi Hasugian , usia 19 tahun membawa ransel masuk ke Gereja Katholik Santo Yosep Jl. Dr Mansyur Medan.

Sesaat Pastor Albert S. Pandiangan mau memimpin Misa di depan mimbar, dia dikejar dan dihampiri oleh seorang laki - laki yang membawa ransel dipundaknya, kemudian diketahui bernama Ivan Armadi Hasugihan.

Dengan menggendong sebuah ransel berisikan alat yang dicurigai Bom Rakitan dalam bentuk pipa warna kuning sambil memegang pisau dapur hendak menyerang pastor tersebut.

Sebelum sampai di altar telah keluar percikan api dari ransel tersebut dan mulai membakar dirinya sendiri. Pembawa bom terus mengejar pastor.Melihat gelagat tidak baik, Pastor berlari menghindar .Umat terkejut dan mulai mengejar pembawa bom dan mengambil ransel yang sudah terbakar.

Pastor dan semua umat selamat Pembawa bom luka luka dan sedang diinterogasi oleh polisi. Menurut pembawa bom, dia tidak sendiri. Di dalam ransel ditemukan, bom rakitan yang belum meledak, pisau, kampak dan benda benda tajam lainnya !. Pastor dapat diselamatkan, dan meninggalkan luka gores. 

Tidak ada korban, hanya si pembawa bom luka luka kena ledakan sendiri....

"Tadi Mau Misa, Trus Si Cowok itu lari kedepan, tasnya ngeluarin api gitu bang pak Pastor langsung menghindar, yang lain juga bantu tangkap si cowok itu, pokoknya tiba-tiba dia lari bang" ujar Santi (nama samaran) yang ikut beribadah Misa di Gereja Katolik St. Yosep Minggu 28 Agustus 2016.

Setelah kejadian itu, jemaat langsung menyelamatkan diri masing-masing, dan selanjutnya disuruh kembali kerumah masing-masing dan meninggalkan gereja tersebut, karena mungkin saja masih ada dinamit yang aktif.

Saat ini personil dari Jihandak Bom Polda Sumut dan Personel Kepolisian Resort Kota Medan telah melakukan sterilisasi di Gereja tersebut. Situasi gereja sampai saat ini sudah terkendali dan orang - orang mulai berdatangan untuk melihat lokasi kejadian. (FB: Eska Ulak Poerba'Tamback)









Add caption





Tim Cyber Crime Lacak Identitas Rekan Pelaku Teror Bom

Stasi Santo Yosep Medan dijaga aparat keamanan pascateror bom, Minggu 28 Agustus 2016.
Stasi Santo Yosep Medan dijaga aparat keamanan pascateror bom, Minggu 28 Agustus 2016. (Antara)
BeritaSimalungun.com, Medan-Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman penyelidikan untuk dilakukan pengembangan atas pelaku percobaan bom bunuh diri di Gereja Stasi Santo Yosep, Jalan Doktor Mansur, Medan, Minggu (28/8).

"Ada tim Cyber Crime yang sudah bekerja untuk melacak setiap komunikasi tersangka," ujar seorang perwira polisi yang terlibat langsung melakukan penyelidikan atas kasus percobaan bom bunuh diri itu.

Polisi yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengatakan, tim Cyber Crime itu dilibatkan melakukan penyelidikan untuk melacak komunikasi tersangka melalui media sosial (Medsos).

"Kita sudah mengorek informasi dari sejumlah warga kawasan tempat tinggal pelaku di Jalan Setiabudi Gang Sehati, Medan. Pelaku dikenal tertutup. Ini artinya, pelaku memiliki teman dan berkomunikasi melalui Medsos," ungkapnya.

Namun, polisi itu tidak ingin mengungkap hasil pelacakan komunikasi tersangka dengan orang lain. Beredar kabar, ada sejumlah nama rekan pelaku percobaan bom bunuh diri tersebut.(SP)

Pemuda Katolik Desak Pihak Keamanan Usut Tuntas Percobaan Bom Bunuh Diri di Medan

Stasi Santo Yosep Medan dijaga aparat keamanan pascateror bom, Minggu 28 Agustus 2016.
Stasi Santo Yosep Medan dijaga aparat keamanan pascateror bom, Minggu 28 Agustus 2016. (Antara)
BeritaSimalungun.com, Medan-Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Sumatera Utara sangat menyayangkan dan mengutuk keras upaya percobaan bom bunuh diri dan penyerangan terhadap Pastor Albert Pandiangan di Gereja Katholik Stasi St Yoseph Jl Dr Mansur Nomor 75 Medan, Minggu (28/8) pukul 08.30 WIB.

"Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan mengutuk keras. Pemuda Katolik sangat menyayangkan kecolongan dari pihak keamanan di Sumatera Utara sehingga tidak bisa mengantisipasi peristiwa ini dari awal," ujar Ketua Pemuda Katolik Komda Sumut Hotdiman Manik dalam konferensi pers di Medan, Minggu (28/8).

Dalam konferensi pers ini, Hotdiman didampingi oleh Wakil Ketua Pemuda Katolik Komda Sumut Binsar Simarmata, Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan, Rikson Wesli Sihotang, Sekjen PMKRI Cabang Medan, Doharman Maharaja, Ketua Pemuda Katolik Cabang Medan, Jansen Sihaloho, dan Ketua KMK Unimed, Susilowati Sinulingga.

Hotdiman menilai kejadian ini telah merusak situasi toleransi umat beragama di Sumatera Utara. Padahal, kata dia, selama ini, hubungan antara umat beragama dan situasi toleransi sangat terjaga dengan baik. 

 "Kami sangat mengharapkan pihak keamanan mengusut tuntas kejadian ini. Kami yakin komplotan teroris di Sumatera Utara ini sudah terbangun dengan rapi dan tidak bisa dipandang enteng," imbuh dia.

Sementara Rikson Wesli Sihotang meminta masyarakat agar tetap tenang dan bijak dalam menanggapi kejadian ini. Penganut umat beragama khususnya umat katolik tidak boleh terprovokasi dengan kasus ini. 

"Saya berharap masyarakat tetap tenang dan menjaga situasi tetap kondusif dan saling membantu dan kerja sama dalam memberantas dan mencegah berbagai aksi bom bunuh dan gerakan terorisme lainnya. Kita percayakan penyelesaikan kasus ini pada pihak keamanan sembari kita membantu mereka," harap Rikson.

Berdasarkan laporan dari Polres Medan, dikatakan pada hari Minggu, 28 Agustus 2016, sekitar pukul 08.30 WIB, telah terjadi aksi teror di dalam Gereja Katholik Stasi St Yoseph Jl Dr Mansur Nomor 75 Medan. 

 Percobaan bom bunuh diri dilakukan oleh tersangka Ivan Armadi. Tidak ada korban dalam percobaan bom bunuh diri ini kecuali pelaku sendiri akibat ledakan bom.(SP)

Teror Bom di Medan Tidak Boleh Dianggap Remeh

Stasi Santo Yosep Medan dijaga aparat keamanan pascateror bom, Minggu 28 Agustus 2016.
Stasi Santo Yosep Medan dijaga aparat keamanan pascateror bom, Minggu 28 Agustus 2016. (Antara)
BeritaSimalungun.com, Jakarta-Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) mengingatkan pemerintah dan masyarakat Indonesia, tidak menganggap remeh kasus percobaan bom bunuh diri dan penyerangan seorang pastor di Gereja Santo Yoseph, Medan, Minggu (28/8) pagi. 

Serangan yang terjadi saat pastor sedang memimpin prosesi ibadat dalam gereja dan di hadapan umat sama dengan kejadian di Perancis di mana mengakibatkan terbunuhnya seorang pastor.


"Peristiwa ini merupakan sebuah 'pesan' yang diberikan bahwa di tempat yang penuh kedamaian pun, aksi teror dapat dilakukan tanpa hambatan," ujar Ketua Presidium Pusat ISKA, Muliawan Margadana, dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (28/8).

ISKA, kata Muliawan, menyatakan keprihatinannya atas aksi teror ini sekaligus memberikan apresiasi kepada umat yang bertindak dengan cepat dan sigap sehingga tidak terjadi korban yang lebih fatal.

"Untuk itu, ISKA mendesak kepada Pemerintah khususnya jajaran Menkopolhukam dan aparatnya agar segera mengungkapkan kasus ini dan sekaligus melakukan langkah-langkah strategis terhadap keamanan dan ketenangan umat dalam beribadah di rumah ibadahnya masing-masing, sebagaimana dijamin oleh UUD 1945," tandas dia.

Perilaku teror seperti ini, menurut dia, tidak dapat ditoleransi dan harus dicegah agar tidak terulang kembali. Aparat harus mampu menjelaskan selengkap mungkin motivasi serta kelompok di balik peristiwa ini dalam waktu secepatnya agar tidak menimbulkan praduga yang belum tentu benar dikalangan umat.

"Kepada umat Katolik se-Indonesian kami mengajak, marilah masalah ini dihadapi dengan penuh kearifan, dengan meningkatkan kewaspadaan serta kerukunan bersama komponen bangsa lainnya," imbuh dia.

Sebagaimana kasus di Tanjung Balai, kata dia, bangsa Indonesia akan terus mendapatkan gangguan baik dari dalam maupun luar negeri dengan tujuan memecahbelahkan masyarakat Indonesia. Karena persatuan itulah kunci bagi bangsa Indonesia untuk menghadapi berbagai masalah kebangsaan.

"Bila kita tidak dapat menjaga persatuan itu sendiri maka runtuhlah bangsa yang kita cintai ini. Ikatan persaudaran, kebersamaan dan rasa saling mempercayai adalah hal yang hakiki dalam menciptakan keamanan yang sejati dalam masyarakat," kata Muliawan.

Lebih lanjut, dia mengatakan, sulit untuk mengandalkan keamanan dan ketertiban pada instansi keamanan semata. Karena itu, kata dia, sudah saatnya Gereja menyikapi kejadian seperti ini dengan bijak sehingga bisa mengantisipasi dan mencegah kejadian serupa terjadi.

"Tujuannya agar ketenangan umat dalam beribadah juga semakin baik. Untuk itu ISKA mengusulkan pembentukan Crisis Management Team and Plan (CMTP) dan siap untuk memfasilitasinya," tambah Muliawan.(SP)

Wali Kota Medan Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi



Polisi membawa pelaku teror bom di Medan, Minggu 28 Agustus 2016.
Polisi membawa pelaku teror bom di Medan, Minggu 28 Agustus 2016. (AFP)

BeritaSimalungun.com, Medan - Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, mengharapkan, masyarakat tidak mudah terprovokasi atas peristiwa percobaan bom bunuh diri di Gereja Stasi Santo Yosep Jalan Doktor Mansur Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (28/8).

"Kita percayakan kepada pihak kepolisian untuk menuntaskan penyelidikan kasus tersebut. Jangan mudah terpancing, apalagi terprovokasi. Masyarakat diminta tidak menduga-duga motif dari kejadian tersebut," ujar Dzulmi Eldin.

Eldin mengatakan, kasus percobaan bom bunuh diri itu, jika disikapi dengan kepala dingin, tentunya tidak akan mengganggu kerukunan antarumat beragama di kota tersebut. Masyarakat pun sudah menyadari hal tersebut.

"Sekali lagi, kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk mengungkap motif di balik percobaan bom bunuh diri itu," sebutnya.

Seperti yang diketahui, IAH sebagai tersangka percobaan bom bunuh diri di Gereja Stasi Santo Yosep Doktor Mansur Medan, ditangkap jemaat gereja saat sedang menjalankan aksinya tersebut.

IAH yang menggunakan ransel, menyaru sebagai jemaat gereja yang duduk di barisan tengah. Dia berlari ke depan saat Pastor Albert Pandiangan sedang berkhotbah. Dari dalam tas ransel yang disandangnya, terdengar suara ledakan disertai percikan api.

Pelaku ini kemudian melemparkan tasnya, dan mengambil kapan dan pisau. Kemudian, pelaku menyerang Pastor Albert. Pastor mengalami luka di bagian tangan sebelah kiri. Jemaat langsung menangkap pelaku, dan memadamkan percikan api disertai asap di tas ransel yang dilemparkan pelaku.(SP)

Pelaku Teror Bom di Medan Mengaku Disuruh Orang Tak Dikenal


Polisi membawa pelaku teror bom di Medan, Minggu 28 Agustus 2016.
Polisi membawa pelaku teror bom di Medan, Minggu 28 Agustus 2016. (AFP)

BeritaSimalungun.com,Medan-Ivan Armadi Hasugian (18), pelaku bom bunuh diri di Gereja Santo Yosep Jl Doktor Mansur Medan, mengaku disuruh orang tak dikenal (OTK) untuk melakukan pengeboman.

"Proses interogasi masih sedang dilakukan, tersangka mengaku disuruh seseorang yang ketemu di jalan," kata Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Khusin Dwihananto, Minggu (28/8).

Mardiaz mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan pemeriksaan terhadap Ivan Armadi. Pengembangan itu dilakukan pihaknya untuk mengejar pelaku lainnya.

"Dia mengaku tidak mengenal orang yang menyuruhnya melakukan peledakan bom di Gereja Santo Yosep. Ketemu dengan orang yang memberikan perintah di jalan," sebutnya.

Tidak ada korban jiwa dalam percobaan bom bunuh diri oleh terduga teroris di Gereja Santo Yosef di Jalan Doktor Mansur Medan. Korban luka ada beberapa orang, termasuk pastor bernama Albert S Pandingan menderita luka bacok di bagian tangan kiri karena serangan pelaku percobaan bunuh diri itu.

Pastor mengalami luka bacok oleh pelaku penyerangan yang menggunakan kapak. Korban sudah dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Saat ini tersangka pelaku penyerangan sudah diamankan.(SP)

VIDEO: Polisi Cari Bom di Gereja St Yosep, Ledakan Terdengar



Stasi Santo Yosep Medan dijaga aparat keamanan pascateror bom, Minggu 28 Agustus 2016.


Stasi Santo Yosep Medan dijaga aparat keamanan pascateror bom, Minggu 28 Agustus 2016. (Antara)

BeritaSimalungun.com, Medan - Pasca percobaan bum bunuh diri yang gagal, Gereja Santo Yosep Medan dijaga ketat oleh aparat kepolisian yang membawa senjata otomatis, Minggu (28/8).

Tim khusus penjinak bom juga terlihat berada di di lokasi untuk menyisir ruangan dan mencari kemungkinan adanya peledak dalam gereja yang berlokasi di Jalan Dokter Mansur, Medan, itu.

Dalam video berikut sempat terdengar suara ledakan ('55), kemungkinan polisi melakukan ledakan terkendali (controlled explosion) atas bom rakitan yang dimiliki tersangka.

Berdasarkan KTP pelaku, dia diduga bernama bernama Ivan Armadi Hasibuan (IAH), lahir di Medan, 22 Oktober 1998. Alamat KTP tertulis Jl Setiabudi Gang Sehati Nomor 26 Medan.

Dia sempat menyerang dengan pisau pastor Albert Pandiangan yang sedang berkotbah namun segera dilumpuhkan oleh jemaat.
Berikut liputan Beritasatu News Channel:







Pelaku Teror Bom Gereja Santo Yosep Dikenal Sangat Tertutup

Tersangka pelaku beserta data diri teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, jalan Dr Mansur Nomor 75 Medan, Sumatera Utara, 28 Agustus 2016.
Tersangka pelaku beserta data diri teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, jalan Dr Mansur Nomor 75 Medan, Sumatera Utara, 28 Agustus 2016. (Istimewa)
BeritaSimalungun.com, Medan-Ivan Armadi Hasugian (18), tersangka percobaan bom bunuh diri di Gereja Santo Stasi Yosep Jalan Doktor Mansur Medan, dikenal masyarakat sebagai pemuda yang memiliki kepribadian sangat tertutup.

"Ayahnya seorang pengacara, sedangkan ibunya adalah pegawai negeri sipil (PNS)," ujar seorang warga, Muhammad Hayat (42) kepada Suara Pembaruan, saat ditemui di Jalan Setiabudi Gang Sehati Medan, Minggu (28/8) sore.

Hayat mengungkapkan, Ivan Armadi merupakan pemuda yang pernah mengenyam pendidikan di salah satu sekolah menengah atas (SMA) Negeri 4 di Medan. Namun, pemuda itu diduga tidak menyelesaikan sekolahnya.

"Orang ini (Ivan) tidak pernah mau bertegur sapa meski kita saling berpapasan. Dia juga tidak mau berkumpul dan berbicara dengan pemuda kampung ini yang seusia dengan dirinya," ungkapnya.

Sayuti (45) warga lainnya menyampaikan, Ivan Armadi merupakan pemuda yang tidak perduli dengan lingkungan sekitarnya. Apalagi, Ivan jarang kelihatan berada di kawasan tempat tinggalnya itu.

"Kami tidak menyangka kalau pelaku percobaan bunuh diri itu ternyata tetangga kami. Kami mengetahuinya setelah melihat polisi ramai melakukan penggeledahan di rumah orangtua Ivan Armadi," jelasnya.

Menurutnya, Hasugian yang merupakan ayah Ivan, merupakan seorang pengacara yang jarang terlihat. Berbeda dengan ibu Ivan, dikenal sebagai wanita ramah, dan mau bertegur sapa dengan warga sekitar.

"Ini berbeda sekali dengan si Ivan, meski disapa pun dia tidak mau menjawab. Dia mungkin sering bermain keluar dari kampung ini. Namun, kami tidak pernah melihat pemuda itu membawa teman ke rumah orangtuanya," sebutnya.(SP)

Pengeboman Gereja Digagalkan Jemaat Secara Spontan

Tersangka pelaku beserta data diri teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, jalan Dr Mansur Nomor 75 Medan, Sumatera Utara, 28 Agustus 2016.
Tersangka pelaku beserta data diri teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, jalan Dr Mansur Nomor 75 Medan, Sumatera Utara, 28 Agustus 2016. (Istimewa)
BeritaSimalungun.com, Medan-Ketua Dewan Pastoral Stasi Santo Yosep Doktor Mansur Medan, Penetua Benar Ginting mengatakan, upaya jemaat dalam menangkap pelaku percobaan bunuh diri, saat Pastor Albert Pandingan sedang berkhotbah, dilakukan secara spontan.

"Saat itu, pelaku yang duduk di barisan tengah jemaat, berlari menuju ke arah pastor. Terjadi ledakan kecil dan mengeluarkan api dan asap dari dalam ransel yang disandangnya," ujar Ginting di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (28/8).

Jemaat yang melihat ledakan itu langsung secara spontan menangkap pelaku. Saat itu, pelaku menyerang Pastor Albert Pandingan menggunakan kapak dan pisau. Pastor mengalami luka di tangan. Sebagian jemaat lagi memadamkan asap yang keluar dari dalam tas pelaku.

"Jemaat langsung menyelamatkan pastor yang mengalami luka di bagian tangan sebelah kiri. Pelaku juga turut diamankan jemaat, yang kemudian menghubungi polisi untuk turun mengamankan pelaku percobaan bom bunuh diri itu," katanya.

Menurutnya, tidak ada rasa ketakutan jemaat saat menggagalkan aksi pelaku percobaan bunuh diri itu. Padahal, saat kejadian, pelaku membawa benda yang sudah sempat meledak, dan memegang senjata tajam saat menyerang pastor.(SP)

BURSA BALON BUPATI SIMALUNGUN

BURSA BALON BUPATI SIMALUNGUN
SIAPA BUPATI SELANJUTNYA

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia

Simalungun Berduka, St RK Purba Pakpak Tutup Usia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba

Jeritan Hati Warga Jemaat GKPS Dari Pinggir Danau Toba
Sakit Bertahun Tanpa Pelayanan Medis

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan

Doakan St RK Purba Diberikan Kesembuhan
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia

Andaliman, Rempah Batak Yang Mendunia
KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun

Selamat Datang Mahasiswa Baru Asal Simalungun
Buatlah Bangga Orang Tuamu


MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN

MIRACLE "TINUKTUK" SAMBAL REMPAH KHAS SIMALUNGUN
PESAN: MIRACLE'TINUKTUK WA: 081269275555

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih

Catatan Paska Konser Jhon Eliaman Saragih
TMII Jakarta Sabtu 4 November 2017.KLIK Gambar Untuk Berita Selengkapnya

Berita Lainnya

.

.
.